
Tidak terasa malam semakin gelap dan cuaca semakin dingin, anak buah Black Dragon saat ini sudah bersiap siap untuk meninggalkan kediaman Baskara..
Mereka pergi dengan membawa penjahat yang sudah berhasil mereka lumpuh kan, sedangkan kan Ikram dan Sinta, saat ini masih berada di dalam ruang tamu bersama dokter kepercayaan Geng Black Dragon...
Dokter muda itu sudah berhasil me ngoperasi dan mengeluarkan peluru yang bersarang di lengan otot sebelah kiri Ikram dan saat ini luka itu sudah di jahit serta di perban dengan rapi,
Sinta yang duduk membelakangi Ikram pun mulai berbalik badan saat Ikram mengatakan jika dia sudah selesai... Dan Sinta langsung menatap luka yang di perban dan mulai menyentuh nya dengan lembut...
"Pasti terasa sangat sakit.. " ucap Sinta sedih
"Tidak Sinta.. aku kan kuat, sudah jangan bersedih begitu..kamu sangat tidak cocok jika memasang wajah seperti itu. "
"Memang nya kenapa..? apa terlihat sangat jelek..? "
"Iya.., kamu terlihat sangat jelek Sinta..." jawab Ikram menggoda
"Ikram... jangan membuat ku kesal ya.." Teriak Sinta
"Hahaha........, aku hanya bercanda Sinta.. " jawab Ikram tersenyum
"Iss.... Ikram... "
Dan aksi mereka itu, ternyata mengundang perhatian dokter muda yang sedari tadi memperhatikan mereka ber dua..
"Aku rasa, kalian ber dua terlihat sangat serasi.. apa kau sudah berencana untuk menikah lagi Ikram..? " tanya Dokter itu tersenyum
"Apa maksud mu...tentu saja aku belum ada rencana sampai kesana.."
"Huh... jangan terlalu dingin dan cuek Ikram.. masak iya, ada wanita secantik ini di samping mu rela kau angguri begitu saja.."
"Ya... kita lihat saja nanti, seberapa kuat wanita ini bisa meluluhkan hati seorang Ikram.." jawab Ikram menatap Sinta sambil tersenyum
"Apa kau menantang ku tuan Ikram... ? " tanya Sinta tak mau kalah
"Menurut mu.."
"Baiklah..., akan aku bukti kan jika aku mampu untuk bisa meluluhkan hati mu Ikram.. "
"Ya..., terserah kamu saja Sinta, aku akan menunggu nya.." jawab Ikram tersenyum smirk
Setelah dokter muda pergi meninggalkan kediaman Baskara, saat nya Ikram dan Sinta mulai bersiap siap untuk pulang kerumah Ikram,
Mereka memutuskan untuk kembali kerumah karena Ikram yakin pasti anak nya Cinta sudah menunggu kepulangan nya, dan Ikram tidak ingin jika sampai anak nya itu merasakan jauh dari seorang ayah juga... sudah cukup Bunda nya saja yang menjauhi nya
__ADS_1
"Aku yang setir Ikram... " ucap Sinta mengambil kunci di atas meja tamu
"Baiklah...., tapi jangan mengebut Sinta... "
"Siap pak bos...oya, aku sudah membawa baju ku di tas ini...apa kamu tidak keberatan jika aku tinggal di rumah mu sampai papa dan mama ku pulang...? "
"Tidak..., asal kau tau diri untuk membayar uang sewa kepada ku. " jawab Ikram tersenyum
"Ikram....kau kera han sekali ya...! "
"Haha... aku kan hanya memanfaat kan ke adaan Sinta, selagi ada anak Sultan yang menginap di rumah ku.."
"Jangan meledekku Ikram. kamu sudah seperti penjahat yang mau membunuh ku, dengan mengatakan aku anak Sultan.." ucap Sinta cemberut...
