Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Menolong ibu Direktur


__ADS_3

"Hey..., kenapa kau berdiri tepat di jalan motor ku..kalau sampai tertabrak bagaimana? untung saja motor tua ku ini bisa mengerem tepat di depan mu.., jika sampai lewat sedikit lagi, aku yakin pasti kau akan tertabrak.. " teriak Ikram dengan kesal


Dan orang yang Ikram marahi itu pun masih diam mematung sambil menutupi wajah nya dengan tangan, mungkin dia masih terkejut dan syok, atas apa yang terjadi barusan...


"Nona..., apa kau Baik baik saja...? kenapa kau diam mematung seperti ini..? " tanya Ikram panik


"Apa kau terluka..? tapi itu tidak mungkin, karena motor ku belum mengenai tubuh mu kan.. ayo buka wajah mu itu.. jangan membuat ku panik.. "


Ucap Ikram mulai tidak sabaran,


Dan wanita itu pun mulai membuka wajah nya perlahan, sambil memegang dada nya yang masih berdebar kencang


"Hah... hah.... apa aku selamat.., ya Tuhan, aku belum mau mati di usia ku yang sangat muda ini.. " ucap nya menunduk


Setelah itu, dia pun mulai menegakkan wajah nya dan menatap ke arah Ikram...


"Kau... " ujar wanita itu terkejut


"Kenapa kau bisa ada disini..? " tanya nya heran


"Hah... "


"Maksud anda apa nona..,seharus nya saya yang bertanya seperti itu, kenapa anda menghalangi jalan motor saya? " tanya Ikram balik


" Tunggu... tunggu..., kau apa kau tidak mengenali wajah ku..? tanya nya heran


"Tidak..., maaf saya tidak tahu siapa anda.. "


"Ih..., kau benar-benar ya.., apa kau memang tidak pernah melihat ku, coba kau tatap wajah ku ini dengan benar., awas saja jika kau masih tidak mengenali nya" ucap wanita tersebut kesal


Dan Ikram pun langsung menatap wajah wanita itu, karena wanita itu sudah menahan tangan Ikram


"Aku seperti pernah melihat mu..., tapi di mana ya..??, oh aku rasa kau sangat mirip dengan ibu direktur yang aku temui tempo hari...di kantor yang aku datangi untuk merebutkan tender, tapi wajah kalian terlihat berbeda begitu pun dengan penampilan nya.. " jawab Ikram asal


"Apa maksud mu berbeda..? "


"Ya.., ibu direktur yang aku temui waktu itu, dia terlihat sangat cantik dan anggun, sedangkan kau,..... kau sangat berantakan... " ucap Ikram menatap nya dari atas sampai bawah..


"Apa.....!!" teriak nya terkejut dan marah sampai mengeluarkan tanduk di kepala nya...


"Dasar menyebalkan... apa kau tidak lihat, jika aku ini sedang ke susahan, lihat mobil ku itu, kedua ban nya kempes karena bocor, dan lihat handphone ku ini..., dia mati karena kehabisan daya..., sudah satu jam aku berdiri disini tapi tidak ada yang mau menolong ku, bagaimana aku tidak berantakan..., bahkan aku sudah melepas sepatu hak ku, dan memilih menyeker, karena kaki ku sudah sangat sakit karena mondar-mandir terus menerus..." Jelas wanita tersebut dengan frustasi


"Jadi....maksud mu, kau beneran ibu Direktur yang aku jumpai waktu itu...? " tanya Ikram terkejut


"Menurut mu....! apa kau kira wajah ku ini pasaran, sehingga memiliki kemiripan dengan orang lain...? dasar payah..."

__ADS_1


"Maaf... aku benar-benar tidak mengetahui nya..., jadi apa yang bisa aku lakukan sekarang untuk membantu mu ibu direktur...? " tanya Ikram serius


Dan wanita yang bernama Sinta tersebut mulai menatap Ikram dengan tatapan tajam..


"Jangan memanggil ku ibu direktur Ikram... nama ku Sinta, panggil saja aku Sinta... "


"Baik lah..., Sinta.., apa yang bisa aku bantu...? Tanya Ikram lembut"


Membuat Sinta mulai celingak celinguk kesana kemari mencari motor yang Ikram kendarai


"Dimana motor mu...? "


" Maksud mu apa..? "


"Ih..., di mana kau memarkirkan motor mu..? "


"Apa kau tidak bisa melihat nya, jelas jelas motor ku ada di depan mata mu.. " jawab Ikram heran


"Hah...., mak... maksud mu, ini motor mu begitu..? " tanya Sinta terkejut


"Iya..., kenapa kau terkejut begitu?"


