
Wulan yang mendapat amukan dari bapak nya pun mulai menetes kan air mata, ya memang benar semua yang pak Adam ucapkan itu, dulu dia lah yang membuat Ikram agar membenci diri nya, dan dia juga yang meninggal kan Ikram dengan sangat keji,
Teringat saat Ikram datang menyelamatkan diri nya di rumah Indra bersama bang Jack, saat itu Ikram bertaruh nyawa agar bisa membawa nya pulang kembali, tapi apa yang dia lakukan, dengan wajah yang sombong dan angkuh, dia mengucapkan dengan lantang, jika dia telah memilih Indra yang lebih kaya dari pada harus memilih hidup bersama Ikram kembali dalam kemiskinan,
Saat itu, dia benar-benar tega menusuk hati Ikram yang rapuh dan mencintai nya, dan dia juga menyaksikan sendiri, Jika Ikram langsung terduduk di rerumputan sambil memohon dan menangis, dan dengan tega juga Wulan mengusir nya dan masuk meninggal kan Ikram yang hancur bagaikan tak berbentuk...
Dan saat ini, bagaimana bisa dia tampa tahu malu, menginginkan untuk kembali bersama Ikram, dengan mengancam tidak mau berobat dan lebih memilih mati dari pada harus berpisah dengan Ikram kembali, ...
Benar-benar Wulan merasa otak nya sudah tidak berfungsi dengan benar, rasa depresi dan egois lebih dominan dari pada akal sehat dan juga logika nya..
Wulan langsung tersadar ketika mendengar kembali perdebatan antara ibu dan bapak nya..
"Kau...., berani sekali kau menampar aku Adam..!! ingat kau itu bukan siapa siapa tampa harta yang aku miliki, kau hanya tukang pekerja di kebun ayah ku dulu, Ingat Adam.. " teriak Ningsih tak Terima
"Iya, aku memang hanya tukang kebun mu, lalu kenapa kau masih mempertahankan kan ku yang miskin ini hah, dan sekarang kau malah meracuni fikiran putri mu sendiri yang sakit dan depresi, dimana otak mu sebenarnya nya Ningsih.. " teriak Pak Adam dengan emosi
"Aku tidak meracuni nya, tapi aku memberikan nya jalan yang terbaik, bukan nya dia sendiri yang menginginkan untuk kembali dengan Ikram, jadi aku hanya membantu dan mendukung nya saja, apa itu salah? "
"Tentu saja kau salah, kau benar-benar tidak punya hati dan akal sehat, aku sungguh menyesal mempertahankan mu sampai puluhan tahun, sekarang aku ingin kau pergi dari sini, pulang lah kekampung mu, dan aku yang akan menjaga putri ku sendiri"
"Tidak.....!!! aku tidak mau, kau jangan mengatur ku Adam, sampai mati pun aku tidak akan pergi meninggalkan putri ku.. " teriak ibu Ningsih tak mau kalah..
"Terserah... "
"Wulan, besok kita akan pergi keluar negeri, Ikram akan mengurus dokumen kepergian kita, kamu harus berobat nak dan kamu harus sehat, demi bapak dan juga anak mu Cinta, bapak mohon nak, turuti ucapan bapak"
__ADS_1
Ucap Pak Adam dengan lembut, membuat Wulan langsung menangis dengan sangat pilu
"Hiks.... hiks.... apa aku sudah tidak mempunyai kesempatan lagi pak, apa mas Ikram tidak mau menerima ku lagi? "
Tanya Wulan menangis..
