
Terdengar suara lenguhan saat Ikram mulai mendekati Sinta..
Dengan perlahan Sinta membuka mata nya dan menetralkan penglihatan nya...
"Ikram....!!!" ucap Sinta yang menatap Ikram sedang berdiri di samping nya
"Kau sudah kembali..., syukurlah aku sangat senang kau kembali dengan selamat, apa kau tahu jika aku merasa gelisah dan tidak tenang, bahkan aku sampai tidak bisa tidur karena selalu memikirkan mu Ikram..! " ucap Sinta khawatir
"Iya...., aku Baik baik saja sekarang Sinta, tapi apa kamu yakin jika kamu tidak bisa tidur karena sedang memikirkan keselamatan ku...? " tanya Ikram tersenyum mengejek
"Iya itu benar Ikram..., kenapa kamu tidak mempercayai ku..! " jawab Sinta cemberut
"Baiklah..., seperti nya yang barusan aku lihat tadi, seperti nya salah, itu bukan kamu yang sedang tertidur...! " ucap Ikram tersenyum mengejek
"Hah........ hehehe itu karena aku ketiduran Ikram,jangan mengejek ku, aku sudah dari pukul 11 malam menanti mu di sini.. "
"Untuk apa menanti ku Sinta, kenapa kamu tidak di rumah saja, dan kenapa kamu bisa tahu markas ku ini...! " tanya Ikram penasaran
"aku..... aku mengajak pengawal mu yang berjaga di rumah untuk menuju ke markas mu, jangan memarahi nya ya Ikram, aku yang sudah memaksa nya.."
"Baiklah.., ya sudah sekarang kamu istirahat saja di kamar atas, "
"Ikram.... lengan mu... mengeluarkan banyak darah.. " ucap Sinta khawatir
"Iya, hanya sedikit Sinta, dan ini tidak sakit"
"Tidak.... aku akan mengobati nya, dimana aku bisa menemukan kotak P3k nya ikram..? "
"Ambil di laci lemari itu Sinta"
"Baiklah"
Sinta pun langsung berlari ke arah lemari hias di sudut dinding, dan dia langsung mengambil kotak p3k di dalam laci, dan ber lari lagi duduk di samping Ikram..
Sinta membuka perban yang sudah basah terkena darah, lalu dengan telaten dia membersihkan luka Ikram dengan alkohol, Ikram hanya diam menatap Wajah Sinta yang sangat cantik. seperti nya Ikram sudah terkontaminasi dengan kebisaan Sinta yang selalu menatap nya lama
"Apa kau tidak jijik Sinta..? " tanya Ikram
"Tidak, aku lebih khawatir jika tidak mengganti perban mu dan mengobati luka mu ini Ikram, uh ternyata luka nya belum kering Ikram, pantas saja berdarah lagi..! " ucap Sinta
__ADS_1
Dan Ikram dengan Intens memperhatikan wajah Sinta.. dan tampa sengaja mereka saling menatap satu sama lain,
Entah siapa yang memulai terlebih dahulu, kini mereka sudah menyatukan bibir indah itu, Ikram menyesap bibir Sinta yang merah bagai buah cery, dan Sinta pun membalas sesapan yang Ikram berikan,
Saling bergerak beradu lidah, mereka melakukan nya dengan hasrat yang sudah menggebu, ikram bertambah buas saat tangan Sinta tidak sengaja sudah memegang dada Ikram yang kekar, Ikram pun langsung menarik tubuh Sinta agar duduk di atas pangkuan nya..., dan mereka melanjutkan ciuman itu sampai membuat bibir Sinta merasa kebas..
