
Degg...............
Tangan mereka saling bersalaman, dan Ikram langsung memberikan senyuman nya yang sangat manis,
Sedangkan Sinta..., merasa aneh saat merasakan sentuhan itu, begitu pun saat menatap senyuman di bibir Ikram, tiba tiba jantung nya mulai berdebar dengan kencang, tak berkedip, Sinta menatap wajah Ikram dengan diam terpaku
Sampai sebuah suara terdengar menyadarkan tatapan nya itu..
"Apa anda Baik baik saja bu Direktur, kenapa wajah anda memerah? " tanya Ikram yang tak peka
"Eh...,, i.. iya aku baik baik saja... aku hanya kepanasan.. " jawab Sinta mengibaskan tangan nya di wajah..
"Oh... anda sangat aneh bu Direktur, bukan kah AC di ruangan ini masih hidup dan berfungsi, aku saja merasa sangat kedinginan.." tanya Ikram heran
"Hahaha......, iya kau benar, tapi biasa nya aku menyetel nya lebih dingin lagi, ini sih tidak ada apa-apa nya untuk ku, masih terasa panas.." jawab Sinta kikuk
"Oh begitu...memang orang kaya itu aneh aneh ya kebiasaan nya, oya apa aku sudah boleh keluar sekarang...? "
"Iya silahkan saja.. besok kamu bisa berkunjung lagi ke perusahaan.."
" Baiklah..jika begitu saya pamit sekarang, permisi.." "
Dan Ikram langsung pergi meninggalkan ruangan milik Sinta.
Setelah memastikan Ikram pergi dari ruangan, Sinta pun langsung merogoh tas nya untuk mengambil cermin kecil,
Dia langsung melihat wajah nya yang sudah berubah menjadi merah seperti tomat..
"Ya Tuhan...!! ada apa dengan diri ku, kenapa aku menjadi nervous jika melihat dia tersenyum..dan jantung ku..., jantung ku berdebar sangat kencang saat bersentuhan dengan nya.." apa mungkin aku menyukai duda satu anak itu.. oh tidak mungkin... " ucap Sinta frustasi
Sinta memang sudah mengetahui indentitas dan kehidupan Ikram sebelumnya,
Karena anak buah yang di utus oleh asisten nya itu, langsung bergerak cepat dalam mencari informasi tentang Ikram..
Dan saat ini dia sudah duduk kembali di kursi nya,sambil membaca kembali laporan yang di berikan asisten nya tadi pagi..
__ADS_1
Tuk.. tuk.. tuk...
"Aku gak nyangka, ternyata dia seorang duda beranak satu., sebenarnya dia ini tampan kalau putih, tapi sayang kulit nya berwarna hitam kecoklatan.."
" Tapi tetep manis dan macho.., huh kira kira apa ya penyebab dia bercerai dengan istri nya..? aku jadi makin penasaran dengan kehidupan pria itu.. " ucap Sinta tersenyum sambil mengetuk ngetuk meja kerja nya
*****
Setelah keluar dari gedung perusahaan itu, Ikram langsung menuju ke ruko yang sudah selesai di renovasi, dia berencana akan segera mengisi barang yang akan di jual dengan sisa uang yang ada,
Saat ini Ikram sudah tiba di dalam ruko, terlihat mewah dan berkelas, dengan desain yang mencolok, sangat cocok untuk penjualan barang interior dan juga barang lain nya,
Tak lama kemudian, handphone nya pun berdering, dan dia langsung mengangkat panggilan itu..
"Assalamu'alaikum bang Jack " jawab Ikram
"Walaikumsalam.. bagaimana dengan usaha mu Ikram, apa sudah selesai di renovasi ruko nya..? "
"Sudah bang..dan aku berencana akan segera mengisi dengan barang barang yang ingin aku jual bang.."
