Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Kepanikan Sinta


__ADS_3

Kenzo terus menjerit dan berteriak, sampai akhirnya mulut nya terdiam dan bukam ketika mata nya mulai menatap selembar kertas yang di perlihatkan oleh Tio,


Dari balik besi sel Kenzo mulai membaca dengan teliti setiap tulisan yang terdapat di kertas tersebut,


Dan detik kemudian, Kenzo mulai merebut dan meremas kertas itu dengan perasaan sangat marah...


"Bangsat kalian semua, kalian benar benar sudah menipu ku, akan ku bunuh kau Ikram"


Teriak Kenzo kembali menggema di ruang tahanan tersebut, membuat tahanan yang berada di dalam sel lain mulai menatap ke arah mereka...


"Jangan berteriak seperti itu Kenzo, sekarang nikmatilah hasil dari perbuatan buruk mu, bukan kah waktu itu aku sudah pernah mengingat kan mu untuk tidak mengganggu bos ku, tapi kau sendiri yang tidak mau menuruti nya, dan sekarang kau sudah tahu


alasan di balik ucapan ku tempo hari bukan? maka nikmati lah buah dari hasil perbuatan mu itu" kata Tio tersenyum mengejek


"Kau...., jika aku bebas nanti, kau lah orang pertama yang akan aku habisi Tio, kalian benar benar sudah merebut perusahaan dan juga kebebasan ku, aku akan menuntut balas suatu saat nanti, ingat itu di benak kalian masing masing" teriak Kenzo dengan marah...


Mereka bertiga hanya tersenyum tipis menatap kemarahan Kenzo yang semakin menjadi, dan setelah semua selesai mereka sampai kan, mereka pun langsung keluar dari ruang tahanan menuju ke tempat polisi yang sedang duduk bertugas..


Tio ingin menanyakan ke adaan ibu Ningsih yang kebetulan juga di tahan di tahanan kantor tersebut...


"Bagaimana, apakah kalian sudah selesai? " tanya salah satu polisi yang menjadi teman mereka bertiga


"Sudah, biarkan saja tahanan itu berteriak seperti itu, nanti juga akan lelah dengan sendirinya" ucap Tio


"Okey, tapi jika aku sudah merasa tidak kuat mendengar nya maka aku akan memberi nya sedikit pelajaran"


"Ya..., silahkan saja, oya bagaimana dengan tahanan wanita yang bernama ibu Ningsih, apakah dia masih mengalami sakit di kaki nya? "


"Iya, seperti yang kau tahu Tio, ibu itu sudah tua dan kesehatan nya pun sudah mulai menurun, aku mendengar dari penjaga lapas jika wanita itu setiap malam selalu menangis, dia menyebut nama suami dan juga anak nya, seperti nya dia sangat merindukan keluarga nya Tio"


"Benarkah seperti itu...?, huh... semoga saja dia sudah menyadari setiap kesalahan yang dulu dia lakukan"


"Iya, semoga saja, lagian hukuman nya masih sangat lama dia selesai kan, aku takut jika dia akan meninggal sebelum menyelesaikan masa hukuman nya Tio" jelas polisi tersebut


"Iya..., itu juga bisa terjadi, karena waktu sepuluh tahun bukan lah waktu yang sebentar, oya tolong kau awasi dia ya, tolong periksa kesehatan nya setiap seminggu sekali, walau bagaimana pun, kita tetap harus menjaga nya sampai keluarga nya kembali lagi ke Indonesia "

__ADS_1


"Siap Tio, aku pasti akan melakukan nya" jawab polisi tersebut,


Setelah berbincang bincang sebentar, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke tempat masing masing,


Tio mulai mengendarai mobil nya ke arah kantor milik Ikram,sedangkan Mike dan pengacara mulai menuju ke tempat mereka masing-masing...


