
Ikram yang mendengar ucapan ibu Ningsih pun mulai merasa jengah dan mencoba untuk bersabar
Sedangkan Wulan sedari tadi terus tersenyum bahagia menatap ke arah Ikram
"Mas, duduk disini mas" ucap Wulan
"Iya, terimakasih, tapi aku tidak bisa lama, karena aku masih memiliki banyak pekerjaan" jawab Ikram
"Oh iya tidak apa apa kok mas,tapi sebelum mas pergi aku ingin membahas hal penting dengan kamu mas"
"Baiklah, " jawab Ikram singkat
Tak lama kemudian, datang lah pak Adam yang baru masuk ke dalam ruangan Wulan, pak Adam sempat terkejut melihat siapa tamu yang sedang menjenguk putri nya itu
"Nak Ikram...!! "
"Iya Pak Adam"
"Terimakasih ya karena kamu mau datang menjenguk Wulan, oya pasti kalian ingin membicarakan hal penting ya, jika begitu bapak dan ibu akan keluar sebentar, sekalian kami ingin ke kantin rumah sakit, titip Wulan ya nak Ikram.. "
Ucap pak Adam langsung mengajak istri nya keluar dari ruang perawatan.
Sungguh saat ini Ikram benar-benar seperti sedang di jebak oleh mereka, bagaimana bisa mereka meninggal kan putri nya hanya berdua saja, kepada dia sang mantan suami putri mereka sendiri..
"Mas...., ayo duduk di bangku ini, jangan berdiri seperti itu, kamu kan tamu mas" ucap Wulan memecahkan kecanggungan
"Tidak, aku berdiri saja, oya aku ingin meminta maaf dengan kamu, maaf karena aku terlambat mengetahui penyakit mu yang telah lama kamu derita, sungguh aku benar-benar tidak tahu, jika aku tahu, pasti dulu aku akan lebih menjaga makanan dan kesehatan mu"
Ucap Ikram dengan wajah datar tapi benar-benar tulus, Wulan yang mendengar perkataan mantan suami nya itu pun mulai tersenyum dengan senang
"Iya..., ini salah ku juga mas, karena aku sudah tidak jujur dengan mu karena aku sangat takut menambah beban dirimu waktu itu, aku tidak tega jika membuat kamu lebih menderita lagi mas, karena aku sangat menyayangi kamu, tapi aku juga tidak menyangka jika aku bisa menjadi se egois ini, tampa aku sadari, aku telah mengambil keputusan yang sangat salah, aku benar-benar menyesal mas Ikram "
__ADS_1
Jelas Wulan dengan perasaan sedih, Ikram yang melihat nya pun mulai merasa tidak tenang, ingin sekali dia keluar dari ruangan Wulan secepatnya...
"Wulan..., kamu tidak perlu menyesali semua yang sudah terjadi di masa lalu, karena aku sudah memaafkan segala kesalahan mu, dan aku juga sudah meng ikhlas kan nya.., sekarang aku akan menebus kesalahan ku, karena aku lah yang telah membuat kambuh kembali penyakit mu itu, dan aku akan membiayai semua perobatan mu dan membawa mu keluar negeri, kau harus semangat untuk sembuh Wulan, karena Cinta masih sangat membutuhkan bunda nya.. "
Ucap Ikram membuat Wulan langsung merasa terkejut..
"Apa maksud kamu mas...? apa kamu ingin membuang ku sampai keluar negeri, tidak aku tidak mau mas, aku ingin nya kamu yang selalu ada disamping aku mas, seperti dulu, saat aku sakit kamu selalu perhatian dan menjaga ku, aku tidak mau berobat keluar negeri, aku ingin selalu bersama kamu mas Ikram... "Ucap Wulan sambil menangis
" Wulan,... kamu itu sakit, dan yang kamu butuhkan sekarang adalah dokter dan perobatan yang canggih, tolong jangan egois, aku tidak mungkin menemani mu seperti dulu, karena kita sudah lama berpisah "
"Enggak...., aku gak mau mas..., buat apa aku hidup jika aku gak bisa kembali menjadi istri kamu lagi mas Ikram, aku sangat mencintai kamu mas,, aku gak bisa hidup tampa kamu"
Ikram yang mendengar ucapan dari mulut Wulan pun mencoba untuk bersabar, sekali lagi dia meraup wajah nya dengan tangan untuk menetralkan emosi nya yang sudah ingin meledak..
