
Tidak terasa,siang sudah berganti dengan malam, dan saat ini Sinta sedang mondar mandir di depan teras rumah menunggu kepulangan Ikram..
Ibu Aisyah yang melihat Sinta sangat merasa kalut itu pun mencoba untuk menenangkan perasaan nya,
Karena ibu Aisyah sudah mengetahui permasalahan yang terjadi kepada mereka berdua, Sinta sungguh menyesal telah mengatakan hal yang mustahil seperti itu, karenanya bagaimana pun, rasa sakit yang di goreskan oleh seseorang akan memberikan luka dan trauma yang sangat dalam,
Meski kita sudah memaafkan orang tersebut dan menjalin silaturahmi yang baik, tetap saja, jika untuk kembali lagi, akan terasa sangat berat..
"Sinta, tenangkan diri mu, ibu yakin sebentar lagi Ikram pasti akan pulang"
Ucap Ibu Aisyah, membuat Sinta langsung mendatangi ibu Aisyah dan berlutut dia meletakkan kepala nya dipangkuan ibu Aisyah
"Buk..., aku benar-benar salah sekarang, aku sudah membuat mas Ikram kecewa kepada ku, seharusnya aku tidak mengatakan hal seperti itu buk" kata Sinta menyesal
"Kamu gak salah nak, niat kamu itu sebenarnya baik, tapi ke adaan yang tidak mendukung mu, karena posisi Ikram disini adalah korban yang tersakiti, apa kamu tahu nak, jika tidak semua pria mau melakukan poligami, karena mereka juga sadar jika poligami itu berat, sebelum kamu memikirkan ke adaan Wulan, coba kamu fikirkan kedepan nya, andai Wulan kembali sembuh, apa kamu siap untuk berbagi,? "
"Jujur aku berat buk jika harus berbagi, karena sedari kecil aku juga tidak pernah merasakan yang nama nya berbagi, aku juga tidak tahu kenapa aku mengatakan hal seperti itu buk, sebelum nya aku hanya iba kepada nya, tapi aku juga merasa jika itu adalah ke inginan nya yang terakhir, entah lah buk, aku bingung"
Jelas Sinta sedih, dengan sayang, Ibu Aisyah langsung mengelus kepala Sinta..
"Sudah jangan difikirkan lagi Sinta, mungkin itu adalah salah satu cobaan pra nikah mu, dimana setiap orang yang akan menikah, pasti selalu di beri ujian yang lumayan membuat hati bimbang, sekarang fikirkan untuk acara akad mu yang akan terlaksana 2 hari lagi, persiapkan dirimu menjadi istri yang baik nanti nya Sinta, "
"Baik buk, terimakasih karena sudah menenangkan ku buk, aku merasa lebih baik sekarang"
Sinta mulai menatap wajah ibu Aisyah dengan tersenyum, setelah menghabiskan waktu mengobrol, mereka pun beranjak bangkit menuju ke dalam rumah,
Berbarengan dengan sebuah mobil yang masuk kedalam perkarangan, Sinta dan ibu Aisyah langsung menatap ke arah mobil tersebut,mobil seseorang yang sudah di nantikan sedari tadi oleh Sinta...
Beberapa detik kemudian, keluar lah pemilik mobil, Ikram bersama seorang wanita cantik mulai turun dan berjalan ke arah teras...
"Ibuk......!!!!!
Panggil seorang gadis yang sangat ibu Aisyah kenali, tapi tidak dengan Sinta, karena baru kali ini dia melihat gadis tersebut..
" Winda....!!! "
Teriak ibu Aisyah dengan bahagia, tampa menunggu lama Winda pun langsung naik ke teras rumah untuk memeluk ibu nya itu,
__ADS_1
"Akhirnya kamu pulang juga nak..? ibu sangat merindukan mu sayang" ucap Ibu Aisyah menangis
"Iya, Winda juga rindu banget sama ibu,"
Sinta yang melihat mereka berdua pun langsung bisa menebak, jika wanita itu adalah anak ibu Aisyah yang berada di luar negeri untuk menuntut ilmu disana,
Setelah itu, Winda gantian menatap Sinta dan berkenalan dengan nya, Sinta dengan ramah menyambut Winda..
"Jadi ini, calon istri abang aku, huh cantik banget ternyata hehe" ucap Winda memuji
"Makasih untuk pujian nya" jawab Sinta
"Yasudah, ayok kita kedalam, kamu pasti capek kan nak, " ajak ibu Aisyah
"Okey, bang, mbak aku kedalam duluan ya.. " permisi Winda,
"Iya dek, istirahat lah di kamar Cinta" ucap Ikram
Dan sekarang tinggallah mereka berdua yang masih berada di depan teras, Sinta mulai menatap ke arah Ikram yang berdiri menghadap ke arah nya..
