
"Ujian macam apa lagi ini"
Ucap Ikram mulai meraup wajah nya dengan kasar, baru juga menikah, sudah mendapatkan tugas yang sangat berat, kata Ikram dalam hati
Tampa dia tahu, jika sedari tadi sudah ada yang memperhatikan Ikram sambil tertawa kecil,
Ikram yang mendengar tawa tersebut pun langsung melemparkan jacket yang sedang dia pegang ke tubuh pria tersebut
Brukkkk.......
"Jangan menertawai ku Mark? apa kau lupa jika aku adalah bos mu" ucap Ikram kesal
"Maaf bos, aku hanya sedikit kasihan melihat bos,"
"Bangsat kau Mark, kau tidak perlu mengasihani aku, karena aku pasti bisa mengabulkan permintaan mertua ku tersebut, " jawab Ikram yakin
"Iya, bos memang harus bisa mengabulkan nya, karena bos masih muda dan perkasa, jangan kalah dengan bos besar bos, yang mempunyai bibit sangat premium"
Jelas Mark tampa sadar, Ikram langsung menatap tajam ke arah anak buah nya tersebut
"Apa maksud perkataan mu Mark...? " tanya Ikram penasaran
"Hah......... "
"Cepat apa jelaskan, apa maksud perkataan mu barusan, jangan bilang jika bang Jack_......
" Bos, maaf aku harus kembali ke markas sekarang juga, permisi bos... "
ucap Mark langsung berlari menuju ke arah mobil nya, dengan kencang dia mengendarai mobil dan keluar dari rumah milik Baskara,
Meninggal kan Ikram yang masih diam mematung, sungguh seperti nya bang Jack dan juga Mark sedang menyembunyikan sesuatu dari diri nya...
Tidak terasa, malam sudah datang menyapa, saat ini Ikram dan Sinta sedang berada di atas ranjang,
Sinta menaruh kepala nya di paha Ikram yang sedang duduk selonjor,
Mereka melewatkan makan malam bersama di meja makan, dan memilih makan malam di dalam kamar, entah mengapa Sinta merasa sangat malas untuk turun kebawah..
Ikram yang memiliki janji akan mengunjungi markas pun sangat bingung ingin meminta izin kepada sang istri,
Dengan gaya gelisah, Ikram mulai menggerak gerakkan paha nya yang sudah sangat ingin keluar rumah..
"Ada apa mas....! kenapa dari tadi goyang terus? " tanya Sinta masih memejamkan mata.
"Sayang..., sepertinya mas harus segera keluar menuju ke markas, apakah kamu mengizinkan nya..? " tanya Ikram
Sinta yang mendengar perkataan suami nya itu pun langsung bangun dan duduk menatap wajah Ikram
"Jadi kamu ingin keluar mas? " tanya Sinta
"Iya, apa kamu tidak mengizinkan, jika tidak aku akan tetap dirumah menemani mu"
"Sekarang pukul berapa? "
"Emmm.... pukul 20.00 malam sayang, "
__ADS_1
"Oh, masih sore rupa nya, yasudah, ayo kita kita pergi ke markas bang Jack, aku juga ingin sekali bertemu dengan guru Ayu.. " ajak. Sinta bangkit dari ranjang...
Membuat Ikram merasa terkejut dengan ucapan sang istri, sejak kapan Sinta menjadi akrab dengan guru Ayu, bukan nya sejak pertama bertemu dulu, Sinta tidak pernah bersikap ramah dengan dia....
Ikram mulai bertanya tanya, dan dia masih diam mematung duduk di atas ranjang, sampai akhirnya Suara Sinta mulai menyadarkan nya..
"Mas...., ayo.., kata nya mau ke markas"
ajak Sinta yang sudah siap dengan baju kaos dan celana Jens ketat, tak lupa dia memakai jacket denim berwarna hitam Persis seperti wanita yang akan ikut berpetualang
"Sayang.... mengapa kamu memakai baju seperti itu? " tanya Ikram heran
"Kenapa memang nya mas, aku hanya ingin menyesuaikan ke adaan, kan kita akan pergi mengunjungi markas, jadi ini adalah stelan yang sangat cocok mas Ikram" jelas Sinta
"Oh...., ya baiklah, jika begitu mas akan mengganti baju terlebih dahulu"
"Okey, jangan lama"
Dengan cepat Ikram mengganti stelan nya dengan menggunakan celana panjang hitam dan juga kaos putih, tak lupa juga dia memakai jacket yang menghangat kan tubuh nya..
