
Tepat pukul 20.00 malam, keluarga besar Ikram dan Sinta sudah berkumpul di kediaman rumah mereka, begitupun dengan kerabat dan juga sebagian anak buah milik Ikram,
Para keluarga yang di undang untuk hadir ke kediaman Ikram pun mulai bertanya-tanya, bukan kah mereka sedang tidak membuat acara, tapi mengapa Ikram mendirikan tenda dan mengumpulkan mereka semua,
Setelah keluarga yang lain berkumpul di meja makan dan juga ruang keluarga dirumah mewah itu,
Ibu Aisyah dengan cepat langsung mendatangi Ikram yang sedang duduk di kursi tengah sendirian, saat ini Ibu Aisyah sudah merasa sangat penasaran dia langsung mendekati Ikram, dan duduk di samping kursi yang Ikram tempati saat ini
"Nak...., sebenarnya ada apa kamu memanggil kami semua, apakah kamu ingin membuat acara dadakan? " tanya ibu Aisyah penasaran
Ikram yang mendapat pertanyaan dari ibu angkat nya itu pun mulai memutar duduk nya dan memegang tangan ibu Aisyah dengan erat
"Buk...., sepertinya aku masih memiliki hutang dengan Wulan buk"
Ikram berbicara dengan pandangan kosong, membuat Ibu Aisyah merasa terkejut
"Apa maksud mu nak..? memang nya kau memiliki hutang apa dengan mantan istri mu itu?"
"Hutang akan membahagiakan nya buk, dulu saat kami masih bersama, aku selalu mengucapkan janji itu kepada diri nya, apakah aku akan berdosa karena tidak menepati nya buk? " tanya Ikram langsung mencium tangan Ibu Aisyah
"Ikram, Ibu rasa dengan kamu membiayai pengobatan penyakit nya sampai sembuh itu adalah salah satu bentuk kebahagiaan untuk Wulan Ikram, nak sebenarnya kebahagiaan itu tidak selalu harus menjadi pasangan suami istri, tapi dengan melakukan kebaikan kepada seseorang pun itu adalah salah satu wujud kebahagiaan untuk orang tersebut, sekarang kamu sudah memiliki keluarga, jadi fokus lah dengan Sinta dan juga anak anak mu Ikram, bukan kah kamu sudah menutup cerita masa lalu mu sejak lama, tapi kenapa sekarang kamu mengungkit nya lagi? " tanya bu Aisyah heran
"Iya,masa lalu memang sudah aku tutup dengan rapat buk, tapi janji dan juga semua kejadian yang pernah kami perjuangkan bersama, itu akan selalu tersimpan di memori otak ku bu, apalagi setelah melihat perjuangan nya yang harus berakhir, aku.... aku....merasa kan suatu hal yang tidak bisa di ungkap kan oleh kata kata buk, aku juga tidak tahu bagaimana ingin mengungkap kan nya"
Ikram kembali terisak sambil mencium kedua tangan ibu Aisyah, membuat Ibu Aisyah menjadi khawatir
"Ikram, sebenarnya ada apa ini? kenapa kamu tidak mau bicara terus terang? "
Tanya Ibu Aisyah mulai tidak sabar, untung saja mereka berada di sudut paling sepi, jadi tidak ada yang melihat kelakuan Ikram saat ini,
Tak lama kemudian, terdengar suara riuh dari depan gerbang rumah milik Ikram, membuat ibu Aisyah langsung menegakkan wajah nya ke arah depan..
"Ikram, sepertinya mobil Wulan sudah tiba nak" ucap Ibu Aisyah membuat Ikram langsung menegakkan kepala nya
__ADS_1
"Iya buk, ayo kita lihat buk, "
Sebelum pergi, Ikram menyempatkan diri untuk membenahi penampilan nya, saat ini dia sudah memakai baju koko berwarna putih, dan dia mulai menggandeng tangan Ibu Aisyah,
Sesampainya di teras rumah, Ikram mulai berdiri menatap anak buah nya yang baru keluar dari mobil yang dia bawa
Mark tampak memasang wajah sedih dan dia langsung menghadap ke arah Ikram dan juga Ibu Aisyah,
"Selamat malam bos, " sapa Mark
"Malam Mark, dimana mereka,? " tanya Ikram melihat ke arah gerbang
"Sebentar lagi tiba bos, maaf karena selama di Korea saya tidak melaporkan kabar apapun untuk bos, tapi ini adalah salah satu permintaan terkahir dari nona Wulan bos"
Jelas Mark membuat ibu Aisyah menutup mulut nya dengan tangan
"Apa... maksud perkataan dia Ikram, kenapa dia mengatakan permintaan terakhir? "
Tanya ibu Aisyah sudah menetes akan air mata nya.. dia menatap wajah Ikram dengan lama
Jawab Ikram menunduk, ibu Aisyah merasa sangat syok atas apa yang di ucapkan oleh Ikram..
