
"Jadi apa yang terbaik untuk Wulan saat ini dok? " tanya Ikram
"Tentu saja pengobatan pak, buk Wulan harus melakukan pengobatan kembali, dan dia juga harus melakukan psikoterapi dengan dokter psikiater, untuk mengurangi depresi yang dia alami, karena bu Wulan ini mempunyai 2 penyebab yang membuat dia menjadi depresi, yang pertama karena memiliki penyakit kronis dan yang kedua traumatis di masa lalu, contoh nya, keluarga, kerabat, atau pasangan, dia juga mengidap tekanan batin yang sangat kuat, seperti selalu menanggung beban yang sangat berat lalu di pendam sendiri oleh nya, itu juga bisa menyebabkan depresi yang dia alami semakin menjadi tuan"
Jelas dokter membuat pak Adam dan Ikram hanya bisa diam..
"Dokter, saya berniat ingin membawa nya untuk berobat keluar negeri tepat nya ke Korea,karena disana memiliki fasilitas yang lebih lengkap dan canggih, bagaimana menurut dokter? " tanya Ikram
"Itu sangat bagus tuan, alat dan pengobatan disana sudah lebih canggih dari pada yang ada dirumah sakit ini, jika tuan mau saya bisa merekomendasi kan dokter terbaik disana, dan ibu Wulan bisa secepatnya dibawa ke Korea, tetap lah optimis, walau usia bu Wulan tidak akan lama, karena bagaimana pun, tetap yang maha kuasa yang menentukan umur dari seseorang, jadi untuk keluarga pasien harus tetap berusaha dah berdoa, agar bu Wulan bisa di beri kesembuhan kembali"
Pak Adam yang mendengar pernyataan dari Ikram pun langsung tersenyum senang, akhirnya anak nya bisa berobat kembali dengan dokter yang lebih baik dari sebelumnya..
Setelah sangat dokter selesai menjelaskan tentang penyakit Wulan, akhirnya pak Adam dan Ikram langsung mengundurkan diri..
Dan setiba nya di luar ruangan dokter Rina, Pak Adam langsung menyentuh tangan Ikram, sambil mengucapkan ribuan terimakasih...
"Terimakasih nak Ikram, bapak sangat senang dengan niat baik kamu ini nak, bapak akan segera membawa Wulan untuk berobat keluar negeri"
"Pak Adam, sebenarnya saya sudah memberitahukan niat saya ini kepada Wulan pak, dan ternyata dia tidak mau dan tidak Terima, apa bapak tahu jika dia menginginkan jika saya bisa kembali lagi kepada nya? "
Tanya Ikram mulai menatap wajah pak Adam Intens
"Iya, saya tau nak, dan maaf, karena bapak sempat mendukung nya, bukan kah kamu memang masih memiliki perasaan terhadap anak saya Wulan? "
__ADS_1
"Pak..., kenapa bapak memberikan harapan palsu kepada nya, dia itu sedang sakit, dan saat ini kita harus berkata jujur kepada nya, agar dia mau semangat untuk sembuh, bukan malah mengharap kan suatu hal yang tidak mungkin, pak Adam saya tegaskan sekali lagi kepada bapak, saya benar benar sudah lama melupakan anak bapak, rasa sakit yang dia torehkan untuk saya, sudah menghilang kan rasa cinta saya untuk nya pak, dan kali ini saya murni ingin melakukan tanggung jawab dengan membantu nya berobat sampai sembuh, bukan ingin kembali kepada nya lagi, saya harap bapak bisa menjelaskan nya kepada Wulan dengan perlahan"
"Baiklah nak Ikram, bapak akan memberi tahu Wulan dengan perlahan, " jawab pak Adam tak semangat
"Terimakasih pak, jika begitu saya permisi untuk pulang sekarang pak, hari sudah semakin gelap, besok saya akan menyempatkan diri untuk berkunjung kembali, "
"Iya nak ikram, bapak tunggu kehadiran kamu nak.. "
Setelah meminta izin, Ikram pun langsung berjalan meninggal kan ruangan rumah sakit,
Sedangkan pak Adam, dia sedang fokus menatap punggung Ikram yang sudah semakin menjauh..
