Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Periksa kandungan


__ADS_3

Tepat pukul tiga sore, Ikram beserta anak dan istri nya sudah tiba di rumah sakit Harapan, mereka langsung memasuki ruangan dokter Sukma untuk memeriksa kandungan Sinta,


Kebetulan sebelum pergi tadi Sinta sempat menghubungi dokter Sukma guna membuat janji untuk pemeriksaan kandungan,


Jadi saat ini mereka bisa langsung masuk ke ruang praktek tampa harus mengantri


"Bagaimana keadaan nona Sinta saat ini, apakah mempunyai keluhan? "


Tanya dokter Sukma yang kepada Sinta


"Tidak ada dok, sepertinya saya tidak mempunyai keluhan apapun, karena saya merasa seperti biasa biasa saja dokter"


"Benarkah...? wah... sepertinya anak yang di kandung oleh nona Sinta benar benar kuat ya" puji dokter Sukma


Ikram yang mendengar pujian tersebut pun mulai tersenyum senang, tentu saja anak nya kuat Karena berasal dari bibit yang sangat unggul, batin Ikram ikut memuji diri nya sendiri


"Ayo sekarang kita periksa menggunakan alat USG ya nona, agar kita bisa melihat perkembangan bayi nya saat ini"


Ajak dokter Sukma, Sinta langsung bangkit dan berbaring di atas ranjang yang sudah di sediakan,


Tak lama kemudian, Dokter Sukma mulai membuka sedikit baju kemeja yang Sinta gunakan, Ikram dan Cinta yang menatap nya pun mulai tersenyum, sungguh mereka sangat ingin melihat bentuk bayi yang ada di dalam perut Sinta


Dokter Sukma mulai mengoleskan gel khusus ke arah perut Sinta, dan tak lama terdengar suara berisik yang membuat Cinta langsung menatap intens ke arah layar monitor..


"Ayah.... adik nya nangis ya yah? " tanya Cinta penasaran


"Tidak sayang, itu suara berisik di dalam perut mama" kata Ikram tersenyum

__ADS_1


Dokter Sukma ikut tersenyum mendengar pertanyaan dari anak kecil tersebut, dan dia mulai menjelaskan tentang gambar yang terdapat di dalam layar monitor


"Nona dan Tuan, menurut hasil dari yang saya lihat, ternyata usia kandungan nona Sinta sudah memasuki usia 5 minggu, dan saat ini bentuk janin sudah sebesar biji wijen atau sekitar 5 milimeter, pada tahap ini janin sudah memiliki cukup banyak sel untuk menyusun tubuh nya, dan pada Minggu ini juga jantung bayi sudah bisa terdengar,lihat lah bentuk biji itu nona, itulah yang nanti nya menjadi bayi yang sangat lucu" jelas dokter Sukma


Membuat ketiga orang tersebut langsung menatap ke arah layar, tanpa terasa Sinta sudah menetes kan air mata nya, sungguh hati nya merasa sangat bahagia saat ini, karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang wanita yang sempurna.


Ikram yang menatap istri nya pun langsung mengenggam tangan nya dengan erat, saling mencurahkan kebahagiaan satu sama lain,


"Mama...., adik nya yang mana? " tanya Cinta penasaran


Mereka bertiga langsung menatap ke arah wajah Cinta yang tampak sedang bingung karena mencari sesuatu..


Dokter Sukma ikut tersenyum melihat kepolosan anak kecil tersebut, dan dengan senang dokter Sukma langsung menunjuk ke arah monitor tepat di titik bulat yang sangat kecil


"Cinta, ini adik Cinta ya, saat ini adik nya masih kecil sekali dan setiap hari nya adik Cinta akan semakin tumbuh dan besar, jadi mulai sekarang Cinta harus menjaga kesehatan mama Sinta okey"


"Adik, jangan nakal ya di perut mama, kasihan mama kalau adik nakal, cepet besar dan sehat supaya bisa jadi teman kakak nanti dirumah"


Kata Cinta sambil tersenyum, Ikram dan Sinta sungguh merasa sangat bangga, karena Cinta adalah seorang putri yang sangat baik dan penyayang,


Setelah semua selesai akhirnya mereka langsung pamit kepada dokter Sukma, Ikram berencana akan mengantar Sinta dan Cinta lalu baru kembali ke kantor milik nya..


****


Sedangkan di tempat lain, tepat nya di kantor polisi, saat ini Kenzo dan kelima teman nya sudah masuk ke dalam sel tahanan,


Kenzo terus berteriak tidak Terima karena dia merasa jika dia sudah di jebak oleh Ikram, dan dia berfikir jika yang seharusnya di tahan adalah Ikram beserta komplotan nya,

__ADS_1


"Lepaskan aku pak polisi..., kalian benar benar tidak becus dalam bekerja, seharusnya bukan aku yang kalian tahan tapi Ikram dan para kelompok nya, " teriak Kenzo di dalam tahanan,


Sampai akhirnya, terdengar suara tawa seseorang yang terdengar di ruangan tersebut, di susul dengan beberapa langkah sepatu yang mengikuti nya


Kenzo langsung meradang saat melihat siapa yang telah datang menghampiri nya, dia memegang sel besi itu dengan meremat nya geram


"Untuk apa kau kesini hah? apa kau kira aku sudah kalah saat ini" teriak Kenzo menatap ke tiga pria tersebut


Tio kembali tersenyum miring, saat mendengar ucapan dari Kenzo,


"Ck...... ternyata kau belum juga mengakui kesalahan mu ya tuan Kenzo"


Sindir Tio sambil menatap mereka para tahanan yang baru saja masuk,


"Bajingan kau Tio, dan kau... lihat lah aku akan menghabisi kalian berdua, karena kau sudah berani menjebak ku " tunjuk Kenzo ke arah Mark berdiri,


Mark pun langsung ikut tertawa, sepertinya pria tersebut memang lah terlalu percaya diri dia selalu menyalahkan orang lain tampa memikirkan kesalahan nya sendiri


"Tuan Kenzo, maaf jika aku telah menipu mu, tapi kami melakukan ini semua karena kau yang sudah menyulut api nya terlebih dahulu, mungkin kau belum mengenal siapa bos kami sebenarnya, karena kau terlalu suka menganggap remeh kemampuan seseorang, saran ku, jika kau bebas nanti, jangan pernah berani mengganggu atau pun menyentuh bos kami, karena kami tidak akan membiarkan itu terjadi" ucap Mark tegas


"Heh dasar bodoh, di bayar berapa kalian sehingga mau menjadi babu untuk Ikram sialan hah"


"Jaga ucapan mu Kenzo, orang yang kau sebut sialan itu adalah bos besar kami, dia ketua geng Black Dragon yang terkuat di negara ini, jangan anggap remeh kekuatan dan kekuasaan kami Kenzo, atau kau akan habis kami ratakan"


Ucap Mark geram, membuat Kenzo langsung terdiam seribu bahasa, bagaimana mungkin pria miskin yang dia temui setahun yang lalu bisa menjadi ketua geng terhebat di negara ini


"Tidak... ini mustahil, kalian pasti menipu ku" teriak Kenzo tidak mau percaya......

__ADS_1


__ADS_2