
Begitupun dengan Sinta, saat ini dia sudah duduk di atas ranjang ibu Aisyah bersama ibu Aisyah dan juga Cinta..
Mereka bertiga tersenyum senang, saat melihat acara live yang ada di televisi tersebut..
"Ibu sangat bangga dengan nak Ikram nak" ucap Ibu Aisyah memegang tangan Sinta
"Iya, ayah Cinta masuk TV nek, ayah sangat tampan dan gagah" ucap Cinta menimpali
Membuat Sinta semakin tersenyum, dengan lekat Sinta menatap Ikram yang berada di layar televisi tersebut
"Akhirnya kamu bisa sukses sayang, aku bahagia melihat perjuangan mu yang sudah membuahkan hasil, ternyata filing ku saat melihat dirimu dahulu memang tidak pernah salah, kamu yang terbaik sayang, walaupun suatu saat kita tidak berjodoh, tapi aku bisa pergi dengan tenang, karena aku sudah membuka kan mu jalan menuju kesuksesan itu, " ucap Sinta di dalam hati
Tampa terasa, air mata Sinta sudah jatuh membasahi pipi membuat kedua wanita beda usia itu langsung menatap cemas ke arah nya..
"Mama Sinta nangis...? " tanya Cinta
"Iya, kamu kenapa sayang, apa kamu sedang ada masalah? " tanya Ibu Aisyah ikut khawatir
"Eh..., ini cuma air mata kebahagiaan kok buk, Cinta jangan khawatir ya, mama gak apa apa kok, "
Jawab Sinta berbohong, untuk sekarang Sinta tidak ingin memberitahukan pertemuan nya dengan Wulan, karena dia tahu jika keadaan Ibu Aisyah saat ini sedang tidak sehat ,tapi setelah tiba dirumah beberapa hari, pasti Sinta akan menceritakan semua kepada ibu Aisyah...
Setelah berbincang bincang, Sinta dan Cinta pun langsung turun dari atas ranjang , mereka akan segera mengemas barang barang yang kemarin di bawa kerumah sakit, karena sore nanti Ibu Aisyah sudah di perboleh kan untuk pulang kerumah
****
__ADS_1
Sedangkan di ruang rawat milik Wulan, saat ini Wulan masih betah berdiam diri ,sambil menonton acara TV,di atas ranjang milik nya..
Disamping ranjang juga ada kedua orang tua nya yang sedang ikut menonton acara live yang memperkenal kan Ikram sebagai arsitektur terkenal di Indonesia,
Ibu Ningsih dan pak Adam sempat terkejut setengah mati, saat melihat mantan menantu mereka ternyata sudah menjadi pria yang sangat sukses.
Awal nya mereka berdua mengira, jika Ikram hanya lah berubah nasib menjadi pengusaha biasa, tapi tebakan mereka ternyata sangat salah... kini mantan menantu yang pernah di sebut sampah dan hina sudah berdiri tegak di antara perkumpulan pengusaha hebat dan para pejabat tinggi negara...
Sungguh..., ibu Ningsih merasa perasaan yang campur aduk, antara kesal, malu, dan juga menyesal, semua menjadi satu..
Dia mulai menggaruk rambut nya dan meremas tangan nya dengan kuat...