Tepat pukul 17.00 sore, Tio sudah tiba di dalam kantor milik Ikram, dia langsung naik menggunakan lift menuju ke lantai ruang kerja Ikram,


Sesampainya di depan Ruangan Tio langsung mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan, terlihat jika Ikram sedang fokus mengerjakan proyek milik tuan Albert,


Sepertinya malam ini mereka akan bekerja lembur guna menyelesaikan semua desain proyek yang harus selesai dengan tepat waktu


"Sore Bos.. " sapa Tio yang langsung menghentikan jari Ikram yang sedang menulis


"Kau..., bagaimana masalah Kenzo, apakah semua sudah selesai Tio? " tanya Ikram penasaran


"Sudah bos, dan aku sudah memberitahu diri nya jika kau sudah menjadi pemilik resmi perusahaan milik nya saat ini, apakah kau tahu apa yang terjadi selanjutnya bos? "


"Memang nya apa yang terjadi selanjutnya Tio, cepat katakan? "


"Benarkah...? kurang ajar sekali dia, pantas saja sejak tadi kuping ku ini terasa panas, ternyata ada orang yang sedang mencaci maki ku" ucap Ikram manggut manggut


"Haha....., untung saja kau tidak sedang makan bos, jika tidak pasti kau akan tersedak karena makian nya tersebut, "


"Jangan menertawai ku Tio, ayo sekarang kita kembali bekerja, semakin cepat semakin baik" ajak. Ikram kepada Tio


"Baiklah, " jawab Tio langsung duduk di kursi tamu, dia mulai kembali membuka laptop milik nya dan menyelesaikan pekerjaan nya...


Begitu pun dengan Ikram, kini dia sudah sangat fokus menyelesaikan proyek yang dia tangani, Ikram mempunyai timing jika selama sebulan dia akan merampungkan proyek nya tersebut...


"Semangat Ikram, demi kedua orang wanita yang aku sayangi dan juga demi calon bayi ku nanti" ucap Ikram menyemangati diri nya sendiri...


*****


Sedangkan di rumah milik Ikram, saat ini Sinta dan Cinta sedang menikmati rujak buah yang sempat dia beli saat pulang dari rumah sakit bersama Ikram,

__ADS_1


Sambil memakan rujak buah tersebut, tiba tiba Cinta teringat dengan bunda kandung nya, tidak terasa sudah sebulan lama nya dia tidak pernah bertemu dengan bunda nya tersebut


"Mama...., Cinta kangen sama bunda." ucap Cinta dengan wajah sedih


Sinta yang mendengar ucapan dari sang putri pun langsung menghentikan makan nya dan menatap wajah Cinta dengan sayang


"Sabar ya sayang, sebentar lagi bunda pasti pulang, " Jawab Sinta menyentuh pipi Cinta yang putih mulus


"Kapan mama.? bunda jarang banget video call Cinta, setiap Cinta telfon pasti tidak di angkat, "


"Mungkin Bunda lagi sibuk sayang, ya sudah sekarang Cinta tidur sore aja yuk biar mama temenin"


"Iya mama"


Jawab Cinta tak bersemangat, mereka langsung meninggal kan rujak buah yang masih tersisa di dalam wadah, Sinta menuntun tubuh Cinta dengan sayang, sungguh dia sangat sedih melihat Cinta yang kekurangan kasih sayang dari bunda kandung nya sendiri..


Lima belas menit kemudian, Cinta pun sudah tertidur dengan lelap,mungkin karena terlalu lelah membuat Cinta langsung tertidur,


Dengan perlahan, Sinta mulai bangkit dari atas ranjang, dia berniat akan menelfon Wulan untuk memberitahu setiap keluh kesah yang Cinta curahkan kepada diri nya,


Tut..... tut....... tut........


Beberapa kali menelfon, tapi tetap di angkat oleh pemilik nya, Sinta pun mulai khawatir dengan keadaan Wulan yang memang sudah mulai susah untuk di hubungi selama sebulan ini...


Dengan cepat Sinta mulai menghubungi salah satu perawat yang dia utus untuk membantu pak Adam dalam mengurus Wulan,


"Hallo...., dimana Wulan berada? kenapa setiap aku menelfon nya dia tidak pernah mengangkat nya Suster? " tanya Sinta penasaran


"Nona Sinta...., maaf saya tidak berani memberikan informasi apa pun kepada nona, karena nona Wulan melarang saya nona" ucap Suster tersebut dengan memakai bahasa Inggris


"Apa....!! apa maksud nya Suster, memang nya kenapa dia melarang kamu hah, apa terjadi sesuatu dengan diri nya...? "


Tut....


Tiba tiba panggilan itu putus, membuat Sinta mulai panik...

__ADS_1


__ADS_2