Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Wulan menemui Sinta kembali


__ADS_3

Saat mereka sedang bersitegang tampa di sangka tiba-tiba pintu kamar itu ada yang mengetuk dari luar, tak lama kemudian masuk lah mama Iren yang tersenyum ramah kepada ibu dan anak tersebut..


Ckleek.......


"hallo ibu Ningsih dan nak Wulan? " sapa mama Iren ramah


Membuat kedua wanita tersebut langsung terkejut dan merasa tercekak, apakah mama Iren mendengar pembicaraan mereka, apakah mama Iren mengetahui rencana yang akan di lakukan ibu Ningsih, itulah yang mereka berdua fikirkan saat ini


Dengan perasaan gugup, Wulan dan ibu Ningsih mulai menjawab sapaan mama Iren yang kini sudah masuk ke dalam kamar tamu tersebut


"Hallo... tante, maaf jika kami sudah merepotkan tante, apakah acara nya sudah akan di mulai ya? " tanya Wulan gugup


"Iya Wulan, wah... kamu cantik banget hari ini, kamu beruntung lo nak bisa bersahabat sama anak tante, karena Sinta itu adalah salah satu wanita yang jarang untuk dekat sama orang lain" jelas mama Iren mendekati kursi roda Wulan


"Benarkah tante? " tanya Wulan terkejut


"Iya sayang, Hai ibu Ningsih, gimana betah kan berada di rumah saya? maaf ya jika saya tidak bisa menjamu anda dengan baik"


Ucap mama Iren yang kini sudah berdiri mendekati ibu Ningsih


Dengan cepat, ibu Ningsih mulai melakukan sandiwara nya yang sangat sempurna


"Gak apa apa kok jeng, gini aja aku sudah seneng, keluarga kamu benar benar kaya ya, kamu beruntung lo mendapatkan suami seperti Pak Baskara" puji ibu Ningsih


"Haha..., jangan berlebihan begitu, kami juga mencari nya sama sama buk Ningsih, dari nol dahulu, ayo kita keluar sekarang, rombongan pengantin sudah akan tiba sebentar lagi " ajak mama Iren


"iya tante" jawab Wulan


Dan mereka bertiga pun mulai keluar dari kamar tamu tersebut, dengan ramah mama Iren mengajak ibu dan anak itu bersenda gurau sambil mendorong kursi roda Wulan.


Sebelum menaiki Lift Wulan meminta izin kepada mama Iren untuk menemui Sinta di kamar milik nya yang masih berada dalam satu lantai dengan kamar yang di tempati oleh Wulan..,


Kali ini, dia tidak ingin di antar oleh siapapun, dan setelah mendapat Izin, Wulan pun langsung mengarahkan kursi roda otomatis nya itu ke arah kamar Sinta..

__ADS_1


Sedangkan mama Iren dan ibu Ningsih menunggu Wulan sambil duduk di kursi santai yang terdapat di ruangan tersebut..


Ckleeekk.................


Wulan mulai membuka pintu kamar Sinta, membuat Sinta langsung menatap ke arah asal suara..


"Wulan....!! " ucap Sinta terkejut


"Hay Sinta....! apakah aku boleh masuk? "


Tanya Wulan yang sudah ada di depan pintu, dengan tersenyum Sinta langsung berdiri mendatangi Wulan,


Saat ini Sinta sudah siap dengan setelan dan make up nya yang sempurna, Wulan menatap Sinta terpukau, sungguh calon istri dari mantan suami nya tersebut, sangat lah cantik dan anggun, bagaimana bisa Wulan berfikir untuk menyaingi nya? "


"Sini aku bantu" ajak Sinta mendorong kursi roda itu mendekati ranjang


"Terimakasih Sinta"


Setelah tiba di samping ranjang, Sinta pun duduk kembali sambil menatap Wulan yang duduk di kursi roda


"Hah.. benarkah Wulan? padahal aku sudah memilih make up yang natural, tapi kau juga sangat cantik Wulan,oya ada apa sampai repot repot mendatangi ku? " tanya Sinta penasaran


"Aku....., aku hanya ingin mengucapkan banyak terimakasih dengan mu Sinta.., jujur aku sangat bahagia atas pernikahan mu ini, oya, tolong kau pegang buku ini Sinta, plis... "


Ucap Wulan sambil memberikan buku diary kecil dan tebal kepada Sinta..


