
"Ada apa Ikram...?? kenapa wajah mu sangat serius begitu..? " tanya Sinta khawatir
"Sinta... apa kau mengenal Ob tadi dengan dekat..? " tanya Ikram
"Tidak..., aku tidak terlalu mengenal nya, yang aku tahu, jika dia adalah anak dari bibi Siti yang bekerja di rumah ku.. "
"Apa kau yakin..? "
"Iya..., sebenarnya aku juga kurang yakin, karena wajah mereka terlihat sangat berbeda, tapi bibi Siti sendiri yang mengatakan kepada papa, jika dia meminta pekerjaan untuk anak nya yang baru tamat kuliah, saat itu kami memang belum pernah melihat anak nya Ikram, memang nya apa yang terjadi Ikram..? "
"Ada yang menyerang anak buah ku saat di perjalanan menuju ke tahanan tersembunyi, mereka berhasil merebut Ob mu Sinta.. "
"Apa...! apa sangat penting Ob itu untuk paman ku..? "
"Mungkin..., atau jangan jangan, dia hanya menyamar sebagai Ob, untuk memata matai mu di kantor ini.. sudah berapa lama dia bekerja di sini..? "
"Se ingat ku baru 3 bulan dan tidak ada yang mencurigakan dengan perlakuan nya disini.. "
"Ya sudah, ayo kita pulang kerumah mu, kita temui bibi yang bekerja di rumah.." Ajak Ikram
"Baik, ayo. "
Dan mereka pun langsung keluar dari kantor Baskara menuju ke arah perumahan elit milik keluarga Baskara...
Setiba nya disana, Ikram dan Sinta langsung tercengang saat melihat satpam penjaga gerbang rumah Sinta yang sudah babak belur tertidur di atas pelataran...
Dengan cepat Sinta berlari mendekati satpam penjaga gerbang itu..
"Apa yang terjadi...? kenapa kamu bisa babak belur begini..? "
"Maaf nona muda.. karena saya sudah gagal menjaga rumah anda..?"
"Apa maksud mu..? " teriak Sinta marah
"Rumah di serang nona.. dan mereka sudah menghabisi teman ku yang lain"
"Bagaimana bisa..? dimana para pengawal papa ku..? "
"Mereka ikut menyerang kami nona..lihat lah para teman ku sudah mati di tangan mereka nona.. " ucap nya menangis..
"Sinta, aku akan meminta anak buah ku untuk datang kemari secepatnya.. "
"Iya telfon anak buah mu Ikram.. aku.. aku benar-benar takut sekarang.. " ucap Sinta panik
__ADS_1
"Sudah, ayo kita masuk ke dalam.. "
Dan mereka pun langsung masuk ke dalam rumah, setelah memberi pertolongan kepada satpam tersebut..
Setiba nya di dalam rumah Sinta yang sudah terbuka lebar, mereka pun di kejutkan dengan ke adaan rumah Sinta yang sudah berantakan tak berbentuk, seperti nya penyusup itu memang berniat untuk menghancurkan rumah Baskara, karena sudah beberapa hari ini Sinta tidak pulang kerumah nya..
Sinta menutup mulut nya dengan rasa terkejut,
"Mereka benar benar jahat Ikram.." ucap Sinta sedih
"Tenang kan diri mu Sinta, ayo kita cari bibi Siti itu, dia pasti tahu sesuatu dengan semua penyerangan ini.. "
Dan mereka mulai mencari keberadaan pembantu itu, tapi tetap tidak menemukan nya, saat menyusuri dapur tak sengaja mereka mendengar suara rintihan seorang wanita..
"Tolong....." ucap wanita itu..
Ikram dan Sinta pun mulai bergegas mencari ke asal suara tersebut, dan tak lama mereka menemukan wanita yang sedang tergeletak di dalam kamar mandi dapur dengan ke adaan yang mengenaskan...
"Bik Siti... " ucap Sinta berjongkok menolong nya...
"Kau kenapa bik..? apa orang orang jahat itu juga melukai mu bik..? "
Bik Siti yang mendengar suara nona muda nya Itu pun, mulai mencoba sadar dan membuka mata nya.. darah di kepala nya sudah mengalir begitu deras..
