Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
89: Bagaimana bisa?


__ADS_3

Sepulang dari kampus untuk melaporkan hasil laporan magangnya dikantor Regan, Adera mampir di mini market untuk membeli bahan-bahan masakan yang sudah habis.


Regan memang tidak menyuruhnya berbelanja bulanan seperti ini, Regan bahkan bilang dia bisa menyuruh bodyguardnya membelinya namun tetap saja Adera ngeyel, dia ingin memilih sendiri bahan-bahan apa saja yang ia ingin masak.


Adera melihat-lihat setiap rak, matanya tidak sengaja melihat banyak pengaman disalah satu rak. Bentuknya memang seperti permen dan juga banyak berbagai tipe bahkan bervarian rasa dan itu yang membuat Adera penasaran.


Saking penasarannya Adera pun mengambil salah satu kotak kondm itu dari raknya namun tangannya malah tidak sengaja bersentuhan dengan tangan orang lain yang kebetulan juga mengambil salah satu kondm disana.


Sontak Adera langsung menoleh kearah orang itu namun melihat wajag orang itu yang merupakan seorang wanita, Adera merasa seperti tidak familliar. Dia merasa pernah melihat wanita yang sekarang juga menatapnya, tapi dimana dia lupa.


"Hallo, kita ketemu lagi?" Sapa wanita itu dimana membuat Adera bingung.


Tunggu, kenapa dia bilang kita bertemu lagi? Apa sebelumnya memang mereka pernah bertemu tapi Adera lupa dimana. Ya maklumlah Adera sangat lemah mengingat seseorang.


"Maaf, anda siapa ya?" Tanya Adera dengan sopan.


Wanita itu malah tersenyum. "Aku sedih lho, kamu lupa gitu aja sama aku. Aku yang pernah gak sengaja numpahin sop ke baju kamu. Masa kamu lupa?" Kata wanita itu yang langsung mengingatnya dengan wanita yang menumpahkan sop dibajunya.


"Oh kamu? Maaf baru inget," Adera meringis pelan.


Wanita tertawa sambil menggerak-gerakan tangannya. "Gak papa, santai aja."


Adera tersenyum canggung.


"Btw, kamu juga beli ini?" Wanita itu menunjukkan kondm ditangannya.


Adera baru ingat, dia langsung menaruh kondm itu ketempat semula lagi. "Oh gak, aku cuma penasaran aja, haha." Adera tertawa canggung.


"Penasaran? Kenapa gak langsung coba aja?"


Adera menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ya karna dia tidak membutuhkannya sih, dia memang penasaran tapi dia lebih suka Regan melakukannya tanpa memakai itu. "Gak butuh juga sih,"


Wanita itu mengangkat kedua alisnya. "Oh kamu lebih suka keluar di dalem ya?" Goda wanita itu.

__ADS_1


Adera menjadi ambigu seketika. Kenapa bisa-bisanya dia berbicara begitu di depan umum seperti ini sih?


Wanita itu tertawa gemas. "Bercanda kok." Ucapnya. "Oh iya maaf ya soal waktu itu. Aku ngerasa bersalah banget." Lanjutnya, meminta maaf pada Adera lagi padahal Adera sudah melupakannya.


"Gak papa kali, gak kenapa-napa juga, santai aja." Jawab Adera.


Wanita itu manggut-manggutkan kepalanya. "Oh iya kita belum sempet kenalan, ya. Btw aku, Saskia." Saskia menjulurkan tangannya pada Adera.


Adera langsung menjabat tangan Saskia. "Adera,"


"Adera? Nama kamu bagus banget, kayaknya juga jarang orang yang pake nama itu." Kata Saskia.


"Haha, mungkin." Adera menanggapinya dengan tawaan kecil. "Btw kamu cantik banget, aku yang sama-sama cewek aja sampe pangling loh." Adera memuji kecantikan Saskia yang memang kecantikannya benar-benar tidak nyata.


Saskia tersenyum miring mendengar pujian dari Adera. "Makasih lho,"


"Oh iya, Adera kalo ada waktu kita bisa main bareng gak? Aku juga sendirian nih dirumah hari ini."


Tatapan Adera turun ke perut Saskia yang membuncit. Dia menjadi tidak tega dengan Saskia padahal diakan sedang hamil besar tapi sendirian dirumah. Apa Adera bawa saja Saskia ke rumah? Toh, Regan tidak pernah melarangnya membawa teman ke apartemen.


Saskia tersenyum penuh arti. "Iyaudah."


......................


"Btw, kamu udah berapa bulan?" Tanya Adera, dia dan Saskia sudah berada di apartemennya. Mereka berbincang di living room sambil memakan cemilan, mengobrol-ngobrol santai disana.


