
Ckklekkk..........
Terdengar suar pintu yang di buka oleh seseorang dari luar
Sinta dan Ikram yang mendengar suara langkah kaki itu pun mulai menatap ke arah pintu...
Tak lama muncul lah seseorang yang masuk ke dalam..
"Kamu.......! " ucap papa Bagas..
Pria paruh baya itu menatap Ikram dengan lama, membuat Sinta merasa heran
"Ada apa pa...? kenapa papa menatap Ikram sangat dalam...? "
"Oh.., jadi nama nya Ikram..? tanya papa senang
"Pagi om..., senang bisa bertemu dengan om kembali" ujar Ikram hormat
"Iya.. pagi juga, ternyata kau masih mengingat ku ya anak muda.. aku juga sangat senang bisa bertemu dengan mu lagi.. jujur sebenarnya sejak pertemuan pertama kita dahulu, aku menyuruh anak buah ku untuk mencari mu, tapi sayang aku tak berhasil menemukan mu.." jelas pak Bagas
"Mungkin memang belum takdir nya Tuan, bukti nya sekarang ini kita bisa bertemu lagi, tapi untuk apa kau mencari ku tuan.. "
"Ya tentu saja untuk megucap kan kata terimakasih dengan resmi...wah lihat lah, kau bertambah gagah sekarang ya.. "
Ucap pak Bagas yang memukul bahu Ikram, sedangkan Sinta saat ini dia sedang bengong tak percaya dengan apa yang dia lihat di depan mata...
"Jadi papa sudah mengenal Ikram..? tanya Sinta perasaan
" Tidak Sinta.. papa belum mengenal nya.. kamu ingat kan sayang, setahun yang lalu kejadian papa mau di rampok dan ada yang menyelamatkan papa.. dia lah penyelamat itu nak.."
"Iya.. aku ingat pa..dulu papa juga mengatakan jika papa sedang mencari pemuda itu tapi tidak ketemu juga..., dan sekarang.. waah... dunia memang sangat sempit ya pa.." jawab Sinta tersenyum
"Iya, papa juga tidak menyangka nya.. " oya apa kau bekerja di kantor ku sekarang...? "
"Bukan perkerja pa.. tapi dia sedang berbisnis dengan kita... " jawab Sinta merangkul papa nya dengan manja
"Maksud nya berbisnis..? "
"Iya,,, dia adalah orang yang aku ceritakan sama papa... arsitek muda itu..." jawab Sinta berbisik
"Oh.... papa mengerti sekarang.. ! " papa Baskara tersenyum
Dan pak Bagas kembali menatap ke arah Ikram..
" Selamat bergabung di perusahaan kami ya..semoga kamu puas dengan kerja sama yang kita bangun"
"Terimakasih tuan..., tentu saya sangat puas tuan, dan saya sangat bersyukur karena perusahaan tuan mau mempercayakan saya proyek yang mahal ini.."jawab Ikram menjabat tangan pak Bagas..
" Tolong, jangan panggil saya tuan Ikram... panggil saja pak Bagas, agar terlihat lebih akrab.."
"Tapi....
__ADS_1
" Benar yang di ucapkan papa ku Ikram..., panggil papa pak Bagas, dan kamu, panggil aku Sinta... jangan ada embel embel ibu direktur... aku tidak suka... "
"Baiklah Sinta, pak Bagas.. " jawab Ikram sopan
"Ya sudah, bagaimana jika kita makan siang sekarang..., sudah pukul 11 siang, sekalian menghabiskan waktu sebentar untuk mengobrol di cafe.. " ajak pak Bagas..
"Pah..., ke cafe kita aja ya, sekalian Sinta mau meminta pendapat Ikram tentang desain nya.. "
"Baiklah nak... kamu memang pintar memanfaatkan ke adaan nak.. " sindir pak Bagas tersenyum
"Kan anak papa.. " Sinta bahagia-
Dan Ikram hanya menatap mereka saja tanpa menanggapi pembahasan mereka..
Setelah itu, mereka pun mulai keluar dari kantor menuju mobil masing-masing..
Saat akan menaiki mobil. nya, Ikram di kejutkan oleh seseorang yang ada di belakang nya..
