Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Ikram menang telak


__ADS_3

Tepat pukul 12.00 siang, Kenzo dan bawahan nya mulai menuju ke bandara, mereka akan segera pulang ke Indonesia dengan membawa kemenangan di tangan mereka..


Kenzo sudah menyiapkan rencana jika nanti nya Ikram akan menuduh diri nya sebagai dalang dari hilang nya desain perusahaan milik Ikram, dia akan memainkan muslihat dan menjadikan Tio asisten Ikram sebagai pelaku di balik hilang nya desain tersebut,


Saat di perjalanan menuju bandara, Kenzo menyempatkan diri untuk menelfon sekretaris nya yang bernama Novi,


"Hallo Novi" sapa Kenzo di telfon


"Hallo juga bos tampan ku,bagaimana rencana disana? apakah berjalan sesuai rencana? " tanya Novi penasaran


"Tentu saja sekretaris ku yang sexy" jawab Kenzo tersenyum bahagia


"Wah..., benarkah bos, apa mungkin Tuan Ikram yang macho itu ternyata sangat lah bodoh, tapi kenapa dia tidak tergoda dengan rayuan ku ya... "


"Dia memang bodoh Novi, dan karena dia bodoh lah makan nya dia tidak mau dengan wanita secantik diri mu, oya bagaimana ke adaan perusahaan, semua baik baik saja bukan? " tanya Kenzo tersenyum bahagia


"Semua baik baik saja bos, tapi aku sedikit heran dengan pengacara kepercayaan mu, sudah dua hari ini dia selalu datang ke perusahaan milik bos, dan seperti nya dia terlihat sangat sibuk"


"Benarkah begitu? "


"Iya bos, apa bos sedang memberikan nya pekerjaan yang penting saat ini kepada pengacara tersebut ? " tanya Novi penasaran


"Tidak Novi, tapi biarkan saja dia keluar masuk ruang kerja ku, lagian kami sudah sepenuhnya mempercayai diri nya, oya aku tutup telfon nya sekarang ya, karena aku akan lanjut naik pesawat"


"Iya bos, sampai tujuan dengan selamat ya bos, aku menunggu kedatangan bos ku yang tampan" goda Novi manja


Kenzo yang mendengar ucapan dari sekretaris nya itu pun mulai tersenyum senang, mereka memang lah hanya sekedar bos dan pekerja, tapi tidak jarang juga jika Novi lah yang sering memuaskan nafsu milik Kenzo di atas ranjang


Saat ini Kenzo dan kelima teman nya sudah menaiki pesawat menuju ke negara Indonesia, tampa mereka sadari jika tepat di belakang mereka sudah ada seorang pria yang terus mengintai,


Mark memutuskan untuk pulang juga ke Indonesia agar bisa memantau pergerakan Kenzo, dia tersenyum miring melihat aura wajah Kenzo yang terus tersenyum bahagia


***


Sedangkan di Indonesia, saat ini Ikram sedang menyambut kedatangan Client penting yang sudah lama dia tunggu


Setelah melakukan acara penyambutan, Ikram dan para direksi nya mulai membawa kline tersebut menuju ke ruang rapat,


Di dalam ruangan, mereka langsung membahas proyek besar yang sudah Ikram desain, dengan menampilkan layar di depan mereka, Ikram mulai memamerkan kemampuan nya menguasai ilmu Arsitektur


Satu jam menjelaskan, akhirnya terdengar suara tepukkan tangan yang meriah dari para kline yang merasa puas dengan desain yang Ikram miliki, mereka sangat kagum dan terpesona dengan detail dari karya yang Ikram buat, tampa menunggu lama tuan Albert selaku pemilik perusahaan terkenal di Singapura tersebut langsung membuka suara

__ADS_1


"Tuan Ikram, saya sangat menyukai desain yang anda rancang untuk proyek saya ini, dan dengan yakin saya akan memilih perusahaan anda untuk membuat proyek bernilai Rp. 83,6 triliun tersebut"


Ucap tuan Albert langsung di setujui oleh Direksi penting dari perusahaan milik nya,


Ikram tersenyum senang mendengar pernyataan dari tuan Albert, dia langsung memerintahkan Tio untuk mengambil berkas kerja sama untuk kedua belah pihak


"Terimakasih tuan Albert, karena anda sudah mempercayakan proyek besar ini kepada saya, jika begitu mari kita tanda tangani surat kerja sama kita tuan Albert"


"Tentu tuan Ikram, ayo kita sah kan kerja sama yang sangat menguntungkan ini"


Dan. mereka mulai memegang pena masing-masing, dan mulai menandatangani surat perjanjian tersebut..