"Mas... aku... ingin meminta maaf" ucap Sinta menunduk
"Jangan bahas lagi perkataan mu yang tadi siang, aku ingin kita fokus dengan pernikahan kita Sinta.. "
"Baiklah, oya apa kamu pergi untuk menjemput anak ibu Aisyah mas? "
Tanya Sinta sesudah melerai pelukkan itu, Ikram yang menatap wajah Sinta pun langsung mencium pipi nya dengan gemas
Cuppp........
Membuat Sinta terkejut dengan apa yang calon suami nya itu lakukan,
"Mas., kenapa malah mencium ku? "
"Karena wajah mu sangat menggemaskan sayang!, aku tidak pergi menjemput Winda, tapi aku pergi menemui bang Jack di markas besar, dan sekalian aku menyuruh Mark untuk menjemput Winda di bandara, apakah sedari tadi kamu menunggu ku? " tanya Ikram tersenyum
"Tentu saja, kamu pergi meninggalkan ku begitu saja, membuat aku merasa khawatir mas"
__ADS_1
"Maaf... saat itu aku memang benar benar terkejut dan marah,"
" Benarkah..? tapi sekarang tidak marah lagi kan? " tanya Sinta penasaran
"Tidak, malahan aku merasa sangat merindukan mu saat ini, makan nya aku segera pulang" goda Ikram membuat Sinta tersenyum malu
"Jangan menggoda ku sayang, sekarang ayo antar aku pulang kerumah, besok papa dan mama sudah tiba di sini, jadi aku harus sudah berada dirumah"
"Huh...., rasa nya aku tidak rela untuk mengantarkan mu kerumah itu lagi, kenapa kita tidak tetap tinggal satu rumah saja"
"Tidak boleh mas Ikram, ini kan memang sudah adat nya seperti itu, ayo cepat, nanti terlalu malam.. "
Ajak Sinta menyeret tangan Ikram paksa, setelah masuk kedalam Ikram pun langsung membawa barang barang milik Sinta, sedangkan Sinta berpamitan kepada ibu Aisyah dan juga Winda,
"Ibu, jika Cinta mencari ku, bilang saja jika 2 hari lagi kita akan bertemu ya buk" ucap Sinta kepada ibu Aisyah
"Iya nak, kamu jaga kesehatan ya, jangan terlalu banyak fikiran, yakinlah dengan takdir yang sudah Tuhan atur untuk kalian"
"Iya buk..
Dan setelah itu mereka pun langsung pergi meninggalkan rumah sederhana milik Ikram,
*****
Dua hari sudah berlalu begitu cepat,setelah melakukan prosesi lamaran kepada orang tua Sinta, besok tibalah saat nya hari yang di tunggu tunggu oleh Ikram dan Sinta..
Dirumah mewah milik keluarga Baskara, saat ini rumah itu sudah di sulap menjadi sangat indah dan cantik,
Dengan Dekor berwarna putih merah, membuat suasana semakin indah dan cerah, keluarga mereka tidak banyak mengundang tamu undangan karena itulah salah satu permintaan kedua mempelai,
Didalam ruangan di lantai atas rumah, Sinta sedang berbicara kepada Wulan dan juga kedua orang tua nya, mereka baru saja tiba setelah di jemput oleh Mark anak buah kepercayaan Ikram,
Sesuai permintaan Wulan yang dia ucapkan di rumah sakit tempo hari, jika Dia sangat ingin menyaksikan acara akad nikah mantan suami dan calon mama sambung putri nya..
"Wulan, kamu bisa menempati kamar ini, begitu juga dengan pak adam dan ibu Ningsih, anggap lah rumah sendiri, maaf karena aku tidak bisa menemani kalian ya" ucap Sinta tersenyum
"Iya, terimakasih Sinta, kamu sangat lah baik, aku sangat berhutang budi kepada mu, semoga kamu bahagia hidup bersama mas Ikram selama nya Sinta" ucap Wulan tulus
__ADS_1
"Terimakasih untuk doa nya Wulan, aku tinggal sekarang ya.. "
Ucap Sinta meninggal satu keluarga tersebut, .. tampa mereka semua tahu, jika saat ini Wulan sedang menahan rasa sakit yang kembali menyerang nya..