
Setelah mengantarkan Sinta ke kantor Baskara grup, Ikram pun langsung melajukan Mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju ke kantor milik nya
Beberapa menit kemudian, Ikram sudah tiba di kantor nya "Desain interior Dragon, kantor yang saat ini sudah tinggi dan megah
Beberapa bulan yang lalu Ikram sudah merenovasai nya menjadi lebih besar lagi, karena para karyawan yang dia rekrut juga mulai banyak dan bertambah
Saat memasuki kantor, para pekerja dan kedua teman nya Anton dan Tio sudah berdiri menyambut kedatangan Ikram..
Ikram dengan ramah merespon sambutan mereka, para pekerja memberi selamat untuk Ikram, atas keberhasilan nya memasuki kancah bisnis negara, setelah penyambutan selesai, Ikram langsung menyuruh mereka untuk kembali ke tempat masing-masing
Saat ini, Ikram, Tio dan bang Anton sudah berkumpul di ruang kerja milik Ikram, mereka akan membahas tentang tander besar yang di tawarkan oleh menteri pariwisata
"Bagimana Tio, pukul berapa mereka akan datang ke kantor kita? " tanya Ikram
"Sebentar lagi Bro, dan aku sudah mempersiapkan segala berkas yang kita perlukan " jawab Tio
"Bagaimana dengan mu bang? apa kau siap jika aku memberi tanggung jawab proyek besar ini kepada mu? "
"Pasti tuan bos,aku akan siap, entah mengapa selama aku menjadi duda aku semakin menggilai pekerjaan yang kau beri untuk ku"
Ucap Bang Anton menggoda Ikram,
"ya..., kau sangat betah menduda ya bang, kalau aku, seperti nya sebentar lagi masa duda ku akan segera berakhir"
"Hah..., yang benar kau Ikram! jangan bilang kau mau kembali lagi dengan mantan istri mu itu, Tio sudah menceriakan semua nya kepada ku.., "
Ucap Bang Anton terkejut, Ikram yang mendengar nama Tio disebut pun langsung menatap ke arah wajah Tio yang sedang tersenyum mengejek
"Dasar mulut ember kau! " ucap Ikram kesal
"Haha...... bukan kah sudah aku katakan, jika tidak ada rahasia di antara kita" jawab Tio tersenyum
"Terserah kau lah, aku bukan nya ingin menikah dengan Wulan, tapi aku ingin menikah dengan Sinta Baskara
" Apa.........!!!!!!!!!! "
"Wah... kau benar-benar akan menjadi pria terkaya di negara kita Ikram.. ck.... ck.. " ucap Bang Anton menggeleng kan kepala nya
"Iya, aku tidak menyangka, manusia sampah seperti mu bisa naik level ke tingkat paling atas..., kau benar-benar beruntung teman" ucap Tio memeluk Ikram
"Singkirkan tangan mu Tio, jangan memeluk ku seperti ini"
Ucap Ikram, merasa kesal,
"Kapan kau akan menikahi nya? " tanya Bang Anton
__ADS_1
"Seminggu lagi Bang, kalau bisa, sebelum Bang Jack kembali ke Amerika aku harus sudah menikah dengan Sinta, dan untuk kalian, tolong kalian berdua persiapkan segala nya mulai dari sekarang, untuk akad nya aku ingin yang tertutup saja, yang terpenting sah dan halal dahulu" ucap Ikram tegas
Tapi tidak kedua teman nya, mereka langsung tertawa setelah mendengar kata Sahabat yang di ucapkan oleh Ikram
"Kenapa kalian tertawa? " tanya Ikram heran
"Sabar teman..! aku tahu kau sangat sudah tidak sabar ingin berbuka puasa" ucap Tio memukul pundak Ikram..
"Dasar gila, " ucap Ikram kesal
Tak lama kemudian terdengar suara pintu di ketuk dari luar, dan Ikram langsung mempersilahkan untuk masuk
"Masuk! " ucap Ikram
"Permisi tuan, tamu istimewa yang anda tunggu sebentar lagi akan tiba"
"Baiklah, buat ucapan penyambutan, aku akan segera keluar"
"Baik Tuan, saya permisi"
Setelah karyawan itu pergi, Ikram dan kedua teman nya langsung bersiap siap, mereka akan menyambut tamu kehormatannya...
