Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Tiba di rumah sakit korea


__ADS_3

Saat ini Ikram, Sinta dan pak Adam sudah berada di dalam pesawat untuk mengantar Wulan berobat ke Korea Selatan


Sinta memutuskan untuk ikut karena pak Adam baru pertama kali nya pergi ke negara yang di kenal dengan sebutan negeri Gingseng tersebut,


Sekalian juga dia berniat akan menghabiskan waktu nya berdua dengan sang suami..


Sebelum pergi tadi, mereka berdua menyempatkan diri untuk pulang kerumah Sinta, karena Ikram ingin berpamitan kepada sang ibu dan putri nya tercinta


Begitupun dengan Sinta, Dia menitipkan Cinta kepada ibu mertua serta kepada orang tua nya sendiri, Cinta tidak mengetahui apa pun dengan apa yang terjadi kepada bunda nya, tapi dia mengizinkan kepergian Sinta dan Ikram dengan wajah tersenyum


Sungguh anak itu tidak pernah membuat susah ke-dua orang tua nya, karena Cinta termasuk anak yang pintar dan sangat pengertian,


Sedangkan ibu Ningsih, saat ini dia sedang di rawat sementara di rumah sakit harapan, dengan dijaga ketat oleh anak buah Black Dragon,


Bang Jack sudah mengurus hukuman yang akan di jalani oleh ibu Ningsih, dia telah melaporkan kejahatan ibu Ningsih tersebut kepihak yang berwajib.


Dan 2 hari kedepan, tampa ibu Ningsih sadari jika dia akan mendekam di dalam penjara..


Di dalam ruangan perawatan, ibu Ningsih masih selalu berteriak teriak, menahan rasa sakit di paha nya yang telah Ikram berikan sebagai tanda sayang dari sang mantan menantu, dia dengan marah dan emosi terus memaki Ikram dan menyumpahi pria malang tersebut, sesekali dia juga memanggil manggil pak Adam yang sudah tidak terlihat sejak tadi siang, membuat dia semakin marah dan geram


Seperti nya sebentar lagi Ibu Ningsih akan menjadi gila dan tidak Waras, ataupun dia akan terkena serangan darah tinggi dan struk, akibat kelakuan diri nya sendiri


******


Sedang kan untuk Ikram dan yang lain nya, Setelah menempuh perjalanan selama 7 jam lebih akhirnya mereka telah tiba di bandara Seol Incheon Internasional, kedatangan mereka langsung di sambut dengan mobil rumah sakit yang akan membawa Wulan ke sana.


Dan di dalam perjalanan menuju kerumah sakit, Wulan sempat mengalami kelemahan jantung, membuat Ikram, Sinta dan pak Adam kembali merasa panik.

__ADS_1


Untung saja di dalam mobil ambulance tersebut, ada dokter yang di bawa dari rumah sakit Korea untuk menangani Wulan saat dia kembali kritis


"Tenang kan diri pak Adam, saya yakin Wulan akan baik baik saja"


Ucap Ikram memberi semangat untuk pak Adam


Dengan sedih pak Adam kembali berdoa sambil memegang tangan sang putri, sungguh pak Adam merasa sangat takut dan marah, di dalam hati dia mengucapkan sumpah, jika sampai putri nya tidak bisa terselamatkan maka pak Adam tidak segan segan akan menuntut istri nya itu agar mendapat hukuman mati atau pun hukuman penjara seumur hidup.


Setelah beberapa jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka telah tiba di rumah sakit terbaik yang ada di Korea,


Dengan cepat para dokter dan tenaga medis membantu menurunkan Wulan dari dalam mobil, dan mereka langsung membawa nya ke arah ruang perawatan


Sedangkan Ikram, Sinta dan pak Adam menunggu diluar ruangan, Sinta kembali memberi semangat untuk pak Adam agar tetap optimis dan percaya jika Wulan dapat di sembuhkan..


