Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Ketulusan Sinta


__ADS_3

Setelah menempuh setengah jam perjalanan, akhirnya mobil Sinta kini sudah tiba di halaman rumah Ikram,,


Dengan cekatan, Sinta pun langsung menggendong Cinta yang telah tertidur karena lelah menangis.. sungguh saat ini naluri ke ibuan Sinta benar-benar memenuhi perasaan nya, dia sangat terluka saat melihat sendiri gadis kecil yang tak berdosa itu, merasa kecewa dan trauma akibat perbuatan ibu kandung nya sendiri...


"Haris.., kau lanjut kan lah perjalanan mu untuk memantau proyek, tolong gantikan aku untuk sementara waktu.. "


Ucap Sinta yang sudah keluar dari mobil bersama ibu Aisyah


"Baik nona muda, jika begitu saya permisi sekarang, jika nona memerlukan sesuatu, tolong hubungi saya segera nona.. " jawab Haris hormat


"Pasti Haris.. "


Dan setelah itu, Sinta pun langsung menuju masuk ke dalam rumah..


Dia memasuki kamar Cinta dengan di bantu oleh ibu Aisyah, dan sesampainya di dalam, Sinta pun langsung membaring kan tubuh Cinta ke atas ranjang milik nya..


"Malang sekali nasib kamu sayang... " ucap Sinta membelai rambut Cinta..


"Iya, apa kamu tahu nak Sinta, jika sedari umur 2 tahun lebih, dia sudah di tinggal oleh ibu nya bekerja, dan saat itu ibu lah yang menjaga dia, sampai akhir nya kejadian menyakit kan itu menimpa keluarga kecil mereka... sungguh,ibu tidak pernah menyangka, jika wanita selembut dan sebaik Wulan bisa berubah menjadi wanita jahat seperti iblis.., dia lebih memilih pria yang kaya raya dan meninggal kan anak dan suami nya begitu saja bahkan saat itu Cinta masih terlalu kecil, ibu merasa sakit saat mendengar Cinta menangis memanggil manggil ibu nya itu, dia hanya lah anak kecil yang tidak berdosa, tapi dia sudah menjadi korban dari ke egoisan Wulan, hiks... hiks..makan nya. ibu sangat tidak Terima jika sampai wanita itu mengambil Cinta... " ucap Ibu Aisyah menangis


"Tidak ada yang akan berani menyentuh apa lagi mengambil Cinta buk...! aku berjanji akan menjaga Cinta, dan memberikan kasih sayang seorang ibu untuk nya, jika pun suatu saat nanti aku tidak berjodoh dengan Ikram, aku tetap mau jika Cinta memanggil ku mama, aku akan menganggap nya seperti putri kandung ku sendiri buk... " ucap Sinta memeluk ibu Aisyah


"Terimakasih Sinta..., kamu sangat lah baik dan tulus, ibu bahagia karena Ikram dan Cinta bisa mengenal. kamu... "


"Iya..., aku juga bahagia bisa mengenal mereka berdua buk, karena sekarang aku merasa tidak kesepian lagi.. "


"Nak..., ibu doakan agar kamu dan Ikram berjodoh ya...,Ikram adalah pria yang baik, maka sudah sepantas nya dia mendapatkan jodoh yang baik pula, dan kamu adalah orang yang tepat Sinta.. "


"Terimakasih untuk doa nya buk... "

__ADS_1


Jawab Sinta tersenyum sambil mencium kedua tangan ibu Aisyah...


Hari sudah semakin siang, setelah mengobrol bersama ibu Aisyah, Sinta pun berinisiatif untuk mem baring kan tubuh nya di samping tubuh Cinta yang masih terlelap tidur


Sambil berbaring, Sinta memperhatikan wajah Cinta yang sangat mirip dengan ibu kandung nya, cantik dan imut, membuat siapa saja yang melihat nya pasti akan gemas dan merasa sayang


"Kamu sangat cantik gadis kecil ku..., dan wajah mu sangat mirip dengan ibu mu itu, mama berdoa, agar sifat mu itu menurun seperti ayah mu... jangan seperti ibu mu yang jahat itu.. " ucap Sinta membelai rambut Cinta


Setelah itu, Sinta langsung tidur memiringkan tubuh nya ke arah Cinta dan memeluk Cinta dengan erat


"Ternyata begini rasa nya mempunyai anak perempuan, sangat menyenangkan, dasar Wulan bodoh, apa dia kira menjadi orang kaya itu enak, aku saja yang sudah kaya rasa nya tidak bahagia..! kesepian dan tidak bebas, seperti nya aku sangat ingin menjadi ibu rumah tangga sekarang, bisa tidur tiduran di rumah seperti ini," ucap Sinta sendiri sambil tersenyum


Dan beberapa menit kemudian, Sinta pun sudah menutup mata nya dengan lelap, dan tampa sadar kini mereka tidur dengan saling berpelukkan...


