Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Lepas dari bayang-bayang Wulan


__ADS_3

"Mas.......!!!!


Panggil Sinta dengan nada kesal, dengan cepat dia ingin membawa suaminya tersebut untuk keluar dari ruangan


" Wulan, sepertinya waktu kami untuk menjenguk mu sudah mau habis, jika begitu kami akan menunggu di luar kembali"


Ucap Sinta yang mulai berdiri, tapi dengan cepat Wulan memegang tangan Sinta, membuat dia kembali menatap ke arah Wulan..


"Sinta....,tunggu sebentar" panggil Wulan


"Iya, ada apa Wulan...? "


"Sinta...., aku..., aku sudah berbicara dengan dokter yang akan menangani penyakit ku, jika aku akan segera melakukan pengobatan kanker dan juga penyakit yang lain nya, dan aku sudah memutuskan untuk mempercayai nya apapun yang akan terjadi dengan diriku ini, jadi, saat ini aku rasa kalian sudah bisa pulang ke Indonesia, aku sangat berterimakasih karena kalian sudah mau mengantar dan menemani aku dan bapak, sungguh aku sangat tidak ingin menyusahkan kalian berdua lagi, aku mohon, cukup kalian mengeluarkan biaya pengobatan ku, tapi tidak untuk waktu kalian, aku mohon Sinta.."


Ucap Wulan mengatupkan kedua tangan nya, dia benar-benar merasa tidak enak jika harus menyusahkan mantan suami nya lagi, sudah cukup dia memberi rasa sakit dan penderitaan di masa lalu, dan saat ini Wulan bertekad akan menjauhi kehidupan Ikram dan tidak akan menjadi bayang bayang mereka berdua...


Menurut nya, mantan suami nya tersebut sudah sangat baik terhadap dia dan keluarga nya, jadi, kali ini Wulan ingin membiarkan Ikram bahagia bersama keluarga baru nya...


"Baiklah Wulan, jika itu yang kamu inginkan, aku...dan mas Ikram, akan menuruti apa kata mu ini, dan jika ada waktu kami pasti akan mengunjungi mu lagi dengan membawa Cinta, aku yakin dia pasti sangat merindukan bunda nya.. " jawab Sinta memegang tangan Wulan


Sungguh Sinta benar benar wanita yang berhati bersih, dia tidak merasa iri dan dengki terhadap mantan istri dari suami nya tersebut..


Dengan cepat, Wulan langsung memeluk tubuh Sinta, dan semua itu tidak luput dari penglihatan Ikram,


Ikram sangat kagum dengan apa yang di lakukan oleh istri nya tersebut, dan dia juga berfikir, sudah saat nya dia menjauh dari Wulan dan bayang bayang Wulan yang selalu mengganggu diri nya..

__ADS_1


Cukup bersilaturahmi dengan jarak jauh, dan tidak saling menganggu, tapi selalu ada jika Cinta membutuhkan mereka berdua. karena walau bagaimana pun, masih ada Cinta di tengah tengah ke renggangan mereka


Setelah berpamitan, Ikram dan Sinta langsung keluar dari ruangan tersebut, mereka akan segera mengemas barang barang dan juga berpamitan kepada pak Adam.


Ikram berencana akan mengajak Sinta untuk berlibur di Korea selama satu minggu, dan sebelum kembali ke indonesia nanti, Ikram akan mengajak Sinta untuk menjenguk Wulan dan pak Adam kembali...


Setelah melihat kepergian Sinta dan Ikram dari kamar milik nya, Wulan pun mulai meluapkan kesedihan nya...


Jujur, melupakan orang yang sangat kita cintai itu ternyata tidak semudah yang kita bayang kan, terkadang mulut bisa berkata bohong, tapi hati tetap merasa sakit,


Wulan sangat mengerti, jika sudah tidak ada tempat lagi untuk dirinya di hati sang mantan suami, dari mata Ikram, dia bisa melihat, jika Ikram masih memendam rasa sakit hati terhadap Wulan, tapi jika menatap Sinta, mata Ikram langsung berubah menjadi penuh cinta, persis seperti di masa lalu, saat Ikram menatap dirinya penuh cinta...


