Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Sinta membeli 3 cincin


__ADS_3

"Kamu mau pilih yang mana sayang? "


Tanya Ikram kepada Sinta, saat ini mereka sudah berada ditoko perhiasan yang ada di dalam mall,


Dan mereka langsung memilih cincin yang akan digunakan untuk acara akad nikah beberapa hari lagi,


Sinta, yang memiliki selera sederhana tapi berkelas menjatuhkan pilihan nya kepada cincin bermata permata kecil yang terdapat di tengah cincin tersebut, dengan tersenyum dia pun mulai mengenakan nya di jari manis tangan nya..


"Aku suka" ucap Ikram yang sedang menatap ke arah cincin yang bertengger indah di jari manis Sinta


"Benarkah...? " tanya Sinta tersenyum


"Iya, sederhana tapi berkelas, pilihan mu sangat pas sayang"


"Baiklah, kita ambil yang ini ya sayang"


"Okey"


Dan Sinta pun langsung menyuruh mbak penjual untuk membungkus nya, saat Ikram sedang sibuk berbicara dengan Cinta, Sinta kembali bertanya kepada sang mbak penjual


"Mbak..., aku ingin cincin yang seperti ini satu lagi ya mbak, tolong bungkus nya di pisahkan saja"


"Baik mbak , bagaimana dengan pembayaran nya? "


"Satukan saja mbak, nanti biar calon suami saya yang membayar nya "


"Baik mbak.. "


Setelah mbak penjual selesai membungkus kotak cincin tersebut, Sinta pun langsung memanggil Ikram untuk melakukan pembayaran.


Tak berselang lama, pembayaran pun telah selesai di lunas kan, dan mereka bertiga langsung pergi meninggalkan toko perhiasan tersebut..


Hari ini, Ikram berencana akan menghabiskan waktu nya bersama kedua wanita yang sangat dia cintai,


Setelah puas berputar putar, Ikram pun mengajak Sinta dan Cinta untuk makan siang di restoran yang ada di dalam mall..


"Kamu mau makan apa anak ayah? tanya Ikram menatap Cinta


" Apa ya..!!! Cinta mau makan ayam crispy dan udang asam manis yah " jawab Cinta tersenyum


"Yasudah, kamu apa sayang? " tanya Ikram kepada Sinta,


"Aku buat aja sama kayak kamu mas! "


"Okey sayang, eh....bentar, kamu panggil apa barusan? "tanya Ikram terkejut

__ADS_1


" Mas Ikram!!! bolehkan? " Sinta mulai tersenyum menggoda menatap Ikram


"Tentu saja, aku suka dengan panggilan itu, terkesan lebih dekat dan sopan"


Ucap Ikram sambil menatap intens ke arah wajah Sinta, membuat Sinta langsung menutup wajah nya dengan kedua tangan...


"Jangan menatap ku mas, aku malu" jerit Sinta membuat Ikram tertawa karena gemas.


jika saja mereka tidak berada di tempat ramai, ingin sekali Ikram memeluk kekasih nya tersebut...


Beberapa menit kemudian akhirnya makanan yang mereka pesan pun telah tiba, dan mereka langsung menyantap nya dengan nikmat...


"Sayang, makan nya pelan pelan, nanti bisa kesedak lo" ucap Sinta memperingati Cinta


"Iya mama"


Ikram tersenyum senang saat menyaksikan perhatian Sinta kepada putri nya itu, dan tak berselang lama, mereka pun kini sudah selesai melakukan makan siang yang tertunda itu,


Tepat pukul 15.00 sore, Ikram beserta kedua wanita berbeda generasi tersebut, langsung berkendara menuju pulang kerumah..


Nanti malam, Sinta berencana untuk kembali pulang kerumah nya, jadi saat tiba di rumah nanti dia akan segera mengemas barang barang nya yang ada di rumah Ikram..


"Sayang, kamu tidak takut kan di rumah sendirian? " Ikram mulai menatap wajah Sinta


"Baiklah, tapi kalau ada apa apa langsung hubungi aku ya"


"Iya tuan bos, "


Jawab Sinta tersenyum, sebenarnya saat ini ada sesuatu hal ingin sekali Sinta sampaikan kepada calon suami nya tersebut,


Tapi dia sedang berusaha untuk mencari tempat yang sangat pas, agar lebih mudah untuk mengatakan nya..


