Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
82: Saskia Tania


__ADS_3

Pada akhirnya Regan menyerah karna pelayanan Adera tadi malam. Dia sampai dibuat sakit kepala karna pelayanan Adera itu bahkan dia kenikmatan itu sampai membekas diingatannya.


Adera memang bukan gadis yang liar atau nakal, tapi kenapa bisa dia memuaskan Regan dalam semalam hanya dengan mulut dan tangannya? Dan dari mana dia mempelajari itu?


Sial, karna kesepakatan itu, Regan membiarkan Adera pergi kemana pun tanpa bodyguard. Padahal Regan sangat khawatir dengannya, dia takut jika ada yang menyakiti Adera lebih dari kemarin. Namun karna kesepatakan itu, Regan harus menarik kata-katanya hanya karna pelayanan yang memuaskan dari istrinya.


"Kenapa begong aja lo?" Tanya Dito, dia duduk dengan santai diruangan Regan. Biasalah, sekretaris tidak punya sopan santun pada atasannya.


Regan menatap Dito yang tengah memakan bekal dari istrinya dengan santai. Dia memutar bola matanya, padahal dia punya ruangan sendiri, tapi kenapa setiap makan siang dia selalu datang keruangannya?


"Enak banget lo ngotorin ruangan atasan." Sindir Regan.


Bukan Dito namanya kalau sadar, Dito malah dengan sengaja memasang wajah konyol seperti orang yang tidak berdosa.


Regan mendengus, kenapa bisa dia mempunyai sekretaris yang seenak jidatnya seperti Dito? Dia bahkan tidak pernah bersikap layaknya bawahan pada Regan.


"Aduh, istri gue ini, udah pinter masak, pinter puasin suami. Bener-bener ya, beruntung gue." Dito berdialog sendiri sambil melahap bekalnya.


Mendengar itu membuat Regan tertarik. Apakah dalang dari apa yang dilakukan Adera padanya itu adalah Ratih?


"Ratih?" Regan membuka suara seakan bertanya pada Dito.


Dito menatap Regan dengan sebelah alis terangkat. "Iyalah, siapa lagi bini gue kalo bukan Ratih." Jawabnya.


"Seberapa jago emang dia?" Tanya Regan lagi, dia ingin tahu kenapa Adera bisa seberani itu melakukannya semalam.


"Kenapa? Adera gak bikin lo puas?" Pertanyaan menohok yang dilontarkan Dito.


"Bukan itu bego." Regan memutar bola matanya. "Dia bikin gue puas tuh."


"Ya terus? Kenapa tiba-tiba lo tertarik sama Ratih?"


Decakan dari bibir Regan terdengar. "Lo pikir gue tertarik sama istri lo?"


"Iya,"


"Cih, gak akan mungkin." Decih Regan.


"Terus kenapa?" Tanya Dito dengan penasaran. Takut-takut Regan tertarik dengan istrinya.


"Adera udah berani megang si joni." Ucap Regan dimana membuat Dito tertawa.


"Maksud lo, Adera kasih pelayanan plus-plus ke lo? Dan itu pertama kali?"


Regan menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Gue pernah sih, nyuruh dia megang. Tapi tadi malem dia ngelakuin tanpa disuruh. Gue curiga, bini lo yang ngajarin Adera." Kata Regan. Dia curiga Ratih lah dalang dari keberanian Adera tadi malam.


"Apa? Tapi mungkin sih, Adera juga orangnya penasaran mungkin dia nanya-nanya ke istri gue yang agak miring itu."


Masuk akal. Berarti keberanian Adera yang memberi pijitan plus-plus padanya itu karna Ratih.


"Gue denger Adera kemarin ada yang nyelakain dia?" Dito membuka suaranya, kali ini dia bertanya dengan serius pada Regan.


Regan menatap Dito dengan wajah yang berubah menjadi serius juga. "Iya." Jawab Regan.


"Gue curiga yang ngelakuin itu,," perkataan Dito terpotong oleh Regan.


"Gue tau, gue juga mau pastiin ke dia."


"Cepet deh selesaiin. Lo gak mau hubungan lo hancur gitu aja karna ulah dia kan?"


Regan menganggukkan kepalanya. "Tenang aja, gue gak bakal ngebiarin itu terjadi." ucap Regan dengan yakin padahal dia tidak tahu apa yang terjadi ke depannya pada rumah tangganya.


......................


Seorang wanita tengah mengoles wajahnya dengan make up didepan meja rias. Wajah cantik yang ditambah olesan make up membuatnya semakin terlihat seperti bak bidadari.


Setelah mengoles wajahnya, dia tersenyum pada pantulan wajahnya dicermin. Sempurna itulah kata yang menggambarkan seorang Saskia Tania.


"Nona," panggil seorang pelayan pada Saskia yang baru saja merias wajahnya.


Pelayan wanita berusia tiga puluh tahun itu ikut tersenyum pada Saskia. "Tuan Regan sudah datang, nona." Pelayan itu memberi tahu.


Senyum lebar tercetak dibibir Saskia, dengan semangatnya dia langsung bangun dari meja rias. "Serius? Ya ampun, cepet banget sih sampenya." Katanya. "Ngomong-ngomong Ina," sambungnya dengan memanggil nama pelayan yang masih berdiri disana.