"Sinta.....kamu kenapa ada di belakang ku...? " tanya Ikram heran
"Aku.... tentu saja karena ingin menumpang dengan mu... " jawab nya tersenyum
"Tapi... kenapa ingin menumpang dengan ku...? kenapa tidak bersama papa mu..? "
"Gak ah..., mobil papa kan penuh sama para pengawal nya..., gak boleh ya kalau aku naik mobil kamu...? " tanya Sinta sedih
"Eh..., boleh kok...tapi mobil ku kan cuma mobil seken dan zaman..apa kamu tidak malu menaiki nya...? "
"Tidak... siapa bilang aku malu..., ayo buka kan pintu nya, agar aku bisa masuk.."
Dan Ikram langsung membukakan pintu mobil nya, di susul dengan masuk nya Sinta dan setelah itu, Ikram langsung menjalankan mobil nya itu...
Di dalam perjalanan, Sinta selalu menatap Ikram dengan terus menyunggingkan senyum nya...
Dan Ikram yang di tatap seperti itu pun mulai merasa risih dan aneh..
"Apa ada yang lucu dengan wajah ku Sinta...? " tanya Ikram penasaran
"Tidak...
" Lalu.. kenapa kau selalu menatap ku dan tersenyum senyum sendiri..? "
"Ya gak apa apa... aku cuma sukak aja ngelakui nya... jawab nya tersenyum
" Kamu aneh,, makin lama makin aneh Sinta..."
"Masak sih...cantik gini kok di bilang aneh.. emang nya menurut kamu aku gak cantik ya..?
" Cantik.... semua wanita kan memang terlahir cantik... kalau ganteng itu nama nya pria.. " jawab Ikram cuek
"Kalau kamu.... suka gak liat ke cantikan aku...??
__ADS_1
" Biasa aja... "
"Oh..., gak apa apa..., nanti kamu juga bakal sadar kalau aku itu sebenarnya memang cantik.."
"Ya... terserah kamu Sinta..."
Tak lama kemudian mobil Ikram pun berhenti di depan cafe yang terlihat sepi,
Setelah tiba di Cafe, mereka langsung masuk ke dalam menyusul pak Bagas yang sudah duduk di bangku tempat makan...
"Papah udah dari tadi nyampek nya..? " tanya Sinta penasaran
"Udah... kalian aja yang lama banget, bahagia ya seperti nya bisa habiskan waktu ber dua di dalam mobil.." ucap pak Bagas menggoda
"Maaf Pak...saya memang tidak berani mengebut, karena belum terlalu mahir membawa mobil, tapi saya akan mengikuti khursus belajar stir kembali agar lebih lancar.. "
"Iya..., bagus itu Ikram..., tapi selagi anak saya tidak komen seperti nya tidak masalah... "
"Papa...." jawab Sinta malu..
"Oya kamu mau makan apa Ikram, biar sekalian aku pesan kan.. "
"Apa disini tersedia menu ayam penyet..? "
"Iya ada... apa kamu mau aku pesan kan makanan itu..? "
"Iya, itu saja, dan minum nya air putih saja.. " jawab Ikram
"Baiklah..., papa mau makan apa..? " tanya Sinta
"Kamu buat sama saja seperti pesanan Ikram.. papa juga sudah lama tidak memakan menu itu.. "
"Okey..., sebentar ya, aku ke belakang dulu, sekalian mau lihat ke adaan dapur cafe.."
Dan Sinta langsung menuju ke arah belakang..
Saat ini, tinggal lah mereka ber dua yang duduk dengan perasaan canggung..
"Nak Ikram...apa kamu sudah menikah...? " tanya pak Bagas...
"Oh..., sudah pak...dan kami memiliki satu orang putri, tapi pernikahan saya gagal.. hanya bertahan 3,5 tahun.." jawab Ikram
"Wah..., sangat di sayangkan ya nak.."
"Apa kamu tidak berniat untuk membangun rumah tangga kembali..? " tanya pak Bagas
"Saya belum ada fikiran ke sana pak.. karena saat ini saya masih fokus mendidik anak saya dan juga menjalankan usaha dan karir agar lebih sukses lagi ke depan nya.. "
"Wah... saya bangga mendengar cita cita mu itu Ikram, oya apa saya bisa meminta tolong kepada mu...
" Minta tolong apa pak. jika saya mampu pasti akan saya lakukan.. "
__ADS_1
"Tolong, jaga anak saya Sinta, jika dia sedang berada di dekat kamu.."
Dan Ikram yang mendengar ucapan itu pun langsung terkejut......