"Nak...., ini lah resiko yang harus kamu tanggung dari apa yang kamu perbuat di masa lalu, semua tidak akan sama seperti ekspektasi yang kita bayangkan nak, perasaan Ikram saat ini benar-benar sudah berubah, bahkan semua nya berubah dari diri nya, dia bukan lah Ikram yang dulu pernah bapak kenal, yang memiliki sifat penurut dan lugu, tapi Ikram yang sekarang adalah Ikram yang sangat tegas dan mempunyai prinsip yang kuat, maaf karena bapak tidak bisa membantu mu Wulan.."
Saat dia sedang mendekat ke arah depan pintu kamar, tanpa di sengaja dia mendengar kan pembicaraan istri nya dengan putri nya Wulan,.
Pak Adam yang merasa penasaran pun langsung menghentikan langkah nya dan mulai mendengar kan melalui pintu yang sedikit terbuka...
"Wulan...., kan ibu sudah mengatakan pada mu, jangan emosi nak, kamu harus berbicara dengan pelan dan menyedihkan agar dia tidak tega dengan mu Wulan"
Jelas Ibu Ningsih kesal, sambil memegang kedua bahu putri nya..
"Lihatlah, sekarang kamu hanya diam seperti patung, ibu tahu kamu mempunyai emosi yang tidak bisa di rem, tapi jika dengan Ikram kamu harus pintar bersandiwara, kamu ingin memiliki nya kembalikan Wulan? maka turuti apa perintah ibu, bersandiwara lah seperti dulu, ibu yakin dia akan simpati sama kamu dan akan menuruti semua ke inginkan kamu nak"
__ADS_1
"Apa benar yang ibu ucapkan itu? " tanya Wulan mulai merespon perkataan ibu Ningsih
"Tentu saja sayang, kamu harus menangis bila sedang di dekat Ikram, jangan emosi, ibu yakin dia akan iba, dan tidak akan menyuruh mu untuk berobat keluar negri, untuk apa kita keluar negeri, jika obat mu ada di Ikram, dengan kamu memiliki nya kembali, ibu yakin, kamu pasti bisa sembuh sayang, "
Rayu Ibu Ningsih mempengaruhi Wulan dengan sangat dalam, membuat Wulan langsung tersenyum semangat..
Bbrakkkkk...........
Tiba tiba terdengar suara gebrakan pintu yang membuat kedua wanita itu langsung terkejut setengah mati...
Pak Adam masuk ke kamar Wulan dan langsung menutup pintu dengan rapat, dengan wajah memerah dia sudah ingin meluapkan rasa amarah nya tersebut..
Plakkk............
Plakkk.............
Dua kali tamparan mendarat sempurna di wajah ibu Ningsih, membuat dia langsung marah dengan apa yang suami nya lakukan
"Kenapa kau menamparku pak? " teriak Ibu Ningsih
"Apa buk, apa perlu aku melenyapkan mu atau membuang mu, aku sudah mendengar semua perkataan racun yang kau suntikkan ke dalam otak anak ku Ningsih, tega sekali kau melakukan ini untuk nya hah..! ingat dia itu putri kandung mu, seharus nya kamu lah yang memberi kan nya semangat agar dia mau kembali berobat dan sembuh, tapi kau malah menyuruh nya untuk mengejar laki laki yang sudah menjadi mantan suami nya, laki laki yang pernah kalian injak injak harga dirinya, kalian hina, kalian caci maki dan kalian singkirkan, dimana otak kalian sebenarnya hah? apa kau tidak punya malu sedikit pun Ningsih.... "
"Dan untuk mu Wulan, bukan kah kau sendiri yang pergi meninggalkan nya dengan sangat keji, kau mencoba membuat nya membenci dirimu, tapi kenapa sekarang kau malah ingin kembali kepada nya lagi, apa sebenarnya mau mu Wulan...? jangan membuat bapak malu dan kecewa kepada mu" teriak pak Adam meluapkan emosi
__ADS_1