
Bagai tersambar petir di siang bolong, Ikram mendengar dengan jelas apa yang di ucap kan oleh sang calon istri nya..
Sekali lagi, Ikram ingin mendengar perkataan itu, mungkin saja dia sudah salah mendengar nya, tidak mungkin juga, calon istri yang belum menjadi istri sah nya sudah menyuruh nya untuk berpoligami, begitu lah fikir Ikram
"Apa maksud perkataan mu sayang....?? aku mohon jangan bercanda dengan pernikahan.. " ucap Ikram mencoba untuk tidak percaya
"Mas...., ayo kita duduk di ranjang.. " ajak Sinta menuntun Ikram
Setelah mereka duduk di atas ranjang, Sinta langsung memegang tangan Ikram dengan erat, sungguh apa yang ingin dia ucap kan untuk calon suami nya ini, adalah hal terberat dalam hidup nya..,
Jujur saja, tidak ada wanita di dunia ini yang ingin dan mau berbagi, dengan orang lain, karena se adil adil nya manusia, tetap saja mereka tidak akan merasa puas dan bisa se imbang, karena sudah kodrat nya, setiap manusia memiliki sifat ingin lebih dan tidak bisa adil antara satu sama lain, pasti walaupun sedikit, tetap saja akan berbeda perlakuan nya terhadap kedua orang yang sedang di buat adil
Tapi sekali lagi, Sinta memikirkan ke adaan dan kondisi seseorang yang mempunyai ke inginkan terakhir di dalam hidup nya sebelum dia menutup mata,
Masih ingat kah kalian, jika saat Ikram, Cinta dan Sinta ingin memasuki ruang perawatan Wulan, saat itu Wulan sedang menulis di buku kecil dan tebal,
Sekarang, Sinta bisa menebak, jika itu adalah sebuah buku diary, dimana Wulan mencurahkan perasaan dan hati nya di dalam buku itu, saat Sinta memeluk tubuh Wulan yang sedang menangis, tampa sengaja Sinta membaca tulisan yang ada di dalam buku itu, buku Itu ke adaaan masih terbuka, jadi Sinta dengan jelas dapat membaca nya..
"**Tuhan........, aku tahu jika umur ku sudah tidak lama lagi, dan aku sangat ikhlas jika kamu akan mengambil nyawa ku dengan segera, rasa sakit ini, sudah lama aku derita dan rasakan, jika aku ingin menyerah sekarang, apa kau akan mengizinkan nya...??
Satu ke inginan ku di dalam hidupku yang sudah di ujung tanduk ini, jika engkau meresetui nya, aku ingin meminta sekali saja..
Jadikan lah aku kembali menjadi istri dari mantan suami ku,sungguh aku benar-benar sangat mencintai...
__ADS_1
semoga kau mendengar doa ku ini Tuhan.. "
Teringat kembali tulisan yang telah dibaca oleh Sinta, permintaan Wulan untuk terakhir kali nya, memang tidak ada yang tahu umur seseorang, tapi sebagai sesama manusia dan wanita, Sinta sungguh sangat mengerti dengan perasaan yang Wulan rasakan
"Mas......, aku ingin jika Wulan menjadi madu ku mas... " ucap Sinta menatap wajah Ikram
Dengan cepat, Ikram langsung bangkit dan berdiri menatap Sinta, entah makhluk apa yang telah memasuki calon istri nya tersebut, bagaimana bisa, dia meminta hal yang sangat mustahil Ikram lakukan, bahkan mereka sendiri belum resmi menikah..
"Apa yang kamu ucapkan Sinta...?? jangan bercanda seperti ini, aku tidak menyukai nya" ucap Ikram merasa kesal
"Aku tidak bercanda mas..., aku serius..., aku mohon, jadikanlah Wulan istri kedua mu,... aku ikhlas mas... " Sinta menangis
"Sayang.....!!!! aku tidak akan menduakan kamu dan cinta kita, karena aku bukan lah laki-laki seperti itu, tolong jangan meminta hal yang tidak bisa aku lakukan, apa kau masih meragukan perasaan ku saat ini..? " tanya Ikram
"Tidak mas...., aku... aku benar-benar mempercayai mu..., apa kamu ingat saat kita masuk ke dalam kamar Wulan, saat itu dia sedang menulis sesuatu di dalam buku, dan tampa sengaja saat aku memeluk tubuh nya, aku membaca tulisan itu mas, dia merasa jika hidup nya sudah tidak lam lagi, dan dia sangat berharap bisa kembali bersama mu sebelum kematian nya mas..., aku benar-benar tidak tega setelah mengetahui isi hati nya itu mas Ikram, aku juga seorang wanita, bagaimana jika aku ada di posisi nya saat ini, penyakit yang dia derita adalah penyakit yang sangat mematikan mas, kanker darah adalah kanker yang tidak bisa di operasi dan di buang, lain hal nya dengan kanker tumor, kanker darah, itu mengalir di seluruh tubuh nya, bayangkan bagaimana sakit nya mas, aku tahu dia pasti sangat merasa menderita, dan sekarang tidak ada salahnya jika kita mengabulkan keinginan terakhir nya ini mas, aku mohon mas Ikram... "
"Lalu, bagaimana jika ternyata prediksi Wulan salah Sinta, bagaimana jika pengobatan yang akan dia lakukan di luar negeri berhasil membuat nya sembuh kembali..., apa kamu siap dengan ke adaan itu Sinta..? apa kamu siap untuk berbagi sampai akhir hayat mu, berfikirlah secara realistis Sinta...? karena kita manusia biasa tidak bisa menentukan umur kita sendiri, bisa saja semua prediksi yang dokter ucapkan itu meleset semua nya,"
Jelas Ikram mencoba menyadarkan Sinta
"Jika itu terjadi, maka aku sangat bahagia mas Ikram, bukan kah itu yang kita ingin kan selama ini" jawab Sinta yakin
"Sinta..........
__ADS_1
" Mas...., aku tahu jika kamu sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadap nya, dan aku sudah siap jika suatu saat kamu memiliki perasaan lagi terhadap nya, tolong fikirkan untuk Cinta juga mas, walaupun ini berat, aku yakin aku bisa, "
"Jangan gila kamu Sinta.., tolong jangan hancurkan kebahagiaan aku lagi"
"Mas...., aku mohon, beri dia kesempatan sekali lagi, aku yakin ini yang terbaik untuk kita semua.. " ucap Sinta memohon
Ikram yang merasa kesal terhadap keputusan calon istri nya pun langsung pergi meninggalkan Sinta...
Dengan perasaan campur aduk, Ikram menuju keluar rumah dan mengendarai mobil nya..
dia berniat menuju ke markas besar, untuk menemui bang Jack....
Sedangkan Sinta, saat ini dia sudah duduk di atas ranjang milik nya..,
Entah mengapa dia bisa mengatakan hal seperti itu kepada sang calon suami yang belum menjadi suami sah nya, mungkin jika orang mendengar nya, dia akan habis Habisan di tertawa kan, tapi sekali lagi, rasa kemanusiaan dan sesama wanita benar-benar sudah menggugah hati nya,
Bagaimana bisa dia tega membiarkan seorang wanita yang sudah hampir sekarat itu, menanggung beban berat nya sendiri
"Apakah keputusan ku ini sudah benar...????
Tanya Sinta kepada para sang para pembaca....
jangan lupa beri pendapat nya ya, Sinta lagi galau....
__ADS_1
Apakah jalan yang dia pilih ini salah, atau sudah benar.............
mohon komen di kolom komentar....., ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