"Ya sudah lah, tidak apa apa., ayo tolong antar kan aku pulang ke rumah ku..., aku sudah sangat lelah rasa nya.. " jawab Sinta memelas


"Baiklah.., asal kau tidak malu menaiki nya.. "


"Kenapa kau memeluk pinggang ku Sinta...? " tanya Ikram yang merasa risih


"Maaf.., aku takut terjatuh, biarkan aku memegang mu seperti ini.., karena aku tidak mau jika harus jatuh dari motor mu.."


"Iya..., tapi jangan terlalu kencang, aku tidak biasa di sentuh oleh wanita selain mantan istri ku.." ucap Ikram jujur


"Baiklah.... "


Dan mereka pun mulai melewati jalanan ibu kota jakarta yang terlihat indah dan ramai,


Setelah 45 menit menempuh perjalanan, akhir nya motor Ikram. berhenti di depan pagar rumah yang sangat mewah,


"Ayo masuk lah dulu, sebagai ucapan terimakasih ku.." ucap Sinta


"Maaf, mungkin lain kali, karena aku sedang terburu buru " jawab Ikram menolak


"Baiklah..., Terima kasih karena sudah mau menolong ku ya, maaf jika tadi aku sempat kesal dengan mu.. "


"Iya.., tidak masalah, jika begitu, aku permisi sekarang. assalamualaikum.. "

__ADS_1


"Walaikumsalam... " jawab Sinta tersenyum


Dan Ikram langsung pergi meninggalkan Sinta, yang masih setia menatap nya sambil berdiri di depan pintu gerbang rumah


Setelah memastikan motor Ikram hilang dari pandangan, baru lah Sinta membuka gerbang dan masuk kedalam rumah,


*****


Setelah mengantar wanita bernama Sinta, Ikram pun langsung mengarahkan motor nya ke arah markas besar, kebetulan ternyata mereka masih satu komplek, hanya beda lorong saja,jadi tidak butuh waktu lama untuk Ikram tiba di markas, sesampainya di rumah itu, Ikram langsung di sambut dengan hormat oleh anak buah Gang Black Dragon yang sedang berjaga


.


"Malam bos... " sapa mereka serentak


"Malam, bagaimana, apa semua aman terkendali..? " tanya Ikram tegas


"Aman bos..., oya bos besar sudah menelfon sedari tadi, dia ingin berbicara dengan mu bos, karena kau tidak mengangkat telfon dari nya.. jelas anak buah itu


" Iya..., tadi mungkin aku sedang berada di jalan, Baik lah aku akan langsung menelfon bang Jack.. "


Jawab Ikram, dan setelah itu, dia pun langsung memasuki rumah mewah yang menjadi markas untuk gang Black Dragon


Tut... tut... tut....


Suara panggilan yang sedang tersambung, tak lama kemudian terdengar suara orang yang sedang di tunggu oleh Ikram


"Halllo Kram..." jawab bang Jack di telfon


"Hallo bang, maaf jika aku tadi tidak mengangkat telfon mu bang.. "


"Iya tidak apa apa.., Kram..., aku ingin memberi tahu mu sesuatu "


"Apa itu bang..? "


"Ikram.., tolong kau perintah kan anak buah ku untuk menjaga markas dengan aman, aku curiga jika orang sedang aku incar ternyata telah mengetahui identitas ku, dan mereka pasti akan berusaha menyerang markas ku di sana.."


"Tapi.... apa mungkin bang..? " ini kan komplek mewah, apa mungkin mereka bisa menyerang kami? "


"Bisa Ikram, kau jangan lupa, jika yang menempati komplek kami itu hanya orang orang tertentu saja, bahkan polisi saja tidak berani ikut campur jika mendengar suara tembakan yang ber sahutan di daerah komplek tersebut, maka dari itu, kalian lah yang harus menjaga nya sendiri, jangan percaya dengan orang luar, bisa saja mereka mata mata yang sedang mengintai Ikram.." jelas bang Jack


"Baik lah bang.., aku akan melakukan perintah mu itu.. " jawab Ikram tegas.


"Ikram..., aku sangat mempercayai kemampuan mu itu, jangan anggap jika kau adalah pesuruh ku, karena aku hanya menganggap kau adik ku,kau saudara ku Ikram, ingat ucapan ku ini.. "


"Baik, aku akan selalu mengingat nya bang, kau hati hati lah disana bang. jika perlu bantuan, langsung hubungi aku, karena aku selalu siap untuk membantu mu.. "

__ADS_1


"Baik lah..., Terimakasih Ikram, jika begitu aku tutup telfon nya sekarang" pamit bang Jack


Dan setelah telfon itu berakhir, Ikram langsung mengumpulkan seluruh anak buah nya untuk menyampaikan amanah yang bang Jack ucap kan...


__ADS_2