
Setelah sarapan selesai, mereka pun langsung bersiap siap untuk keluar dari rumah,
Karena terburu buru, membuat Ikram lupa jika dia telah meninggal kan jas kerja nya yang dia taruh di atas kursi,
"Ikram..., kamu melupakan ini..! ucap Sinta memperlihatkan jas Ikram
" Oh iya, bawa ke sini Sinta, aku akan memakai nya... "
"Pakailah sekarang..., aku akan membantu mu.. " ucap Sinta tersenyum manis
Saat ini Sinta sudah melebarkan jas itu, sehingga mau tidak mau, Ikram pun langsung memakai nya di bantu oleh Sinta,
Setelah jas itu melekat di tubuh Ikram yang kekar, Sinta pun langsung berdiri tepat di depan wajah Ikram guna merapikan jas dan mengancing jas nya, dengan berada sangat dekat dengan Ikram, Sinta sengaja memepet Ikram hingga menyisakan sedikit celah di antara mereka,
Ikram dapat mencium aroma wangi rambut Sinta dan tubuh nya, membuat Ikram merasa gerah seketika
"Jangan menggoda ku Sinta.., kamu membuat ku gerah.. " ucap Ikram jujur
Saat ini mereka masih berada di ruang tamu rumah, sedangkan ibu Aisyah dan Cinta sudah keluar menunggu di mobil,
Sinta yang mendengar ucapan Ikram itu, malah tersenyum senang, dan semakin merapat kan tubuh nya ke tubuh Ikram..
"Apa sekarang aku sudah berhasil mendapatkan hati mu Ikram...? " tanya Sinta menatap Ikram menggoda
"Jangan terlalu agresif Sinta.., itu akan bahaya untuk diri mu sendiri.. "
"Bahaya seperti apa Ikram..? jika bersama mu, aku mau mendapatkan bahaya itu"
"Sinta.....?? " ucap Ikram
"Ikram... "
"Kau benar benar menguji ke sabaran ku Sinta"
Greep....
Tampa aba aba, kini Ikram sudah memeluk tubuh Sinta dengan erat, dia mencium leher Sinta yang sangat wangi dan putih mulus..
"Akkhh........ " jerit Sinta
"Itu tanda kepemilikan ku untuk mu, sekarang kau adalah milik ku Sinta dan aku tidak akan pernah melepas mu"
ucap Ikram tegas, dan Sinta langsung mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum senang,
"Ayo kita keluar"
Ajak Ikram memegang erat tangan Sinta,
__ADS_1
setelah mengunci pintu rumah, Ikram dan Sinta langsung masuk ke dalam mobil, Ikram melajukan kendaraan nya dengan cepat, karena Cinta sudah memprotes ayah nya itu....
Setelah mengantarkan Cinta masuk ke dalam sekolah nya, kini Ikram dan Sinta melanjutkan perjalanan mereka menuju kantor Baskara,
Di dalam mobil, entah mengapa
terasa sangat canggung, membuat Ikram berinisiatif mengajak Sinta berbicara
"Bagaimana ke adaan papa mu Sinta? apa sudah ada perkembangan nya? "
"Papa belum sembuh total, tapi sudah lumayan membaik, karena racun di tubuh nya sudah mulai hilang sedikit demi sedikit.., aku berencana akan mengunjungi papa satu bulan lagi, setelah masalah kantor selesai aku kerjakan, bagaimana menurut mu Ikram? "
"Aku setuju dengan ide mu Sinta, aku yakin pasti papa mu juga sangat merindukan kamu,"
"Baiklah, jika begitu aku akan menyuruh asisten ku menulis jadwal nya sekarang, oya bagaimana kerja sama mu dengan perusahaan " Prima Coal" apa sudah dil dengan proyek nya? "
"Sudah Sinta, hari ini aku akan mengadakan rapat di kantor ku, dan besok aku akan melihat lahan proyek nya, oya aku di undang resmi oleh nya untuk menghadiri acara perusahaan nya minggu depan, apa kamu mau menemani ku untuk pergi..? " tanya Ikram
"Iya, aku mau Ikram...., pasti dia juga akan mengundang papa..."