Tak lama kemudian, datang lah seorang dokter yang sangat tampan berusia sekitar 30 tahunan,


"Hallo bapak, nona dan tuan, perkenalkan saya adalah dokter ahli penyakit dalam yang di rekomendasi kan oleh rumah sakit yang ada di Indonesia untuk menangani pasien yang bernama Wulandari," sapa dokter itu ramah


Dengan sopan pak Adam juga Sinta dan Ikram menyambut dokter tersebut.


"Senang bertemu dengan anda dokter, perkenalkan saya adalah Ikram dan ini istri saya Sinta, kami adalah kerabat dari pasien yang bernama Wulan,sedangkan bapak ini adalah orang tua dari Wulan, nama nya pak Adam" sapa Ikram


"Senang bertemu dengan kalian semua, oya nama saya adalah dokter Imran Wijaya, kalian bisa memanggil saya dengan Imran, dan ini saya sudah menerima rekaman medis yang di kirimkan dari rumah sakit Indonesia, dan saya ingin membahas tentang penyakit Pasien dengan orang tua nya" ucap Dokter Imran


"Baiklah, saya akan ikut bersama dokter" jawab pak Adam


"Terimakasih pak, kalian tunggu lah disini karena rekan saya sedang melakukan tugas nya untuk membersihkan racun yang masih tertinggal di tubuh pasien" jelas dokter tersebut

__ADS_1


"Baik dokter, terimakasih untuk penanganan nya dokter, semoga kerabat kami bisa selamat dari masa kritis nya" jawab Ikram


Setelah itu, dokter Imran bersama pak Adam langsung menuju ke ruang dokter tersebut..


Rumah sakit di Korea sangat lah luas dan megah, mereka mulai menaiki lift menuju ke lantai 15, tempat dimana berkumpul nya ruangan para dokter


Saat ini, pak Adam sudah tiba di dalam ruangan dokter Imran, dan dokter itu sedang membaca rekam medis yang ada pada Wulan,


"Pak Adam, seperti nya kesehatan anak bapak sudah sangat parah, tersisa 20% untuk dia bisa sembuh kembali, apalagi setelah dia meminum racun, saya akan meminta persetujuan dari bapak untuk melakukan operasi dan juga kemoterapi dengan radiasi yang lebih canggih lagi untuk membunuh sel kanker yang sudah menyebar, apakah bapak menyetujui nya? " tanya dokter Imran


"Lakukan dokter, saya sudah pasrah dan menyerahkan semua nya kepada kalian, yang saya harapkan saat ini hanyalah anak saya bisa segera sadar, " jawab pak Adam menangis


Dokter Imran yang melihat kerapuhan dari orang tua pasien tersebut pun langsung menenangkan dan menjajikan jika dia akan berusaha untuk menyembuhkan putri nya tersebut..


Sedangkan di lantai 3, saat ini Ikram sedang menyuapi Sinta makan, dia baru saja turun ke bawah ke kantin rumah sakit, untuk membeli makanan untuk mereka bertiga.


"Makan yang banyak Sinta, kamu juga harus menjaga kesehatan tubuh mu, aku tidak mau jika kamu sampai sakit Sayang"


Ucap Ikram menatap wajah Sinta..membuat Sinta langsung bersandar di dada bidang Ikram..


"Maaf...., karena malam pengantin kita tidak sesuai dengan yang kita impikan, aku.... aku benar-benar merasa bersalah saat ini, andai saja.....


" Suttt....... "


Ikram langsung menaruh telunjuk nya di bibir Sinta, agar Sinta tidak melanjutkan perkataan nya kembali


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri sayang, karena ini memang sudah jalan nya,... aku yakin akan ada hikmah dibalik semua cobaan yang kita jalani, dan untuk sekarang aku belum bisa meminta hak ku, tapi tidak besok hari, apa kau kira aku akan melewatkan malam pengantin kita begitu saja., tunggu sampai Wulan melewati masa kritis nya setelah itu, aku akan menagih hak ku dari kamu sayang.., jadi persiapkan dirimu dari sekarang.. " ucap Ikram menyeringai..

__ADS_1


"Mas..... Ikram.......!!!!!!!" teriak Sinta pelan.....


__ADS_2