Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
persahabat tiga sekawan


__ADS_3

Tidak terasa pagi pun menjelang begitu cepat, saat ini Ikram sudah tiba di kantor milik nya,


Dengan persiapan yang sudah matang sempurna, Ikram sedang menanti kedatangan para kline dari Singapura yang sebentar lagi akan berkunjung ke perusahaan milik nya tersebut


Dia sudah memberikan perintah kepada seluruh karyawan dan juga anggota direksi untuk melakukan acara penyambutan kecil kecilan untuk Client yang akan tiba


"Bagaimana, apakah semua nya sudah siap? " tanya Ikram kepada salah satu karyawan


"Sudah direktur, kami telah menyiapkan acara sambutan sebagai penghormatan untuk mereka para Client yang baru tiba di kantor kita"


"Bagus, lakukan dengan sopan dan rapi, sesuai adat kita, selalu bersikap sopan kepada setiap tamu yang akan berkunjung"


"Baik Direktur, kami akan melakukan apa yang anda katakan"


"Yasudah, aku akan masuk ke ruangan ku terlebih dahulu, jika mereka sudah mau tiba kau bisa memanggil ku"


"Iya Direktur"


Jawab nya hormat, setelah itu Ikram langsung berjalan masuk ke lantai atas menuju ke ruang kerja milik nya, dengan di ikuti oleh sang asisten yang berada di belakang nya


Sesampainya di dalam ruangan tersebut, mereka berdua pun langsung kembali mengecek, berkas berkas dan juga Desain yang akan Ikram pamerkan kepada kline mereka,


Saat menatap gambar desain yang Ikram buat, Tio merasa sangat terpukau luar biasa, bagaimana bisa temannya ini mempunyai daya hayal yang sangat berkelas,


Dia membuat suatu bangunan yang sangat megah dan tampak kokoh serta mewah, benar benar proyek berharga ratusan milyar


"Ikram, kapan kau membuat desain sebagus ini? aku tidak menyangka jika kau benar benar berbakat kawan"


Ucap Tio memuji, dia terus menatap desain tersebut dengan tatapan kagum dan Ikram yang melihat nya mulai bangkit dari kursi kerja untuk berdiri melihat ke arah jendela kaca yang transparan,


Ikram memasukkan kedua tangan nya di saku celana sambil menatap intens pemandangan yang terlihat dari atas ruang kerja nya..


"Apa kau tahu Tio, jika semakin kita tinggi, maka semakin banyak juga angin yang datang menerpa" ucap Ikram dengan serius


"Kau benar teman, aku tidak pernah menyangka ternyata kehidupan orang kaya itu sama menyusahkan nya dengan hidupan orang miskin, jika orang miskin mereka bingung untuk mencari nafkah setiap hari nya, sedangkan orang kaya bingung karena banyak musuh yang mengintai nya, aku rasa setiap kehidupan memang lah tidak ada yang sempurna" jawab Tio menatap Ikram


"Iya, dan kalau dulu aku berjuang mencari nafkah dan juga berusaha agar tidak di pecat dari pekerjaan ku dulu, tapi jika sekarang, aku berjuang mempertahankan perusahaan ku agar tidak tumbang, karena jika itu terjadi, aku yakin akan banyak para kepala rumah tangga yang menjadi pengangguran, "


"Termasuk aku teman, tolong jangan lupa kan itu, aku sangat bergantung dengan perusahaan ini sekarang" jawab Tio tersenyum


"Iya, aku tahu itu, dan di sini lah kemampuan ku di uji Tio, aku yakin kedepan nya akan semakin banyak Kenzo Kenzo yang lain yang mulai menyerang perusahaan ku, maka dari itu, aku harus antisipasi dari sekarang, aku tidak mau mengecewakan banyak kepala rumah tangga yang sudah mempercayai perusahaan ku ini untuk ladang mereka mencari nafkah, dan untuk selanjutnya kita harus lebih banyak melakukan kerja sama dengan perusahaan yang sama di bidang perusahaan kita, agar tidak menimbulkan rasa iri yang ingin saling menghancurkan"


Jelas Ikram dengan wajah serius, dia mulai bersiap siap jika akan banyak musuh yang datang untuk mengambil kekuatan yang dia miliki


"Aku percaya kepada kemampuan mu teman, dan aku akan selalu membantu mu dalam hal apa pun"


Ucap Tio menepuk pundak Ikram,


"Oh...., sepertinya kalian berdua telah melupakan aku ya"

__ADS_1


Teriak seseorang yang membuat mereka terkejut, mereka langsung menatap ke arah pintu yang baru saja di buka..


"Bang Anton...... " ucap Ikram..


"Huh....., ternyata selama aku pergi keluar negeri, kalian benar benar telah bersekongkol untuk memisahkan aku " ucap Anton berpura-pura kesal


Ikram dan Tio yang melihat bang Anton mulai masuk ke dalam ruangan pun langsung berlari dan memeluk diri nya dengan erat..


Buukkk...........


"Kau yang terbaik bang... " Jawab mereka kompak..


