
Setelah selesai menandatangi berkas kerjasama antar perusahaan, Ikram dan Tio langsung bergegas untuk keluar dari ruangan VIP tersebut,
Kenzo yang ingin menahan mereka pun, hanya bisa diam dan mengurung kan niat nya, dengan cepat Kenzo mulai melakukan rencana berikut nya..
Dia memberi kode kepada sang sekretaris untuk mengantar Ikram sampai keluar dari cafe tersebut, sebagai tanda hormat karena sudah mau menjalin kerja sama dengan perusahaan milik nya..
"Kami harus pergi sekarang Kenzo, mulai besok kau sudah bisa berkunjung ke kantor milik ku, untuk membahas proyek yang akan perusahaan mu tangani" kata Ikram berdiri
"Baiklah, terimakasih sekali lagi Ikram, oya izinkan lah agar sekretaris ku mengantar kan mu sampai kedepan cafe ini Ikram, sebagai tanda kehormatan perusahaan ku" jelas Kenzo sudah ikut berdiri
"Okey, tidak masalah, terimakasih juga Kenzo, aku keluar sekarang"
Ucap Ikram langsung keluar dari ruangan VIP tersebut di ikuti oleh Tio dan juga Novi sang sekretaris milik Kenzo..
Kini mereka sudah tiba di depan ruangan VIP menuju ke ruangan umum yang ada di cafe, saat mereka sedang berjalan tiba-tiba Tio menghentikan Ikram karena dia harus pergi menuju ke toilet sebentar,
"Bos, aku ingin ke toilet sebentar, apa tidak masalah jika kau menungguku di depan bos? " tanya Tio sambil menahan sesuatu
"Ya sudah, pergilah segera, aku akan menunggu mu di meja depan" jawab Ikram
"Terimakasih bos" ucap Tio langsung berlari meninggal kan Ikram dan juga Novi,
Saat ini tinggal lah mereka berdua di lorong ruangan yang terlihat tidak terlalu ramai, dengan cepat Ikram langsung membalikkan tubuh nya untuk segera menuju ke arah ruangan umum cafe,
Tapi, saat dia akan berjalan, Tiba-tiba Ikram merasakan jika tangan nya di cekal oleh seseorang..
Membuat Ikram harus terpaksa menghentikan langkah nya dan menatap ke arah tangan yang sudah berani menyentuh nya tampa Izin..
"Lancang sekali kau menyentuh tangan ku hah....! "
Teriak Ikram marah dan langsung menatap wanita yang sudah ada di samping tubuh nya itu,
"Kenapa Tuan Ikram yang terhormat..? maaf jika aku terlihat sangat lancang, tapi.. ini terpaksa aku lakukan karena kamu terlihat sangat jual mahal terhadap ku" jawab Novi dengan lantang
Dengan cepat Ikram menghempas kan tangan Novi secara paksa, membuat Novi merasa terkejut dan sedikit kesakitan..
"Ahk............. " teriak Novi
Tampa menunggu lama Ikram langsung memberi peringatan kepada sekretaris tersebut dengan menatap wajah nya tajam..
__ADS_1
"Jangan pernah kau lancang menyentuh ku wanita murahan? aku sudah sangat mengenal tipe wanita seperti mu, apa kau kira aku tergoda dengan mu hah.. "
"Jangan munafik tuan Ikram, aku sangat tahu dengan sifat pria kaya seperti kalian, apalagi kau adalah seorang pria yang baru saja menjadi kaya, sudah pasti kau sangat haus dengan belaian kasih sayang dari wanita seperti ku, sekarang buanglah gengsi mu itu sayang, karena saat ini hanya ada kita berdua di lorong ini" ucap Novi tidak tahu malu
Kini dia sudah mendekatkan tubuh nya menuju ke arah Ikram, membuat Ikram mundur kebelakang dengan wajah memerah menahan amarah..
"Mundur Novi...! jangan memancing ku untuk berbuat kasar" teriak Ikram memperingati
"Ayo sayang, lakukan lah jika kau mau, karena aku sangat menyukai pria yang bermain secara kasar"
"Brengsek...., sepertinya kau memang benar benar mencari mati"
"Lakukan Tuan Ikram, ayo kita segera pergi menuju hotel atau apartemen, aku janji akan memuaskan mu sampai pagi datang menyapa" ucap nya sambil terus berjalan ke arah Ikram yang masih mundur ke belakang
"Kau benar benar wanita keras kepala Novi... " teriak Ikram marah
Plllaaaakkkkk..........................