"Iya nona?" Sahut pelayan itu.


"Gimana penampilan aku?" Tanya Saskia.


"Tentu saja cantik, nona." Jawab pelayan itu.


Saskia puas dengan jawaban pelayannya. Tidak ingin membuat Regan menunggu, mengetahui Regan benci menunggu lama. Juga karna ingin buru-buru menemui Regan, Saskia pun langsung beranjak pergi dari kamarnya dan menemui Regan yang ada di living room.


Begitu mendapati Regan yang sedang duduk disofa saat dia turun dari tangga, Saskia langsung mendekatinya dengan senyuman lebar dibibirnya.


Dan tentu Regan menyadarinya karna secara tiba-tiba Saskia memeluknya dengan lancangnya. Dan tentu Regan membenci itu.


"Akhirnya, datang juga. Aku udah nungguin kamu dari tadi tau." Keluh yang keluar dari mulut Saskia namun malah terdengar seperti orang merengek.


Regan melepaskan pelukan Saskia dengan kasar. Perlu diketahui kalau Regan tidak suka diperlakukan seperti itu oleh wanita lain terkecuali Adera. Dia membenci itu.

__ADS_1


Diperlakukan seperti itu membuat Saskia cemberut. Padahal wajahnya sangat cantik bahkan benar-benar sangat cantik, tapi Regan tidak sedikitpun tertarik dengan Saskia. Ingat, tidak tertarik dengannya. "Kamu masih aja dingin sama aku ya." Kata Saskia.


"Kamu tau sendiri kan, aku gak suka digituin." Kata Regan dengan nada ketus.


"Tapi kenapa? Aku ngeliat sikap kamu jauh lebih manis tuh ke wanita lain. Beda banget kalo sama aku." Ucap Saskia.


Regan menatap Saskia dengan sebelah alis terangkat.


Saskia masih cemberut. "Aku ngeliat kamu sama gadis bernama Adera itu. Aku penasaran kenapa sikap kamu beda kalo sama dia?"


Jadi Saskia sudah tahu tentang Adera? Tapi tantu saja dia mengetahuinya berhubung mamanya yang merupakan mantan mama tirinya itu, pasti dia yang memberi tahunya.


"Kamu udah tau tentang dia rupanya." Justru itu membuat Regan senang karna Saskia mengetahui kalau dia sudah menikah dengan gadis yang ia cintai.


"Dia istri kamu? Kamu nikahin gadis kampungan kayak dia?" Wajah Saskia terlihat marah.


"Iya," jawab Regan santai.


"Tapi kenapa? Kamu udah selingkuh dari aku, Regan. Kamu jahat." Dengan sekali pukulan Saskia layangkan dibahu Regan.


"Selingkuh?" Sebelah alis Regan terangkat lagi.


"Iya! Kamu inget kan, diperut aku. Ada darah daging kamu, terus kenapa kamu malah nikahin dia? Kenapa gak nikahin aku yang mengandung anak kamu Regan?"


Sudut bibir Regan terangkat. Dia menatap Saskia dengan mata tajamnya dimana membuat Saskia bungkam seketika. "Lo yakin diperut lo itu anak gue?" Mata dan nada bicara Regan yang seakan menusuk Saskia.


Saskia menganggukan kepalanya dengan mantap. Dia percaya dan yakin kalau anak yang ia kandung adalah anak dari Regan.


Regan tersenyum miring melihat Saskia menganggukan kepalanya dengan yakinnya. "Kasih tau gue, kenapa lo begitu yakin kalo anak yang ada dikandungan lo itu adalah anak gue?"


"Karna kamu nidurin aku, hari itu, kamu nidurin aku, Regan. Dan aku yakin itu." Suara Saskia meninggi tidak peduli adanya pelayan dirumahnya.


"Tapi kenapa gue gak inget apa-apa tentang malem itu? Gak ada sedikit bayang-bayang kalo gue nidurin lo?"


Saskia terdiam, dia mengalihkan pandangannya dari Regan. Tatapan yang diberikan Regan padanya benar-benar seperti ingin menerkamnya.


Regan bangun dari sofa. Dia merasa tidak ada yang perlu dikatakannya lagi pada Saskia. Lagipun dia tidak suka berdekat-dekat dengan wanita itu.


Menyadari Regan sudah berdiri, Saskia kembali menatap Regan seakan tidak rela Regan meninggalkannya. "Mau kemana?" Tanya Saskia dengan nada yang imut. Mungkin jika itu orang lain yang dengar, tapi tidak untuk Regan.


"Pulang." Jawab Regan ketus.


Tangan Saskia menggenggam tangan Regan, dia tidak ingin Regan pergi. Dia ingin Regan tetap disampingnya. "Jangan, aku butuh kamu." Cicit Saskia dengan mata berkaca-kaca.


Regan mendengus mendengar itu. Dia menatap Saskia yang tengah bersikap sok imut padanya. "Hah?"

__ADS_1


"Pokoknya kamu gak boleh pergi." Kata Saskia seakan menuntut Regan agar tidak pergi.


Regan menghebus nafasnya. Baiklah, dia akan menuruti kemauan wanita itu untuk berada disini sebentar lagi. Dia akan menemani Saskia sebentar setelah itu dia kembali ke Adera, istrinya.


__ADS_2