Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Karma mendekati Ibu Ningsih


__ADS_3

Tepat pukul 10.00 pagi, Ibu Ningsih bersama suami nya sudah tiba di rumah sakit Harapan..


Indra membawa Wulan kembali kerumah sakit itu, karena sudah tidak mungkin untuk dia membiayai pengobatan Wulan di dalam rumah seperti dulu, karena dia sudah menyisihkan uang nya untuk rencana penyerangan terhadap keluarga Ikram,


Dan setelah sampai di rumah sakit, Indra pun dengan cepat menelfon orang tua nya Wulan agar datang dan menjaga Wulan di rumah sakit,


Karena dia akan pergi untuk membuat rencana dan melakukan penyerangan, dan saat ini, Indra sedang di marahi oleh ibu mertua nya itu, membuat Indra langsung marah dan naik pitam


"Tutup mulut mu ibu Ningsih, kau dengar Baik baik, jika anak mu sakit kembali, itu bukan kesalahan ku, tapi salahi anak mu sendiri.. ! dia... benar benar sudah membuat ku muak, karena dia masih mencintai mantan suami sialan nya itu, itulah yang membuat dia menjadi depresi, apa kau mengerti sekarang " teriak Indra marah


Membuat ibu Ningsih dan pak Adam langsung terkejut, dengan teriakan yang Indra ucap kan


"Kenapa kau sangat kasar kepada ibu mertua mu Indra? " tanya Ibu Ningsih kesal


"Kenapa..? apa kau tidak Terima, dengar baik baik ucapan ku ini, mulai sekarang aku sudah tidak mau lagi membiayai pengobatan anak mu, jangan pernah meminta sepeser pun uang dengan ku, karena anak mu lah aku menjadi bangkrut saat ini" ucap Indra marah


"Apa maksud mu Indra...? kenapa kau tega sekali melepas tanggung jawab mu kepada Wulan? dan apa kesalahan nya Wulan, kenapa kau selalu menyalahi anak ku itu? " tanya pak Adam tak Terima


"Kau mau tahu apa kesalahan anak mu, kesalahan nya adalah, aku menikah dengan nya, sehingga aku terkena sial, lihat mantan suami miskin nya itu, setelah bercerai dari Wulan dia menjadi sukses dan kaya raya, bahkan dia juga yang sudah membuat bisnis ku bangkrut, dan sekarang aku hampir miskin pak Adam.. itu semua karena anak mu, aku sungguh menyesal menikahi putri sialan mu itu pak Adam" teriak Indra

__ADS_1


"Cukup....!!! jangan kau hina lagi anak ku Wulan, baiklah, jika kau sudah tidak menyukai nya, aku akan mengurus surat perceraian kalian" jawab pak Adam tegas


"Bagus lah....., jadi aku tidak perlu repot repot mengurus nya ke pengadilan" jawab Indra tersenyum


Tapi tidak dengan Ibu Ningsih, dia langsung panik karena selama ini, Indra lah yang sudah memberi dia uang yang banyak setiap bulan nya..


"Tidak pak...., aku tidak setuju dengan rencana mu itu, nak Indra...? tolong kamu jangan bercerai dari Wulan, ibu yakin jika Wulan pasti bisa mencintai kamu nak.. " ucap Ibu Ningsih memohon


"Buk...., cukup sudah kau menjadikan anak kita tambang uang mu, lagian apa yang kau harapkan kepada Indra, dia juga sudah jatuh miskin sebentar lagi" ucap pak Adam menimpali


"Apa kata mu...! kau mengatai aku miskin iya... Asal kau tahu, aku juga miskin karena anak dan istri mu penyebab nya, kalian benar-benar keluarga pembawa sial, kau urus surat perceraian anak mu segera, karena aku sudah tidak ingin berurusan dengan kalian, aku ingin lihat, sampai dimana kemampuan mu membiayai penyakit putri mu itu.. heh... " ucap Indra langsung pergi meninggalkan ruangan rumah sakit


"Pak.... kenapa kau menganncam nya dengan bercerai, apa sekarang kau sudah kaya dan banyak uang, kau tahu sendiri kan, biaya pengobatan Wulan itu sangat mahal, harta kita bisa abis pak... " teriak Ibu Ningsih


"Lebih baik habis, dari pada harus mengemis kepada laki laki seperti dia, jika kau tidak mau menuruti ku, kau boleh pulang kembali ke kampung, biarkan aku sendiri yang akan mengurus putri ku" ancam pak Adam langsung meninggalkan Ibu Ningsih


"Aaaaaaa.......... dasar Sialan, ini semua karena ikram pria hina itu,kenapa dia bisa kaya saat ini, tidak mungkin selama satu tahun dia bisa menjadi kaya secara tiba-tiba..., aku harus mencari tau tentang pria miskin itu" ucap Ibu Ningsih dan langsung duduk di samping ranjang Wulan di rawat


*****

__ADS_1


Hari menjelang Siang, setelah mendatangi kantor milik nya, Ikram pun langsung pergi menuju ke arah markas besar,


Dia akan memulai rencana penjagaan ketat untuk seluruh anggota keluarga nya, jangan sampai, kali ini Ikram lengah dan kecolongan


Satu jam perjalanan, akhirnya Ikram sudah tiba di dalam markas, dan anak buah milik nya langsung berkumpul untuk menyampaikan laporan yang mereka dapat


"Bagaimana Mark? kau sudah menempatkan anak buah kita di sudut rumah dan sekolah anak ku Cinta kan? " tanya Ikram


"Sudah bos, dan menurut pantauan mereka, ada segerombol orang yang menyamar berada di sekeliling sekolah, seperti nya itu adalah kelompok musuh bos" Jawa Mark


"Baiklah, mulai bermain cantik Mark, tangkap mereka dengan cara diam diam, Ingat jangan sampai membuat keributan, karena disana banyak anak kecil dan wanita, "


"Baik bos"


"Mark, gunakan senjata tampa suara yang berisikan racun, buat mereka pingsan lalu bawa mereka ke tahanan bawah tanah, sudah saat nya kita bergerak cepat"


"Perintah di laksanakan bos. "


Dan setelah itu, Ikram pun langsung menyusun rencana penyerangan markas Charles yang baru mereka temui......

__ADS_1


__ADS_2