"Baiklah.., aku hanya bercanda kok, ayo kita pulang sekarang, sudah pukul 22.00 malam.. "
"Tunggu Ikram... "
"Ada apa lagi Sinta..? "
"Tolong kamu lihat penampilan ku.. aku sudah cantik kan tidak seberantakan tadi..? "
"Sudah, bukan nya kamu memang selalu cantik" jawab Ikram asal
"Tidak...kau benar-benar sudah cantik, bahkan sangat cantik.." ucap Ikram menatap wajah Sinta
Dan Sinta yang di tatap intens oleh Ikram pun, mulai tersenyum bahagia
"Terimakasih untuk pujian nya Ikram.. "
"Hah.... eh, iya, sama sama... "
Jawab Ikram memalingkan wajah nya karena merasa panas dingin saat memperhatikan senyum dari bibir Sinta...
"Sialan... kenapa malah aku yang jadi salah tingkah, kan aku yang menatap nya lama.. sedangkan wanita ini, seperti nya dia biasa biasa saja, malah tersenyum bahagia.. uh... kenapa Sekarang Sinta terlihat sangat cantik dan manis..seperti nya otak ku mulai eror.." ucap Ikram di dalam hati
Dan setelah selesai berbincang, mereka pun langsung keluar dari rumah Baskara, menuju ke mobil Ikram yang sudah berada di depan teras rumah,
Saat ini Sinta sedang membantu Ikram untuk masuk ke dalam mobil, dan setelah Sinta masuk, dia pun langsung membantu Ikram memasang kan Seatbelt di tubuh Ikram
Dan tidak di sangka jarak mereka berdua menjadi sangat lah dekat, bahkan Ikram bisa mencium aroma wangi yang menyeruak di tubuh Sinta, membuat Ikram menjadi tidak tenang
__ADS_1
"Jangan gerak terus Ikram.. " ucap Sinta kesal
"Maaf... " jawab Ikram singkat
"Sudah selesai... " ucap Sinta dan langsung menatap Ikram dengan Intens
"Jangan menatap ku seperti itu Sinta.. "
"Kenapa memang nya..? "
Dan Ikram hanya diam dengan wajah sok cuek nya
Saat ini, mereka sudah saling menatap satu sama lain, dan entah keberanian dari mana tiba tiba Sinta mendekati wajah nya dan langsung mencium bibir Ikram sekilas...
Cuupp............
Ikram yang mendapatkan ciuman singkat dari Sinta pun mulai terkejut dan membelalak kan mata nya..
Dan entah setan apa yang merasuki nya, sehingga tiba-tiba Ikram langsung menarik kepala Sinta dan mencium nya kembali...
Dengan ciuman yang sangat bergairah dan menuntut, dan dengan senang hati, Sinta pun membalas setiap ******* yang Ikram berikan, dia membuka akses untuk Ikram menikmati rongga mulut nya, tampa sadar saat ini mereka sudah saling menyesap,dan beradu lidah, sungguh Ikram seperti daun yang tersiram air, dia tidak menyia nyiakan waktu yang ada.. menikmati bibir merah Sinta dengan sangat bergairah..
Beberapa menit kemudian, Ikram pun tersadar, dan langsung menjauh kan tubuh Sinta untuk kembali duduk di bangku milik nya..
"Maaf Sinta... aku kebablasan..."
Ucap Ikram menggaruk kepala belakang nya
" Aku tahu..." jawab Sinta terseyum malu
Dan tiba-tiba Jari tangan Ikram langsung menuju ke bibir Sinta, membersihkan sisa sisa saliva yang ada di ujung bibir nya..
Sinta pun kembali menatap Ikram dengan wajah terkejut
"Ayo kita pulang sekarang.." ajak Ikram membuyarkan lamunan Sinta
"Eh..., iya... "
Jawab Sinta gugup, dan langsung menjalan kan mobil nya ke arah jalan raya..
Hari ini suasana malam sangat lah indah, sama seperti hati Sinta yang sedang bahagia bagai bunga yang sedang berkelipan bagai bintang di malam hari..
__ADS_1
"Seperti nya Ikram mulai bisa menerima ku.. " ucap Sinta dalam hati nya sambil terus tersenyum....