
Benar kata orang, jika penyesalan akan selalu datang belakangan, mungkin itu adalah salah satu kutukan untuk setiap manusia yang salah dalam mengambil keputusan hidup
Agar bisa berfikir dengan jernih saat akan memilih sesuatu, karena akan ada harga mahal yang harus kita bayar, di setiap keputusan yang kita ambil kedepan nya..
Seperti hal nya seorang wanita paruh baya yang saat ini sedang menangis meraung, dengan satu kaki yang sudah di amputasi, ibu Ningsih langsung menjatuhkan tubuh nya ke bawah tepat di samping jenazah yang sudah selesai di kafan kan,
Rasa menyesal mulai menyeruak memenuhi hati dan perasaan, ternyata Tuhan benar-benar sedang memberi nya peringatan yang sangat keras, bukan hanya satu kaki nya saja yang hilang, tapi juga di telah kehilangan putri tercinta nya,
Ibu Ningsih sudah menyadari setiap kesalahan nya di masa lalu, dan saat ini dia sedang menikmati buah dari hasil kejahatan nya dahulu
"Wulan....., kenapa kamu pergi sayang, kenapa kamu tinggalin ibu, maafin ibu nak? ini semua karena ibu, karena ibu kamu mengalami penderitaan seperti ini, andai saja... waktu bisa diputar kembali, ibu sangat menyesal Wulan"
Teriak ibu Ningsih meraung raung di samping mayat Wulan, pak Adam yang melihat tingkah dari istri nya pun mulai memeluk tubuh nya erat,
Dia sangat tahu jika, istri nya itu sangat terpukul atas kepergian putri satu satu nya mereka...
"Tenang kan dirimu buk, dan ikhlas kan semua nya, agar anak kita bisa tenang di alam sana" ucap pak Adam memeluk ibu Ningsih..
Tak lama kemudian, ibu Ningsih mulai mencari cari seseorang yang dulu selalu dia hina dan caci maki, Ikram berada tak jauh dari diri nya, dengan sedikit mengesotkan pantat nya, ibu Ningsih sudah tiba di depan Ikram yang sedang duduk bersila, dia langsung memegang kedua tangan Ikram dan mencium nya dengan sedih membuat Ikram sedikit terkejut
"Ikram..., maafin saya, sungguh saya benar benar sangat menyesal, saya adalah orang yang sangat jahat dengan dirimu Ikram, sekarang saya sudah mendapatkan ganjaran nya, saya mohon, maafkan saya Ikram,"
Ucap Ibu Ningsih dengan perasaan penuh penyesalan, Ikram yang di perlakuan seperti itu pun mulai tidak enak, dia melepaskan tangan nya dari genggaman ibu Ningsih dan sedikit bergeser duduk nya..
"Ibu Ningsih, anda tidak pantas melakukan ini kepada saya, saya sudah memaafkan semua perilaku ibu Ningsih di masa lalu, dan saya harap ibu bisa berubah dengan hati yang tulus, jangan melakukan hal yang dapat merugikan diri ibu dan orang lain, belajar lah dari semua peristiwa yang sudah menimpa ibu saat ini"
"Iya nak Ikram, ibu berjanji akan menjadi seseorang yang lebih baik lagi," ucap nya sambil menatap ke arah Cinta yang berada di pangkuan Sinta
Dia menangis pilu saat menatap wajah tersebut, seorang gadis kecil yang sangat cantik, sangat mirip dengan Wulan di saat masih kecil, bagaimana bisa dulu dia tidak menganggap gadis kecil itu sebagai cucu nya..
"Cinta.... " panggil Ibu Ningsih menangis
" Mama, Cinta takut" ucap Cinta langsung memeluk Sinta erat
__ADS_1
Beberapa jam yang lalu, Cinta mengalami syok berat saat mengetahui jika bunda nya yang sangat dia rindukan sudah pergi meninggalkan nya untuk selama lama nya,
Setelah puas menangis sambil memeluk jenazah Wulan, Cinta pun menghentikan tangisan nya dan mencoba untuk ikhlas, dia mendengar kan setiap perkataan dari ayah dan juga mama nya, karena tidak ingin membuat bunda nya di siksa di alam baka...
"Sayang, ini nenek nak, ibu dari bunda kamu" kata ibu Ningsih bersedih
"Mama, Cinta takut, suruh nenek itu duduk menjauh ma..., Cinta takut ma" ucap Cinta menelusup kan wajah nya di dada Sinta
Ikram yang melihat ketakutan dari putri nya itu pun mulai memberi arahan kepada ibu Ningsih,
"Buk, seperti nya anak saya memang takut melihat ibu, saat ini dia sedang merasakan guncangan hebat pada diri nya, saya harap ibu bisa mengerti"
Jelas Ikram menatap Ibu Ningsih, tak lama kemudian pak Adam langsung mendatangi istri nya tersebut, dan mengajaknya untuk kembali menaiki kursi roda milik nya
"Buk,,, jangan mengganggu cucu kita, saat ini dia sedang terguncang, ayo kembali kekursi roda, bapak akan membantu mu" ajak pak Adam
Bu Ningsih langsung mengangguk kan kepala nya, di masih menatap ke arah Cinta yang tidak mau melihat diri nya...
