Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Kenzo memasuki perangkap nya sendiri


__ADS_3

Saat ini Ikram, Tio dan para Client penting tersebut telah selesai melakukan makan siang mereka,


Tuan Albert, benar benar mengacungi jempol masakan di cafe milik Sinta, dan dia berinisiatif akan menjadikan Cafe tersebut sebagai cafe favorit nya jika sedang berada di jakarta


Ikram merasa sangat bangga saat mendengar pujian dari para Client, dan Ikram langsung mengarahkan pandangan nya ke lantai atas yang berada di atas depan penglihatannya nya,


Ikram menatap sang istri bersama putri cantik nya yang sedang berdiri menatap diri nya dari lantai 2,


Ikram menyunggingkan senyuman manis nya kepada dua wanita berbeda usia tersebut, setelah itu Ikram kembali fokus mendengar kan pembicaraan dari para Client


Beberapa menit kemudian, terdengar suara handphone milik Ikram yang mulai berdering,


Ikram langsung pamit kepada tuan Albert dan yang lain nya untuk mengangkat telfon


Terlihat di layar handphone nama anak buah nya Mark yang memanggil, dengan cepat Ikram langsung mengangkat telfon tersebut


"Hallo Mark" sapa Ikram


"Hallo bos, bos seperti nya sebentar lagi mangsa akan segera masuk ke dalam cafe milik Istri nya bos, "


"Apa...!! bagaimana bisa kebetulan seperti itu Mark? "


"Kami juga tidak tahu bos, aku rasa Kenzo memang sengaja ingin mampir untuk melakukan makan siang bos"


"Iya, bisa jadi Mark, tapi lancang sekali dia menjadikan Cafe istri ku sebagai tempat makan favorit nya" ucap Ikram kesal


"Iya, mungkin karena makanan di cafe bos Sinta memang enak bos, oya lalu apa rencana kita selanjutnya bos? " tanya Mark penasaran


"Tentu saja lakukan seperti rencana awal, oh... iya, kau suruh saja para pengacara dan polisi berkumpul di cafe ku secara diam diam, karena sebelum penangkapan, aku ingin memberi sedikit kejutan untuk nya"


"Baik bos, kami dengan senang hati akan menjadi penonton setia pertunjukan nya"


"Bagus, sekarang apakah dia sudah hampir tiba di depan cafe? "


"Iya bos, sedikit lagi, bos bersiaplah untuk menyambut kedatangan nya"


"Okey Mark"


Jawab Ikram menutup telpon nya, setelah itu dia langsung berbalik ke arah meja dimana mereka para Client masih betah duduk sambil bercerita


Kini Ikram sudah tiba di meja milik nya dan dengan cepat dia langsung membisikkan sesuatu kepada Tio, membuat Tio merubah ekspresi wajah nya..


"Apa kau mengerti Tio? " tanya Ikram setelah berbisik


"Mengerti bos"


"Bagus"

__ADS_1


Tuan Albert yang melihat mereka saling berbisik pun mulai merasa penasaran, ternyata dia juga ingin tahu dengan apa yang Ikram dan asisten nya bicarakan


"Ada apa tuan Ikram? kenapa kalian saling berbisik begitu? "


"Iya, ada sedikit masalah tuan Albert, tapi kami akan segera menyelesaikan nya" Jawab Ikram tersenyum


"Masalah apa..? ayo cerita kepada saya, saya pasti akan membantu Anda tuan Ikram"


"Tapi tuan Albert........


" Jangan sungkan tuan Ikram, ayolah beritahu saya, apa masalah anda saat ini" ucap Tuan Albert memaksa,


"Baiklah tuan Albert"


Jawab Ikram, dan dia langsung menceritakan semua kejadian yang di lakukan oleh rekan bisnis nya tersebut,


Tuan Albert merasa sangat marah terhadap pria bernama Kenzo bagaimana bisa ada sesama pengusaha selicik dan sepicik itu,


"Brengsek..., benar benar licik manusia itu Ikram, aku ingin sekali memberikan nya pelajaran yang setimpal untuk orang seperti dia" ujar tuan Albert merasa kesal


"Iya, aku pun juga begitu tuan Albert, dan saat ini kita tinggal menunggu kedatangan nya, kebetulan dia akan mampir ke cafe istri ku sebentar lagi"


"Benar kah...? "


"Iya tuan, oya apakah anda mau membantu saya untuk menjebak pria tersebut? "


"Tentu saja aku mau tuan Ikram, mari kita buat dia bungkam dan tidak dapat berbicara"


Ucap Ikram tersenyum miring, sekarang tinggal menunggu kedatangan mangsa untuk masuk ke dalam perangkap


Mereka mulai kembali duduk di kursi masing-masing, agar tidak terlihat mencolok dengan mangsa yang sudah tiba di depan pelataran cafe..


