
Saat ini Ikram dan Sinta sedang berada di dapur yang ada di markas, Ikram dengan mahir sedang meracik minyak bawang yang di minta oleh bang Jack
Tak lupa juga dia menambahkan minyak kayu putih di dalam racikan agar lebih wangi dan hangat bila di gunakan.
Sinta menatap heran ke arah suami nya tersebut, apa bisa minyak seperti itu menghentikan mual untuk Ayu? fikir Sinta bertanya tanya
"Mas.., jika boleh tahu, kamu mendapatkan racikan seperti ini dari dokter mana mas? " tanya Sinta penasaran
"Bukan dari dokter, tapi ini adalah obat turun temurun di kalangan rakyat seperti kami Sinta, dulu saat mas sakit dan tidak punya uang, kami selalu memakai minyak ini untuk menghilangkan angin dan juga rasa mual"
"Oh..., memang nya gimana cara pakai nya mas? "
"Gampang, tinggal di oleskan ke perut untuk menghilangkan gembung, dan juga oles di bagian punggung, setelah itu, langsung di pijit sedikit agar angin dan rasa pegal di tubuh bisa berkurang, " jawab Ikram menjelaskan
"Oh..., seperti ganti nya minyak pijat ya mas? "
"ya bisa juga di bilang seperti itu, ayo kita ke atas, mas sudah siap meracik nya"
" Tunggu mas"
"Kenapa sayang? "
"Aku juga ingin memakai minyak bawang nanti saat tiba di rumah, kamu gak keberatan kan kalau aku juga meminta nya"
"Oh, tentu saja tidak, ayo kita ke atas, setelah itu, kita langsung pulang dan melakukan apa yang kamu ingin kan" jawab Ikram tersenyum penuh arti
"Iya, terimakasih mas Ikram"
__ADS_1
Ucap Sinta tersenyum senang, setelah itu mereka langsung berjalan menuju ke lantai atas kembali
Sesampainya di kamar bang Jack, Ikram langsung memberikan minyak bawang yang bang Jack minta,
Setelah itu, Ikram dan Sinta langsung berpamitan untuk pulang
"Terimakasih Ikram, aku doakan semoga kau akan menyusul ku segera" ucap Bang Jack
"Sama sama bang, terimakasih juga untuk doa nya bang, jika begitu aku dan Sinta pamit pulang sekarang" ucap Ikram
Tak lama kemudian, Sinta langsung berjalan mendatangi Ayu yang berbaring di atas ranjang
"Ayu..., sekali lagi selamat ya, atas kehamilan kamu ini"
"Iya, terimakasih ya nona Sinta, aku doakan Semoga kamu akan cepat menyusul ku"
"Amiin, oya kamu jaga kesehatan ya Yu, jangan lupa sering periksa ke dokter setiap bulan nya, aku do'a kan anak kamu akan sehat sampai akhirnya keluar kedunia nanti"
"Aminn...., makasih untuk doa nya nona Sinta, semoga saja aku bisa melewati masa masa Morning sickness ini ya, jujur ternyata rasa nya terasa sangat berat"
"Iya..., kamu harus sabar ya, aku yakin pasti itu tidak akan lama, aku juga tidak tahu apakah aku akan sama seperti mu juga apa tidak jika hamil nanti, tapi aku berharap semoga saja aku tidak mengalami morning sickness yang parah" jawab Sinta sambil membayangkan nya
"Iya, kamu kan wanita yang kuat nona, aku yakin pasti kamu akan kuat juga nanti saat hamil hehe... " Jawab Ayu tersenyum
Setelah berbincang bincang sebentar, akhirnya mereka mulai pamit untuk segera pulang kerumah......
******
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di kantor seseorang yang memiliki usaha di bidang yang sama seperti perusahaan yang Ikram miliki,
Terlihat seorang pria muda yang sedang meremat kasar semua berkas yang ada di atas meja kerja nya...