"Bagus.., aku sudah mengirim alamat orang-orang yang mempunyai material bangunan yang terjamin bagus, kau tinggal hubungi mereka saja, dan barang akan segera di antar, Ikram aku pun sudah mentransfer uang di nomor rekening yang baru kau buka, tidak banyak, tapi lumayan untuk tambahan modal usaha mu "
"Jangan kau fikirkan masalah itu, apa kau lupa, jika aku mempunyai banyak uang, dan kau tahu kan aku tidak mempunyai orang tua, saudara maupun istri, jadi aku bingung ingin memberi siapa, anggap saja aku memberi kepada adik ku sendiri, jadi aku mohon jangan kau tolak pemberian ku ini" ucap Bang Jack memohon
"Baik lah bang, aku akan menerima nya, tapi jika nanti aku berhasil dengan usaha ku ini, biarkan aku mengembalikan uang mu kembali bang.. "
"Baik lah.., ya sudah aku matikan telfon nya, karena aku masih banyak pekerjaan" ucap bang Jack
"Hati hati bang di sana.
" Pasti Ikram"
Setelah panggilan terputus, Ikram pun langsung menge cek pesan yang masuk dari M-banking, saat melihat nominal yang tertulis di dalam pesan itu, Ikram pun terkejut dan membulatkan mata nya...
"Ya Tuhan.. ini sangat banyak, jumlah nya sama seperti yang kemarin.. apa bang Jack sudah gila..,bagaimana cara ku membayar nya.. "
__ADS_1
"Tapi.... jika aku tidak memakai nya pun, uang ku sangat kurang untuk membeli barang barang yang akan aku jual dan ku desain kembali, ya sudah lah, InsyaAllah pasti aku bisa mengganti uang milik nya.. "
Ikram mencoba untuk meyakin kan diri nya sendiri, jika dia akan berhasil dengan usaha nya itu, dan taka lama kemudian dia langsung mengirimkan pesan tanda terimakasih kepada bang Jack....
****
Malam pun menyapa, dan saat ini Sinta dan keluarga nya sedang melakukan makan malam bersama, dia sangat senang karena saat dia kembali dari kantor, ternyata sudah ada kejutan yang menanti nya,
Yaitu kepulangan mama dan papa nya dari luar negeri, yang melakukan perjalanan bisnis sekalian mengecek penyakit papa Bagas yang sering kambuh
"Bagaimana ke adaan papa sekarang? apa sudah lebih baik..? " tanya Sinta perhatian
"Sudah Sinta...kamu jangan terlalu perdulikan papa.., karena papa baik baik saja nak.. "
"Baik baik gimana.., papa itu sering kambuh sakit nya, tapi papa masih juga melakukan perjalanan bisnis, kenapa bukan asisten papa aja yang pergi.."
"Tidak nak... papa masih ingin terjun ke dunia bisnis, kamu tahu kan, setiap papa yang turun tangan sendiri, pasti semua urusan selesai dengan mulus, dan kita mendapatkan untung yang sangat banyak"
"Iya..., tapi uang papa itu udah banyak lo pa.. sampai gak tau mau buat apa lagi.." ucap Sinta cemberut
"Bener tu yang di ucapkan Cinta pa.. sebaik nya papa kurangi aja perjalanan bisnis setiap bulan nya, mama gak mau juga kalau sampai papa sakit" jawab mama menimpali
" Ya baiklah, jika sudah kedua ratu ku yang berbicara, pasti nya hamba akan kalah.." ucap papa bercanda
"Iya donk.. kita kan bos nya.."
"Oya, bagaimana dengan proyek pembangunan apartemen nya Sinta? apa kamu sudah menemukan Arsitek muda yang cocok? "
"Udah pa... kami sudah berdiskusi dengan seluruh petinggi perusahaan, dan pilihan jatuh kepada Kenzo, dari perusahaan Megatica Architects", dia sangat mampu untuk memegang proyek itu.. "
"Wah..., seperti nya papa pernah mendengar perusahaan itu, bagus lah jika semua sudah selesai teratasi"
"Iya..., sebenarnya aku masih mempunyai kandidat lain nya pa., tapi sayang perusahaan yang dia miliki masih belum mendukung penuh untuk proyek sebesar itu,"
"Lalu.."
__ADS_1
" Lalu... aku memberikan dia proyek kecil, aku ingin menjadikan dia arsitek ternama di perusahaan kita.. karena dia memiliki potensi yang luar biasa? ucap Sinta dengan mata berbinar
"Ehm...., papa mencium aroma yang tak biasa.. " jawab papa menggoda Sinta