
Setelah 2 jam menghabiskan waktu dirumah sakit, akhirnya mereka pamit pulang kepada Wulan dan pak Adam,
Kebetulan pak Adam sudah kembali untuk menjaga Wulan, sedangkan ibu Ningsih, dia masih sibuk menyusun barang di rumah kontrakan yang baru mereka sewa
"Wulan, kami akan kembali sekarang, kebetulan aku dan Sinta masih mempunyai banyak perkerjaan," ucap Ikram kepada Wulan
"Iya, terimakasih mas, karena sudah mau menjenguk ku, aku... akan berdoa semoga kamu semakin sukses dan jaya ya mas" ucap Wulan tulus
"Terimakasih untuk doa nya Wulan, kamu juga harus kembali sembuh seperti dulu, tetap semangat dan yakin dengan perobatan yang kamu lakukan"
"Iya mas, aku akan mengingat semua nasehat kamu ini"
Ucap Wulan dengan perasaan sedih, Sinta yang melihat Wulan kembali bersedih pun langsung mendatangi nya dan memeluk tubuh nya..
"Semangat Wulan, aku yakin kamu akan sembuh kembali, oya jika kamu membutuhkan teman, kamu bisa menelfon ku, aku pasti akan segera datang untuk menemui mu" ucap Sinta menatap Wulan
"Benarkah, tapi... bukan nya kamu sibuk Sinta, kamu kan bekerja di perusahaan keluarga mu? " tanya Wulan
"Iya, kau memang benar, tapi kan aku bos nya, jadi aku bisa sesuka hati mengambil cuti hehehe"
"Baiklah, Terimakasih karena mau menjadi teman ku Sinta"
Ucap Wulan tersenyum semangat, membuat pak Adam merasa bahagia..
Sedangkan Ikram, saat ini dia sedang intens menatap ke arah Sinta, sungguh dia tidak menyangka jika calon istri nya tersebut adalah wanita yang mempunyai hati sangat lembut dan pengertian...
Di dalam hati Ikram berjanji, jika dia tidak akan meyakiti Sinta dan selalu berusaha untuk membuat Sinta bahagia selama hidup bersama nya..
"Mama, nanti Cinta ikut juga ya jenguk bunda" ucap Cinta yang tidak mau ketinggalan
"Iya pasti dong sayang, ya sudah sekarang cium bunda ya, habis itu kita pulang"
"Iya ma.. "
Dan Cinta kembali naik ke atas ranjang untuk mencium wajah Wulan dengan sayang,
"Bunda cepet sembuh ya, nanti kita bisa main sama sama ke taman bermain bareng mama dan ayah, bunda mau kan? " tanya Cinta
__ADS_1
"Iya bunda mau nak"
Setelah itu, mereka pun langsung pergi meninggalkan ruangan Wulan..
Wulan yang menatap kepergian mereka bertiga, langsung meneteskan air mata, akhirnya di masa masa hidup nya yang sudah tidak lama lagi, dia bisa berbaikan dengan mantan suami dan juga calon ibu sambung untuk putri nya..
Pak Adam yang menatap Wulan mulai rapuh kembali, langsung memeluk putri nya dengan sayang...
"Terimakasih nak...! bapak bangga dengan sikap mu ini, akhirnya bapak mengenal anak bapak kembali, kamu persis seperti Wulan yang dulu sayang, yang baik dan penyayang, hilangkan rasa egois, dengki dan iri di hati mu ya nak, InsyaAllah kamu pasti akan hidup dengan bahagia dan di sayangi oleh orang-orang baik nak"
"Iya ayah, aku... merasakan perasaan lebih baik sekarang, hati ku menjadi lebih tenang dan damai"
"Itu karena kamu sudah meng iklhas kan semua yang terjadi dengan diri mu nak, kamu sudah melepaskan sesuatu yang bukan milik mu dengan rela, bapak harap kamu bisa sembuh kembali Wulan, demi bapak dan Cinta nak"
"InsyaAllah jika Allah mengizinkan pak" jawab Wulan tersenyum
******
Lain hal nya di dalam mobil milik Ikram, saat ini Ikram sedang menyetir sambil memegang tangan Sinta dengan sebelah tangan nya,
"Kenapa sayang! dari tadi ciumin tangan aku terus, apa kamu merasa bahagia saat ini"
"Pasti sayang, akhirnya masalah ku satu persatu bisa terselesaikan dengan baik, dan itu berkat kamu sayang, dibalik keberhasilan ku ada wanita terhebat yang mendukung ku dari belakang"
Jawab Ikram tersenyum, Sinta yang mendapat pujian dari Ikram pun langsung tersipu malu..
