
Hay Cinta sayang, anak bunda yang paling cantik dan manis, bunda yakin pasti saat ini kamu sudah beranjak remaja kan...?
Sekarang, kamu sudah bisa mengerti dengan apa yang bunda tulis disetiap buku ini, maaf ya sayang, jika bunda adalah bunda terjahat di dunia ini, karena bunda sudah meninggal kan kamu dan ayah mu disaat kamu masih kecil dahulu..
Sebenarnya, ada suatu hal yang tidak bisa bunda ungkapkan untuk ayah mu, bunda sangat mencintai kalian berdua, tapi bunda juga adalah wanita ter egois di seluruh dunia,
karena telah memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan dampak dari setiap perbuatan yang bunda lakukan kedepan nya..
Jujur selama berpisah dengan kamu dan ayah mu, bunda bunda benar benar hidup dalam penyesalan yang tiada habis nya, bunda mengira jika setelah berobat dengan perobatan yang canggih akan menyembuhkan bunda dari penyakit yang bunda derita, tapi semua itu salah sayang...
Karena penyakit tersebut memang tidak ingin hilang dari tubuh bunda, saat ini bukan hanya rasa sakit di tubuh saja yang bunda rasakan, tapi juga rasa sakit di relung hati yang paling dalam...
Cinta sayang, bunda tidak tahu sampai kapan usia bunda akan bertahan, jadi dengan menulis diary ini, bunda ingin mengucapkan kata beribu maaf kepada mu dan juga ayah kamu nak..., bunda mohon maafkan bunda di masa lalu ya sayang...
Sekarang kamu sudah memiliki seorang mama yang sangat menyayangi kamu sepenuh hati, pesan bunda, jadilah anak baik dan penurut, serta jujur dengan apa pun yang terjadi dengan diri mu...
Jangan tutupi masalah apa pun dari ayah dan mama mu kelak nak, cukup bunda saja yang melakukan hal seperti itu...,
Sayang, jika bunda pergi nanti, berbahagia lah selalu ya nak, ingat di dalam benak mu, jika sejahat jahat nya bunda, bunda sangat mencintai kamu dan ayah mu,
Cinta ini, akan bunda bawa sampai bunda menutup mata...,
Salam sayang...
Bunda Wulanβ€β€
Tik..... tik.... tik......
Air mata Cinta mulai tumpah membasahi pipi mulus nya..
Entah sudah berapa kali dia membaca buku diary milik bunda nya tersebut,
Dan saat ini, tepat Cinta berusia 14 tahun, yang artinya Cinta sudah duduk di sekolah menengah pertama...
Gadis remaja itu, langsung menutup buku Diary yang sedang dia pegang setelah mendengar nama nya di panggil oleh sang ayah...
"Cinta... apakah kamu sudah siap nak? " tanya Ikram yang sudah mengenakan stelan kerja nya dan berdiri di depan pintu kamar Cinta
Cinta yang mendengar suara ayah nya itu pun langsung berbalik badan menghapus air mata nya yang masih mengalir...
Setelah mentralkan kembali perasaan nya, Cinta pun langsung berbalik kembali menatap ke arah ayah nya..
"Sudah Ayah..., ayo kita keluar ayah.. "
Ajak Cinta langsung berlari mendekati Ikram, yang berdiri di depan pintu kamar, tidak lupa sebelum bangkit berdiri, tadi Cinta sempat menyelipkan buku Diary yang dia baca ke bawah bantal yang ada di ranjang
"Ya sudah Cinta duluan turun ya, ayah akan kekamar ayah sebentar, karena seperti nya ayah melupakan sesuatu.. " ucap Ikram lembut
"Iya ayah, Cinta tunggu ayah dibawah, bersama adik Jason dan juga mama"
Ujar Cinta berlalu pergi turun ke lantai bawah.. sedangkan Ikram, yang ingin bergerak menutup pintu, Tiba-tiba menghentikan langkah nya,
Saat tanpa sengaja menatap ke arah bawah bantal yang mengeluarkan sesuatu..
Ikram berjalan ke arah ranjang milik Cinta dan mengangkat sedikit bantal tersebut.. hingga akhirnya Ikram menemukan buku diary milik sang mendiang mantan istri, tepat 10 tahun yang lalu..
Tanpa sadar, tangan Ikram sudah terulur mengambil buku tersebut, ya... dulu setelah beberapa bulan kepergian Wulan, dia sempat membaca buku diary itu yang berisikan tentang penyesalan dan kehidupan Yang Wulan jalani setiap hari nya...
Dan setelah itu, Ikram tidak pernah menyentuh buku itu lagi, hingga hari ini. Ikram kembali melihat dan menyentuh nya kembali..
