Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Rencana pembunuhan


__ADS_3

Tepat pukul 12 siang, Sinta pun mulai menghentikan aktivitas nya,


Rasa lelah mulai menyerang tubuh nya dan mengharuskan nya untuk ber istirahat sejenak, Sinta adalah wanita yang tangguh dan tidak cengeng, walaupun hidup bergelimang harta, tapi dia tetap tidak pernah manja dan bermalas malasan,


Sejak kecil dia sudah di beri tanggung jawab yang besar dari keluarga nya, yaitu menjadi pewaris tunggal untuk bisnis papa nya yang terbilang sukses, mama Sinta di vonis tidak bisa hamil lagi, karena memiliki penyakit di rahim nya, dan kejadian itu, terjadi saat Sinta sudah berusia 9 tahun,


Dan mulai saat itu lah, Sinta menjadikan diri nya pribadi yang kuat dan tidak pantang menyerah, karena papa nya selalu memperingatkan nya dan membuat kata kata itu melekat indah di dalam otak dan hati nya....


"Haris... tolong ke ruangan ku sekarang.. " ucap Sinta di telfon


"Baik nona muda..."


Selang beberapa menit, Haris pun sudah tiba di ruangan Sinta,


"Anda membutuhkan sesuatu nona..? tanya Haris hormat


" Iya..., apa kau sudah menempatkan orang orang dari Ikram di ruangan yang tertutup."


"Sudah nyonya.. sesuai perintah anda"


"Bagus...., jangan sampai identitas mereka sebenarnya bocor Haris.., karena orang yang ingin membunuh ku, sudah ada di kantor ini, aku yakin itu..."


" Baik nona muda.."


Dan tiba-tiba Sinta pun menatap Haris dengan sangat tajam, membuat Haris merasa ter intimidasi...


"Ada apa nona...?? " tanya Haris heran


"Apa aku bisa mempercayai mu Haris..?? " tanya Sinta serius


"Maksud nona apa..?"


"Kau tidak menghianati ku kan.. "


"Ya Tuhan.. tentu saja saya sangat setia dengan anda.. jika perlu saya yang akan maju paling depan jika ada yang ingin menyerang nona muda.. " jawab Haris serius


"Okey.., kau bisa di percaya, maaf jika aku jadi parno sendiri..aku hanya ingin lebih waspada lagi.." ucap Sinta sedih


"Tidak apa apa nona, saya sangat mengerti"


"Haris, tolong kau pantau terus ke adaan papa dan mama ku di korea, aku tidak mau jika kita sampai lengah sedikit pun.."


"Baik nyonya, laksanakan.."

__ADS_1


"Oya satu lagi, tolong kau suruh OB kepercayaan kita untuk membuat kan aku jus lemon, agar tubuh ku terasa segar kembali, dan juga makan siang ku.. "


"Baik nona muda, laksanakan..."


Setelah itu, Asisten Haris langsung keluar ruangan menuju ke pantry kantor, dia ingin memastikan sendiri jika ke amanan untuk nona muda nya sudah terjaga dengan baik..


Sesampainya Di Pantry para Ob mulai berbaris dengan rapi, Haris menatap satu persatu Ob tersebut, tidak ada yang terlihat mencurigakan menurut Haris, dan setelah memerintah kan Ob kepercayaan Sinta, Haris pun langsung pergi meninggalkan Pantry...


Setelah asisten Haris pergi, Ob kepercayaan Sinta pun langsung melakukan tugas yang di berikan, dia menyiapkan minuman yang di minta oleh Sinta dan menyiapkan makanan yang Sudah di buat oleh koki kepercayaan yang ada di kantor,


Dan tiga puluh menit kemudian, Ob wanita langsung keluar dari pantry menuju ke ruangan Sinta....


Tok... tok.. tok...


"Masuk..." ucap Sinta dari dalam...


Sinta sedang memejamkan mata nya, sambil duduk di bangku kerja, mencoba menenangkan fikiran dan hati yang mulai membuat tubuh nya merasa lelah...


Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka, dan masuklah Ob kepercayaan Sinta tersebut..