Tapi sedetik kemudian Sinta merasa sedih saat mengingat ke adaan Wulan yang sangat memprihatinkan..
"Sayang, aku ingin membantu pembiayaan untuk Wulan, bagaimana pun cara nya kita harus menyembuhkan penyakit nya Sayang, agar dia bisa kembali sehat seperti dulu"
"Pasti, aku sangat bangga kepada mu sayang, kamu benar-benar memiliki hati yang sangat baik"
"Iya, aku kan seorang peri, tentu saja aku baik, hehe"
Jawab Sinta membuat Ikram ikut tertawa, sedangkan Cinta dia sudah tidur di kursi belakang,
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya mereka telah sampai di butik langganan Sinta, mereka akan melakukan fitting baju pernikahan, Sinta ingin mendesain baju berwarna putih, yang melambangkan kesucian, dan untuk para kerabat menggunakan baju berwarna merah hati, yang melambangkan kebahagiaan..
__ADS_1
Saat ini, mereka sedang memilih bahan kain dan juga mengukur tubuh masing masing,
"Aku pilih yang ini aja ya Sis, lebih mewah dan elegant " ucap Sinta kepada pemilik butik
"Okey,selera kamu benar-benar bagus ya Sinta, tau aja mana yang berkelas dan tidak" ucap. Siska tertawa
"Haha kamu bisa aja, "
Tak lama kemudian, keluar lah Ikram dari ruang ganti, dia habis selesai di ukur oleh asisten Siska yang seorang pria, Ikram memilih memakai baju putih dan celana hitam legam, agar telihat lebih serasi oleh sang istri nanti nya..
"Gimana sayang, kamu udah nentuin pilihan nya kan? " tanya Sinta kepada Ikram
"Udah, yang lain nya gimana sayang, untuk orang tua mu dan ibu Aisyah, apa mereka harus datang ke sini juga? " tanya Ikram
"Gak kok sayang, nanti temen aku yang utus orang nya untuk datang kerumah, kasihan ibu jika harus repot repot dateng kesini"
"Iya, kamu benar sayang, "
"Ayah.., nanti Cinta pakai baju gaun brokat ya yah, Cinta gak mau baju yang kayak mama"
Ucap Cinta yang sedang sibuk kesana kemari,
"Iya sayang, nanti akan di buatkan sama tante ini" jawab Ikram tersenyum
"Oya Sis, usahakan besok sore udah siap ya, aku bakal bayar berapa pun, yang penting aku bisa pakai waktu acara "
"Pasti, selamat ya Sinta, akhirnya kamu married juga" ucap Siska
"Terimakasih, aku kan nyusul kamu.. " jawab Sinta tersenyum..
Setelah selesai memesan baju pernikahan, Ikram langsung membawa Sinta menuju ke arah Mall, mereka akan memilih cincin untuk mengikat janji suci mereka berdua...
Kebetulan Cinta tidak rewel dan cerewet, dan dia selalu bahagia mengikuti kedua orang yang sedang di mabuk asmara tersebut.
Ikram tak luput dari senyuman nya, sungguh saat ini dia benar benar merasa sangat bahagia, akhirnya perjalanan hidup nya yang penuh dengan liku liku dan penderitaan, bisa kembali menemukan kebahagiaan nya kembali
Ikram berdoa, semoga ini akan menjadi pernikahan yang terakhir untuk diri nya.. tampa ada perpisahan dan penghianatan.....
__ADS_1