Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Terbongkar nya rahasia Wulan


__ADS_3

"Nak Ikram....!!!!!"


Teriak pak Adam terkejut, begitu pun dengan Ikram, dia sangat tidak menyangka, jika pria paruh baya yang ingin dia tolong adalah mantan mertua nya sendiri.


Dengan cepat, pak Adam mulai menghapus air mata nya dan menatap wajah Ikram dengan Intens, pasti saat ini pria paruh baya tersebut sedang bertanya tanya, karena penampilan Ikram sudah berubah drastis, tidak seperti satu tahun yang lalu


"Apakah benar jika kamu Ikram? " tanya pak Adam dengan wajah menyedihkan


Ikram yang tidak tega pun langsung mengajak nya untuk duduk di kursi yang ada di lorong rumah sakit..


"Ayo kita duduk dahulu pak, tidak baik jika berbicara dengan berdiri begini"


"Jawab lah, bapak mohon, apa benar kamu nak Ikram mantan menantu ku? "


"Iya, benar pak Adam, aku adalah Ikram mantan menantu mu" jawab Ikram dengan tegas


Tampa Ikram sangka, jika pak Adam langsung berlutut dan mencium kaki Ikram, sungguh Ikram sangat merasa terkejut dengan apa yang mantan mertua nya itu lakukan...


"Apa yang anda lakukan pak...? bangun lah, jangan seperti ini? "


Teriak Ikram terkejut, dan mulai membungkuk, tapi sayang pegangan yang pak Adam eratkan di kaki Ikram ternyata sangat lah kuat

__ADS_1


"Ya Tuhan, terimakasih karena engkau sudah mengabulkan doa ku ini.. , aku.... aku benar-benar bersalah kepada mu Ikram, kami sangat berdosa kepada engkau dan anak mu, tolong ampuni kami Ikram, bapak mohon, ampuni Wulan Ikram? dia benar benar sudah mendapatkan karma nya saat ini, bapak mohon nak... "


Ucap pak Adam dengan menangis sangat pilu, membuat Ikram merasa bingung dengan yang pak Adam ucap kan


Karena menurut Ikram, selama ini Wulan hidup dengan bahagia, dan dia hanya membalas rasa sakit hati nya tersebut kepada Indra, bukan kepada Wulan


Apakah benar, jika kepergian Indra membuat Wulan menjadi sangat menderita? Ikram mulai menebak nebak Sendiri


"Ayo kita bicarakan masalah ini secara Baik baik Pak Adam, saya mohon jangan seperti ini"


"Ba... baiklah nak, tapi bapak mohon, kamu harus percaya dengan semua yang bapak ucapkan ini, karena bapak akan memberi tahu kamu sebuah rahasia besar yang tidak kamu ketahui sebelum nya Ikram"


Ucap Pak Adam menatap Ikram dari bawah, dengan terpaksa Ikram pun menyetujui syarat dari mantan mertua nya tersebut, karena dia tidak mau jika pak Adam masih berlutut di bawah kaki nya..


"Iya nak, ayo kita duduk di bangku itu, bapak akan membongkar semua nya mulai malam. ini, agar tidak ada kesalah pahaman lagi "


Ajak pak Adam yang sudah berdiri kembali, dan dia langsung menggandeng tangan Ikram untuk duduk di sebuah bangku yang tak jauh dari mereka


Saat ini pak Adam dan Ikram sudah duduk di bangku panjang tersebut, dengan sedih pak Adam meneliti penampilan Ikram yang sudah sangat berbeda, ternyata benar yang putri dan istri nya ucapkan, jika saat ini Ikram sudah sukses dan mapan


"Bapak senang bisa bertemu kamu kembali nak Ikram? jika boleh, bapak ingin menanyakan sesuatu hal yang mungkin akan sedikit menyakitkan hati kamu Ikram? "

__ADS_1


"Tanyakan lah pak Adam, karena tidak ada hal apa pun yang bisa menyakitkan di hati saya, selain keluarga saya saat ini"


