Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Ancaman Tio untuk Ikram


__ADS_3

Setelah dokter keluar dari ruangan untuk mengecek ke adaan ibu Aisyah sekali lagi, akhirnya mereka sudah di izinkan untuk. pulang.


Dengan gerak cepat asisten Tio membawa tas milik Majikan nya tersebut, begitu pun dengan Ikram, dia tidak akan membiarkan Sinta membawa nya, karena Sinta ditugaskan untuk mendorong kursi roda ibu Aisyah


Dan saat mereka telah keluar dari pintu, tampa di sangka ternyata sudah ada pak Adam yang berjalan ke arah mereka berlima..


"Kakek.....!!!! "


Teriak Cinta langsung berlari ke arah pak Adam, membuat Ikram, Tio dan Sinta merasa terkejut...


Ikram langsung menatap ke arah wajah Sinta dengan mengerutkan kedua alis nya..


"Nanti aku ceritakan dirumah"


Ucap Sinta yang mengerti dengan ekspresi wajah Ikram


"Hallo nak Ikram, apakah kalian akan keluar kerumah sakit malam ini juga? " tanya pak Adam sambil menggendong Cinta


"Iya Pak, kebetulan ibu saya sudah sembuh dan bisa pulang, kenalkan ini adalah ibu angkat saya Ibu Aisyah"


Ucap Ikram memperkenalkan Ibu Aisyah kepada pak Adam, dengan sopan pak Adam pun langsung menyalami nya..


"Kenalkan saya Adam nyonya, mantan mertua Ikram, bapak nya Wulan"


"Oh iya," jawab Ibu Aisyah singkat


Baru saja di wanti wanti, eh sudah muncul aja ni masa lalu Ikram, kira kira begitu lah pemikiran ibu Aisyah saat ini


Setelah menetralkan kegugupan nya, akhirnya pak Adam memberanikan diri untuk menyampaikan apa yang Wulan inginkan


"Nak Ikram, maaf jika bapak sudah menganggu waktu kamu, tapi jika kamu mempunyai waktu luang, datang lah keruang perawatan Wulan, Karena ada yang ingin dia sampaikan kepada mu"


Ucap pak Adam, membuat Sinta langsung merasa tidak tenang, entah mengapa setiap membahas tentang Wulan yang akan menemui Ikram, perasaan nya mulai tidak enak..


"Baiklah pak, nanti setelah saya mengantarkan ibu saya kerumah, saya akan menjenguk Wulan"


"Terima kasih nak Ikram, jika begitu bapak pergi dulu ya, Cinta kakek pergi ya, nanti kapan kapan Cinta minta antar ayah ya untuk menjenguk bunda"


"Iya kakek, "

__ADS_1


Setelah menurunkan Cinta kembali, pak Adam langsung berpamitan dan pergi meninggalkan mereka,


Tio memperhatikan wajah Sinta yang terlihat sangat gusar, seperti ada yang di takutkan oleh nya, dan Tio dapat mengerti itu, karena bagaimana pun, jika menyangkut orang di masa lalu pasti akan membuat seseorang merasa terganggu


"Ayo kita pulang sekarang" ajak Ikram kepada mereka semua


Dan mereka pun langsung mengikuti arahan dari Ikram, Sinta dan Cinta berada di depan sambil mendorong kursi roda milik ibu Aisyah, sedangkan Ikram dan Tio berjalan bersamaan di belakang mereka...


Setelah keluar dari Lift, Tio mulai memperingatkan Ikram kembali,


"Ikram... jangan sampai masa lalu mu menyakiti hati Sinta," ucap Tio memperingatkan


"Pasti, sebelum pergi menjenguk Wulan, aku akan membicarakan nya terlebih dahulu dengan Sinta, agar tidak ada kesalah pahaman"


Ucap Ikram tegas, dia menatap Sinta dari belakang, terlihat jika wanita itu berubah sangat diam tidak seceria sebelum nya..


"Aku sangat yakin, pasti Wulan akan meminta maaf kepada mu dan meminta kesempatan kedua lagi dengan mu! , jika semua yang aku tebak benar, apa yang akan kau Jawab untuk nya Ikram? "


Ikram yang mendapat pertanyaan dari Tio pun mulai tersenyum menyeringai


"Itu masih aku rahasiakan Tio, dan aku tidak akan memberitahu nya kepada mu"


"Bangsat kau Kram, sekarang kau sudah berani bermain main rahasia dengan ku, awas saja jika kau mau kembali lagi dengan nya, akan aku jodoh kan Sinta dengan bang Jack"


"Apa kau gila, jangan libatkan Sinta dengan bang Jack, awas saja jika kau berani" ucap Ikram marah,


Mereka berdua bertingkah sudah seperti anak kecil yang memperebutkan mainan, Sinta sangat malas untuk melihat kebelakang..


