
Setelah tiba di kantor milik nya, Ikram pun langsung memasuki ruangan kerja dan mengerjakan semua tugas nya yang sudah sangat menumpuk..
Dengan tekun dan rapi Ikram mengerjakan semua pekerjaan nya, dari hal kecil sampai hal penting sekali pun, Ikram sangat detail dan teliti dalam mendesain gambar yang sedang dia rancang,
Dan tepat pukul 3 sore akhir nya Ikram telah menyelesaikan hasil desain yang dia buat untuk seluruh proyek yang sedang dia tangani.
Bahkan Dia pun sudah selesai mendesain gambar cafe yang Sinta minta tempo hari, Ikram yakin jika hasil karya nya ini, pasti akan banyak di sukai oleh semua kalangan dan juga membuat mereka betah untuk berlama lama nongkrong di cafe Sinta tersebut...
Ikram tersenyum smirk saat menatap hasil desain cafe itu, tidak dia sangka, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui...
Ditengah Ikram menjalankan usaha dan misi nya yang sebentar lagi akan selesai dia menangkan, ternyata Ikram juga sudah mulai menjalankan aksi balas dendam nya kepada seseorang yang selalu menghina dan merendahkan diri nya itu..
Kali ini Ikram akan bermain di belakang layar, dan dia akan memainkan permainan yang lembut, sampai musuh nya tidak menyadari jika ada seseorang yang berusaha menjatuhkan tahta ke kayaan nya,
"Kenapa kau tersenyum sendiri Ikram, apa kau sudah gila sekarang? "
Tanya Tio sang asisten yang baru memasuki ruangan Ikram
"Menurut mu, apa yang membuat ku bisa tersenyum"
"Mana aku tahu, memang nya aku dukun bisa menebak isi kepala mu..! " jawab Tio menatap Ikram
"Ya sudah jika kau tidak tahu, oya sebentar lagi aku akan pergi ke markas besar, tolong kau urus semua proyek ku untuk sementara waktu, karena malam ini aku akan menyerang markas Cipto kusumo! " ucap Ikram tegas
"Hah... apa kau gila Ikram ! dia itu kan termasuk pengusaha terkenal di negara kita, bahkan dia memiliki anak buah dan bodyguard yang sangat hebat, apa kau mau mengirim nyawa mu ke markas nya? " tanya Tio terkejut
"Kau tenang saja Tio, aku sudah memiliki strategi yang sangat bagus, dan aku yakin pasti aku dan geng Black Dragon bisa memenangkan pertarungan ini..!"
"Kenapa kau mau bertaruh nyawa untuk menyelamatkan keluarga Baskara, apa kau menyukai putri nya? "
"Tidak Tio..!! aku hanya ingin menolong nya saja, apa kau tidak tahu jika putri Baskara sudah berkali kali hampir terbunuh oleh utusan paman nya itu, bagaimana bisa aku tetap diam Tio, sedangkan aku memiliki kemampuan untuk menolong mereka..! "
"Iya.. kau benar Ikram, aku do'akan semoga kau berhasil memenangkan misi mu ini dan jika kau butuh bantuan, aku siap untuk membantu mu! " ucap Tio serius
"Baiklah, terimakasih kawan, aku tidak ada apa apa nya tampa kalian semua! " jawab Ikram memeluk Tio..
__ADS_1
Setelah perbincangan itu selesai, Ikram pun langsung pergi keluar kantor nya menuju ke arah parkiran untuk menaiki mobil nya..
Tepat satu jam kemudian, kini Ikram sudah tiba di markas besar milik Black Dragon,
Kedatangan nya di sambut dengan hormat oleh semua anggota,
Dan saat ini mereka semua sudah berkumpul di ruangan pertemuan untuk memberitahu kan strategi penyerangan yang akan mereka gunakan.. Ikram sebagai ketua geng, akan berusaha keras agar para anggota nya akan tetap aman tampa ada yang kehilangan nyawa atau pun terluka,
Dan setelah semua para anggota memahami strategi yang di jelaskan oleh Ikram, mereka pun mulai membubarkan diri utuk menyiapkan penyerangan...
"Mark, luis, dan kalian ber lima, ayo ikut aku ke gudang senjata..! " ajak Ikram tegas
"Baik bos..!! " jawab mereka kompak..
