
"Aku akan pergi ke luar negri untuk melakukan tugas rahasia ku..? "
Ucap bang Jack mengejutkan Ikram ,
"Tugas rahasia apa yang abang maksud..? apa kau masih melakukan pekerjaan dosa itu bang..? " tanya Ikram kesal
"Iya, ini yang terakhir Ikram..? aku janji jika setelah itu aku akan meninggalkan pekerjaan ku sebagai pembunuh bayaran..? "
"Kau..., kenapa kau tidak bisa berubah bang...? "
"Jangan kesal begitu, aku akan berubah aku janji, oya aku minta tolong pada mu, saat aku pergi nanti, tolong kau urus gang Black Dragon, kau hanya perlu memantau nya saja...?"
"Bang..., aku tidak pantas bang..? kenapa bukan Dio saja..?"
"Dio akan aku ajak untuk menjalankan misi ku, aku mohon, jadi lah ketua sementara di kelompok ku..?" ucap nya memelas
"Baiklah bang...? tapi aku tidak bisa setiap saat memantau ke markas besar mu? "
" Ini...ambillah, handphone itu adalah handphone tercanggih, di dalam nya sudah ada saluran CCTV di setiap sudut markas besar, jika ada waktu senggang, kau bisa mengecek CCTV tersebut..?" ucap nya menjelaskan
"Baiklah bang, aku akan melakukan perintah mu ini..?" jawab Ikram
"Ikram...aku tidak tahu berapa lama aku melakukan misi ini, karena ini adalah misi yang sangat berbahaya.., pesan ku, tolong jagalah kelompok gang ku, sayangi mereka seperti keluarga mu sendiri dan juga, kau harus sudah sukses di saat aku kembali nanti.., jika ada apa-apa cepat lah hubungi aku, nomor ku sudah ada di handphone itu? " .
"Baik bang... kau hati hati lah dalam menjalankan misi mu bang...? aku akan menunggu kepulangan mu..? " ucap Ikram sedih
"Hey..., jangan cengeng..? aku bukan mau pergi ke alam baka, jadi jangan menangisi ku..? "
"Maaf..., aku bukan menangis, tapi aku terharu atas kebaikan yang kau berikan kepada ku bang..?"
"Haha... ya ya.., aku memang lah sangat baik, oya satu lagi pesan ku, kau jangan mencari wanita lagi untuk saat ini, saat kau sukses nanti, baru lah kau cari wanita yang soleha, agar masa lalu mu tidak akan terulang lagi..? "
"Baik bang.., aku akan mengingat semua pesan mu itu..? " jawab Ikram tersenyum
__ADS_1
Dan setelah menghabis kan waktu bersama, Ikram pun langsung pamit pulang ke rumah nya, dengan membawa koper yang di berikan oleh bang Jack, dan setelah bersih bersih dia pun langsung menuju kerumah Ibu Aisyah,karena dia sudah sangat merindukan putri kecil nya yang cantik
***
Tidak terasa, malam pun telah tiba, saat ini Ikram dan Cinta sedang berbaring di atas ranjang sambil bersenda gurau..
"Ayah....., kenapa bunda belum juga pulang? " tanya Cinta mendudukan tubuh nya menatap Ikram
Ikram yang mendengar pertanyaan anak nya itu pun langsung bangkit dari tidur dan duduk menatap putri nya itu.. dia akan berusaha untuk memberi pengertian terhadap putri kecil nya
"Sayang...., sebenarnya bunda dan ayah sudah berpisah nak..?, dan kami di larang untuk tinggal bersama, jadi sekarang bunda sudah tinggal di rumah nya sendiri? apa Cinta ingin menemui bunda besok..? " tanya Ikram
"Iya... Cinta mau yah..?, besok ya yah, kita temuin bunda...? cinta kangen? "
"Iya sayang..., ya sudah sekarang Cinta bobok ya.., ayah akan cerita kan dongeng untuk Cinta..? ' bujuk Ikram
" Iya ayah...,Cinta sayang ayah..? "
Ucap Cinta mengecup pipi Ikram, dan Ikram pun tersenyum dengan tingkah lucu anak nya itu, setelah itu dia mulai menceritakan dongeng sambil mengelus rambut Cinta, membuat anak nya tidur terlelap
****
Lain hal nya di tempat lain, tepat nya di rumah mewah kediaman Indra Wiguna, saat ini Wulan sedang berganti baju dengan pakaian yang sangat sexy berbahan sutra dan dia mulai me make over wajah nya dengan sangat cantik,
Setelah selesai dengan kegiatan nya itu, Wulan pun langsung menatap tajam ke arah pria yang sedang menatap nya dengan sangat intens tampa berkedip sambil tersenyum senang...?