"Baiklah Ikram, sebenarnya bapak bingung mau memulai nya dari mana, karena jika dilihat dari semua sudut, tetap saja anak bapak Wulan yang bersalah dalam perpisahan kalian, tapi walau bagaimana pun, kamu tetap harus tau alasan Wulan ingin berpisah dari kamu nak? "


"Aku sudah tahu alasan nya pak Adam, dan aku sudah menerima nya dengan ikhlas" Jawab Ikram tegas


"Iya, pasti yang kamu tahu jika Wulan melakukan semuanya karena harta kan Ikram? dia lebih memilih meninggal kan mu dan putri nya agar bisa menikah dengan selingkuhan nya yang kaya raya, bukan kah seperti itu pemikiran mu selama ini Ikram".


"Kau benar pak Adam, dan aku cukup sadar diri dengan keadaan ku yang dulu, maka aku memaklumi perlakuan nya itu"


"Tapi apakah kamu pernah merasakan, dari hati kecil mu yang paling dalam, jika sebenarnya kamu menyangkal sikap Wulan yang berubah secara tiba-tiba, "


"Pak Adam, jangan memutar mutar pembicaraan? katakan lah yang ingin kau katakan, karena aku tidak punya banyak waktu untuk mengingat masa lalu ku kembali"


Ucap Ikram mulai kesal


"Baiklah,bapak akan mengatakan nya Ikram, apa kamu tahu, jika dulu saat Wulan kecil dia pernah mengidap penyakit yang mematikan, kanker darah stadium 3, dan saat itu aku sebagai orang tua nya harus berjuang sekuat tenaga untuk bisa menyelamatkan nyawa nya dengan berobat kesana kemari, coba kau bayangkan Ikram, bagaimana perjuangan dan kesusahan ku saat itu, bahkan aku sampai ingin menyerah mengobati nya karena kami kehabisan biaya, semua harta sudah aku korban kan untuk nya, dan singkat cerita, ternyata tepat dia berumur 9 tahun, dokter mengatakan jika sel kanker yang ada di tubuh nya, sudah hilang dengan sempurna, bagai mendapatkan mukjizat dari Tuhan, aku benar-benar bahagia dan bersyukur, mulai dari saat itu, aku dan istri ku menjaga Wulan seperti berlian, kami memperlakukan dia bak seorang putri raja, yang harus kami layani dan jaga,jangan sampai dia sakit kembali, karena aku sangat tidak tega melihat diri nya menderita.. dan tepat dia berumur 19 tahun, dia pun memutuskan untuk menjalin hubungan dengan mu secara diam diam"


Degg............


Ikram yang mendengar perkataan dari mantan mertua nya itu pun mulai tercubit hati nya, bagaimana bisa dia tidak pernah mengetahui masa lalu kelam dari mantan istri nya tersebut...

__ADS_1


"Jujur, saat itu aku sempat kecewa dengan nya, karena dia lebih memilih mu dari pada mendengar kan ucapakan ku, keributan selalu terjadi antara dia dan ibu nya, mungkin kau tidak mengetahui nya, karena kau sudah pergi untuk merantau ke Jakarta, dan tepat satu tahun kepergian mu, Nak Indra datang ke kampung kita, saat itu dia benar-benar menyukai Wulan, dan dia langsung melamar Wulan kepada ku, aku sangat senang karena ada pemuda kaya yang mau menerima anak ku menjadi istri nya, bukan karena gila harta, tapi karena aku ingin menjaga putri ku satu satu nya, menurut ku, jika dia menikah dengan pria yang kaya, pasti kehidupan dan kesehatan nya akan terjaga, karena aku sangat takut jika penyakit putri ku bisa kambuh kembali, tapi.... aku hanya bisa berencana, karena Wulan menolak Nak Indra dengan keras, dia sampai mengancam ingin bunuh diri, jika kami berani memaksa nya.., saat itu aku sudah pasrah, dan Indra pun kembali kejakarta dengan rasa kecewa, dan tak lama kemudian, kau pun pulang dari perantaun, dan langsung melamar Putri ku"


Ucap Pak Adam sambil mengeluarkan air mata nya, tampa terasa, Ikram sudah mulai tersentuh dengan cerita masa lalu yang pak Adam ucapkan....


__ADS_2