Dan saat ini, Ikram dan para anggota nya sudah sampai di gudang senjata milik Black dragon, Ikram memilih senjata yang benar-benar canggih dan keluaran terbaru, karena lawan nya saat ini bukan lah orang orang sembarangan, dan Ikram harus lebih siap dan waspada
"Mark, ambil semua senjata tercanggih dan terbaru, dan untuk para anggota cadangan, kau bisa memberi mereka senjata yang lama, kali ini kita harus berhasil mengalahkan Cipto Kusumo, apa kalian siap..? " tanya Ikram
"Siap bos!! " jawab mereka kompak
Setelah mengambil senjata yang di perlukan, begitu pun dengan Ikram, mereka langsung keluar ruangan menemui para anggota yang sudah berkumpul
Sesampainya di ruangan pertemuan, Ikram menatap ke arah para anggota yang berjumlah 100 orang lebih, sudah siap siaga dengan penampilan mereka,setelah membagi satu persatu senjata yang sudah terisi penuh dengan peluru, Ikram kembali memberi strategi kepada mereka..
"Lawan kita kali ini, bukan lah orang sembarangan, dia termasuk orang berpengaruh di negara ini, maka kalian harus siap jiwa raga, dan kompak dengan yang lain nya dalam menjalankan misi! apa kalian semua siap..? " tanya Ikram teriak
"Siap bos..!! " jawab mereka tak kalah teriak
"Apa pun yang terjadi, jangan tinggal kan teman, dan saling menolong, agar musuh tidak mencurigai gerakan kita, kalian di bagi menjadi 10 regu, salah satu di antara 10 akan menjadi ketua nya, ikuti perintah ketua, dan bersembunyi lah di tempat yang strategis, dan habisi para musuh satu persatu, ingat jangan gegabah gunakan cara halus"
"Kami mengerti bos! "
"Baiklah, pergilah sekarang, ingat jangan menimbulkan kecurigaan, markas mereka ada di tengah hutan, manfaat kan ke adaan sebaik mungkin! "
Setelah memberi aba aba kepada seluruh anggota, mereka mulai pergi per regu dengan jeda waktu 30 menit menuju ke markas musuh, Ikram berencana akan mengepung mereka dari luar dan dalam, dan menghabisi anak buah Cipto satu persatu dengan cara halus
__ADS_1
"Dimana pacar mu Mark, apa dia sudah siap? " tanya Ikram
"" Sudah bos, mungkin sebentar lagi keluar! "
"Aku di sini bos, apa kau sudah tidak sabar ingin melihat hasil penyamaran ku? " tanya wanita yang bernama Jesi
"Wah.... sungguh kau sangat mirip dengan Sinta! "
"Kan aku ahli nya menyamar bos! "
"Okey, aku ancungi jempol kemampuan mu ini! " ucap Ikram memuji
Setelah itu, mereka pun langsung ber siap siap dengan memakai penutup kepala dan menaruh senjata di setiap tubuh mereka,
Tepat pukul 20.00 malam, mereka yang berjumlah 12 orang, langsung bergerak mendatangi markas musuh, dengan menyamar sebagai geng yang sudah mereka tangkap saat di rumah Baskara..
"Ingat, jangan membuat tua bangka itu curiga! jawab sepintar mungkin, untuk mengelabui nya"
"Baik bos, kami mengerti"
Dan setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, mereka pun telah sampai di markas musuh,
Ikram pergi mengendarai mobil para geng yang dia lumpuh kan, jadi dia dengan mudah bisa masuk ke dalam gerbang markas musuh
"Dimana bos..?" tanya Ikram kepada pengawal penjaga
"Di dalam, siapa wanita itu, apa kau berhasil menangkap kelinci kecil bro? "
"Menurut mu? ya sudah kami akan masuk menemui bos sekarang, pasti dia akan sangat senang melihat keberhasilan ku ini! " jawab Ikram
"Ayo kita masuk, dan bawa kelinci kecil jangan sampai dia melarikan diri! "
"Baik bos"
Dan mereka pun menuju masuk ke dalam markas, dengan gaya cool Ikram benar-benar melakukan sandiwara nya dengan sangat apik, begitu pun dengan anggota yang lain..
__ADS_1