Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Memulai Rencana


__ADS_3

"Selamat pagi pak Ikram.." sapa guru muda dengan sopan


"Pagi juga bu guru" jawab Ikram cuek


Setelah menjawab sapaan dari Guru tersebut Ikram pun kembali berbicara dengan putri kecil nya,


"Sayang, papa pergi kerja sekarang ya, kamu harus belajar yang pintar dan jangan nakal.. " ucap Ikram pamit


"Iya ayah, hati hati ayah.. " jawab Cinta mencium tangan Ikram


"Saya titip anak saya buk guru" ucap Ikram sambil menatap ke arah guru tersebut


"Baik Pak., kami pasti akan menjaga dan mendidik anak bapak dengan baik.. " jawab guru itu tersenyum manis


Dan Sinta yang melihat senyum itu pun mulai merasa tidak tenang, dia takut jika Ikram akan terpesona dengan guru muda tersebut..


"Cinta... tante juga pamit kerja dulu ya, nanti kapan kapan tante akan main kerumah kamu lagi, kamu mau kan sayang..? "


"Iya Cinta mau tante Sinta.. bay tante, bay ayah.."


Teriak Cinta saat melihat mobil Ikram mulai berjalan meninggal kan perkarangan sekolah TK..


Setelah melihat mobil Ikram pergi, Guru muda yang bernama Ayu itu pun langsung mengajak Cinta dan Ibu Aisyah untuk segera masuk ke dalam kelas,...


*****


Di sebuah rumah yang mewah, saat ini sedang di adakan nya pertemuan antara para anggota geng, yang sedang menghadap kepada bos besar mereka.


Laki laki tua yang sudah berumur 55 tahun, itu, terus menghisap rokok nya sambil menghembus kan asap nya ke arah angin.... dia duduk di atas kursi kebesaran milik nya sambil mendengar kan setiap laporan yang di berikan oleh para anggota geng bayaran...


Saat salah satu anak buah geng melaporkan mengenai kegagalan dalam menjalan kan misi mereka, yang ternyata telah membuat pria paruh baya itu marah dan langsung meradang, karena kelinci incaran nya sudah mempunyai tempat untuk berlindung,


Selama ini dia sudah bersusah payah untuk menutup mulut semua orang yang mau membantu incaran nya itu, dan kali ini tampa dia duga, ternyata ada pahlawan kesiangan yang menyelamatkan kelinci dengan sangat lihai,


"Siapa orang itu..?? " tanya pria tersebut geram


Dia mulai membuang dan menginjak rokok yang dia pegang tadi sampai hancur ,sambil menggertakkan gigi dan mengepalkan tangan nya kuat

__ADS_1


"Maaf.. kami tidak tahu bos, karena mereka semua memakai penutup wajah " Jawab salah satu anak buah milik nya


"Berapa jumlah mereka..? "


"Sekitar 11 orang bos.. " jawab mereka menunduk


Dan dengan cepat pria paruh baya itu langsung mencengkram wajah anak buah nya dengan sangat kuat, dia benar benar merasa sangat marah...


"Apa kau bodoh hah.. di mana otak dan fikiran mu itu, bukan kah anggota mu lebih banyak dari mereka... bagaimana bisa kau kalah begitu saja brengsek.."


Ucap nya mendorong pria itu dengan sangat kuat, membuat nya harus terjatuh ke lantai...


" Aku membayar kalian dengan sangat mahal..selama ini aku memang menyuruh kalian untuk main secara perlahan, karena aku ingin membuat satu keluarga itu mati ketakutan, tapi jika mereka mempunyai pelindung sekarang, maka ambil jalan tengah, bunuh incaran sekarang juga...saat mereka lengah, habisi ke tiga kelinci kecil itu, jangan bodoh kalian.." teriak pria itu marah


"Berapa orang anak buah geng yang lain yang tertangkap oleh pelindung kelinci..? " tanya nya kembali


"Sekitar 8 orang bos, dan mereka dalam ke adaan mengenaskan.., di antara mereka mengalami tembakan di betis, dan paha.. "


"Bedebah....., aku yakin orang orang itu bukan lah orang sembarangan.. pasti mereka sengaja menyandra suruhan ku agar bisa menginterogasi mereka semua... seperti nya kita harus mencari tau siapa yang berani melawan ku.., setelah itu baru lah seperti biasa, kita menyuap dan mengancam mereka agar mau berada di pihak kita, jika mereka melawan...maka kita akan melakukan dengan cara paksa."