Sungguh saat ini, pria tersebut sedang merasa sangat marah dan dendam, bagaimana bisa selama beberapa bulan ini, perusahaan dia mengalami penurunan drastis dari para klain dan juga proyek yang akan memakai jasa milik nya...
karena sejak Ikram terlihat di televisi waktu itu, semua investor dan pengusaha yang akan membuat bangunan dan juga proyek, mereka mulai berlomba lomba untuk mendapatkan kerja sama dari hasil desain yang Ikram miliki,
Sedangkan para pengusaha yang lain yang memiliki usaha sama seperti Ikram, mereka mulai mengajukan kerja sama dengan perusahaan Ikram agar bisa mendapatkan tander dan proyek besar dari perusahaan milik Ikram,dan dengan senang hati, Ikram menerima kerja sama mereka, karena dia juga ingin membagi keberhasilan nya dengan milik perusahaan yang lain nya...
Tapi tidak dengan pria tersebut, dia terlalu sombong dan percaya diri, dengan kemampuan yang dia miliki
Dia sangat percaya, jika kemampuan yang dia miliki bisa bersaing di dunia bisnis bersama dengan perusahaan Ikram, sehingga sangat enggan untuk dirinya jika harus melakukan pengajuan kerja sama kepada pria yang dulu pernah dia temui itu..
Mungkin karena terlalu menyepelekan saingan, itulah yang membuat dia menjadi hampir bangkrut saat ini...
"Brengsek......., sebenarnya apa hebat nya dia, bahkan aku mendengar jika dia dan putri Baskara telah menikah secara resmi, benar benar membuat ku muak kau Ikram sialan" teriak pria tersebut
Setelah itu dia langsung bangkit dari duduknya nya dan mulai berdiri menatap ke kaca jendela kantor milik nya.
Dia mulai mengambil bahan nikotin yang ada di atas meja dan mulai menghidupkan nya,
Hisapan demi hisapan, mulai membuat fikiran nya semakin tenang dan bekerja dengan baik,
"Sungguh aku tidak menyangka, jika pria sampah seperti mu bisa bangkit dan sukses, padalhan aku sangat tahu, saat pertemuan pertama kita dahulu jika kau hanya lah pria yang pembohong dan miskin, benar benar tidak bisa dipercaya, sekarang bukan kesuksesan saja yang kau dapatkan, tapi pasangan hidup yang kaya raya telah kau dapatkan juga,heh..... baiklah, seperti nya aku harus kembali berteman dengan nya, aku yakin dengan begitu aku bisa menusuk diri nya dari belakang, akan aku buat usaha mu hancur Ikram, dan selanjutnya akan aku ambil istri Sultan mu itu hahahha..... "
Terdengar suara tawa yang menggelegar di dalam ruangan tersebut, pria tersebut terus tertawa sambil menyusun rencana yang sangat licik...
__ADS_1
Kali ini dia benar benar sangat dendam kepada Ikram, dulu saat pertama kali mereka berjumpa, saat itu lah pria tersebut mulai curiga terhadap usaha yang Ikram miliki, dan ke esokan hari nya, dia menyuruh seseorang untuk mencari identitas asli dari Ikram, setelah dia mengetahui jika Ikram hanya lah pria miskin yang tidak memiliki harta apa pun, pria tersebut mulai menganggap Ikram bukan lah saingan berat nya dalam memperebutkan proyek tersebut, dan terbukti saat pengumuman tiba, dia lah yang terpilih memenangkan proyek besar yang di berikan oleh perusahaan Baskara group....
Mulai saat itu, Pria tersebut mulai menyepelekan potensi yang Ikram miliki, dia terlalu percaya diri jika perusahaan dan juga desain nya akan menjadi desain terkenal di seluruh dunia arsitektur, tampa dia tahu jika ternyata Ikram sudah di lirik dan melakukan kerja sama dengan perusahaan Baskara grup melalui proyek kecil kecilan, yang akhirnya membuat nama Ikram melambung tinggi.