
Sedangkan Dirumah mewah milik Indra Wiguna, saat ini telah terjadi pertengkaran yang sangat hebat antara pasangan suami istri..
Indra merasa sangat marah terhadap istri nya Wulan, dan tampa sadar saat ini dia sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga dengan menampar pipi kanan Wulan sampai membekas warna merah di pipi nya yang putih mulus..
Wulan yang mendapat kan perlakuan kasar dari suami nya pun mulai tidak Terima, dan langsung berlari menuju ke arah meja rias dan membuka laci nya..
Dengan cepat Wulan mengambil senjata yang ada di dalam laci dan menodongkan nya ke arah Indra, membuat Indra terkejut setengah mati
"Apa yang kau lakukan Wulan? berani sekali kau menodongkan senjata itu kepadaku" teriak Indra marah
"Kenapa....? apa kau takut mas Indra, aku sudah muak dengan sikap mu yang selalu menindas ku mas" jawab Wulan marah
"Dasar wanita tidak tahu diri, seharusnya aku yang muak dengan mu Wulan, karena kau tidak tahu Terima kasih sedikit pun, kenapa kau menipu ku Wulan...? kau masih mencintai mantan mu itu kan? " teriak Indra emosi
"Iya, aku memang masih mencintai nya, bahkan sangat mencintai nya, aku menyesal telah meninggakan nya mas Indra? aku menyesal mengikuti semua rencana mu itu? "
"Brengsek, dasar wanita rubah, aku melakukan ini karena aku mencintai mu dengan tulus, tapi apa balasan mu untuk ku Wulan..? "
"Itu bukan tulus mas Indra, kau hanya ter obsesi untuk mendapatkan aku, kau selalu menyiksa batin dan jiwa ku mas Indra, kau jahat, aku tidak merasa bahagia hidup dengan mu.. "
Wulan mulai menangis dan dengan cepat Indra langsung berlari mengambil senjata yang di pegang oleh Wulan,
"Baiklah, seperti nya aku sudah tidak bisa bersikap baik lagi dengan mu, sekarang nikmati lah masa masa penyiksaan ku Wulan" teriak Indra langsung kelar dari kamar dan mengunci nya...
Sedangkan Wulan, saat ini mulai teriak histeris seperti orang stres,
.
Setelah itu, Indra berjalan menuju ke ruang kerja milik nya, dia akan segera menelfon Charles dan mengajak nya bekerja sama
Tut.... tut.... tut.....
"Hallo" jawab Charles di telfon
__ADS_1
"Hallo Charles, apa kau sudah pulang dari acara, maaf karena aku meninggal kan mu"
"Kau...., kemana kau pergi Indra, apa kau tidak tahu jika aku terkena tembakan dari seorang pria yang sok hebat"
"Apa...? bagaimana bisa Charles? " tanya Indra terkejut
"Cepat kau datang ke markas baru ku sekarang, aku aka mengirim lokasi nya"
"Baiklah, aku akan segera kesana"
Ucap Indra mematikan handphone nya, dan dia langsung bergegas keluar rumah menaiki mobil milik nya..
beberapa jam perjalanan, akhirnya Indra sudah tiba di markas baru milik Charles, tempat yang sangat jauh, berada di pinggir hutan, seperti villa yang sudah lama tidak terpakai,
Indra berjalan memasuki gerbang dan langsung di sambut oleh para penjaga..
"Kau Tuan Indra bukan, masuk lah, bos kami sudah menunggu anda di dalam" ucap pengawal yang berjaga dengan memegang senjata lengkap
"Okey, aku masuk sekarang" jawab Indra
"Jadi nama nya Ikram...? tunggu, aku seperti pernah mendengar nama itu" ucap Charles berfikir
"Oh iya, nama itu adalah nama yang di panggil panggil oleh Sinta, saat aku ingin memperkosa nya, dan tak lama, Pria itu datang menyelematkan Sinta dan langsung menembak ku," ucap Charles serius
"Benarkah....? coba kau lihat foto ini, apa benar ini orang nya Charles"
Ucap Indra memeberikan ponsel nya kepada Charles,
Dan dengan teliti, Charles menatap foto itu,
"Brengsek, ini memang orang nya Indra, jadi kita memiliki musuh yang sama, dasar bedebah" ucap Charles marah
"Kurang ajar kau Ikram, ayo kita satukan kekuatan Charles, kita habisi dia dan juga anak nya"
__ADS_1
"Apa...., apa dia mempunyai anak? "
"Punya, seorang putri yang sangat kecil dan cantik, bersekolah di tk permata bunda, kita bisa menghancurkan nya melalui anak nya itu Charles" ucap Indra yakin
"Baiklah, besok kita akan memulai rencana ini"
Dan mereka mulai tertawa bersama sama,
****
Sedangkan di rumah sederhana milik Ikram, saat ini Dia sedang duduk di samping tempat tidur kekasih nya
Sungguh Ikram sangat tidak tega melihat ke adaan Sinta yang merasa trauma, Ikram mengelus rambut Sinta dengan sayang, di berjanji akan melindungi Sinta apa pun yang terjadi..
"Maaf, karena aku terlambat mengetahui masa lalu mu Sinta.. "
Ucap Ikram menatap wajh Sinta dengan dekat, tak lama kemudian, mata indah Sinta mulai terbuka dan menatap lama ke wajah Ikram
"Ikram... " jerit Sinta langsung bangkit duduk di ranjang.. "
" Ikram...., tolong aku Ikram, penjahat itu kembali lagi, dia. dia ingin memperkosa ku Ikram..., aku sangat takut melihat nya..., aku takut dia menyentuh ku.. hiks... hiks"
Sinta menangis dengan sangat pilu, sambil memeluk tubuh Ikram dengan erat
"Tenang lah Sinta, kamu aman sekarang, aku berjanji akan melindungi mu Sinta.. "
Ikram mengelus punggung Sinta dengan sayang,berusaha menenangkan Sinta yang masih merasa trauma
"Benarkah Ikram, aku.... aku.... benar benar takut... "
"Jangan takut Sinta, aku akan selalu ada di samping mu"
Ikram kembali memeluk tubuh Sinta dan mencium kening Sinta dengan lama
__ADS_1
Membuat suasana berubah menjadi hangat dan nyaman...