Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
48: Berita Kencan


__ADS_3

Regan menutup kembali pintu apartemen, dia harus bersandiwara berkencan dengan wanita itu karna hanya ingin melihat wajah Adera saat dikantor.


Waktunya jadi terbuang sia-sia karna wanita itu, dan dia kesal akan hal itu. Lebih baik dia menghabiskan waktu berdua bersama-- ah sudahlah, lagi-lagi dia kepikiran dengan Adera.


Regan mengacak-ngacak rambutnya sambil berjalan ke kamarnya bukan kamar yang ia gunakan bersama Adera. Tapi kamar lainnya yang ada diapartemennya.


Langkah Regan terhenti seketika. Dia menatap Adera yang tertiduran di sofa panjang. Gadis itu tertidur disana, apakah dia takut sendirian atau dia ketiduran disana karna menunggunya? Ahh, tidak. Regan tidak boleh berpikiran hal yang tidak mungkin. Mungkin saja Adera kelelahan dan ketiduran disana. Bukan karna menunggunya.


Regan berjongkok, dia menatap wajah damai Adera yang tertidur. Hatinya menghangat, rasa rindunya sedikit berkurang ketika menatap wajahnya. Kedua sudut bibirnya terangkat, dia tersenyum tipis menatap wajah polos Adera.


Tangannya terangkat menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantiknya, dia terpaku. Melihat wajah Adera malah makin membuatnya makin merindukannya, dia merindukan saat-saat menatap wajahnya secara langsung, bercakap-cakap dengannya secara langsung. Regan merindukan itu semua.


"Aku kangen kamu," gumam Regan.


Karna tidak tega melihat Adera tertidur di sofa dan sepertinya Adera mulai gelisah, Regan bangun dan langsung menggendong tubuh Adera lalu membawanya ke kamar, menidurkannya diatas ranjang dengan pelan-pelan.


Setelah itu, dia menjauh dari Adera, keluar dari kamarnya, menutup kembali kamar Adera dengan pelan-pelan. Dia takut Adera terbangun.


Regan berjalan ke meja makan, dia melihat banyak makanan disana yang masih utuh dan sepertinya Adera belum membereskannya. Melihat makanan yang dimasak Adera, Regan jadi lapar. Dia langsung menarik kursi dan duduk disana.


Dia akan menghabiskan semua lauk diatas meja. Anggap saja dia juga merindukan makan masakan Adera. Dengan cepat Regan memakan semua makanan yang ada tanpa menyisakannya sedikit pun.


Seperti biasa, masakan Adera enak dan itu membuat nafsu makannya bertambah.


Regan mengabiskan semua yang ada dimeja makan. Setelah sudah menghabiskan semuanya, dia menyender. Dia merindukan semua yang terkait dengan Adera bahkan masakannya juga. Sebegitu bucinnya kah Regan pada Adera? Dan itu membuat Regan tertawa tanpa sadar.


......................


Pagi-pagi semua orang dikantor dihebohkan dengan kencannya Regan dan Olivia dan mereka dirumorkan punya hubungan spesial. Semua orang membicarakan mereka, dan bahkan ada yang menyetujuhi mereka berpacaran dan bilang kalau mereka sangat cocok.


Dan semua pembicaraan itu sampai ke telinga Adera. Adera yang mendengar itu hanya diam, di lift, di ruangan kerjanya bahkan saat dia berjalan di lorong, semua orang membicarakan itu dan itu membuat hati Adera terluka.

__ADS_1


Sepertinya memang perpisahan jalan yang terbaik untuk mereka. Jika tidak perpisah pun, Adera tetap akan diceraikan karna Regan berpacaran dengan wanita lain. Jadi, dia tidak boleh bersedih begini.


Adera duduk dimeja kerjanya. Dia menyapa dan tersenyum pada Alisia disebelah mejanya. "Pagi mbak," sapa Adera pada Alisia.


Alisia tersenyum pada Adera.


"Udah denger blom? Katanya bu Olivia sama pak Regan itu kencan lho tadi malam."


"Iya, udah denger tuh. Beruntung gak sih bu Olivia buat hati pak Regan luluh?"


Adera tersenyum miris mendengar itu semua. Benar sekali kata mereka, beruntung sekali Olivia membuat Regan jatuh hati padanya.


"Tapi kenapa aku lebih percaya sama pak Regan sama Adera ya?" Kata anak magang yang sama dengannya kepada karyawan lainnya.


"Kok bisa? Padahal udah jelas lho, pak Regan itu kencannya sama bu Olivia."


"Entah, tapi tatapan ke Adera itu beda dari dia natap yang lain."


