
Setelah menghabiskan waktu untuk mencari jalan keluar bersama, Ikram dan Sinta langsung masuk kedalam kamar masing masing,
Besok mereka berencana akan mengunjungi Wulan kembali, dengan membawa Cinta untuk menemui bunda nya..
Sinta akan mencoba mendekat kan diri dengan Wulan, mungkin saja saat ini dia membutuhkan seorang teman untuk menumpahkan segala beban yang dia tanggung selama ini...
Dengan begitu, pasti akan mengurangi rasa stress dan depresi yang Wulan derita..
Lain hal nya dirumah sakit Harapan, saat ini Wulan tidak bisa tertidur dengan nyenyak, dia merasakan kembali sakit di sekujur tubuh nya, ditambah dengan sakit di kepala karena terlalu banyak berfikir dan memendam masalah,
Wulan mulai meremas sprei yang ada di ranjang nya dengan kuat, menetralkan rasa sakit yang semakin menjadi, sungguh rasanya dia sudah bosan dengan penyakit yang dia derita saat ini,
Dengan sabar Wulan merasakan rasa sakit itu tampa mengeluh dan menjerit, biarlah ini menjadi hukuman untuk diri nya atas apa yang dia lakukan di masa lalu,
"Aku ikhlas sekarang, jika engkau ingin mengambil nyawa ku, terimakasih Tuhan, Karena aku bisa kembali ke jalan yang benar tampa harus menyakiti siapapun lagi," ucap Wulan di dalam hati....
******
Pagi pun menyapa dengan hari yang terasa sangat cerah, Sinta yang terbangun lebih dulu langsung menuju ke kamar Cinta untuk segera membantu nya bersiap siap,
Hari ini, dia akan ikut menjenguk mantan istri kekasih nya tersebut, dengan semangat Cinta yang mengetahui akan menjenguk bunda nya pun langsung menuju ke kamar mandi untuk segera bersih bersih..
Sedangkan Sinta sedang memilihkan baju yang cocok Untuk Cinta..
Beberapa menit kemudian, Cinta sudah keluar dari kamar mandi, dia langsung menuju ke arah Sinta yang sedang memilih baju
"Mama..., Cinta pengen pakai baju gaun berwarna pink, boleh kan ma..? " tanya Cinta
"Boleh dong sayang, yang mana baju nya, biar mama ambilkan"
__ADS_1
"Itu, yang digantung ma," tunjuk Cinta
"Okey, "
Dengan cekatan Sinta langsung mengambil dan memakai kan nya ke tubuh Cinta, terlihat kekecilan, tapi masih pas karena baju nya berbentuk gaun..
"Cantik kan ma... " ucap Cinta tersenyum bahagia
"Iya, kamu cantik banget sayang, kalau boleh tahu, baju ini kapan beli nya sayang, kenapa sudah kekecilan begini"
"Ini adalah hadiah dari bunda ma...Cinta tidak terlalu ingat kapan, tapi Cinta ingat kalau bunda beri Cinta hadiah ini, saat itu baju nya masih kebesaran, jadi Cinta menyimpan nya ma, "
"Oh, jadi ini hadiah dari bunda kamu ya sayang, ya sudah sekarang Cinta sama nenek ya di ruang makan, gantian mama mau siap siap juga sayang," ucap Sinta
"Okey ma, ayo keluar bareng bareng ma.. " ajak Cinta..
Setelah itu mereka pun mulai keluar dari kamar Cinta, Sesampainya di luar, Sinta langsung masuk ke dalam kamar nya untuk segera mandi dan bersiap...
Setelah selesai sarapan, Ikram, Sinta dan Cinta langsung bersiap siap untuk keluar dari rumah
"Ikram, ibu mohon jangan sampai terjadi keributan disana ya nak, walau bagaimana pun, Wulan itu sedang sakit, ibu tidak mau kedatangan kalian malah membuat dia merasa sedih" ucap Ibu Ningsih
"Iya, aku juga tidak mau itu terjadi bu, tapi aku yakin, pasti. Wulan sudah bisa menerima kedatangan kami ini buk, jika pun dia tidak menerima aku dan Sinta, setidaknya dia menerima Cinta untuk menjenguk nya buk" Jawab Ikram tegas
"Ayo sayang kita berangkat sekarang," Ajak Ikram
Dan mereka bertiga pun langsung keluar dari rumah di ikuti oleh bu Aisyah yang mengantar sampai depan teras..
Saat ini Mereka sudah menaiki mobil menuju kerumah sakit, di dalam perjalanan Sinta memberi tahu Ikram, jika kedua orang tua nya akan mempercepat kepulangan mereka, karena mereka ingin ikut mempersiapkan pernikahan putri satu satu nya yang mereka miliki..
__ADS_1
"Jadi 3 hari lagi kedua orang tua kamu akan sampai ke Indonesia? " tanya Ikram
"Iya sayang, sepertinya kedua orang tua ku sangat antusias dengan rencana kita ini sayang" jawab Sinta
"Tapi, aku ingin nya kita melakukan akad nikah dulu sayang, dan di hadiri oleh keluarga dekat saja, apa orang tua mu akan menyetujui nya sayang? "
"Tentu, jangan khawatir begitu, aku sudah mengatakan nya kepada papa, dan dia akan mengikuti kemauan kita ini, soal resepsi, bisa di susul belakang,yang pasti nya setelah semua masalah kita selesai sayang.. "
"Terima kasih ya sayang, aku sangat bahagia mendengar nya.. " ucap Ikram mencium sebelah tangan Sinta..
Cinta yang berada di kursi belakang pun, hanya mendengarkan pembicaraan mereka sambil menonton youtube di handphone milik Ikram..
Satu jam kemudian, mereka pun sudah tiba di parkiran rumah sakit, Sinta dan Cinta membawa beberapa buah tangan yang tadi telah Sinta beli saat di perjalanan,
Mereka mulai menyusuri lorong rumah sakit menuju ke arah ruang rawat milik Wulan, entah mengapa saat ini, Sinta merasakan debaran yang sangat kencang di dada nya..
Semoga saja tidak akan terjadi sesuatu di dalam sana, saat Wulan melihat dia bersama Ikram dan juga Cinta...
"Kamu siapkan..? " tanya Ikram
"Iya, sebelum nya aku sudah pernah bertemu dan berbicara dengan nya, jadi ini tidak akan mengejutkan diri nya bukan, dan aku rasa dia akan mengerti dengan hubungan kita sekarang... " Jawab Sinta
Dan sekarang, mereka sudah tiba di depan pintu ruangan milik Wulan, dengan pelan Ikram mendorong pintu itu...
Terlihat dari luar, jika tidak ada orang lain selain Wulan yang sedang berada di atas ranjang nya ,dia terlihat sedang menulis sesuatu di sebuah buku kecil dan tebal...
"Assalamu'alaikum.... " sapa Ikram
Membuat Wulan langsung menoleh ke asal suara tersebut..
__ADS_1
"Walaikumsalam.... " Jawab Wulan tersenyum
"Bunda......!!!! " panggil Cinta......