"Cinta, ternyata kamu masih sering membaca buku diary ini, apa kamu merindukan bunda mu nak? "
Tanya Ikram sedih, masih ingat di benak Ikram, dengan kejadian sepuluh tahun yang lalu...
Saat itu, dia sedang berada di kantor milik nya, menyelesaikan pekerjaan yang sangat banyak dan menumpuk,
__ADS_1
Tak lama kemudian, Ikram mendengar suara handphone milik nya yang berdering, dan dengan cepat Ikram mengangkat telfon tersebut saat membaca nama Mark yang menelfon..
Mark sang anak buah kepercayaan Ikram, memberitahu jika dia sudah tiba di rumah sakit Korea tempat Wulan di rawat inap...
Dan Mark mengatakan jika saat ini ke adaan Wulan sudah lah membaik, Dia berhasil menyembuhkan penyakit kanker yang ada di dalam tubuh nya, dan itu semua berkat Dokter Imran, pak Adam dan juga mereka bertiga yang menjadi penyemangat Wulan...
Saat Mark menemui Wulan dan pak Adam diruang perawatan, Tiba-tiba Wulan meminta satu permintaan ke pada Mark sang anak buah Ikram...
"Aku ingin mengajukan permohonan dengan mu" ucap Wulan menatap wajah Mark, sambil duduk di atas ranjang..
" Katakan nona Wulan, jika saya mampu, saya pasti akan mengabulkan nya"
"Terimakasih Mark, tapi aku tidak meminta barang ataupun harta, aku hanya ingin kau membuat perjanjian kepada ku, agar tidak memberi tahu mas Ikram dan Juga Sinta jika aku akan kembali pulang ke Indonesia"
"Maksud nona.., apakah nona ingin membuat kejujutan untuk mereka? "
Tanya Mark penasaran, Wulan yang mendengar pertanyaan itu pun langsung mengangguk dengan tersenyum bahagia..
"Iya.., dan aku sudah menyampaikan semua nya kepada dokter Imran, bahkan aku memberi dokter Imran sebuah buku diary milik ku" Jawab Wulan dengan bertingkah sangat aneh..
"Kenapa nona memberikan buku diary nona kepada orang lain, bukan kah nona Wulan akan segera pulang...? "
"Aku tidak tahu,.... tapi aku hanya ingin saja memberikan nya,sekarang aku sudah sembuh dan sepertinya aku tidak memerlukan buku diary itu lagi, aku ingin menutup kisah ku di tangan Dokter Imran, karena saat ini dia adalah satu satu nya pria yang sangat tulus mencinta ku,.. "
"Baiklah nona, jika itu yang Anda inginkan, saya akan menuruti perkataan anda... "
Jawab Mark membungkuk hormat, dan selama 3 hari itu Mark selalu mengawasi semua yang di lakukan oleh Wulan dan dokter Imran..
Mereka terlihat akrab dan dekat, hingga Mark sempat berfikir jika sepertinya Wulan mulai membuka hati nya kembali untuk pria lain...
Dan keesokan hari nya, saat semua barang barang sudah selesai mereka cepaki ke dalam koper, entah mengapa Wulan sangat ingin pergi ke dalam kamar mandi,...
Dengan berjalan tertatih tatih, Wulan melangkah memasuki kamar mandi yang ada di ruangan inap nya..
"Nak..., kenapa tidak memakai kursi roda, kau belum kuat untuk berjalan dengan kedua kaki mu nak"
"Wulan tidak apa apa pak, Wulan sudah kuat sekarang" Jawab Wulan tersenyum..
Dia terus melangkah memasuki kamar mandi, dan segera menutup pintu nya...
Sedangkan di dalam ruang inap, Dokter Imran baru saja masuk dengan membawa resep obat yang di perlukan untuk kesehatan Wulan...
"Assalamu'alaikum pak"
"Walaikumsalam dokter, " sapa pak Adam
"Dimana Wulan? apakah dia sedang keluar? " tanya Dokter Imran penasaran..
"Dia ada di dalam kamar mandi dok, sepertinya sedang buang air"
"Oh, ya sudah tidak masalah, oya nanti ketika tiba di indonesia, tolong jaga kesehatan Wulan ya pak, sepertinya aku tidak bisa langsung menyusul nya, karena aku harus mengurus kepindahan ku terlebih dahulu, sebenarnya aku sangat ingin Jika Wulan berada di Korea, tapi sepertinya dia sangat merindukan Putri nya Cinta.. "
"Iya dok, pasti bapak akan mengingat perkataan mu ini, kau jangan terburu buru untuk segera menyusul Wulan, karena bapak akan menjaga nya untuk mu Dokter Imran... "
"Terimakasih pak..., semoga kami berjodoh ya pak" ucap Dokter Imran tulus..