Saat ini, mobil Ikram sudah tiba di pelataran rumah milik nya yang sederhana, Ikram dan Sita langsung menuju keluar dari mobil sambil menggendong tubuh Cinta yang telah tertidur.


Mereka berjalan masuk kedalam rumah yang tidak terkunci tersebut, dan di sambut ramah oleh ibu Aisyah yang rupa nya sedari tadi sudah menunggu kedatangan mereka,


Ikram langsung masuk. ke dalam kamar putri kecil nya, sedangkan Sinta dan Ibu Aisyah masih berbincang bincang di ruang tamu


"Bagaimana fitting baju akad nya nak Sinta? semua lancar kan? " tanya Ibu Aisyah


"Alhamdulillah lancar buk, untuk seragam ibu, nanti ada karyawan suruhan temen ku yang akan mengukur ibu" jelas Sinta


"Oh, ibu juga dapet baju seragam ya nak hehe? " goda ibu Aisyah


"Iya dong buk, walaupun acaranya tertutup, tapi kita kan harus tampil sempurna buk, sekali seumur hidup, jadi aku ingin para orang tua juga ikut merasakan kebahagiaan ini"

__ADS_1


"Makasih ya sayang! semoga kamu selalu bahagia bersama Ikram" doa ibu Aisyah


"Amiin.... makasih ya buk untuk doa nya" jawab Sinta tulus


"Semoga keputusan yang akan aku ambil ini tidak akan merugikan siapapun" ucap Sinta di dalam hati


***


Setelah selesai berbincang bincang dengan ibu Aisyah, Sinta pun langsung masuk ke dalam kamar nya, dia mengambil koper besar yang ada di samping lemari,


Dan dengan cepat, Sinta menyusun barang barang milik nya ke dalam koper tersebut..


Saat Sinta sedang fokus dengan kegiatan nya itu, Tiba-tiba ada yang memeluk nya dari belakang..


Ikram, sudah mendekap tubuh Sinta dan mencium tengkuk leher Sinta membuat Sinta langsung merasakan merinding di sekujur tubuh nya..


"Mas...., jangan seperti ini, aku jadi merinding" ucap Sinta


Tapi tidak di perdulikan oleh sang calon suami,


"Sebentar sayang, aku hanya sedang berlatih sedikit, kamu sangat harum sayang.. "


Ucap Ikram, masih menciumi leher belakang Sinta, dan dengan gerakkan cepat, saat ini Ikram sudah membalikan tubuh Sinta tepat di depan wajah nya, Ikram menatap wajah Sinta yang sangat cantik dan menggoda, bibir merah itu, seakan akan sedang memanggil manggil nama Ikram untuk dia segera ******* nya..


Cuppppp


Ciuman hangat pun sudah Ikram berikan, dan semakin lama semakin buas dan menuntut,


Ikram mulai menerobos masuk ke celah bibir Sinta yang sangat memabukkan, mereka saling menyecap dan bertarung lidah dengan sangat lincah, Saat ini Sinta sudah mengalungkan tangan nya tepat di leher Ikram, membuat Ikram semakin bersemangat dalam melakukan aksi nya..


Ciuman panas masih terjadi dengan nikmat dan bergairah, sampai tampa sadar jika tangan Ikram sudah bermain main menyentuh gundukan yang terasa ketat dan lumayan besar di balik baju yang Sinta gunakan...


"Mass.......!!! panggil Sinta


" Mas, aku ingin menyampaikan sesuatu dengan mu"


Ucap Sinta menghentikan kegiatan yang Ikram lakukan,


Ikram kembali memberikan kecupan di seluruh wajah Sinta, dan menyatukan kening mereka berdua dengan nafas yang masih turun naik


"Katakan sayang..... " Perintah Ikram


"Mas..., aku... aku.... ingin kamu melakukan poligami.......!!!!!!!


Jeduarrrrrr..........................

__ADS_1


__ADS_2