"Apa maksud bibik..? ayo jelas kan bik..? "
"Nona.., sebenarnya, Agnes itu bukan anak bibik, dia orang suruhan dari paman mu, dan selama ini, bibik sudah di tugas kan untuk memberi racun di makanan papa mu.. agar papa mu... bisa mati secara perlahan..maaf kan bibik nona,, bibik sudah tidak kuat lagi... "
Deggg........
Mata bibi Siti pun tertutup dengan sempurna..
"Bibik... kau tidak boleh mati bik.. kau harus memberi tahu aku semua rahasia yang kalian rencana kan.. hiks... hiks... kenapa kalian tega menusuk papa ku... " kenapa.." teriak Sinta marah
"Sinta... tenang kan diri mu..ayo kita kedepan.. " ajak Ikram memapah Sinta dengan paksa..
Sesampainya di ruang tamu, ternyata bertepatan dengan tiba nya anak buah Black Dragon yang sudah memasuki rumah Sinta..
"Maaf jika kami terlambat bos. " ucap Mark hormat
"Iya.., ini kesalahan ku, karena telah lengah tidak menjaga kediaman Baskara.., aku kira mereka tidak akan menyerang rumah ini.. karena Sinta tidak berada di sini, ternyata pemikiran ku salah besar...mark... kau urus orang-orang yang terluka dan yang telah meninggal..aku ingin kau selesai kan dengan cepat.." perintah Ikram
"Baik bos.. "
__ADS_1
Dan mereka pun langsung berpencar untuk menolong para pengawal dan pembantu yang berada di pihak Baskara dan habis di siksa oleh para penyusup..
Sedangkan Sinta... saat ini dia benar benar merasa syok, karena bukan hanya nyawa nya saja yang terancam, tapi juga orang orang yang dekat dengan keluarga nya pun ikut terancam..
"Minum lah Sinta.. " ucap Ikram memberi kan botol minum..
"Ikram.... aku.... "
"Tenang kan diri mu Sinta. kita sudah mendapatkan petunjuk walaupun masih sedikit.. "
"Baiklah.." jawab Sinta meminum air itu
"Sinta..., untuk sementara waktu..kau harus berada di rumah ku dulu.., jangan keluar ke kantor.."
" Lalu..., bagaimana dengan pekerjaan ku dan kantor, siapa yang akan mengawasi nya..? "
"Ada Haris yang akan mengawasi nya.. aku akan berbicara dengan dia.. "
"Apa kita bisa mempercayai nya Ikram..? "
"Bisa Sinta..aku sudah memantau Haris sebelum nya, dan dia bersih dari penghianatan.. "
"Baiklah.., tolong, bantu aku Ikram... aku sangat takut sekarang.., aku tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa lagi... " ucap Sinta menangis
"Percaya pada ku Sinta.. aku akan membantu mu.."
Dan tampa sadar, saat ini Ikram sudah memeluk Sinta dengan erat, dia berusaha menenangkan Sinta yang terlihat rapuh dan frustasi,.. dia berjanji akan menuntaskan dan menghabisi orang orang yang sudah tega membunuh dan merencanakan pembunuhan untuk keluarga Baskara...
Setelah memenangkan Sinta, Ikram pun langsung berjalan menemui Mark yang ada di luar rumah
"Bos..., ada kabar bagus.."
"Apa itu Mark.."
"Anak buah kita yang mengejar mobil yang membawa Ob itu, telah mengikuti nya sampai tiba ke markas mereka bos.. "
"Benarkah..., ini benar-benar kabar yang sangat bagus Mark.., pantau terus markas itu, jangan sampai mereka menyadari jika kita sudah menemukan mereka.., aku ingin melihat apakah paman nya Sinta juga ada disana atau tidak.., setelah mereka lengah, baru kita mulai menyerang..
" Baik bos, akan kami laksanakan.. "
"Oya, apa kau sudah membawa orang-orang yang terluka ke rumah sakit"
"Sudah bos., "
__ADS_1
"Kerja bagus Mark.., seperti nya sebentar lagi kita akan berhasil menyelesaikan misi ini.. " ucap Ikram terseyum...