Kenzo yang baru saja tiba di cafe tersebut, mulai turun dari mobil di ikuti oleh kelima teman nya,


Bagaikan mendapatkan sebuah jackpot, Kenzo selalu tersenyum bahagia, dia sengaja langsung pergi menuju cafe milik Sinta, karena dia yakin jika selama Sinta memutuskan untuk keluar dari dunia bisnis, dia lebih fokus kepada cafe milik nya, dan Kenzo memanfaatkan ke adaan ini agar bisa melihat wanita itu dan mendekati nya..


"Ayo cepat masuk, aku sudah tidak sabar ingin melihat seseorang"


Ucap Kenzo semangat,membuat kelima pria tersebut mulai tersenyum senang, mereka sudah mengetahui niat bos nya tersebut


"Baik bos, oya aku ingin memakan makanan yang ter enak di cafe ini bos"


"Tentu saja, kalian bebas memesan semua makanan yang kalian mau, dan aku akan membayar nya,"


"Terimakasih bos" jawab mereka kompak


Dan saat ini mereka sudah masuk ke dalam cafe yang terlihat ramai tersebut, Kenzo memilih duduk di kursi dekat pintu keluar, dan dia menghadap menyamping dengan kursi yang Ikram duduki

__ADS_1


Ikram mulai berbisik kepada Client tersebut, jika mangsa yang di tunggu tunggu sudah tiba, mereka akan membiarkan sejenak sampai Kenzo dan teman-temannya menyelesaikan acara makan mereka, agar saat di tangkap nanti, para polisi tidak harus bersusah payah memberikan makan siang kepada mereka ber enam..


Mereka melihat jika makanan yang Kenzo pesan mulai di sajikan oleh sang pelayanan,


"Selamat menikmati tuan tuan"


Ucap pelayan wanita tersebut, dengan cepat Kenzo langsung menyentuh dagu pelayan dengan satu jari nya,


"Terimakasih kembali pelayan cantik, jika aku menjadi suami Sinta nanti aku akan mengangkat mu menjadikan sekretaris pribadi ku" goda Kenzo


Membuat Pelayan wanita itu langsung terkejut dan berpamitan pergi, mereka ber enam langsung tertawa terbahak bahak melihat tingkah pelayan itu,


"Bos..., kau benar benar pintar merayu bos" puji salah satu anak buah nya


"Tentu saja, dan aku yakin dengan rayuan maut ku ini, pasti Sinta Baskara akan jatuh ke pelukkan ku.. "


"Hahah......., kau benar bos, aku yakin kau akan menjadi pria terkaya di negara ini bos"


Ucap mereka sambil tertawa terbahak bahak, Ikram yang mendengar pembicaraan mereka ber enam pun mulai merasa kesal dan marah, dia meremas tangan nya dengan sangat erat ,


Sepertinya dia sudah tidak dapat lagi menahan emosi nya yang sudah hampir meledak, persetan dengan perut mereka yang belum terisi, Ikram tidak peduli dengan semua itu,


Dengan cepat Ikram langsung berdiri dan mengajak Tuan Albert bersalaman, dia berkata dengan sangat lantang membuat semua orang yang ada di dalam cafe mulai melihat ke arah mereka termasuk juga Kenzo dan teman teman nya..


"Terimakasih Tuan Albert yang terhormat, karena anda sudah mempercayakan proyek bernilai ratusan triliun ini kepada perusahaan saya, " ucap Ikram menggema di ruangan tersebut


Tuan Albert yang mengetahui jika Ikram sudah mulai melakukan aksi nya, dia pun langsung ikut berdiri dan membalas ucapan Ikram


"Aku juga berterimakasih dengan mu Tuan Ikram, karena kau sudah menciptakan Desain yang sangat mewah dan berkelas, aku yakin bangunan yang kau buat nanti pasti akan laris manis di pasaran dan akan di sukai oleh seluruh warga Singapura yang akan berkunjung ke tempat tersebut.... " Ucap Tuan Albert tak kalah lantang


Deggg..............


Kenzo yang bisa mendengar pembicaraan mereka dengan sangat jelas pun mulai terdiam membisu, tampa sadar dia sudah menjatuhkan sendok yang sedang dia pegang...


"Apa....... apa..... maksud perkataan mereka? bukan kah.....


" Bos...., bukan kah itu Ikram bos, kenapa dia berjabat tangan dengan pria bernama Tuan Albert, bukan kah kita sudah menemui tuan Albert di Singapura? "


Tanya mereka berlima membuat Kenzo merasa pusing dan naik pitam


"Brengsek....., apa jangan jangan di telah mengerjai kita,,


Brakkk...........


Terdengar suara gebrakan meja yang di lakukan oleh Kenzo, dia langsung berdiri dan berjalan dengan berani ke arah meja yang di duduki Ikram dan para kline penting tersebut...


" Apa maksud semua ini Ikram.....? " teriak Kenzo marah

__ADS_1


Tampa basa basi dia langsung melayang kan tinju nya...


Bukkkkk...............


__ADS_2