Tak lama kemudian terdengar suara benda jatuh yang berasal dari dalam kamar mandi....
Bruukkkk......
Membuat ketiga pria tersebut langsung kaget dan menatap ke arah sumber suara tersebut...
"Wulan.....,
Teriak mereka bersamaan, dengan cepat mereka bertiga berlari ke arah pintu kamar mandi, mereka mulai menggedor gedor pintu yang terkunci dari dalam, sambil memanggil manggil nama Wulan yang tidak kunjung menyahut...
__ADS_1
Hingga detik kemudian, Dokter Imran dan juga Mark berinisiatif mendobrak pintu kamar mandi tersebut, hingga dapat terbuka dengan lebar....
Brakkk.......
"Wulan....... "
Teriak pak Adam Histeris,melihat ke arah Wulan yang sudah terjatuh ke bawah lantai kamar mandi dengan darah segar yang mengalir di sudut kepala nya..
Sepertinya Wulan terjatuh sambil terbentur benda keras, Dokter Imran langsung berjongkok dan mengangkat tubuh Wulan, dia memeriksa denyut nadi Wulan yang ada di pergelangan tangan dan juga leher....
"Tidak...., tidak mungkin,... pak... Wulan sudah pergi.... "
"Apa......!! "
Teriak pak Adam Syok berat, begitupun dengan Dokter Imran yang sangat terpukul atas kepergian Wulan untuk selama lama nya...
"Mas......... "
Teriak seorang wanita yang sudah memanggilnya hingga berkali-kali,
Ikram langsung tersadar dari lamunan nya dan menatap ke arah wanita yang berjalan mendekati nya...
"Kamu kenapa mas? " tanya Sinta penasaran..
"Tidak..., mas hanya mengingat masa lalu"
.jawab Ikram menghilang kan kesedihan nya..
Sinta yang melihat buku yang ada di genggaman tangan suami nya itu pun langsung mengambil buku itu, dan mencium nya....
"Kamu mengingat Mendiang Wulan ya mas, tidak terasa ya, sudah sepuluh tahun berlalu sejak kepergian nya meninggal kan kita... "
"Iya...,dan dia pergi dengan meninggal kan segala kenangan untuk kita dan juga yang lain nya... "
"Mas benar..., sekarang kita hanya bisa berdoa agar dia diterima di alam sana dan di ampuni segala dosa dosanya di dunia, karena sebenarnya tidak ada manusia yang luput dari dosa, " ucap Sinta sedih
"Terimakasih Sinta, karena kamu sudah mau menerima dan mengurus Cinta dan juga aku"
" Kamu ngomong apa sih mas, kan kalian berdua adalah harta berharga ku, plus di tambah Jason sang pangeran kita, sekarang ayo kita turun, anak anak sudah menanti kamu lo mas"
"Baiklah, sebentar ya... "
Ucap Ikram langsung menaruh buku diary tersebut ke bawah bantal...
Dan setelah itu, mereka berjalan keluar meninggal kan kamar milik putri kesayangan mereka....
β€ The endβ€
: Sesungguhnya kita itu hanya lah manusia biasa yang mempunyai banyak ke inginan, nafsu, dan juga ke egoisan,
Dan kita sendirilah yang dapat mengontrol semua sifat tersebut, karena jika kita lebih memilih sifat ketiga itu pada kehidupan kita, maka, bersiaplah jika kita tidak akan merasa puas dan bahagia dengan apa yang sudah kita punya dan dapatkan...
Bersyukur adalah jurus mujarab dari permasalahan hidup, karena dengan bersyukur kita akan merasa kepuasan, terhadap apa yang kita miliki..., dan satu lagi, yakin lah jika semua cobaan yang di berikan oleh sang Maha Kuasa pasti memiliki jalan keluar nya tersendiri,serta ada hikmah di dalam setiap cobaan.....
Terimakasih banyak sudah mampir dan membaca karya remahan ku ini, maafkan jika banyak kekurangan kata dan penulisan nya..
Semangat...., ππππππͺπͺπͺπͺπ₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°
Pengumuman untuk para readers semua,
Author saat ini sudah membuat novel baru yang menceritakan kehidupan bang Jack bersama guru Ayu ya..,
Untuk kalian yang penasaran, langsung aja kepoin ke novel nya ya, dijamin seru, lucu dan menegangkan,
Terimakasih π₯°π₯°π₯°π₯°ππππππ
__ADS_1