"Permisi nona muda..saya mengantarkan pesanan yang Anda minta.. " ucap sang Ob


"Iya, taruh saja di meja, oya apa saat membuat nya, kau tidak melihat seseorang yang mendekati minuman ku.."


"Baguslah, terimakasih karena kau sudah bekerja dengan baik, dan kau sudah boleh keluar sekarang.."


"Sama sama nona, saya permisi.."


Setelah Ob itu keluar ruangan, Sinta pun langsung bangkit dari duduk nya, menuju ke arah kursi tamu...


Dia meneliti makanan dan minuman yang ada di atas meja nya, terlihat sangat baik dan tidak ada yang mencurigakan, dan karena rasa haus dan lapar sudah menyerang nya, Sinta pun langsung mengambil gelas berisi jus lemon tersebut...


Dia mulai menuntun tangan nya, membawa gelas itu ke arah mulut nya...


Cekleekk.............


Tar....... tar............


terdengar suara pecahan kaca yang berhamburan, berserakan di atas lantai dan basah oleh air jus lemon yang menggenang...


Sinta sangat terkejut, saat seseorang mendorong gelas yang sedang dia pegang sampai terjatuh tak berbentuk...


"Kenapa kau sangat ceroboh Sinta...! " Teriak seseorang menyadarkan keterkejutan Sinta..

__ADS_1


"Ikram.... bagaimana..?? "


"Sinta.., ada racun di minuman mu itu.. bagaimana jika aku tidak tepat waktu menolong mu hah. bukan kah sudah aku bilang, untuk waspada.." ucap Ikram kesal


"Apa maksud mu Ikram...?? tapi aku....


"Ob kepercayaan mu yang menaruh nya.. dan anak buah ku sudah mengaman kan orang itu.. hah... hah..... " ucap Ikram dengan nafas ngos ngosan......


"Bagaimana bisa dia setega itu.. dia adalah anak dari pembantu di rumah ku Ikram.. "


"Sinta...seperti nya sudah lama keluarga mu di hinggapi oleh penyusup. apa kau tau, satu tahun yang lalu saat aku menolong papa mu yang kerampokan, aku melihat jika orang yang ada disamping papa mu itu hanya diam tidak berkutik, bukan kah seharusnya dia ikut membantu papa mu.. "


"Iya..., se ingat ku, papa saat itu sedang pergi bersama seorang bodyguard nya.., ya Tuhan. apa selama ini semua yang ada di dalam rumah ku pun juga penyusup.."


ucap Sinta panik,dia mulai meraup wajah nya dengan kasar, sungguh saat ini Sinta benar-benar merasa sangat frustasi...


"Tenang kan diri mu Sinta.., aku sudah mencari tahu siapa otak di balik kejahatan ini.."


"Lalu..., apa kau sudah mengetahui nya...??


" Orang itu, tidak mengucap kan secara gamblang, tapi dia hanya mengucap kan ciri ciri nya saja...aku dan anak buah ku sudah menginterogasi penjahat yang ingin membunuh mu kemarin, dan hanya satu orang yang mau membuka mulut, walau tidak secara langsung..."


"Seperti apa ciri ciri nya Ikram..? "


"Berumur 55 tahun, dan mempunyai dendam dengan keluarga Baskara... itulah yang dia katakan "


"Ikram..., itu adalah paman ku..aku sangat yakin Ikram.. "


"Baiklah, jika begitu, kita akan mencari keberadaan paman mu dan memantau nya.. "


Tak lama kemudian, handphone Ikram pun berbunyi, menghentikan sejenak pembicaraan mereka, terlihat nama anak buah nya di dalam kontak yang meng hubungi nya...


"Hallo.... ada apa...?? "


"Apa....!! bagaimana bisa.... bukan kah kalian seharusnya sudah melewati jalan tersembunyi. teriak Ikram marah


" Cepat telfon yang lain nya, kerahkan semua anak buah kita.."


Setelah mematikan telfon nya, Ikram pun langsung menatap Sinta dengan serius....


membuat Sinta semakin penasaran dengan apa yang di katakan anak buah Ikram


...

__ADS_1


__ADS_2