****
Beberapa jam mengadakan rapat bersama menteri, akhirnya kesepakatan pun sudah dil di setujui, setelah selesai menandatangani kontrak kerja sama, akhirnya mereka saling bersalaman
"Sama sama pak Menteri, saya secepatnya akan mendesain gambar yang Anda minta, setelah semua cocok, baru proyek akan segera di kerjakan.. " jawab Ikram
"Iya, kami percaya kepada kemampuan anda"
Dan setelah bersalam salaman mereka para klien langsung keluar meniggalkan ruangan rapat
Setelah itu, Ikram dan yang lain nya langsung mengerjakan proyek yang diminta oleh para klien
Ikram dengan serius, mengerjakan proyek tersebut di ruang kerja milik nya, sampai pukul menunjukkan jam 15.00 sore, Ikram memutuskan untuk menyudahi perkerjaan nya..
Dia berencana akan menjenguk mantan istri nya di rumah sakit...
"Haloo,assalamualikum sayang" ucap Ikram di telfon
"iya Walaikumsalam, ada apa sayang, apa kamu sudah selesai berkerja nya? " tanya Sinta desebrang sana
"Iya, sudah, aku ingin memberitahu mu jika aku akan pergi kerumah sakit untuk menemui Wulan, kamu tidak apa kan jika pulang dengan supir "
"Iya, tidak apa kok, ya sudah pergi lah dan cepat selesai kan masalah mu dengan nya ya"
__ADS_1
"Baiklah, nanti aku telfon lagi, assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
Setelah selesai menelfon Sinta, Ikram pun langsung bersiap siap untuk keluar dari ruangan nya..
Saat dia akan membuka pintu, bertepatan dengan Tio yang juga ingin masuk keruangan Ikram..
"Bro.. kau mau pergi kemana? " tanya Tio penasaran
"Aku akan kerumah sakit, menjenguk Wulan"
"Oh, ingat ya jangan termakan oleh rayuan nya, awas saja jika kau melupakan kekasih mu"
"iya, ya sudah aku pergi, berkas nya taruh saja di meja kerja ku, "
Ucap Ikram pergi meninggalkan Tio, saat ini Ikram sudah berada di dalam mobil milik nya, dengan kecepatan sedang, dia mengendarai mobil nya menuju ke rumah sakit
Beberapa menit kemudian, Ikram sudah memasuki rumah sakit Harapan,
Dia berjalan menuju keruangan yang di beritahu oleh pak Adam tempo hari, saat berada di ruangan itu, Ikram berhenti sejenak, seperti nya dia lupa membawakan buah tangan, tapi ya sudah lah, fikir Ikram
Tok... tok.... tok....
Ikram mulai mengetuk pintu ruangan, Tak lama kemudian, pintu di buka dari dalam dan tampak lah wanita paruh baya yang sangat Ikram benci..
Wanita itu, tersenyum ramah menyambut kedatangan Ikram, membuat Ikram langsung mengeryitkan kening nya..
"Kenapa dia sok ramah terhadap ku, jangan bilang karena sekarang aku bukan Ikram yang dulu seperti yang dia hina waktu itu" ucap Ikram di dalam hati
"Nak Ikram...!!! ayo masuk kedalam, akhirnya kamu datang juga, " ucap Ibu Ningsih ramah
Sungguh Ikram merasa sangat jijik melihat tingkah wanita tua satu ini...
"Mas..., kamu akhirnya dateng juga menjenguk aku... " ucap Wulan bangkit dari tidur nya..
Wulan mulai duduk di atas ranjang sambil tersenyum matap wajah Ikram yang terlihat sangat gagah dan tampan..
Sedangkan Ikram, entah mengapa dia merasa sangat asing dengan kedua wanita berbeda generasi tersebut
"Bagaimana ke adaan mu sekarang? apa belum ada perkembangan? " tanya Ikram dengan wajah datar
"Tidak nak Ikram, lihat lah putri ku sekarang, dia benar benar menderita dengan penyakit nya, apa kamu tidak kasihan terhadap nya Ikram, walau bagaimana pun, awal mulai kambuh nya penyakit putri ku, di sebab kan karena mu nak Ikram...!! "
Ucap Ibu Ningsih mulai bersedih.....
__ADS_1
jangan lupa mampir ke karya ku yang lain nya ya kak, gak kalah seru cerita nya