"Jadi maksud kamu, Wulan sudah meninggal dunia" tanya Ibu Aisyah berteriak...
Ikram langsung mengangguk kan kepala nya,dia menangis dengan sangat pilu, entah mengapa hati nya merasa jika dia masih memiliki hutang kepada Wulan yang belum bisa dia lunaskan
Tampa mereka tahu jika ternyata seluruh keluarga sudah berkumpul di depan pintu rumah mendengarkan percakapan mereka berdua,
Sinta langsung menutup mulut nya karena merasa sangat terkejut dengan apa yang dia dengar barusan..
Bukan kah sebulan yang lalu Wulan sempat menelfon mereka dan memberitahu jika kesehatan dirinya sudah mulai membaik, dan dia juga optimis jika bulan depan dia akan sembuh dan segera pulang untuk menemui dirinya dan juga Cinta,
Apakah ini maksud dari perkataan Wulan tentang bulan depan itu, karena setelah komunikasi terakhir selama sebulan kedepan nya Wulan sangat susah untuk di hubungi, dan ini tepat 2 bulan dia berobat di Korea,
__ADS_1
"Mas.... apa bener yang aku dengar barusan? " tanya Sinta berteriak
Membuat Ikram dan ibu Aisyah langsung melihat ke arah samping,
"Sinta...!! "
"Jawab mas..., apa bener yang kamu katakan tadi, kamu bohong kan mas, aku tahu kamu pasti bohong"
Ucap Sinta sudah berderai air mata, Ikram langsung berlari memeluk istri nya tersebut, dia mencium kepala Sinta dan menenangkan nya
"Sayang, semua yang aku katakan tadi memang benar ada nya, Wulan sudah meninggal dunia saat ini" ucap Ikram menangis
"Hiks.... hiks...., kenapa bisa mas, bukan nya dia sudah hampir sembuh, apa ini karena racun itu mas, karena aku dia meninggal dunia mas Ikram" ucap Sinta menangis
"Tidak sayang, ini bukan salah kamu, tapi ini memang sudah menjadi takdir nya,kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri sayang, mungkin ini lah yang terbaik untuk Wulan"
"Mas...., bagaimana kita menyampaikan nya kepada Cinta, dia sangat merindukan bunda nya, dia selalu mengatakan itu sambil menangis mas, aku.... aku bener bener tidak mampu melihat nya bersedih mas"
"Tenangkan dirimu Sinta, kamu sedang hamil sayang" ucap mama Iren menimpali,
Dia gantian memeluk tubuh Sinta dengan erat, dan tak lama kemudian tiba lah mobil yang membawa jenazah Wulan,
Mereka menatap mobil tersebut dengan air mata berlinang, begitupun dengan bang Jack dan juga Ayu,
Walau tidak terlalu mengenal Wulan, tapi mereka sangat mengetahui lika liku kehidupan Yang Wulan jalani semasa hidup nya,
setelah pintu belakang mobil dibuka, Ikram, bang Jack, Tio dan juga Anton langsung membantu petugas mengeluarkan Jenazahnya Wulan dari dalam mobil, dengan perasaan sedih Ikram langsung menggendong tubuh mantan istri nya tersebut untuk menaiki teras rumah dan memasuki rumah mewah milik nya...
Para pembantu sudah selesai menyiapkan pembaringan untuk Wulan, dengan perlahan Ikram menaruh tubuh Ringkih itu untuk berbaring di atas tilam busa, ,
Setelah terbaring dengan nyaman, Ikram mulai membuka tutup kain putih yang menutupi wajah Wulan,..
Sampai akhirnya terlihat lah wajah seorang wanita yang pernah dia cintai dengan sepenuh hati, Wajah itu terlihat pucat dan kurus, Ikram dan yang lain nya mulai meneteskan air mata,, sungguh dia tidak menyangka jika wanita yang pernah dia cintai dan juga benci akan pergi dengan begitu Cepat...
__ADS_1
"Wulan....... " ucap Mereka pelan....