"Iya nak, dia sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadap mu, bapak mohon kamu harus semangat kembali Wulan, cobalah untuk berfikir dengan akal sehat, kamu masih memilik bapak dan juga Cinta, bapak mohon jangan egois Wulan, berusaha lah untuk sembuh demi kami nak"
"Baiklah pak, aku akan menuruti apa kata bapak, maaf jika aku tidak bisa berfikir dengan jernih, aku.... aku juga tidak tahu kenapa aku menjadi seperti ini pak..? hiks... hiks... "
Pak Adam langsung memeluk tubuh Wulan dengan erat, sungguh sangat tragis nasib yang di alami oleh putri nya,
Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin itu pepatah yang tepat untuk Wulan, tapi tetap saja ego nya lah yang membuat dia menjadi bernasib buruk, karena memilih jalan yang salah tampa memikirkan konsekuensi nya......
"Tenangkan diri kamu Wulan, jangan terlalu memendam nya di dalam fikiran mu, bapak tidak mau kamu semakin depresi dan stres..., sudah saat nya kamu meng iklhas kan semua yang terjadi, bangkit lah nak..., bapak akan menemani jalan mu Wulan.. "
Setelah meletakkan Wulan di atas ranjang dan menyelimuti nya dengan selimut, pak Adam langsung memegang tangan buk Ningsih dan menarik nya secara paksa untuk keluar dari ruangan tersebut..
Kini, mereka sudah berada di taman belakang rumah sakit, dengan cepat pak Adam menghempaskan tangan bu Ningsih...
"Akhhh...... apa yang kau lakukan hah, tangan ku seperti terkilir" teriak ibu Ningsih
"Selama ini aku sudah sangat bersabar dengan mu Ningsih, dan kali ini aku tidak akan termakan oleh akal jahat mu lagi, jika kau masih mau meracuni otak putri ku dan melarang dia untuk berobat ke luar negeri, maka aku tidak segan segan akan men talak kamu Ningsih...!!! " teriak pak Adam geram
" Cukup sekali kamu menghancurkan rumah tangga putri ku, dan cukup sekali. juga kamu menceburkan anak ku ke pernikahan yang membuat dia depresi, kau selalu memikirkan ke untungan dari pada akibat yang harus putri ku tanggung, dan lihat sekarang, nasib putri mu sangat menyedihkan, jika kau tidak bisa berubah juga, lebih baik kau pergi dari kehidupan aku dan putri ku, jam kan ucapan aku ini Ningsih... "
__ADS_1
Teriak Pak Adam dan langsung meninggal kan ibu Ningsih yang masih menangis dengan sangat pilu....
"Apa semua yang aku lakukan salah...?? aku hanya ingin melihat anak ku bahagia, jujur aku memang sangat ingin mempunyai menantu kaya raya, tapi itu juga aku lakukan untuk kehidupan putri ku sendiri...,, kenapa mereka menyalahkan ku...!!
Ucap Ibu Ningsih mulai terduduk di rerumputan taman rumah sakit....
Sebenarnya ke egoisan dan keserakahan itu adalah suatu hal yang dapat menghancurkan hubungan..,
****
Lain hal nya dirumah sederhana milik Ikram, saat ini dia sedang duduk bersama Sinta, Ikram menceritakan semua kejadian yang terjadi di rumah sakit,
Dan dengan sabar Sinta mendengar kan keluh kesah yang Ikram lontar kan..
"Aku sangat mengerti dengan perasaan mu saat ini, tapi kita memang harus segera membawa Wulan untuk berobat, jangan sampai ke egoisan satu orang membuat satu nyawa men jadi melayang Ikram.. "
Ucap Sinta menimpali...
"Kau benar sayang, aku akan mengurus dokumen mereka besok, terimakasih karena sudah mau mendengar kan keluh kesah ku Sinta..."
Ucap Ikram mencium tangan Sinta, dengan sayang Sinta langsung memeluk tubuh Ikram
"Itulah kegunaan dari pasangan sejati sayang, aku akan selalu ada untuk mendukung mu, apapun ke adaan nya....!!!!!
Sungguh Ikram sangat bahagia mendengar penuturan yang Sinta ucapkan....
__ADS_1
" Terimakasih sayang...... , aku bersyukur bisa di pertemukan dengan mu" ....