Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Permintaan Wulan


__ADS_3

"Aku.......!!!!!! "


"Aku ingin kamu memberikan waktu agar mereka bisa kembali dekat dengan ku, aku mohon Sinta..!!


Ucap Wulan memelas, membuat Sinta merasa marah dan emosi,


Apakah wanita ini sudah gila, bagaimana bisa, dia meminta sesuatu yang saat ini sedang Sinta. perjuangkan dan pertahan kan..


" Wulan....!! apa kau sadar dengan ucapan yang kau katakan ini? " teriak Sinta


"Aku tidak keberatan jika kau ingin memperbaiki hubungan mu dengan putri mu, tapi kenapa kau juga ingin meminta waktu untuk kembali dekat dengan Ikram, apa kau mempunyai niat untuk kembali lagi dengan nya begitu...?? " tanya Sinta tak terima


"Sinta, jika memang mas Ikram benar benar mencintai mu, kenapa kamu harus takut, aku hanya ingin memperbaiki semua kesalahan ku dimasa lalu, jujur aku masih sangat mencintai mas Ikram sampai detik ini..., dan aku merasa sangat menderita setelah berpisah dengan mas Ikram..,aku benar-benar gak sanggup kehilangan dia.. "


Ucap Wulan mulai menangis, membuat Sinta merasa jengah melihat nya, bukan nya tidak mempunyai perasaan iba, tapi Sinta juga sakit dengan permintaan yang Wulan ucap kan itu.


"Jika kau memang mencintai Ikram, lalu kenapa kau pergi meninggalkan nya begitu saja hah...? kau lebih memilih Indra yang lebih kaya dibanding Cinta mu sendiri? apa harta benar-benar membutakan mu Wulan...? ' tanya Sinta emosi


" Kau tidak tahu apapun tentang keadaan ku Sinta, aku yakin, jika kau berada di posisi ku saat itu, pasti kau juga akan melakukan hal yang sama! "


"Memang nya apa yang telah terjadi kepada mu hah? tidak ada alasan apapun di dunia ini yang mendukung perbuatan mu itu Wulan.. " teriak Sinta

__ADS_1


"Itu menurut mu Sinta, karena kau tidak berada di posisi ku, aku dan mas Ikram menjalankan rumah tangga yang sangat susah dan menyedihkan, hanya cinta yang kuat yang saat itu menjadi pondasi kami, coba kau bayangkan, jika kau selalu melihat suami mu susah dalam mengais rejeki, kerja berpanas panasan demi menanggung tanggung jawab nya , lalu tiba-tiba suami mu dipecat di pekerjaan nya dan bersamaan dengan kau ternyata mengidap penyakit yang mematikan, apa yang kau lakukan saat itu Sinta? apa kau tega mengatakan kepada suami mu dengan jujur dan menambah beban diri nya yang sudah sangat susah itu? "


Sinta terdiam mendengar kan semua yang Wulan katakan.. sungguh dia tidak pernah menyangka jika mereka berdua mengalami kesulitan yang sangat menyakitkan..


"Saat aku mengetahui jika penyakit ku sudah komplikasi, aku menjadi sangat stres dan tak bisa berfikir dengan jernih, saat itu aku memutuskan untuk pergi meninggalkan mas Ikram, karena aku tidak tega jika harus menambah beban hidup nya, dan tanpa aku sangka, ternyata aku bertemu lagi dengan mas Indra, dia memberiku tawaran yang sangat aku butuh kan saat itu, yaitu sembuh dari penyakit ku ini, saat rasa sakit mendera tubuh ku, bersamaan dengan ibuku yang selalu menekan ku, tampa ku sadari, aku sudah menyetujui kesepakatan mas Indra, aku menandatangani surat perceraian itu, tanpa berfikir panjang, bahkan aku melupakan perasaan anak dan suamiku, aku benar-benar jahat saat itu Sinta"


"Iya, kau memang jahat Wulan...? seharusnya kau jujur dengan suami mu tentang penyakit yang kau derita, tapi sayang kau telah mengambil keputusan yang salah" ucap Sinta menimpali