"Ayo sayang" ajak Ikram tersenyum
Dan mereka mulai turun dari lantai 3 kamar mereka menggunakan lift,
Sesampainya di bawah, terlihat jika Cinta, mama Iren dan juga pak Bagas sedang menonton TV di ruang keluarga,
Cinta yang melihat kedatangan mama dan ayah nya pun, mulai mendatangi nya dengan senang
"Mama sama ayah mau kemana? tanya Cinta penasaran
Dengan cepat Cinta langsung menggeleng kan kepala nya..
"Enggak ah, Cinta dirumah aja sama oma dan opa, ya sudah mama sama ayah pergi aja, tapi jangan lama lama ya"
"Okey sayang" jawab mereka kompak,
Setelah itu, Ikram dan Sinta mulai berjalan menuju ke arah kursi yang di duduki oleh kedua orang tua Sinta..
Papa Baskara menatap penampilan kedua anak nya yang sangat mencolok bak detektif yang akan bertugas
"Kenapa kalian berpakaian seperti ini? " tanya papa Bagas
"Memang nya kenapa pa, kami ini akan pergi ke markas bang Jack, jadi aku harus mengikuti gaya suami ku dong, iya kan ma? "
"Iya sayang, kamu keren banget sayang, seperti anggota geng juga"
"Mama.......... " panggil papa Bagas tak suka
Dengan cepat Ikram langsung berpamitan kepada mertua nya tersebut, dan mereka langsung keluar menuju ke arah mobil yang terparkir...
Di dalam mobil, Sinta terus tertawa karena Ikram sangat takut dengan ekspresi yang ada di wajah papa Baskara...
"Jangan tertawa terus Sinta" ucap Ikram
"hahaha......., apa mas Ikram takut dengan papa? "
__ADS_1
"Tidak lah, mana mungkin aku takut, aku hanya menghormati papa mu sayang"
"Baiklah, aku percaya pada mu mas"
Jawab Sinta tersenyum, tak lama kemudian mereka sudah tiba di depan gerbang markas,
Para penjaga gerbang langsung membuka kan pintu Gerbang untuk bos kedua mereka..
Setiba nya di depan markas, Ikram langsung turun bersama sang Istri, Mark dan Louis yang berada di ruangan depan pun langsung menyambut kedatangan mereka
"Selamat datang bos, selamat datang juga nona bos" ucap mereka hormat
"iya selamat bertemu kembali Mark dan Louis, oya dimana bos besar kalian? " tanya Ikram penasaran
"Bos besar ada di lantai dua bos, kami akan memanggil nya untuk anda"
"Eits....... tidak perlu, biar aku dan istri ku yang akan menghampiri nya ke atas"
"Tapi bos... "
"Tenang lah, aku kan juga bos kalian, jadi kalian juga harus menuruti perintah ku" ucap Ikram menatap seris
"Baik bos" jawab mereka kompak
Dengan cepat Ikram langsung menggandeng tangan Sinta dengan tersenyum senang
"Ayo sayang...., kita lihat sedang apa bujang lapuk itu di dalam kamar nya.. "
kata Ikram sambil melirik menatap kedua anak buah nya tersebut
"Okey , bay Mark dan Louis" ejek Sinta tersenyum
Dan mereka mulai berjalan menaiki tangga menuju ke lantai dua,
"Akan kita bongkar rahasia bang Jack yang dia sembunyikan dari ku sayang" ucap Ikram kepada Sinta
"Wah.... aku tidak tahu, jika bang Jack ternyata punya rahasia juga dengan mu mas, "
"Tentu saja ada, dia itu kan memang jago nya menyimpan rahasia, apalagi menyamar dan ber alibi, aku rasa itu adalah ke ahlian nya, " jawab Ikram
Dan setiba nya di depan pintu kamar milik bang Jack, Ikram langsung menekan gagang pintu tersebut..
kebiasaan bang Jack adalah, dia tidak pernah mengunci pintu kamar nya sendiri, jadi sangat menguntung kan untuk Ikram dan Sinta..
Cklekkk............
Jeng..... jeng... jeng......
Hay para pembaca setia ku, semoga sampai di bab yang sudah 100 lebih ini, kalian masih suka ya sama cerita nya, jika ada saran atau masukkan untuk cerita aku, bisa tulis komen di bawah ya.
Aku sebagai penulis, pasti akan menerima saran kalian dengan perasaan senang, sekali lagi, jangan lupa Like, favorit, dan komen ya,
kalau mau juga bisa kirim hadiah atau vote.
makasih semuanya 🙏🙏🙏🙏😃🥰🥰🥰
__ADS_1