Beberapa menit kemudian, Mereka para anggota keluarga Ikram mulai membawa jenazah Wulan untuk memasuki musholla yang berada di dekat perumahan tersebut,
Mereka berbondong bondong men sholat kan jenazah dan setelah itu, menguburkan nya dengan segera...
Beberapa jam kemudian, Jenazah pun sudah selesai di kuburkan, air mata membasahi pipi mereka semua, Sinta dan Cinta menangis secara bersamaan dan saling menguatkan,...
Sekarang Wulan sudah pergi untuk selamanya meninggalkan kenangan dan kisah hidup nya di buku harian yang dia berikan...
Ikram, mencoba untuk kuat dan tidak menangis, walau hati nya merasakan sesak yang teramat sangat, bagaimana pun Wulan adalah salah satu wanita terpenting dalam hidup nya, yang memberikan pengajaran dan pengalaman hidup sampai akhir nya dia bisa sukses seperti saat ini,
"Ayo kita pulang sekarang nak,," ajak Ikram kepada Cinta
"Bunda, bunda yang tenang ya disana, bunda akan masuk surga, pasti bunda akan bahagia, Cinta akan selalu do'ain bunda, dan Cinta akan sering sering jenguk makam bunda" ucap Cinta mengelus batu Nisan itu dengan tangan kecil nya...
"Wulan, aku akan menjaga putri dan juga pria yang sangat kamu cintai, semoga kamu di tempat kan di surga yang indah Wulan, tenanglah disana, kami akan selalu mendoakan mu" ucap Sinta menimpali sambil kembali meneteskan air mata..
__ADS_1
Setelah itu mereka mulai pergi meninggalkan makam milik Wulan, Ikram menggendong putri kecil nya sambil memegang tangan Sinta erat....
"Inilah akhir dari perjalanan kita Wulan, kehidupan manusia tidak ada yang tahu sampai dimana perjuangan hidup nya, terimakasih karena kau telah singgah di hidupku, menjadi istri dan ibu dari anak ku,.... aku tidak akan melupakan mu Wulan, kau akan selalu tersimpan di lubuk hati ku yang terdalam,.....
Ucap Ikram di dalam hati nya...., tampa terasa Ikram sudah meneteskan air mata, rasa sedih mulai menyeruak di hati dan perasaan nya, biarlah dia meluapkan nya saat ini bersama kedua wanita yang juga ikut menangis...
"Menangis lah mas,,, kamu pantas untuk menangisi nya, aku tahu jika dia masih berada di hatimu, karena aku juga merasa kesedihan seperti dirimu mas... "
Ucap Sinta setelah tiba di dalam mobil, Ikram langsung memeluk tubuh kedua wanita itu, meluapkan rasa sedih untuk yang terakhir kali nya...
Sedangkan di pemakaman Wulan, setelah semua orang pergi meninggalkan makam itu, Dokter Imran langsung berjalan ke arah makam, dia berjongkok sambil mengelus batu Nisan tersebut....
"Wulan....., aku akan membawa rasa ini, dan menyimpan nya untuk selamanya, terimakasih karena kau sudah memberikan kebahagiaan yang sangat berarti,. tenanglah disana Wulan, aku berdoa semoga Tuhan mengampuni semua dosa dosa mu di masa lalu dan menempatkan mu di surga milik nya.. aku mencintaimu Wulan... " ucap Dokter Imran meneteskan air mata.....
πΉThe EndπΉ
Assalamu'alaikum semuanya..... ππππ
Alhamdulillah akhirnya aku sudah menyelesaikan novel aku yang kedua ini, yang berjudul "Bangkitnya pria terhina" semoga kalian para readers bisa terhibur dengan setiap bacaan yang aku suguhkan dan juga bisa mengambil sedikit pembelajaran yang terkandung di dalam novel ini...
Buat para pembaca yang sudah setia menemani aku dari awal menulis sampai akhir, aku ucapkan banyak terimakasih, karena kalian lah aku selalu semangat untuk menyelesaikan cerita di novel ini, dan juga terimakasih karena sudah rajin memberikan komentar dan saran ataupun masukkan yang membuat aku bisa lebih baik dalam ber imaginasi dan membuat cerita semakin menarik...
Maaf jika masih banyak Typo bertebaran, tapi aku salut dengan para pembaca semua nya, karena selalu memperingatkan aku, disetiap kata yang kurang atau salah, semoga di kedepan nya aku bisa membuat novel yang lebih menarik dan sempurna lagi....
Mohon untuk dukungan nya ya para Readers, InsyaAllah aku akan membuat novel terbaru dalam waktu dekat ini,...
Oya, untuk bab selanjutnya, aku akan memberi Extra part yang menceritakan tentang kehidupan Ikram dan Sinta, semoga kalian masih sukak ya dengan cerita mereka...
Terimakasih semua nya, aku mencintai kalianπ₯°π₯°π₯°π₯°ππππ
Mampir yuk kak ke novel baru aku yang masih hangat banget, dijamin tidak kalah seru dan menegangkan, makasih Kakπππππ
__ADS_1