"Hemm, udah delapan bulan sih mau masuk sembilan bulan seminggu lagi." Jawab Saskia.


Adera merasa kasihan pada Saskia padahal dia sedang hamil besar seperti ini namun tidak ada yang menemaninya, bahkan katanya papa dari anak itu tidak bertanggung jawab dan pergi menikah dengan wanita lain. Mendengar ceritanya barusan, Adera jadi bersimpati pada Saskia.


"Kalo kamu? Udah ngisi?" Tanya Saskia balik dengan kedua alis terangkat.


Adera menggelengkan kepalanya. "Belum, tapi ini mau coba periksa pake testpack. Semoganya garis dua." Jawab Adera.

__ADS_1


Saskia menganggukan kepalanya. "Iya semoga aja." Dari tadi tatapan Saskia terus saja terarah pada foto pernikahan Adera yang dipajang diliving room.


Dalam tatapannya terdapat kebencian yang ketara walau Adera tidak menyadarinya. Dia menatap foto itu seolah membencinya. "Adera, itu suami kamu?" Saskia menunjuk ke foto pernikahan Adera dengan Regan.


Adera mengikuti arah tunjukkan Saskia. Itu adalah foto pernikahannya yang dimana disana Adera terpaksa tersenyum karna Regan dengan posesifnya memeluk pinggangnya dari samping dan lagi wajah Regan tidak dapat dikondisikan, dia tersenyum membuat ketampanan yang luarbiasa itu berkali lipat.


Adera tersenyum, dia menatap Saskia lagi lalu menganggukkan kepalanya. "Iya, dia suami aku." Jawab Adera dengan bangga.


Saskia ber 'oh' ria. Dalam tatapannya mengisyaratkan kebencian yang tidak ketara saat dia menatap Adera rasa bencinya itu semakin membesar namun dia menutupinya. "Tampan ya, kayak pangeran dalam dogeng." Puji Saskia, memang kenyataan Regan di dalam foto itu sangat-sangat tampan dengan senyumannya yang menawan.


Dan yang makin membuat Saskia membenci Adera adalah karna senyuman Regan itu hanya teruntuk dirinya. Senyuman yang hanya diberikan untuk Adera seorang dan itu membuat Saskia cemburu dan iri pada Adera.


Dalam hatinya Saskia selalu mempertanyakan pertanyaan yang sama. Kenapa Regan menikahi Adera yang bahkan wajahnya biasa-biasa saja tidak ada yang spesial bahkan lebih seratus persen cantikkan dirinya. Sebenarnya apa sih yang membuat Regan jatuh cinta dengan gadis biasa seperti Adera?


"Iya, dia pangeran yang aku dambakan waktu kecil." Jawab Adera tersenyum mengingat waktu kecil dia mengajak Regan menikah dan bilang kalau Regan adalah pangerannya.


"Gitu ya," sahut Saskia dengan nada yang tidak suka.


"Oh iya Saskia," tatapan Adera seketika menjadi menajam, dia menatap Saskia seakan akan membunuhnya dimana membuat Saskia membeku seketika. "Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Adera tiba-tiba dengan intonasi bak mengintrogasi Saskia.


Saskia berkeringat, entah kenapa baginya tatapan Adera seakan menusuknya. "M-maksud kamu, Adera?"


"Kenapa kamu natap aku seolah kamu punya dendam ke aku?" Ternyata Adera sudah mengetahui tatapan Saskia yang diberikan pada Adera.


Saskia menelan slivanya susah payah. Dia tidak tahu jika Adera seberani ini dan juga kenapa dia jadi ketakutan seperti ini?


"Gak kok, kamu salah sangka aja kali." Saskia mencoba membela diri.


"Mungkin bagi kamu, aku cuma gadis yang lemah yang bersembunyi dibalik punggung suami. Tapi Saskia," Adera menatap Saskia bak mencekik Saskia. "Aku gak selemah itu. Gak mungkin secara gak sengaja kamu numpahin sop itu ke aku, kalo disaat itu jarak kita jauh. Kamu sengaja kan?"


Saskia terdiam. Dia terpojok sekarang, dia salah menilai istri Regan itu. Dia adalah gadis yang pintar yang mungkin lebih pintar daripada dirinya sendiri.


Tiba-tiba saja Adera tertawa kencang dimana membuat Saskia makin bingung. Adera menggerak-gerakkan tangannya dihadapan Saskia. "Aku bercanda, maaf ya." Kata Adera.

__ADS_1


Saskia ikut tertawa hambar, dia tidak tahu kalau Adera hanya melakukan candaan itu. Namun tidak dapat dibohongi kalau Saskia mulai sedikit takut dengan Adera, karna baginya Adera adalah lawan yang lebih pintar darinya walau penampilannya yang terlihat polos itu.


__ADS_2