"Ikram...... " ucap Sinta menyadarkan Ikram
"Maaf...." jawab Ikram menatap Sinta
"Luka mu mengeluarkan darah lagi Ikram, lihat ini, sangat banyak"
"Tidak apa, aku tidak merasakan sakit... "
"Sini, aku selesai kan mengobati nya... " ucap Sinta malu malu
Setelah itu, dia pun langsung melanjutkan pekerjaan nya yang sudah tertunda... dan setelah selesai, Ikram langsung mengajak Sinta untuk istirahat di kamar yang ada di markas,
Sinta tidur di atas ranjang, sedangkan Ikram memilih tidur di kursi yang ada di kamar tersebut..
"Kamu juga,, Terima kasih sudah memperhatikan ku Ikram..! " ucap Sinta tersenyum
Dan mereka pun mulai mengistirahat kan tubuh mereka,
***
Pagi menjelang, saat ini di rumah mewah milik Indra kusuma, Wulan sedang menatap diri nya di depan cermin
Dia menyelusuri tubuh nya yang sedang menggunakan lingerie seksi yang menempel di tubuh nya itu, sungguh selama menikah dengan Indra dia di wajib kan harus memakai baju kurang bahan itu setiap malam nya...
"Aku merasa seperti seorang ja*lang...., sangat berubah 100 derajat dengan kehidupan ku yang dulu..! " ucap nya tersenyum tipis
"Lihat dia...., dia selalu memperlakukan ku seperti binatang peliharaan, bahkan dia tidak mengizin kan ku untuk menemui putri ku sendiri..", ucap nya menatap Indra yang masih tertidur pulas
" Baik lah, seperti nya aku harus menuruti ke inginkan mu itu, akan aku lakukan sandiwara ku yang sangat baik untuk mu mas Indra...! " ucap Nya tersenyum jahat
__ADS_1
Setelah itu, Wulan langsung berjalan menuju kamar mandi guna membersihkan diri nya..
beberapa menit kemudian, Wulan sudah keluar dari kamar mandi dan menuju ke walk in closed untuk memakai pakaian nya..
Hari ini dia bertekad akan bersandiwara di depan suami nya itu untuk mengeruk harta Indra dan ber alibi agar bisa menemui putri nya, 6 bulan sudah dia menjadi wanita yang penurut, tapi Indra tetap saja tidak bisa mempercayai nya...
Setelah selesai berpakaian dan berdandan, Wulan pun langsung mendatangi suami nya yang masih tertidur di atas kasur..
"Mas....?? " panggil Wulan lembut
"Hemm..... " jawab Indra ber dehem
"Aku akan pergi sekarang untuk bertemu dengan teman sosialita ku mas.. " ucap wulan membuat Indra langsung bangun dari tidur nya
Dia meneliti penampilan Wulan yang sudah sangat cantik, membuat dia merasa tidak rela jika harus membiarkan Wulan keluar dari kediaman nya itu
Indra meneliti wajah Sinta dari atas sampai bawah,
"Kenapa kau sangat cantik Wulan..! "
"Mas..., cukup sudah kamu mengurungku, aku kan sudah mengatakan pada mu, jika saat ini aku sudah mulai mencintai kamu mas, apa kamu belum bisa mempercayai ku juga? " tanya Wulan memelas
"Baiklah, aku akan mempercayai mu, sekarang kamu boleh pergi dengan pengawal ku..,"
"Baiklah, aku pergi sekarang mas...! "
Wulan langsung mencium bibir Indra sekilay, membuat Indra tersenyum senang...
Setelah keluar dari kamar, Wulan pun langsung menuju ke arah luar rumah, dia berencana akan mendatangi tempat tinggal Ikram dan Cinta di perumahan kumuh yang pernah dia tinggali dulu..
"Cinta..., bunda akan datang menemui mu! " ucap nya tersenyum senang
Saat di dalam mobil, dia pun langsung memberi tahu tujuan nya kepada sang pengawal yang sudah dia ajak bekerja sama..
"kau tahu tujuan mu kan..? " tanya Wulan
"Iya nyonya, aku mengerti"
__ADS_1
"Bagus, aku akan mengirim mu uang yang aku janjikan"
"Terimakasih nyonya...