Tapi tidak dengan Cinta, dia berbalik badan dan tertawa cekikikan layak nya seorang anak kecil yang merasa lucu


"Ma, lihat tu ayah sama om Tio , mereka kayak temen Cinta disekolah suka nya main dorong dorongan ma" ucap Cinta menatap Sinta dari samping


"Biarkan saja sayang, mungkin mereka masa kecil nya dulu kurang bahagia, ayo cepetan kita dorong kursi roda nenek sampai ke mobil "


"Siap mama, nenek pegangan yang kuat ya,


"Iya cucu nenek"


Dan mereka pun mulai mendorong kursi roda nenek Aisyah dengan tersenyum senang..

__ADS_1


Meninggalkan kedua pria yang ada di belakang mereka...


****


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, Akhirnya mereka sudah sampai di rumah sederhana milik Ikram,


Ikram langsung menggendong tubuh ibu Aisyah untuk menaiki kursi roda kembali, mungkin sampai dua hari kedepan, baru lah Ibu Aisyah dapat berjalan dengan normal, sebab tulang punggung yang terkena benturan dinding akibat dorongan yang sangat kuat sudah sembuh dengan sempurna


Setelah selesai ikut mengantarkan ibu Aisyah kedalam kamar nya, dan membantu tidur Cinta di samping ibu Aisyah,Sinta pun langsung pergi keluar dari kamar itu,


Dia menuju masuk ke dalam kamar milik nya sendiri, Sinta berfikir akan segera mengistirahatkan tubuh nya, karena rencana yang dia ajukan dengan Ikram pasti sudah gagal untuk dilakukan..


"Huh..., belum apa apa, aku sudah kalah satu langkah dengan Wulan, seperti nya rencana ku dan Ikram yang akan menghabiskan waktu berdua untuk mengobrol, akan gagal, karena Ikram akan pergi menjenguk Wulan malam ini juga.. "


"Apa mungkin Ikram akan memilih ku? sedangkan hubungan mereka terlihat sangat dekat dan kuat" tanya Sinta dengan perasaan sedih


Sedangkan Ikram, setelah mengantar ibu Aisyah dan Cinta ke dalam kamar mereka, dia pun langsung menuju keruang tamu untuk menemui Tio


"Apa kau ingin balik sekarang? " tanya Ikram kepada Tio


"Tentu, oya aku melihat Sinta yang baru keluar dari kamar ibu Aisyah, seperti nya perasaan nya benar benar tidak pas, aku rasa kau harus segera menghibur nya Ikram"


"Iya, kau benar Tio, sedari tadi dia hanya diam tidak berbicara, sudah kau pulang lah segera,karena aku ingin segera menemui Sinta"


Ucap Ikram mengusir Tio, dan Tio mulai menatap wajah Ikram dengan senyum mengejek


"Kenapa kau tertawa sambil menatap ku? " tanya Ikram curiga


"Tidak aku hanya sedang berfikir saja, kau itu kan seorang duda yang kurang belaian kasih sayang, bagaimana bisa kau tinggal satu rumah dengan gadis perawan seperti Sinta, bahkan dia sangat cantik dan menggoda, aku jadi tidak yakin jika kau tidak pernah menyentuh nya sekali pun, atau........ jangan jangan........


Brukkk..........


Sebuah bantal mendarat sempurna di wajah Tio yang manis,


"Kenapa kau melempar ku dengan bantal? " teriak Tio


"Kenapa....? seperti nya lebih seru lagi jika aku menembak kan senjata ku ke mulut ember mu itu, sekarang cepat kau keluar dari rumah ku," ucap Ikram kesal


"Hahaha...., Baiklah, berusaha lah sekuat tenaga untuk membujuk Sinta, jika perlu bantuan kau bisa menghubungi ku"

__ADS_1


Ejek. Tio sambil berjalan menuju keluar rumah....


"Huh....., saat nya membujuk sang kekasih" ucap Ikram semangat


__ADS_2