"Haha.... tolong jangan seperti ini, aku geli bersentuhan dengan kalian" ucap bang Anton tertawa


"Lebih erat lagi Ikram, buat dia tidak bisa bernafas" ujar Tio mengajak Ikram


"Okey"


"Aaa... apa yang kalian lakukan hah, aku... aku tidak bisa bernafas bedebah sialan"


Teriak bang Anton setelah di peluk dengan erat oleh Tio dan juga Ikram,


Mereka mulai tertawa senang melihat bang Anton yang mulai kelabakan, setelah puas mereka pun mulai melerai pelukkan nya tersebut


"Hahaha......., kau benar benar lucu bang"


"Bangsat kau Tio, apa kau ingin membunuh ku hah, kau tahu kan jika sampai sekarang aku masih duda"


"Maaf bang, kami kan hanya bergurau saja, rileks bang..., sebelum membahas masalah yang serius" kata Tio merayu


"Benar yang dikatakan Tio bang, sepertinya sudah sangat lama kita tidak bercanda seperti ini bang" ucap Ikram tersenyum


"Kau benar Ikram, sini, aku akan memeluk kalian dengan benar" ucap bang Anton kembali memeluk Ikram dan Tio


Kawan seperjuangan dari susah sampai berhasil seperti saat ini,


"Kalian adalah keluarga ku yang berharga, oya aku dengar kata nya kau akan menjalin kerja sama dengan perusahaan tersukses di Singapura, apakah benar Ikram? "


Tanya Bang Anton setelah melerai pelukkan nya,


"Iya bang, dan sebentar lagi mereka akan tiba disini, oya bagaimana proyek disana bang? apakah sudah rampung di kerjakan? tanya Ikram serius


" Sudah Bos, dan kau bisa melihat hasilnya di dalam flashdisk ini, beserta bersama berkas berkas nya Ikram "


"Baiklah, terimakasih bang, berkat kau semua proyek yang aku tangani dapat berjalan dengan baik, mereka seluruh Client kita, pada menyukai hasil proyek yang kita buat"


"Bagus lah jika begitu, aku tidak mungkin membuat nama mu jelek Ikram, karena aku ingin kau menjadi yang terbaik, " Jawab bang Anton tulus..


***

__ADS_1


Lain hal nya di negara Singapura, saat ini Kenzo dan kelima teman nya sedang duduk kembali di cafe yang sudah di janjikan oleh tuan Albert


Kenzo merasa sedikit kesal, karena tuan Albert menolak mereka bertemu di perusahaan terbesar di negara tersebut, tapi Kenzo mencoba untuk menerima nya..


"Tuan Kenzo, tuan kami meminta maaf karena dia tidak bisa memenuhi ke inginan anda untuk bertemu di perusahaan milik kami, karena tuan Albert akan segera melakukan perjalanan bisnis sehabis dari sini tuan"


Ucap Mark mulai kembali bersandiwara, Kenzo yang mendengar penjelasan dari juru bicara tuan Albert pun mulai tersenyum simpul..


"Tidak apa apa tuan Albert, saya sangat mengerti dengan kesibukan anda, tapi bagaimana dengan janji anda yang akan langsung berkunjung ke perusahaan milik saya, saya berencana siang nanti akan langsung pulang ke Indonesia"


Ucap Kenzo tersenyum manis, Tuan Albert palsu langsung menjawab nya kembali dan di translate oleh sang juru bicara


"Kata tuan Saya, dia akan secepatnya mengunjungi perusahaan tuan Kenzo, karena setelah menyelesaikan pertemuan nya di negara lain, kami akan segera menuju ke negara Indonesia, kami akan mengucur kan dana untuk pembangunan proyek yang sudah kita tanda tangani tuan"


"Haha........, baiklah, baiklah...., aku sangat senang mendengar nya tuan Mark, oya jika boleh tahu berapa dana awal yang akan dia lontarkan untuk ku...., eh... maksudnya untuk proyek yang akan aku bangun? " tanya Kenzo semangat


"Sekitar 500 miliyar tuan"


"Hah....., "


Ucap ke enam orang tersebut secara bersamaan, seakan mata ingin keluar, tiba tiba mata mereka berubah menjadi berbentuk uang,


Mark yang menatap ekspresi dari ke enam penjahat itu pun mulai menahan kesal


"Dasar, Penjahat mata duitan" ucap Mark di dalam hati.


"Kenapa tuan? apakah ada yang salah? " tanya Mark berpura-pura polos


"Eh..., tidak tidak..., kami hanya sedikit terkejut saja tadi, karena merasa senang dengan kehadiran kalian yang akan mengunjungi perusahaan kami, baiklah jika begitu, kami akan menunggu kedatangan kalian semua tuan Albert" ucap Kenzo hormat


"Terimakasih tuan Kenzo, jika begitu, kami pergi sekarang, karena masih banyak yang akan kami urus"


"Iya, Baiklah tuan, terimakasih sekali lagi... "


Ucap Kenzo tersenyum, setelah itu tuan Albert bersama ketiga orang nya langsung bangkit untuk keluar dari cafe tersebut,...


Setelah memastikan kepergian mereka, Kenzo dan kelima teman nya langsung tersenyum bahagia,


Mereka mulai merencanakan rencana jahat untuk melakukan korupsi secara besar besaran...


"Kalian dengar kan, berapa jumlah uang yang akan dia lontarkan untuk kita? "


"Dengar tuan, dan itu sangat lah banyak untuk suatu kerja sama di awal tuan, apakah kita akan memangkas nya seperti biasa? "


"Tentu saja, jangan bodoh dalam berbisnis, kita tidak perlu menuruti semua ke inginan mereka, seperti biasa, aku 50% dan kalian aku bagi 10% untuk masing-masing, huh.... aku bisa kaya jika begini" ucap Kenzo tersenyum


"Iya, terimakasih tuan"


Jawab mereka kompak....

__ADS_1


__ADS_2