Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Mengubur masa lalu selamanya


__ADS_3

Setelah memarkirkan mobil nya di Basement apartemen, Sinta pun membantu Ikram berjalan menuju ke dalam Lift..


Sampai di dalam apartemen nya, Sinta langsung menduduk kan Ikram di kursi tamu, setelah itu dia pergi ke dapur guna mengambil air minum...


"Ini minum lah.... " ucap Sinta


Dan Ikram menerima gelas itu dan menghabiskan isi nya, dengan perasaan emosi yang tertahan kan..


"Sekarang.. kamu bisa meluapkan emosi mu di rumah ku ini.. jangan sungkan, aku akan pergi ke kamar ku..."


Setelah itu Sinta pun pergi menuju ke kamar nya untuk mandi,


Sedangkan Ikram, yang masih memikirkan kejadian di mall tadi, kembali membuat dia meledak kan emosi nya, dia pun mulai bangkit dan menumbuk busa kursi itu dengan sangat marah...


"Bangsat kalian berdua... tidak punya malu, tidak punya perasaan.. aku sangat membenci mu Wulan..... aku sangat muak melihat wajah mu yang sok menyedihkan itu..."


" Bahkan aku sudah tidak mempunyai rasa apa pun kepada mu.. kau itu seperti wanita rubah yang menjijikkan.., dan kau Indra.. akan aku bungkam mulut busuk mu yang selalu menghina ku, akan aku buktikan jika aku lebih hebat dan sukses dari kau Indra keparat... " teriak Ikram dengan sangat marah..


Tanpa dia tahu, jika ternyata Sinta mendengar kan ucapan nya di balik dinding, tadi dia mengurungkan niat nya untuk mandi, karena takut jika Ikram berbuat sesuatu di luar batas,


Dan setelah melihat Ikram yang sangat menyedih kan itu pun, tampa terasa Sinta meneteskan air mata...


"Ternyata sangat menyakitkan masa lalu kamu Ikram... sungguh tega mantan istri mu itu, menyakiti pria sepolos dan sebaik kamu.. aku jadi ikutan membenci wanita yang bernama Wulan" ucap Sinta dan berlalu masuk ke kamar nya..


***


Tidak terasa, sekarang sudah menunjukkan pukul 20.00 malam, dan Ikram yang merasa diri nya sudah mulai tenang pun berniat untuk segera pulang kerumah nya, dia tidak mau jika sampai anak Cinta mencari nya karena telat tiba dirumah, sudah cukup dia kehilangan sosok se orang ibu, dan Ikram tidak akan membiarkan dia kekurangan kasih sayang dari ayah nya...


"Bagaimana ke adaan mu Ikram..? apa kau sudah lebih baik..? " tanya Sinta


"Sudah...terimakasih Sinta, karena kau sudah membawa ku keluar dari mall itu.. "


"Ya itu sudah seharusnya aku lakukan... apa kau tidak ingin menceritakan hal yang lain..? "


"Tentang apa...? "


"Tentang masa lalu mu bersama kedua orang yang kita temui tadi.."

__ADS_1


"heh..., terlalu sangat menyakitkan jika di cerita kan, tapi baiklah dari pada kau mati penasaran.."


" Ikram jangan mengejek ku... "


"Baiklah..,Wanita tadi adalah mantan istri ku, dan pria tadi adalah selingkuhan nya.., dan sekarang mereka sudah menikah, aku tahu karena dia sempat memberikan undangan nya melalui tetangga ku, tapi aku tidak sudi untuk hadir ke acara nya..."


" Oh.. jadi begitu, maaf ya, karena aku mengajak mu ke mall untuk membeli kado mama ku, jadi nya kamu bertemu dengan mereka berdua" ucap Sinta tak enak


"Bukan salah mu Sinta... tapi memang sudah jalan nya aku harus bertemu dengan mereka.."


"Kau harus bisa melupakan mantan mu itu Ikram, agar kau tidak merasa luka bila bertemu dengan mereka.."


"Sudah.., aku sudah melupakan nya..., oya aku pamit pulang sekarang ya..kasihan anak ku pasti dia menanti kepulangan ku."


