
Berapa menit kemudian datanglah sekelompok orang yang di bawa oleh Mark, terlihat jika ada 5 orang polisi dan 5 orang pengacara, Mark membawa mereka menuju ke tempat keributan
Dan Kenzo yang melihat siapa pria yang sedang berjalan menuju ke mereka pun mulai merasa marah, Kenzo masih sangat ingat jika pria itu ada lah juru bicara dari tuan Albert yang dia temui di Singapura..
Rasa Marah mulai menyeruak di hati dan fikiran nya, dia meremas tangan nya dengan geram,
"Brengsek...., kalian benar benar telah menjebakku" teriak Kenzo
Mark langsung memerintah para polisi untuk menangkap Kenzo di tempat keributan, Membuat dia semakin marah dan berusaha melepaskan diri
"Aku tidak bersalah, aku di jebak pak polisi, lepaskan tangan kalian dari tubuh ku brengsek"
"Tuan Kenzo, tolong jangan mempersulit pekerjaan kami,sekarang ayo ikut kami ke kantor, kau bisa menjelaskan semua nya di sana" ucap salah satu polisi tersebut,
"Tidak... aku tidak mau, jika kalian tidak percaya, kalian bisa bertanya kepada teman teman ku yang berada disana"
Ucap Kenzo menunjuk ke meja yang dia gunakan tadi, tapi detik kemudian Kenzo langsung terkejut saat melihat di meja tersebut sudah kosong tidak ada teman nya satu pun
"Apa kau mencari teman teman mu tuan Kenzo? " tanya polisi tersebut
"Iya, dimana teman teman ku hah...? apa kalian sudah menangkap nya? "
"Tentu saja tuan Kenzo, sekarang ayo kau ikut kami, atau kami akan melakukan nya secara paksa"
"Tidak...., aku tidak mau, lepaskan aku sialan, kurang ajar kalian semua"
Teriak Kenzo emosi, dia berusaha melepaskan cengkraman para polisi tersebut, tapi tetap saja tidak bisa, sampai akhirnya kelima polisi itu membawa Kenzo secara paksa, mereka mulai keluar dari cafe dan langsung menaiki mobil yang sudah terparkir di depan cafe..
Ikram dan yang lain nya hanya menatap kepergian Kenzo dengan perasaan iba, sungguh tidak di sangka jika Kenzo telah memilih jalan yang salah Hanya demi mendapatkan tender miliyaran rupiah, padalhan jika saja dia menginginkan tender tersebut untuk dia yang memegang nya secara baik baik, maka Ikram akan memberikan nya dengan senang hati, karena mereka sudah menjalin kerja sama sebelum nya.
"Sungguh di sayang kan, ternyata nafsu dan ego nya lebih besar dari pada akal sehat yang dua miliki"
Ucap Ikram menatap kepergian mobil polisi tersebut,
"Kau benar tuan Ikram, sebenernya aku juga pernah mendengar nama perusahaan milik Kenzo, karena dia pernah berada di puncak kejayaan waktu tahun lalu, tapi aku tidak menyangka jika dia telah memilih jalan yang salah, dia lupa jika setiap keberhasilan membutuhkan proses jatuh bangun terlebih dahulu, bukan dengan cara instan yang akhirnya membawa nya pada ke hancuran"
__ADS_1
Ucap Tuan Albert menatap mereka semua, Ikram langsung tersenyum mendengar perkataan dari tuan Albert tersebut, dan dia sangat mengagumi sosok pria paruh baya yang pintar dan berwibawa..
"Ada apa tuan Ikram, kenapa kau menatap ku tersenyum begitu? apakah aku telah salah berbicara?"