Deggh........


"itukan buku yang aku baca saat dirumah sakit" ucap Sinta terkejut


"Ini.....


" Ini buku diary ku Sinta, semua kejadian yang aku alami, sudah tertulis di buku itu, aku mohon, pegang lah dulu, kau bisa memberikan nya kepada Cinta, suatu saat nanti, agar dia mengerti dengan ke adaan yang aku alami sebenarnya "

__ADS_1


"Baiklah, aku akan melakukan permintaan mu ini" jawab Sinta iba


"Terimakasih Sinta, sekali lagi, aku titip putri ku, jika aku pergi ke luar negeri nanti, karena pengobatan nya pasti akan memakan waktu yang lama"


"Iya, aku akan menjaga putri mu dengan baik Wulan"


Setelah berpelukan Wulan pun langsung pergi keluar dari kamar Sinta..


saat ini mereka bertiga sudah sampai di dalam lift yang ada dirumah itu, sungguh keluarga Sinta benar benar Sangat kaya, membuat ibu Ningsih semakin terbakar dan iri..


"Kaya sekali mereka, heh.... dasar rakus, sudah kaya pun masih juga mencari menantu kaya seperti Ikram, aku yakin jika Ikram itu masih miskin seperti dulu, pasti mereka tidak akan mau menjadikan pria sampah itu menjadi seorang menantu, huh.... baiklah, sekarang aku akan fokus dahulu untuk menyingkirkan putri Baskara, setelah dia tersingkir, aku yakin Ikram akan segera menikahi Wulan kembali,.. untung saja aku sudah membeli senjata paling ampuh kemarin di apotik rumah sakit, tidak akan ada yang curiga, karena ke adaan sangat rami di bawah " ucap ibu Ningsih di dalam hati


Setelah beberapa detik di dalam Lift akhirnya mereka sudah tiba di lantai bawah, Wulan merasa sangat terpana, melihat dekor yang sangat indah dan mewah menghiasi rumah bak kerjaan tersebut..


Sungguh beruntung wanita yang bernama Sinta, dia terlahir sehat, cantik, dan kaya, ditambah lagi, mendapatkan suami gagah dan macho plus kaya juga seperti Ikram...


Tampa terasa mereka sudah tiba di lantai bawah, mama Iren langsung pamit kepada mereka berdua karena akan menyambut rombongan pengantin pria yang sudah tiba..


Wulan mulai menatap ke arah depan ruangan, menanti sesosok pria yang sampai saat ini masih bertengger indah di dalam hati nya...


Sedangkan ibu Ningsih, dia sudah pergi ke arah belakang menuju dapur, entah rencana apa yang akan dia lakukan saat ini..


Setelah memperhatikan semua para rombongan pria yang masuk, Kini Wulan dengan jelas bisa menatap pria yang sudah sangat dia rindukan,


Tidak apa jika tidak bisa memiliki nya, asalkan bisa melihat dirinya dari kejauhan..


"Mas Ikram...... !! "


"Kamu sangat tampan dan gagah mas, aku tidak pernah menyangka jika perjalanan cinta kita yang kita perjuangkan begitu berat, akhirnya benar benar tidak dapat di selamat kan kembali, ini semua memang lah kesalahan ku mas, aku yang bodoh sudah meninggal kan laki-laki baik seperti dirimu"


Ucap Wulan pelan sambil meneteskan air mata nya....


__ADS_1




__ADS_2