"Jangan menatap ku seperti itu sayang..? kau membuat ku semakin menyukai mu..? " jawab Indra tersenyum
"Apa mau mas....? kenapa kau selalu menyuruh ku untuk memakai pakaian seperti ini dan juga berdandan setiap mau tidur..? " tanya Wulan kesal
"Iya..., karena aku suka melihat mu seperti ini..?, jangan menampakkan penyakit mu itu sayang...? apa lagi di hadapan ku..? "
__ADS_1
"Tapi aku memang sakit mas...? bukan kah kau sudah biasa melihat ke adaan ku ini...? "
"iya, itu jika kau di ruang perobatan, tapi saat di luar ruangan, kau harus berdandan layak nya wanita sehat...? pakai lah baju mahal dan juga perhiasan, tampakkan jika kau adalah wanita ku Wulan...?
" Kau benar-benar aneh mas...?, jawab Wulan kesal
"Ini karena aku sangat mencintaimu Wulan..? "
"Terserah kau lah, oya mas aku ingin meminta izin ke padamu..?
" Meminta izin untuk apa..? " tanya nya penasaran
"Aku... aku ingin menemui anak ku mas...? " ucap Wulan menunduk
"Apa....???? tidak Wulan...? aku tidak mengizinkan mu..? " jawab nya teriak
"Tapi kenapa mas..., aku mohon mas, aku sangat merindukan nya...? " ucap Wulan menangis
"Sekali tidak tetap tidak..Wulan..?, aku tidak akan membiarkan mu menemui masa lalu mu..? dan jika kau masih membantah juga, aku tidak akan segan untuk menyakiti mereka Wulan..? "
"Mas.......Indra......??????. Teriak Wulan
"Jangan membentak ku Wulan..?, aku tidak main main dengan perkataan ku ini, kau sudah tahu kan siapa aku sebenarnya? maka turuti lah ucapan ku jika ingin anak mu dan pria miskin itu selamat..? " Ancam Indra
"Baiklah aku akan menuruti apa kata mu.. tapi aku mohon jangan ganggu mereka mas..? " jawab Wulan menangis
"Jangan menangis Wulan...? aku tidak menyukai nya.., ayo sekarang kita tidur, aku akan memeluk mu..? " ajak Indra
Dan mereka pun mulai berbaring di rajang king size itu, dengan Keadaan Wulan yang tidur memunggungi Indra
Dalam diam ternyata Wulan menangis dengan sangat pilu, sungguh dia sangat benar-benar merindukan masa masa dulu saat bersama Ikram dan anak nya, walaupun mereka susah, tapi ada rasa bahagia di hati Wulan..
"Maaf mas..., aku benar-benar sudah kehilangan kalian berdua, bahkan untuk menemui kalian pun aku tidak bisa.? cinta, bunda mohon, jangan membenci bunda Cinta...? aku benar-benar menyesal mas Ikram..? " ucap Wulan di dalam hati
__ADS_1
Dan setelah memastikan Indra tertidur lelap, Wulan pun mulai bangkit setelah menggeser tangan Indra yang memeluk nya erat..
Wulan berjalan menuju meja dan membuka laci itu, dia mengambil buku kecil seperti buku diary dan mulai menuangkan kesedihan yang dia rasakan, karena hanya inilah yang bisa dia lakukan sekarang, menulis isi hati nya yang terpendam......