******


Dan dengan cepat, Ikram pun langsung menyelesaikan rapat dan pekerjaan nya yang sedang menumpuk agar bisa pulang di sore hari..


Begitu memasuki rumah, Ikram sudah di sambut oleh ibu Aisyah yang sedari tadi sudah menanti kepulangan Ikram..


Dan setelah mengucap kan salam, ibu Aisyah langsung menuntun Ikram untuk duduk di kursi tamu..


"Ada apa buk... ? " tanya Ikram penasaran


"Nak..., Wulan sudah menemukan keberadaan anak mu... " jawab Ibu Aisyah


"Apa....??? untuk apa dia mencari anak ku bu? bukan kah selama ini dia tidak perduli dengan Cinta.. ? " tanya Ikram kesal


"Ibu tidak tahu tujuan dia nak, tapi dia ingin membawa Cinta bersama nya dan dia membuat keributan di sekolah Cinta Ikram.. "

__ADS_1


"Dasar wanita tidak tahu diri, berani sekali dia ingin mengambil putri ku, kenapa ibu tidak mengabari ku buk, agar aku bisa menemui dia dan mengusir nya dengan hina.. ! "


"Ibu tidak ingin membuat mu bertemu dengan dia lagi Ikram, ibu takut jika kamu akan luluh kembali dengan rayuan nya.. "


"Apa yang ibu katakan, aku sungguh sudah tidak mempunyai perasaan apa pun terhadap nya buk, bahkan aku sangat jijik dan benci menatap wajah nya, karena bagi ku Wulan yang dulu pernah aku kenal sudah mati buk,.. " jelas Ikram emosi


"Maaf jika ibu sempat meragukan mu nak Ikram..., oya ibu memang tidak menghubungi mu, tapi ibu menghubungi Sinta nak.., dan dia lah yang telah membawa Cinta pergi menghindari Wulan.. "


"Benarkah buk...? lalu dimana Sinta sekarang? " tanya Ikram terkejut


"Dia ada di kamar Cinta, seperti nya dia ketiduran di ranjang Cinta, ibu yakin dia pasti sangat lelah dengan pekerjaan nya itu Ikram.. "


"Iya..., aku rasa juga begitu bu, ya sudah aku akan menemui nya sekarang dan mengucapkan terimakasih kepada nya.. "


"Temuilah Ikram, ibu akan menyiapkan makan malam... "


"Iya bu"


Jawab Ikram berjalan ke arah kamar Cinta, setelah masuk dan menutup pintu, Ikram pun di kejutkan dengan pemandangan yang sangat membuat nya merasa tenang..


Ikram tersenyum melihat ke arah ranjang yang terdapat dua manusia berbeda usia itu sedang tidur dengan saling berpelukkan,


Dan tampa sadar, saat ini Ikram telah meneteskan air mata nya.., sungguh kejadian ini mengingat kan nya kepada masa lalu nya


beberapa tahun yang lalu, tapi dengan cepat Ikram langsung menepis pemikiran itu dan kembali menatap wajah Sinta dan putri kecil nya


"Kau berbeda Sinta...! hati mu sangat lembut dan baik, walau wajah mu terlihat sadis dan tak ramah, sungguh kau adalah kebalikan dari Wulan wanita ular itu, dia memiliki wajah yang polos dan lemah lembut, membuat semua orang berfikir jika dia jelmaan malaikat, tapi itu semua palsu, karena dia memiliki hati yang busuk dan menjijikan,.. aku berjanji kepada mu Sinta, jika apa pun yang terjadi, aku tidak akan pernah melepaskan mu... "


Ucap Ikram membelai wajah Sinta.....

__ADS_1


__ADS_2