Wulan mulai menangis meluapkan kesedihan nya, dia memegang dada nya yang terasa sangat sesak, tampa dia tahu, jika ternyata sudah ada sepasang mata yang menatap nya sedari tadi...


"Hiks.... hiks.... kenapa masih terasa sangat menyakitkan, bukan kah aku sudah meng iklhas kan nya.. ya Tuhan.... aku mohon bantu aku untuk melepaskan beban ini, aku... benar benar ingin hidup dengan tenang, sudah cukup kau menyiksa ku Tuhan..., aku benar benar merasa menyesal dan hancur saat ini" ucap Wulan sesegukan...


Dokter Imran benar benar merasa sangat penasaran, sepertinya dia harus segera mencari tahu tentang kejadian yang terjadi kepada pasien nya tersebut,


Karena walau bagaimana pun, semua yang terjadi di masa lalu sangat berpegangan erat dengan penyakit yang Wulan derita.


Dokter Imran mulai mengerti satu hal, jika penyebab penyakit Wulan bisa kambuh kembali, itu karena di sebab kan oleh diri nya sendiri,terutama semangat hidup yang drop atau jatuh, yang mengakibatkan dia terkena depresi berat sehingga mengakibatkan diri nya tidak menjaga pola hidup sehat dan rutin meminum obat, depresi semakin menjadi setelah rasa sakit di tubuh bersamaan datang nya dengan beban berat yang ada di otak, mereka terus berjalan beriringan membuat Wulan menjadi lebih stres dan tidak punya semangat untuk hidup, dan berakhir dengan bunuh diri agar bisa mengakhiri hidup nya yang terasa sangat berat dan hancur,


Dengan langkah cepat dokter Imran langsung memeluk tubuh Wulan yang masih menangis dengan sangat pilu,..


Entah dorongan apa yang membuat dokter tampan itu, sangat berani melakukan hal tersebut kepada pasien nya yang baru dia kenal..

__ADS_1


Wulan yang merasa ada yang memeluk nya pun, langsung membenamkan wajah nya ke dada bidang tersebut, dia berfikir jika itu pasti adalah bapak nya, tidak mungkin juga itu Ikram, walau sempat menyangkal karena merasa beda terhadap bentuk dada dan wangi nya, tapi Wulan mencoba untuk menikmati dan menepis pemikiran nya itu..


Dengan lembut, dokter Imran mengelus punggung belakang Wulan, memberi ketenangan yang sudah sangat lama tidak Wulan rasakan lagi...


Sampai 10 menit kemudian, baru lah Wulan merasa tenang, dia menciumi dada bidang itu yang terasa sangat wangi, dengan memakai baju kemeja putih membuat Wulan merasa nyaman.. tampa sadar Wulan sudah memejamkan mata nya, dan menikmati pelukkan itu, sampai detik kemudian terdengar suara seseorang yang mengejutkan Wulan...


"Apakah kamu sudah merasa tenang sekarang? " tanya Dokter Imran


Degggh..............


Dengan cepat Wulan melerai pelukkan itu dan menatap orang yang sedang berdiri di samping ranjang nya tersebut, sungguh Wulan sangat merasa terkejut, bahkan saat ini mata nya sudah melotot ingin keluar dari tempat nya...


"Dokter ....!! " ucap Wulan


"Iya..., maaf jika saya sudah lancang memeluk anda, tapi... saya benar benar tidak tega jika harus melihat seorang wanita menangis.." jawab Dokter Imran tersenyum



Membuat Wulan merasa malu dan mulai merutuki kebodohan nya...


"Iya.. tidak apa dokter, seharusnya saya yang meminta maaf, karena sudah membasahi baju dokter, " jawab Wulan tak enak


"Haha.... tidak apa, tidak masalah, nanti air mata kamu yang menempel di baju saya juga bakal kering dengan sendirinya"


Jawab dokter Imran tersenyum, setelah itu dia mulai melakukan pemeriksaan kembali

__ADS_1


__ADS_2