"Alah, sok tau kamu, kamu aja gak punya pacar!" Celetuk karyawan laki-laki pada anak magang itu dan membuat semuanya tertawa.


"Ra, kamu juga yakin sama rumor itu?" Tanya Alisia pada Adera.


Adera menoleh ke Alisia. "Rumor apa tuh, mbak?" Tanya Adera.


"Itu lho, rumor katanya pak Regan punya hubungan spesial sama Olivia." Kata Alisia membuat Adera terdiam sejenak lalu mengangkat kedua bahunya.


"Kan kita gak tau mbak. Mungkin aja emang bener, kan?" Adera tersenyum pada Alisia.


Tak lama kemudian semua karyawan dihebohkan dengan kedatangan Olivia bersama Regan. Mereka semua langsung berkumpul dan melihat sepasang kekasih baru itu.


Mata Adera menatap kearah mereka, begitu dia menatap Regan, tatapan mereka tidak sengaja bertemu dan begitu tatapan mereka bertemu, Adera berdecih membuat Regan tidak percaya.

__ADS_1


Adera mengibas rambutnya yang tergerai kali ini, lalu mendekatkan kursi ke komputernya. Dia akan mengabaikan kehebohan itu. Dan untungnya Alisia tidak ikut heboh seperti yang lain jadi dia tidak merasa sendiri.


"Mbak, ini aku gak tau gimana caranya ya?" Tanya Adera kepada Alisia dan Alisia membantu Adera.


Regan yang melihat Adera mengabaikannya merasa kesal. Percuma saja dia bersandiwara begini kalau saja Adera tidak mempedulikannya. Sialan, sekarang Regan benar-benar kesal dengan Adera karna baru kali ini dia diabaikan oleh seorang gadis.


Saking kesalnya diabaikan Adera, Regan langsung menjauh dari Olivia tanpa berbicara padanya dahulu. Masa bodoh, toh, Olivia hanya tameng untuknya agar dia bisa memperhatikan Adera dan bertemu Adera di kantor.


Menjauhnya Regan secara tiba-tiba membuat Olivia diserbu para karyawan yang bertanya padanya kenapa Regan pergi begitu saja tanpa berbicara apa-apa padanya. Dan Olivia mencoba menjelaskannya pada para karyawan.


"Mbak, aku ke toilet sebentar ya." Kata Adera pada Alisia.


"Iya, Ra." Sahut Alisia.


Adera bangun dari kursinya dan berjalan ke toilet sambil merapikan blousenya yang sedikit berantakan.


Saat dia berjalan ke toilet, matanya tidak sengaja menemukan Regan yang masih berdiri di lorong seperti orang bodoh. Adera bersikap jutek dan tidak peduli dia melewatinya begitu saja sambil berdecih cukup keras dimana membuat Regan emosi.


Di toilet, Adera mencuci wajahnya dengan air diwastefel, dia mencuci wajahnya beberapa kali lalu menatap wajahnya yang basah dengan air di cermin.


"Apa-apaan seleranya? Cewek ular dipacarin. Cih, kalo modelannya kayak nikita willy mah gak papa lah ini lucinta luna dipacarin. Haha, apaan sih seleranya jelek banget." Celoteh Adera.


"Emang sih si Olivia cantik, tapi sifatnya itu lo kayak gunderuwo. Cewek kayak gitu kok dipacarin. Haduh, gak ngerti aku tuh, gak ngerti!" Adera menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti.


"Tapi--" Adera menatap wajahnya dengan seksama di depan cermin. "Teryata gue cantik juga ya, mukanya kayak imut-imut gitu gue. Ahay, baru sadar gue. Pantes aja bikin cowok-cowok ganteng nempel, toh gue cantik ya gak?"


Adera tersenyum sendiri, dia berbalik ingin keluar dari toilet namun dia dikejutkan dengan Regan yang entah dari kapan ada ditoilet dengan menyender ditembok sambil melipat tangannya di dada. Adera terkejut sampai membuka mulutnya lebar-lebar. "Ngapain ditoilet cewek?"


Regan menunjuk tempat buang air kecil yang disedikan untuk laki-laki dimana membuat Adera makin terkejut. Jadi dia salah masuk toilet? Dia masuk ke toilet pria? Oh astaga, Adera malu.


Saking malunya Adera langsung berlari keluar toilet dengan menggerutuki dirinya sendiri. "Malu gue, malu gue, malu gue."

__ADS_1


Seperginya Adera, Regan terkekeh geli. Dia mendengar dan melihat Adera menghinanya tadi dan juga mendengarnya memuji dirinya sendiri.


Oh astaga, kenapa dia begitu menggemaskan?


__ADS_2