"Tentu saja tidak tuan, jujur aku sangat kagum kepada mu tuan Albert, kau benar benar menjadi contoh yang baik untuk para pengusaha baru seperti kami" jawab Ikram tulus
"Haha... kau bisa saja tuan Ikram"
Ucap Tuan Albert terharu, tak lama kemudian para pengacara tersebut mulai memberikan berkas berkas penting tentang kepemilikan perusahaan Kenzo
"Tuan Ikram, ini berkas penting milik perusahaan " Megatic Architect " sekarang perusahaan itu bisa menjadi milik anda secara legal" ucap pengacara milik keluarga Kenzo
"Terimakasih pak pengacara, karena kau sudah membantu ku mengurus semua nya, oya bagaimana dengan pembayaran nya? apakah pengacara ku sudah menyelesaikan nya? "
"Sudah tuan, pengacara anda membeli saham kami dengan harga yang sepantas nya, dan kami sangat bersyukur atas itu semua tuan"
"Iya.., aku hanya ingin menghargai usaha dari pak Bram selaku pemilik perusahaan sesungguhnya"
"Iya, tuan Bram mengirim salam untuk anda, dia juga mengucapkan banyak Terima kasih karena telah menghargai perusahaan milik nya yang sudah di ambang kebangkrutan,"
"Terimakasih tuah, jika begitu kami permisi pamit sekarang juga"
"Okey, silahkan pengacara, " jawab Ikram tersenyum
Setelah melihat kepergian para pengacara tersebut, tuan Albert langsung memukul pundak Ikram dengan bangga
"Kau benar benar berhati mulia anak muda, aku kira kau akan menyita perusahaan milik Kenzo begitu saja, ternyata kau malah membeli perusahaan itu"
"Mana mungkin aku menyita nya tampa menghargai nya tuan Albert, aku tahu jika perusahaan itu di bangun oleh papa nya Kenzo tuan Bram, dan aku tidak akan membuat orang tua mana pun merasa kecewa terhadap diri ku ini"
"Aku salut kepada mu tuan Ikram, oya seperti nya aku dan rekan ku harus segera pamit sekarang juga, karena kami masih memiliki perkerjaan penting"
"Baiklah, tidak masalah tuan Albert, kami akan mengantar anda sampai depan cafe"
Ajak Ikram berjalan menuju menuju keluar dari cafe tersebut, setelah memastikan mobil tuan Albert pergi bersma para rombongan nya,
__ADS_1
Ikram dan Tio langsung berbalik untuk masuk kembali ke dalam cafe..
Tapi tidak di sangka ternyata sudah berdiri dua wanita yang sangat Ikram cintaii tepat di belakang mereka..
"Ayah.... " panggil Cinta langsung berlari ke arah Ikram
"Sayang, jangan lari seperti itu," IIkram memeluk Cinta dengan erat di susul dengan Sinta yang berjalan mendekati mereka
"Mas.., apakah semua masalah nya sudah selesai di atasi? "
"Tentu sayang, nanti Tio yang akan pergi ke kantor polisi beserta pengacara kita untuk menyelesaikan semua nya"
"Benar kah.., huhh... akhirnya si Kenzo licik itu bisa tertangkap juga, " ucap Sinta dengan wajah menahan kesal
"Jangan terlalu benci dengan nya sayang, ingat kau sedang hamil, aku tidak ingin jika wajah anak ku nanti bisa mirip dengan diri nya sayang" Ikram menatap Sinta dengan intens
"Apa....., mana mungkin bisa seperti itu sayang..?
" Kenapa tidak bisa, kata orang orang tua dahulu memang seperti itu sayang"
"Aaa......, aku tidak mau...., baiklah aku tidak akan menyebut nama nya lagi"
Ucap Sinta langsung memeluk tubuh Ikram erat, membuat Ikram dan Tio tertawa lucu melihat tingkah Sinta yang tampak ketakutan..
Begitu pun dengan Cinta, dia ikut tertawa dan langsung memeluk perut Sinta dengan lembut
"Haha...., mama lucu, nanti adik bayi nya pasti mirip sama Cinta mama, mana mungkin mirip sama paman jahat itu"
"Kau benar sayang, mas ayo kita periksa ke dokter kandunngan, aku sudah sangat ingin melihat anak kita di sini mas"
Ucap Sinta sambil menujuk kan jari nya tepat di perut nya yang masih tampak rata,
"Baiklah sayang, aku juga sangat ingin melihat nya, Tio kau bisa langsung ke kantor polisi bersama pengacara, jika ada apa apa, langsung hubungi aku "
"Baik Bos, jika begitu aku pergi sekarang, mari nona Sinta, " pamit Tio kepada mereka...
__ADS_1
Setelah Tio pergi, Ikram, Sinta dan juga Cinta mulai berjalan ke arah mobil mereka...