
Setelah keluar dari ruangan ICU, Sinta langsung mengajak suami nya tersebut untuk masuk ke dalam ruangan VIP,
Sesampainya di dalam, mereka melihat jika ruangan sudah kosong, seperti nya pak Adam sedang berada di dalam kamar mandi, karena terdengar suara percikan air yang mengalir
Sinta langsung menatap suami nya tersebut dengan intens,
"Mas....? kenapa berbicara seperti itu kepada Wulan? aku tahu, pasti mas sengaja ya? " tanya Sinta menatap Ikram
Dengan cepat Ikram langsung tersenyum menanggapi pertanyaan sang istri
"Iya maaf sayang...! sebenarnya aku hanya menggoda nya, tapi sepertinya dia tidak menyukai" jawab Ikram lugu
Ya, Ikram memang lah pria yang kurang peka terhadap perasaan wanita, apalagi wanita pendiam seperti Wulan,
"Jangan menggoda nya lagi ya, itu sama saja membuatnya se akan akan kita terpaksa untuk menjaga dia di rumah sakit, "
"Okey, aku akan selalu mengingat nya sayang, sekarang ayo kita kemasi barang barang kita, aku sudah tidak sabar ingin segera menuju ke apartemen milik mu sayang"
"Baiklah, ayo bantu aku berkemas mas " ajak Sinta semangat..
Dan mereka mulai menyusun baju yang sudah keluar dari tempat nya masuk ke dalam koper kembali,
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu kamar mandi yang di buka, dengan cepat mereka menolah menatap pria tua yang sudah berjalan menuju ke arah mereka berdua
Pak Adam sudah mengetahui jika mereka pasti akan segera berpamitan untuk pergi dari rumah sakit,karena Wulan Sudah membahas nya terlebih dahulu kepada sang bapak
"Pak Adam" panggil Sinta
"Iya, saya sudah tahu kok jika kalian berdua akan segera pergi dari rumah sakit, bapak sangat berterimakasih kepada kalian berdua, dan sekarang waktu nya untuk kalian berdua menghabiskan waktu bersama " jawab pak Adam tersenyum
"Terimakasih pak, oya nanti kami pasti akan sesering mungkin untuk menjenguk Wulan kembali" ucap Ikram
"iya..., terimakasih ya nak Ikram, karena kamu selalu mengingat kami, jujur bapak merasa sangat senang karena akhirnya kamu bisa menemukan kebahagiaan mu nak"
"Iya pak, Terimakasih juga karena bapak sudah sangat baik kepada kami berdua"
Ucap Ikram langsung memeluk tubuh pak Adam, begitu pun dengan Sinta, dia langsung menyalami tangan pak Adam sebelum keluar dari ruangan.
"Ayo kita ke kamar Wulan lagi mas, aku ingin mengucapkan selamat tinggal untuk nya, agar dia tetap semangat dan optimistis dalam pengobatan nya" ajak Sinta tersenyum
__ADS_1
"Baiklah sayang"
Dan mereka bertiga, langsung keluar kamar, Dengan membawa koper yang ada di tangan Ikram
Kini mereka sudah berada di ruang ICU kembali, kebetulan saat ini sedang ada dokter Imran yang sedang melakukan pemeriksaan,
Dengan cepat, Sinta dan Ikram langsung berpamitan kepada Wulan dan sang dokter,
Dan saat Ikram bersama Sinta keluar dari ruangan tersebut, tampa terasa Wulan kembali meneteskan air mata nya..
Membuat sang dokter menatap curiga ke arah Wulan, terlihat jika ada kesedihan mendalam saat Mata Wulan menatap wajah Ikram dan setelah melihat kepergian Ikram,
Wulan berusaha menahan kesedihan nya dari sang dokter, karena dia tidak ingin jika masalah pribadinya sampai di ketahui oleh orang lain
"Mata itu, memancar kan aura kesedihan dan ketidak ikhlasan, bukan kah mereka adalah kerabat dekat Wulan? tapi mengapa terlihat sangat berbeda? waw..... sepertinya aku semakin penasaran dengan kehidupan wanita ini, apa penyebab nya sehingga dia bisa mengalami kekambuhan penyakit dan juga depresi berat? benar benar membuat ku ingin mengetahui nya" ucap dokter di dalam hati..