"Kau benar Sinta, dan mulai saat itu, hidup ku benar-benar hancur, tidak ada kebahagiaan yang aku rasakan, hanya penyesalan yang aku dapat kan dari ke egoisan ku tersebut...,


Sinta... apa kau tahu jika sekarang penyakit ku sudah sangat parah, sel kanker sudah menjalar di seluruh darah ku...! dan dokter memfonis jika hidup ku tidak akan lama lagi..., kau lihat lah tubuh ku Sinta, aku sudah sangat kurus dan pucat..., rambut ku pun sudah lama rontok sejak aku melakukan kemoterapi, yang aku pakai saat ini hanyalah rambut palsu, untuk menutupi kejelekan ku Sinta...! dapat kau bayangkan betapa menyedihkan nya hidup ku Sinta..... "


Ucap Wulan mulai menangis kembali, membuat Sinta tidak tega dan membuang wajah nya ke arah samping....


"Sinta...., aku... sangat mencintai mereka berdua, bagi ku mereka adalah semangat hidup ku Sinta...! apa salah jika aku menginginkan mereka kembali, maaf karena aku sangat terdengar egois, tapi aku hanya ingin bersama mereka di saat sisa sisa terakhir ku Sinta.... "


Ucap Wulan memohon, membuat Sinta menjadi bingung dan dilema...


Dengan bijak, Sinta pun menjawab semua keinginan Wulan tersebut


"Wulan....!!! aku dan Ikram memang sudah mempunyai rencana untuk menjalin hubungan ke jenjang pernikahan, apa kau tahu, jika aku juga sangat menyayangi mereka berdua sama seperti diri mu, jika kau meminta ku untuk melepaskan Ikram, jujur aku tidak bisa dan tidak sanggup, tapi jika Ikram sendiri yang ingin pergi dari ku untuk kembali lagi kepada mu, InsyaAllah aku akan menerima nya dengan Ikhlas.... kita sama sama wanita, pasti kau juga mengerti dengan yang aku rasakan"

__ADS_1


Jelas Sinta dengan lembut, saat ini hubungan Dia dan Ikram sedang di uji, Sinta akan membuktikan jika Ikram adalah jodohnya atau tidak, dengan begitu dia akan mencoba dengan iklhas menerima semua keputusan Ikram..


"Baiklah, aku akan segera meminta bapak agar mengajak mas Ikram untuk menemui ku, aku sangat yakin, jika dihati mas Ikram yang paling dalam, pasti masih ada tersisa cinta yang dulu pernah dia punya... "


"Iya, kau bisa menanyakan langsung dengan diri nya, dan jika dia memang memilih mu, aku berjanji akan pergi dari kehidupan kalian bertiga... "


Ucap Sinta dengan rasa sesak didada, sungguh saat ini dia sangat ingin menangis dan meluapkan kesedihan nya itu...


Bagaimana jika yang Wulan katakan benar ada nya, itu artinya dia harus mempersiapkan diri untuk melepaskan kepergian Ikram yang tidak memilih diri nya...


Tak lama kemudian, Sinta pun pamit undur diri kepada Wulan, dia memberi pesan agar mengantarkan Cinta keruang VIP yang ada di lantai 3..


Dengan berjalan cepat, Sinta meninggal kan Wulan yang masih betah duduk di kursi roda,


Saat ini tujuan nya adalah taman belakang rumah sakit, untuk meluapkan apa yang sudah memendam dihatinya...


Sesampainya di taman belakang, Sinta pun mulai berjongkok dan menangis dengan sekencang kencang nya....,


Sungguh dia tidak sanggup jika sampai harus kehilangan pria yang sangat dia cintai...


"Kamu kuat Sinta, kamu pasti kuat,..... percaya kepada Ikram, pasti saat ini dia lebih mencintai mu dari pada mantan istri nya itu..., "

__ADS_1


Ucap Sinta menenangkan perasaan nya...


__ADS_2