Setelah semua selesai, Ikram langsung menjabat tangan tuan Albert dengan sopan,


Begitupun dengan tuan Albert, pria paruh baya itu seperti nya sangat menyukai kepribadian Ikram yang terlihat ramah dan sopan,


"Senang bekerja sama dengan anda tuan Albert"


"Saya juga tuan Ikram, oya soal pelontaran dana untuk pertama, saya akan mengirim nya langsung melalui rekening yang anda tulis di surat perjanjian tadi"


"Baiklah, tidak masalah tuan, terimakasih banyak untuk semua nya tuan, saya janji akan memberikan hasil terbaik dan memuaskan" ujar Ikram yakin


"Aku percaya kepada kemampuan mu anak muda, jika begitu ayo kita lanjut untuk makan siang bersama" ajak Tuan Albert


"Oh, tentu tuan Ikram, ayo kita pergi ke cafe itu, aku yakin pasti makanan di cafe istri anda sangat lah enak dan sesuai dengan lidah kita"


"Baiklah tuan Albert"


Jawab Ikram tersenyum, dan mereka mulai berjalan keluar dari ruangan rapat,


Saat ini Ikram dan para tamu sudah menaiki mobil nya masing-masing, di dalam perjalanan Ikram menyempatkan diri untuk memberi tahu sangat Istri jika dia akan membawa Client nya itu untuk makan siang di cafe milik nya


"Haloo sayang" sapa Ikram


"Hallo mas, ada apa ya mas? " tanya Sinta


"Sayang, aku ingin memberi tahu kamu jika aku akan membawa Client penting ku yang datang dari Singapura untuk menjamu makan siang di cafe milik mu, "


"Benarkah mas..mas membawa tuan Albert, salah satu pemilik perusahaan terkenal di Singapura mas? " tanya Sinta terkejut


"Iya sayang, sepertinya dia menyukai masakan Indonesia, jadi tolong hubungi koki andalan di cafe mu sayang, agar mereka tidak terkejut dengan kedatangan kami"

__ADS_1


"Tentu mas, sangat kebetulan karena aku sedang berada di cafe mas, jadi aku sendiri yang akan memantau perkerjaan mereka" jawab Sinta semangat


"Benarkah? lalu Cinta bagaimana? apakah dia sudah pulang kerumah? "


"Dia ada bersama ku mas, setelah pulang sekolah kami langsung menuju kesini"


"Oh, ya sudah jika begitu mungkin sebentar lagi mas akan segera sampai disana"


Ucap Ikram menutup telfon, setelah menempuh setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sudah tiba di depan cafe milik Sinta


Sinta yang mengetahui kedatangan mereka, langsung menyambut pengusaha terkenal itu dengan sopan, dan mereka mulai duduk di kursi yang tersedia di dalam cafe..


Sedang kan di tempat lain, setelah dua jam lama nya menyeberangi negara tetangga, akhirnya pesawat yang mereka tumpangi sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta,


Mark yang melihat Kenzo dan teman teman nya turun pun mulai mengikuti nya dari belakang,


Terlihat jika sudah ada 2 mobil yang menanti kedatangan mereka ber enam, untung saja dia juga sudah menyuruh Louis untuk menjemput nya di bandara, jadi mereka tidak akan kehilangan jejak Kenzo begitu saja.


Beberapa menit kemudian, terlihat mobil Kenzo mulai berjalan keluar dari Bandara, Mark yang sudah naik ke dalam mobil milik Louis pun langsung memerintahkan Louis untuk mengikuti mobil yang ada di depan nya


"Apakah itu mangsa kita Mark? " tanya Louis


"Benar, sepertinya mereka ingin pergi menuju suatu tempat, bagaimana dengan jebakan nya Louis? "


"Sudah beres Mark, para pengacara dan polisi sudah mulai menunggu kedatangan nya,jadi begitu dia berhenti nanti kita akan segera menangkap nya"


"Waw, aku yakin dia pasti akan sangat terkejut Louis, kau tidak tahu saja dengan apa yang dia lakukan saat di Singapura, sepertinya dia benar benar yakin jika sudah berhasil mengalahkan bos kita" jelas Mark tersenyum miring


"Iya, dia sudah salah memilih lawan kali ini, dan kejahatan nya akan segera kita bongkar"


"Kau benar Louis, aku sudah tidak sabar melihat nya menangis darah, oya dimana bos sekarang berada? " tanya Mark penasaran


"Dia sedang berada di cafe milik istri nya, untuk menyambut Client yang sebenarnya dari Singapura"


"Benar kah...? kenapa bisa bertepatan sekali ya..., eh... tunggu Louis, sepertinya mereka mengendarai mobil itu ke arah cafe milik istri bos" ucap Mark terkejut


"Iya, kau benar...., kenapa bisa sangat kebetulan"


"Louis, seperti nya pertunjukan akan semakin seru, tampa di undang mangsa akan mengetahui jebakan nya sendiri"


"Kau benar Mark, cepat kau hubungi para pengacara dan polisi yang akan menangkap mangsa"

__ADS_1


"Siap bro... " ucap Mark tersenyum miring


__ADS_2