"Iya..., oya salam untuk anak mu ya.. seperti nya aku ingin juga bertemu dengan anak mu itu.. apa boleh..? " tanya Sinta


"Silahkan saja... aku senang jika anak ku ada teman nya bermain.."


"Baiklah..., hari minggu aku akan berkunjung ke rumah mu.. "


" Baik lah..., aku tunggu, kalau begitu aku permisi sekarang.. " pamit Ikram


Setelah melihat kepergian Ikram keluar dari apartemen nya, Sinta pun mulai duduk kembali di kursi tamu..


Dia selalu tersenyum sendiri dengan bahagia..


"Gila... Sinta...! seperti nya kamu benar-benar sudah menyukai nya... huh aku benar-benar bahagia..ayo takhluk kan dulu anak nya, setelah itu, baru bapak nya...semangat Sinta. " ucap nya teriak sendiri


****


Saat ini Ikram sudah tiba di rumah nya, dia mengetuk pintu yang terkunci itu dengan perasaan tidak semangat..


Tok.... tok.... tok....


Tak lama pintu pun terbuka, dan keluar lah wanita paruh baya yang menyambut nya senang...


"Kamu sudah pulang nak...?

__ADS_1


"Iya buk... di mana Cinta buk..? "


"Dia sudah ketiduran., ya Allah nak.. kenapa kamu sangat berantakan begini, dan pipi kamu membiru seperti habis berkelahi... " ucap Ibu Aisyah khawatir


"Buk...., " panggil Ikram sedih


"Ayo kita duduk di kursi nak.."


Ibu Aisyah pun menuntun Ikram untuk duduk di kursi ruang tamu, setelah itu, Ikram langsung berjongkok menidurkan kepala nya di pangkuan ibu Aisyah...


"Menangis lah Ikram... ibu tau kamu pura pura kuat selama ini.." ucap Ibu mengelus kepala Ikram


"Hiks... hiks... biarkan aku terlihat lemah di depan ibu...aku selama ini sudah menutupi kelemahan ku ini buk..."


"Iya, ibu izinkan nak.. menangis lah.."


"Kenapa hidup ku sangat menyedihkan buk.. cobaan datang silih berganti, sejak kedua orang tua ku meninggal dunia, saat itu aku terus di hina dan di pandang sebelah mata buk... sungguh tragis kehidupan ku ini buk.."


"Jangan mengeluh nak.. ambil lah hikmah dari semua yang tejadi.. tutup luka mu rapat rapat, lupakan kejadian menyakitkan itu nak.., dan bangkit lah, buka lembaran baru di hidup mu. pasti kamu bisa dan akan berhasil


" Baiklah buk.... aku berjanji tidak akan mengingat masa lalu ku lagi.. tapi bagaimana jika dia selalu menganggu kehidupan ku bu.. "


"Ibu yang akan mengusir nya..?kamu harus bisa melupakan dia.. ayo kamu kuat nak.."


"Terimakasih sudah mau menjadi ibu ku bu... aku akan mengikuti perkataan ibu.."


" Ya sudah hapus air mata mu itu, dan pergi lah istirahat, besok adalah hari baru untuk mu.. "


"Baik bu, aku akan masuk ke dalam.. "


Setelah melihat Ikram pergi menuju kamar nya, ibu Aisyah pun mulai tersenyum bahagia..


"Sudah saat nya kamu bahagia nak... ibu tidak akan membiarkan masa lalu mu melukai mu lagi..." ujar ibu Aisyah...


Sedangkan Ikram, setelah masuk ke kamar nya, dia pun mulai membuka baju nya dan masuk ke kamar mandi, dia mulai menyegarkan fikiran nya dan melupakan semua kejadian yang menimpa hidup nya...


"Bahagia lah Ikram.... sudah cukup kamu menderita selama ini...aku tidak akan mengingat mu lagi Wulan.. dan aku berdoa kau juga bisa bahagia dengan pilihan mu itu... "

__ADS_1


Ucap nya sambil mengaliri kepala nya dengan air yang jatuh dari shower.....


bersambung


__ADS_2