Ternyata benar jika mantan istrinya ini adalah wanita yang sangat egois, bagaimana bisa sedari dulu dia tidak menyadari nya, mungkin karena Ikram terlalu penurut dulu nya dan juga Wulan yang sangat pandai bersandiwara, membuat mereka hidup dalam kebahagiaan yang palsu...
"Wulan, aku mohon jangan egois, kau masih mempunyai putri, setidak nya fikirkan lah dia, jika kita tidak bisa kembali bersama bukan berarti kehidupan mu akan berhenti sampai di situ, kau adalah seorang putri dari kedua orang tua mu dan kau adalah seorang ibu dari anak mu, setidak nya fikirkan perasaan mereka Wulan, mereka pasti sangat mengharapkan kesembuhan mu kembali... "
"Tidak......... aku tidak mau mas Ikram, jika kita tidak bisa kembali bersama maka aku lebih baik mati mas, "
"Baiklah jika itu pilihan mu, "
Ikram langsung menuju keluar ruangan, meninggalkan Wulan yang masih berteriak histeris,
Tak disangka ternyata bertepatan dengan kedua orang tua Wulan yang baru kembali dan akan masuk ke dalam..
"Kenapa dengan Wulan nak Ikram? " tanya pak Adam panik
"Pak, cepat panggil dokter yang menangani Wulan, aku benar-benar tidak mengerti dengan diri nya pak"
"Baiklah, bapak pergi dulu.. "
__ADS_1
Pak Adam langsung berlari untuk menemui dokter yang menangani Wulan, sedangkan ibu Ningsih sudah masuk kedalam kamar untuk menenangkan Wulan..
Sungguh Ikram merasa bingung dan kalut, dia tidak menyangka jika Wulan bisa berubah menjadi sangat egois, dan saat ini Wulan sedang menangis meraung raung tak ter kendali
Tak lama kemudian, pak Adam pun tiba bersama seorang dokter dan 2 orang suster yang akan menangani Wulan..
Dengan cepat mereka masuk ke dalam ruangan dan mulai menyuntikkan obat penenang kepada Wulan, membuat Wulan langsung tertidur...
Ikram yang melihat mantan istri nya yang memiliki nasib sangat buruk itu pun mulai merasa iba..., Andai saja... dia jujur kepada Ikram dan tidak memilih jalan pengkhianatan, untuk kesembuhan penyakit nya, pasti kehidupan Wulan tidak akan seburuk ini...
Setelah itu, dokter mulai mendatangi pak Adam dan Ikram...
"Saya ingin berbicara dengan keluarga pasien, "
"Baik dok" ucap pak. Adam
"Saya juga ikut pak Adam" ucap Ikram menimpali,
"Mari nak Ikram.. "
Dan mereka berdua mulai mengikuti langkah dokter tersebut menuju kedalam ruangan nya..
Sesampainya di dalam ruangan, Dokter pun mulai mengajak mereka berdua berbicara
"Maaf Pak Adam, kita harus segera melakukan pengobatan kepada Wulan,bukan untuk penyakit nya saja, tapi juga untuk psikis nya juga, dia butuh pengobatan ke psikolog, jangan sampai dia menjadi terkena gangguan jiwa pak.. "
Ucap Dokter Rina, membuat Ikram langsung terkejut,
"Apa maksud dokter,? bukan kah Wulan hanya terkena penyakit kanker mematikan?
" Iya, itu benar tuan, tapi menurut pemeriksaan kami, Kanker ibu Wulan sudah pernah sembuh 6 bulan yang lalu, karena dia mengikuti pengobatan yang sangat canggih, dan penyakit itu kembali timbul baru beberapa bulan ini, penyebab nya karena ibu Wulan tidak menjaga kesehatan nya karena dia mengalami depresi berat, seperti tekanan batin atau sesuatu hal yang membuat nya stres secara berlarut larut... "
__ADS_1
Ikram terkejut mendengar penjelasan dari dokter, ternyata Wulan sudah pernah sembuh dari penyakit nya dan baru beberapa bulan ini kambuh kembali....