Terdengar suara tamparan yang sangat nyaring menggema di lorong tersebut, Novi sang wanita J*l*ng kini sudah terjatuh ke atas lantai akibat tamparan keras yang diterima oleh nya...
"Dasar pel*cur....!!! berani sekali kau mengganggu suami ku hah...!! "
Membuat Wanita tersebut, memohon ampun kepada Sinta dan juga Ikram, kini darah sudah menghiasi sudut bibir wanita yang menjadi sekretaris Kenzo
Ikram yang merasa jika Istri nya sudah sepadan memberikan pengajaran terhadap wanita itu pun langsung berlari mendekap tubuh Sinta dengan kuat..
"Cukup sayang..., aku rasa kau sudah berhasil memberikan nya pelajaran berharga" ucap Ikram menenangkan Sinta..
"Tidak..., dia harus aku musnahkan mas..., berani sekali dia menggoda suami ku, apa dia kira dia sudah sebanding dengan aku hah.., dasar pel*cur murahan kau... " teriak Sinta emosi
Mendengar keributan yang terjadi para pelayan dan juga Kenzo langsung keluar menuju ke arah mereka,
Dengan cepat, Kenzo langsung membantu sekretaris nya untuk bangkit dan berdiri..
"Apa yang kau lakukan Novi...? kenapa kau bisa seperti ini? " tanya Kenzo terkejut
"Maaf kan saya tuan, saya.......
" Ikram, aku sangat meminta maaf kepada mu, mungkin ada sesuatu hal yang telah dilakukan oleh sekretaris ku sampai membuat nona Sinta Baskara menjadi sangat marah" ucap Kenzo memotong ucapan Novi
__ADS_1
Sinta yang mendengar ucapan dari Kenzo pun langsung berusaha melepaskan diri dari pelukkan Ikram, dia sangat ingin meluapkan amarah nya kepada mantan arsitek yang pernah bekerja sama dengan perusahaan nya tersebut...
"Kau...., jadi kau yang sudah mengundang J*l*ng ini untuk menemui suami ku hah? " tanya Sinta berteriak
"Iya..., maaf nona seperti nya sudah terjadi kesalah pahaman di sini" jawab Kenzo
"Tidak, aku sangat yakin, pasti kau sengaja kan menyuruh wanita murahan ini untuk menggoda suami ku.., heh... jangan lupa Kenzo jika aku juga adalah seorang pembisnis, jadi aku sangat tahu dengan akal licik yang sedang kau mainkan ini"
Ikram yang melihat ke sekeliling mulia ramai dan mulai membicarakan mereka pun, mencoba untuk melerai perdebatan,
"Sayang, ayo kita segera pulang, seperti nya memang ada yang sengaja membuat kita malu di cafe milik mu sendiri"
Bisik Ikram membuat Sinta kembali berfikir dengan jernih
"Baiklah" jawab Sinta pelan
"Kalian semua bubar sekarang juga,dan satu lagi, jangan ada satu orang pun yang berani membeberkan masalah ini keluar dari Cafe, jika kalian melakukan nya juga, maka aku akan bertindak dengan tegas" ucap Ikram memperingati
"Baik Tuan... " jawab Mereka kompak
Setelah semua bubar, Ikram mulai merangkul tubuh Sinta dan menatap ke arah wajah Kenzo..
"Kenzo..., jika kau masih mau melanjutkan kerja sama kita, maka kau pecat sekretaris murahan mu itu, "
Ucap Ikram langsung berjalan sambil merangkul Sinta meninggalkan kedua orang tersebut
Tak lama kemudian, Tio yang sudah berdiri menatap mereka dari kejauhan langsung berlari mendatangi Kenzo dan sekretaris tersebut..
Dia menatap Wajah Kenzo dengan tatapan tajam, sambil tersenyum dengan miring
"Aku tahu, jika kau memiliki niat terselubung dengan Ikram, tapi sayang, seperti nya lawan mu kali ini tidak sepadan dengan mu tuan Kenzo, berlatih lah dengan pintar agar kau tidak terjatuh ke dalam lubang yang sudah kau gali sendiri"
Ucap Tio sambil menepuk pundak Kenzo, setelah itu dia pun langsung berlari mengejar sang bos...
Assalamualaikum para pembaca setia ku,
Author ingin mengucapkan selamat hari raya idul adha maaf jika beberapa hari ini Author ada telat updet, tapi kedepan nya pasti bakal kembali update 2 bab seperti biasa,
Sekali lagi terimakasih ya, semoga kalian masih tetap suka sama cerita ku yang recehan iniππππ₯°π₯°π₯°π₯°
__ADS_1
selamat idul adha πππππ