Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Semakin dekat dan Kompak


__ADS_3

Setelah menyelesaikan acara makan siang mereka, Sinta pun langsung bangkit dari duduk nya, ketika mendengar suara handphone milik nya yang berdering, dan Sinta bergegas untuk mengangkat telfon itu


"Hallo Haris..? " ucap Sinta tegas


"Hallo, selamat siang nona muda, ada hal penting yang akan saya tanyakan kepada nona muda? " tanya Haris


"Ada apa Haris,ayo katakan? "


"Aku ingin bertanya kepada nona, kira kira kapan nona bisa mengunjungi kantor, karena sudah sangat banyak berkas berkas penting yang menunggu tanda tangan dari nona? "


"Seperti nya besok aku akan full kembali bekerja di kantor, memang nya berkas apa yang saat ini benar-benar memerlukan tanda tangan dari ku..? " tanya Sinta


"Berkas proyek pembangunan perumahan elit nona, tuan Ikram selaku pemegang proyek dia sudah merampungkan pengerjaan nya, dan sudah saat nya melakukan rapat pertemuan antara pemilik saham perusahaan dan pemegang proyek, agar perumahan bisa langsung kita pasar kan.. "


"Baiklah, jika begitu nanti aku akan mampir ke kantor, untuk menandatangani berkas nya, agar lusa kita bisa langsung mengadakan rapat"


"Baik nona, jika begitu aku akan menunggu dan menyiapkan berkas berkas yang lain yang di perlukan"


"Bagus, kau urus semua ya Haris, sebentar lagi aku akan sampai.. "


Jawab Sinta, setelah itu dia pun langsung mematikan handphone nya dan berbalik badan,


tapi sesaat kemudian....


"Aaakkk...... " jerit Sinta terkejut dan langsung oleng ke belakang


Dengan cepat , Ikram memegang tubuh Sinta yang hampir terjatuh...


Greebbb..........


Ikram menangkap nya dan memegang pinggang Sinta dengan erat, dan tampa sengaja mereka saling menatap satu sama lain, mengunci tatapan itu dan menelusuri ke dalam mata indah masing-masing..


Ikram terus menatap nya dengan intens, terlihat jelas di mata Sinta yang sangat indah, jika dia memancarkan rasa yang begitu dalam untuk diri nya, lalu Ikram pun turun menyusuri bibir Sinta yang merah seperti buah cery yang sangat menggoda iman, dia ingat jika sudah dua kali Ikram merasakan bibir merah itu,


Dan saat otak nya mulai berfikir liar, Ikram pun di kejutkan dengan remasan tangan Sinta yang terasa menyakit kan di lengan nya..


"Ikram..., ayo tegak kan aku..? lihat lah mereka bertiga mulai menatap ke arah kita" ucap Sinta menyadar kan Ikram


"Baiklah... "


Jawab Ikram dan langsung berdiri dengan tegak kembali, menetralkan fikiran nya yang sudah sedikit eror

__ADS_1


"Ibu guru, lihat ayah Cinta, lucu kan..? ayah suka banget tu pegang tante Sinta.. " ucap Cinta polos


"Cinta..., gak boleh ngomong gitu lo, tadi ayah kan tolongi tante Sinta yang hampir terjatuh" jelas ibu Aisyah menimpali


"Iya..., nenek" jawab Cinta dengan suara tawa Cekikikan...


Sedangkan guru muda itu, hanya tersenyum tipis saat melihat pemandangan yang baru saja terjadi...


*****


Saat ini Ikram dan Sinta sudah tiba di kantor milik Ikram, bangunan 3 lantai yang seharus nya hanya bangunan sederhana,kini telah di sulap oleh Ikram menjadi bangunan dengan desain yang mewah dan berkelas,


Di antara bangunan di jalan itu, hanya kantor Ikram lah yang sangat mencolok dan ber desain paling bagus, membuat orang penasaran dan ingin masuk bila sudah melewati nya..


Dan karena itu juga lah, saat ini Ikram sangat banyak mendapatkan penawaran proyek atau pun penawaran pribadi dari kalangan orang-orang kaya yang menyukai arsiktektur milik nya..