*****
Tidak terasa hari sudah berganti malam, saat ini Ikram dan Sinta sedang menikmati waktu berdua mereka di dalam apartemen milik papa Baskara,
setelah melakukan makan malam mereka menyempatkan diri untuk bersantai sejenak di depan televisi yang sangat besar,
"Hallo putri ayah.... " sapa Ikram melakukan video call
"Hallo ayah Cinta, hallo mama Sinta..! huh... Cinta sangat kangen dengan kalian berdua" ucap Cinta dengan memuncungkan bibirnya
Sinta yang melihat putri nya bertingkah seperti itu pun, merasa sangat gemas
"Mama juga kangen banget sama kamu sayang, tunggu mama pulang ya sayang, nanti mama belikan Cinta boneka yang cantik dan imut seperti Cinta, mau kan sayang? "
"Mau mama..!! oya kata nenek Aisyah mama sama ayah lagi pergi buat adik ya? Cinta mau dong yah adik yang banyak" ucap Cinta memohon
Membuat Ikram langsung tersenyum lucu menatap wajah Sinta yang sedikit terkejut
"Ayo di jawab sayang pertanyaan Cinta" panggil Ikram menggoda
"Hah.... hahaha...... baiklah nak, mama akan berusaha membuat adik untuk kamu ya sayang"
"Yea....., makasih ya mama, Cinta sayang banget sama mama dan ayah, sama adik bayi juga" ucap Cinta kegirangan,
__ADS_1
Terdengar oleh mereka, suara tawa cekikikan seorang wanita muda yang tak lain adalah Winda, seperti nya Winda sengaja mengajari Cinta menanyakan hal seperti itu, agar Sinta dan Ikram merasa bingung untuk menjawab nya..
Setelah 30 menit menghabiskan waktu menelfon, akhirnya Cinta memutuskan panggilan karena sudah sangat mengantuk,
Dan saat ini, Sinta sedang menatap wajah Ikram dengan sangat intens, membuat Ikram merasa tidak tenang
"Ada apa sayang...? mengapa kau menatap ku seperti itu? " tanya Ikram curiga
Tampa menjawab pertanyaan dari Ikram, kini Sinta sudah berpindah duduk di atas pangkuan Ikram..
Membuat Ikram terkejut setengah mati, selanjutnya Ikram mendengar bisikan dari bibir Sinta yang mengatakan sesuatu yang membuat Ikram menjadi panas dan gerah
"Ayo kita buat adik Cinta sekarang, buktikan jika Anaconda mu itu, sangat gagah dan perkasa sayang"
Deggh........
Sepertinya Sinta benar-benar agresif dan sangat menantang, Ikram yang baru pertama kali mendapatkan wanita seperti ini pun, mulai mencoba untuk tidak terkalahkan, dengan cepat, Ikram memeluk tubuh Sinta dan mencium bibir Sinta dengan buas..
Akhirnya dia bisa bebas menikmati makhluk Tuhan yang sudah sangat menggoda ini, kini mereka saling menyesap bertukar saliva, melakukan pertempuran lidah yang sangat terasa nikmat dan memabukkan..
Permainan benar-benar seimbang, kini Sinta berubah menjadi wanita bar bar jika menyangkut kepuasan rohani, kini Ikram sudah turun menjelajahi leher yang sangat putih dan jenjang, membuat Sinta mengeluarkan suara des*h*n nya
"Aahhhhh............
Dengan bersemangat Ikram langsung menurunkan baju tidur berbahan sutra tersebut dan terpampanglah dua gundukan yang sangat indah dan menggoda iman, sepertinya istri nya ini memang sudah mempersiapkan nya, terbukti jika saat ini dia tidak menggunakan bra jadi memudahkan Ikram untuk melakukan aksi nya
" Kau membuat ku gila Sinta" ucap Ikram langsung menyesap kedua gundukan tersebut
Sinta mulai meremas rambut Ikram yang hitam legam,tampa sadar dia sudah mengeluarkan suara erotis yang membuat Ikram semakin bersemangat
"Ahhhhh............
Dan tiba tiba...... terdengar suar handphone di atas meja kembali berdering
" Bang Jack memanggil"
"Bang Jack memanggil"
"Bang Jack memanggil"
__ADS_1