"Baik bos..., kami akan melaksanakan perintah anda." jawab mereka berbarengan..


Setelah itu, mereka langsung keluar dari rumah mewah dengan memakai Penyamaran masing-masing..,


Sedangkan pria paruh baya itu,dia masih betah berdiri dengan perasaan kesal dan marah...


Sungguh selain ingin mendapatkan harta, dia juga sangat dendam dengan keluarga kaya milik Bagas Baskara, karena menurutnya, mereka telah menghina dan merendahkan harga diri milik nya dengan mengeluarkan nya dari perusahaan dan memberikan dia perusahaan yang sangat kecil untuk dia kembangkan... penghinaan yang menyakitkan dan akan dia balas dengan menghilang kan nyawa musuh nya...


****


Setelah berkendara beberapa jam, saat ini Ikram dan Sinta sudah sampai di depan kantor Baskara Group.., Sinta tiba-tiba merasakan perasaan tidak enak saat harus berpisah dengan Ikram...


"Kamu kenapa...? Kenapa kamu tidak langsung turun..? " tanya Ikram heran


"Ikram....,, aku.. aku merasakan perasaan tidak enak.. "


"Maksudnya..? "

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu cara menjelaskan nya.. Ikram apa aku sudah aman sekarang..? bagaimana jika ada yang ingin membunuh ku lagi.. dan bagaimana jika penyusup itu sudah memasuki ke dalam kantor Baskara...? " tanya Sinta panik


"Sinta.... kamu tenang lah.. aku kan sudah berjanji jika akan menempatkan orang-orang ku untuk memantau ke amanan mu.. oya apa di kantor mu semua ruangan memilki CCTV.. "


"Ada.., tapi ada juga yang sudah rusak.."


"Baiklah, aku akan mengutus orang ku untuk memperbaiki CCTV dan memantau nya.. kau siapkan ruangan khusus untuk mereka bekerja.."


"Baiklah, aku akan menuruti apa kata mu itu" jawab Sinta menatap Ikram serius..


Dan Ikram yang di Tatap seperti itu pun mulai tidak fokus dan memalingkan wajah nya...


"Oya.., dimana orang tua mu sekarang..? " tanya Ikram mengalihkan pembicaraan


"Mereka ada di Korea, papa ku sedang menjalan kan pengobatan disana, tempat itu sangat rahasia, dan seperti nya paman ku tidak mengetahui tempat itu.. " jawab Sinta


"Baiklah, kau kirim alamat lengkap nya, aku akan mengirim anak buah ku kesana untuk berjaga jaga.. , dan untuk sementara waktu biarkan orang tua mu berada di sana, aku yakin pasti saat ini paman mu akan bergerak cepat untuk menghabisi kalian.. "


"Benarkah begitu Ikram... lalu bagaimana dengan ku jika orang tua ku tidak boleh pulang.. aku sendirian disini Ikram.."


" Jika kau mau, kau bisa tinggal di rumah ku untuk sementara waktu, agar aku juga bisa dengan mudah menjaga mu.."


Tawar Ikram dengan wajah serius, tapi tidak dengan Sinta, setelah mendengar ucapan itu dari mulut Ikram, Sinta pun langsung tersenyum senang...


"Aku mau...!!!!! " jawab Sinta cepat


"Ya sudah, sekarang kamu turunlah, ini sudah sangat terlambat untuk seorang direktur utama, jangan memberi contoh yang tidak baik dengan bawahan mu Sinta.. "


"Baiklah, Terima kasih sekali lagi Ikram.. "


Jawab Sinta yang tiba tiba memeluk Ikram dengan cepat, setelah itu dia pun langsung melarikan diri keluar dari mobil dengan jantung yang berdebar debar...


Sungguh Sinta merutuki kekonyolan tubuh nya yang tak bisa menahan diri lagi...


"Ya Tuhan...., apa yang aku lakukan barusan.., aku memeluk nya.. Sinta.., kenapa kau tidak bisa mengontrol tubuh mu sendiri sekarang"


Ucap Sinta sendiri, dengan terus berlari memasuki kantor, mengabaikan semua karyawan yang menyapa nya hormat...

__ADS_1


__ADS_2