"Maaf ruangan ku kecil dan tak seluas ruangan mu Sinta.. " ucap Ikram membuyarkan rasa pesona Sinta


"Ikram....., ini sangat indah dan berkelas, aku sangat menyukai desain dan interior di ruangan mu ini Ikram.. " ucap nya masih terpesona


"Benarkah Sinta...? "


"Iya Ikram..., kalau kamu bersedia, aku juga mau jika di ruangan ku di desain menjadi seperti ini.."


"Aku senang karena saat ini kamu benar-benar sudah berhasil, banyak orang-orang berkelas dan para pejabat yang suka memakai jasa mu,oya kalau perusahaan ku memberi kan mu proyek pembangunan mall, apa kamu siap Ikram? " tanya Sinta serius


"Aku siap Sinta.., karena perusahaan ku kini sudah mampu untuk menyediakan material nya.. "


"Baiklah, jika begitu aku akan mengusulkan nya nanti" ucap Sinta tersenyum


tok.... tok.... tok..


"Masuk... "


Dan tak lama orang yang mengetuk pintu itu pun langsung masuk ke dalam ruangan Ikram


"Permisi Ikram....,aku ingin me....!!! wah ternyata ada tamu kehormatan ya... ?


" Hehe....hay mas Tio"


"Hallo juga nona Baskara," jawab Tio menatap Sinta sambil tersenyum manis

__ADS_1


"Jangan sok tebar pesona, cepat katakan ada apa kau menelfon ku.. " ucap Ikram memukul Tio dengan buku


"Iya..., gak sabaran banget jadi bos, ini lihat lah, aku sudah menyelesaikan semua yang kau perintahkan, bagaimana menurut mu Ikram? " tanya Tio memberikan sebuah tab kepada Ikram


Dan Ikram langsung melihat video itu dan tersenyum bahagia


"Wah...., aku sangat puas dengan hasil nya Tio, aku yakin begitu cafe ini di buka, pasti akan sangat ramai pengunjung nya... "


"Kau benar Ikram, kau sudah berhasil mengubah cafe itu menjadi gaya anak muda dan sangat nyaman di singgahi oleh semua kalangan, , oya satu lagi Ikram, kau mendapat penawaran bisnis dari perusahaan besar, soal detail nya akan aku jelaskan besok"


"Ya sudah kau urus saja berkas proyek yang sudah rampung kita kerjakan, aku akan membahas ini dengan Sinta"


"Baik, aku permisi, mari nona Baskara" Ucap Tio sopan


Setelah Tio keluar dari ruangan, Ikram pun langsung duduk di kursi samping Sinta..


"Aku ada kejutan untuk mu..! "


"Apa Ikram...?


" Ini, lihat lah, kamu pasti akan senang jika Melihat nya" ucap ikram memberi tablet ke tangan Sinta


Dan Sinta pun langsung membuka video yang ada di tablet itu,


"Ini beneran cafe aku Ikram...? " tanya Sinta tersenyum


"Menurut mu..? "


"Wah..., ini sangat indah dan mewah Ikram,kenapa kamu tidak memberi tahu ku jika cafe ku sudah mulai kamu renovasi? "


"Aku sengaja Sinta, karena aku ingin memberi kejutan"


"Hemmm...... aku benar-benar terkejut Ikram..terimakasih ya karena sudah mendesain ulang cafe ku..? " ucap Sinta langsung memeluk tubuh Ikram


Sinta merasa sangat bahagia, dengan kejutan yang Ikram berikan, walau hanya sebuah pekerjaan, tapi itu sangat terasa istimewa untuk Sinta


Dan tampa sadar Ikram pun saat ini sudah membalas pelukkan Sinta, entah mengapa saat menatap wajah bahagia Sinta, Ikram merasakan bahagia di hati nya..


"Jadi kapan cafe mu ini akan di buka kembali? " tanya Ikram setelah melerai pelukkan


"Secepatnya Ikram..., aku sudah tidak sabar ingin bersaing dengan restoran Daun Kipas..? " jawab Sinta semangat

__ADS_1


"Aku setuju dengan pemikiran mu Sinta.."


Jawab ikram tersenyum smirk.....


__ADS_2