"Baiklah, terimakasih ya... "
"Aku yang terimakasih, karena kamu mau menjadi partner ku"
"Aku kan memang sudah menjadi partner mu Sinta...," ucap Ikram mengedipkan mata nya..
Saat ini Ikram sudah menghentikan mobil nya di depan perkarangan kantor Baskara, dan sebelum turun, tiba tiba Sinta mengambi tangan kanan Ikram dan mencium nya..
"Aku pergi dulu..., " ucap Sinta tersenyum
Dan dia langsung mencium pipi Ikram lalu keluar dari mobil, sungguh Sinta benar-benar agresif membuat Ikram terkejut setengah mati...
"Benar-benar wanita berani..! " ucap Ikram memegang pipi nya..
Setelah itu dia kembali melanjutkan perjalanan ke arah kantor milik nya..
*****
Lain hal nya di rumah mewah milik Indra, setelah menyelesaikan sarapan pagi, Indra mengajak Wulan untuk duduk di kursi tamu..
"Sayang..., aku di undang ke acara pesta.. " ucap Indra
"Kapan mas..., wah aku sudah lama tidak menghadiri pesta" jawab Wulan senang
"Minggu depan, kau harus tampil secantik mungkin okey, karena aku akan mengenal kan mu dengan teman bisnis ku, jangan samapai istri ku ini kalah dengan pacar teman ku, apa kamu mengerti? "
"Aku mengerti mas, asalkan ada uang, pasti semua bisa teratasi mas Indra.." jawab Wulan tersenyum
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mengirim uang ke ATM mu lagi.., belilah barang barang yang mahal, baju yang mewah dan juga sexy, karena aku akan mengenalkan mu kepada teman teman bisnis ku.. "
"Baik mas, setelah ini, aku akan langsung belanja.. "
"Ya sudah aku berangkat sekarang ya sayang, tunggu aku pulang.. "
" Okey mas"
Ucap Wulan sambil mengantar Indra keluar mengendarai mobil nya..
Setelah Indra pergi, Wulan pun langsung menelfon orang suruhan nya..
"Bagaimana..? " tanya nya di telfon
"Tk, permata bunda nyonya.. "
"Ya sudah, cepat kemari, kita akan pergi sekarang juga.. "
"Baik nyonya"
Dan Setelah menelfon, Wulan menuju masuk ke dalam rumah untuk bersiap siap,
Dia berencana akan menemui putri kecil nya yang sudah sangat dia rindukan itu...,
******
Saat ini, Wulan sudah tiba di depan halaman Tk. Permata Bunda, dengan teliti Wulan memperhatikan sekolah yang terbilang mewah itu, dia yakin jika hanya orang kalangan atas yang mampu menyekolahkan anak nya di tempat itu,
"Apa mas Ikram sudah kaya sekarang...? " tapi kenapa aku sangat sulit menemukan toko nya itu? "
"Untung saja anak buah ku bisa menemukan keberadaan Cinta, jadi dari sini akau bisa mengetahui di mana mereka tinggal saat ini.. " ucap Wulan sendiri
Dan saat dia berjalan ke arah halaman sekolah, tak di sangka tampa sengaja dia melihat ibu Aisyah yang sedang duduk bersama se orang guru..
"Dia....., dia ibu Aisyah kan? kenapa dia bisa disini, bukan kah seharus nya dia pulang kampung.. "
"Aku harus mememui nya sekarang... "
Wulan pun langsung ber jalan cepat mendatangi buk Aisyah yang sedang duduk sambil tertawa..
Tampa basa basi, Wulan langsung memegnag pundak nya, membuat nya terkejut setengah mati..
"Buk Aisyah..... " panggil Wulan teriak
"Wulan......!!!!!! " ucap Bu Aisyah terkejut
__ADS_1