"Lihat lah buk...,! mantan menantu sampah dan hina yang selalu kau caci maki, saat ini dia sudah menjadi arsitektur terkenal di negara kita, bahkan para pejabat dan pembisnis sukses semua pada mendekati nya" ucap pak Adam menyindir Ibu Ningsih
"Heh...., aku tidak perduli, mungkin itu hanya kebetulan saja dia bisa seperti itu, lihat saja, sebentar lagi juga dia akan di lupakan oleh para orang kaya tersebut"
Tiba-tiba terdengar suara Wulan yang memanggil pak Adam
"Pak....! "
" Iya nak, ada apa? apa kamu menginginkan sesuatu? " tanya pak Adam
"Aku.., sudah berbicara kepada Sinta, jika aku ingin kembali mendekati mantan suami ku kembali, dan dia tidak bisa menolak permintaan ku ini, entah karena kasihan atau iba, aku juga tidak tahu, tapi aku yang aku mau, tolong bapak bantu aku, agar aku bisa bertemu dengan mas Ikram kembali pak...! aku benar-benar sangat merindukan nya.. "
Ucap Wulan menangis, Ibu Ningsih yang mendengar permintaan putri nya tersebut pun mulai tersenyum senang,
__ADS_1
"Kau sangat pintar putri ku, ternyata tampa aku menyuruh mu, kau sudah tau apa yang terbaik untuk mu saat ini, walau bagaimana pun, Ikram tetap harus bertanggung jawab atas penyakit mu ini, akhirnya harta ku masih bisa aku selamatkan.. " ucap Ibu Ningsih tersenyum di dalam hati
"Baiklah nak, bapak akan segera menemui nak Ikram, dan mengajak nya bertemu dengan mu" jawab Pak Adam tulus
Sedangkan ibu Ningsih, saat ini dia benar-benar masih mempertahankan ke egoisan dan harga diri nya, jangan sampai mereka berdua tahu jika ibu Ningsih ternyata juga mengharapkan Ikram kembali menjadi menantu nya..
"Terima kasih pak...!! aku yakin, pasti mas Ikram masih mencintaiku seperti dahulu, karena aku sangat mengenal diri nya, apa lagi setelah aku menjelaskan tentang alasan ku memilih jalan ini, pasti dia akan bisa memaklumi dan memaafkan ku, karena cinta yang dia miliki lebih besar dari pada kesalahan yang aku lakukan"
Ucap Wulan dengan percaya diri, karena menurut nya, hubungan Sinta dan Ikram hanya sebatas pelampiasan, dan dia dengan yakin akan berhasil mendapatkan kepercayaan Ikram kembali...
****
Sore pun menyapa, setelah menyelesaikan pertemuan nya dengan para pengusaha sukses dan juga pejabat negara, saat ini Ikram sudah menuju ke rumah sakit bersama Tio..
Di dalam mobil, Ikram menceritakan semua kejadian yang tadi malam dia ketahui, menurutnya Tio adalah sahabat yang jujur dan bijak, karena saat ini Ikram sangat membutuhkan masukkan yang terbaik dan tidak sampai salah mengambil langkah...
"Jadi bagaimana pendapat mu Tio? " tanya Ikram yang sudah selesai menjelaskan pokok permasalahan nya
"Jujur, aku sangat terkejut dan menyayangkan sikap yang dilakukan oleh Wulan, kenapa dia setega itu kepada kamu dan Cinta, aku rasa cinta yang dia miliki sama besar nya dengan ke egoisan yang dia punya, sehingga menyebabkan dia tidak bisa berfikir dengan jernih" jawab Tio menjelaskan
"Iya, kau benar Tio,dan aku pribadi jika harus kembali kepada nya, rasa nya sangat tidak mungkin, walaupun perjuangan kami dahulu sangat besar, tapi kesalahan yang dia lakukan untuk ku dan Cinta juga sama besar nya, sangat sulit untuk kembali menyusun kaca yang sudah pecah menjadi seperti semula, aku yakin, hubungan yang sudah pernah rusak tidak akan bisa berjalan semulus seperti semula"
"Yasudah jika begitu, sekarang tugas mu adalah membiayai pengobatan Wulan sampai sembuh, temui dia dengan Cinta, bagaimana pun Cinta adalah anak kandung nya, dan kau harus bisa memaafkan nya dan menjalin hubungan keluarga seperti biasa, dengan begitu, aku yakin dia pasti akan mempunyai semangat untuk sembuh kembali" jelas Tio menimpali
"Baiklah, aku akan mengikuti saran mu itu teman, dan aku akan membicarakan masalah ini kepada Sinta, agar dia tidak salah paham dengan sikap yang akan lakukan kepada Wulan nanti nya, saat ini aku benar-benar mencintai anak baskara, dan apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan nya pergi dari kehidupan ku" ucap Ikram penuh keyakinan..
__ADS_1
"Haha.......seperti nya kau sudah mulai bucin ya teman, aku suka melihat kau bahagia, tetaplah seperti ini"
Ucap Tio memukul pundak Ikram, setelah itu mereka mulai membahas pembicaraan yang lain nya,sampai akhirnya mobil berhenti di perkarangan rumah sakit....