
Wulan yang kembali merasa frustasi pun langsung termakan dengan ucapan ibu nya itu
"Apa maksud perkataan ibu? apa sekarang ibu sudah mendukung ku jika aku ingin kembali dengan mas Ikram? " tanya Wulan penasaran
Ibu Ningsih yang tidak mau terlihat menurunkan harga diri nya pun, berpura-pura untuk menyangkal pertanyaan Wulan
"Tidak, sebenarnya ibu tidak mendukung mu, karena ibu masih membenci mantan suami mu itu, tapi.... setelah ibu fikir fikir, ada bagus nya juga jika kau kembali lagi dengan nya, karena dia lah penyebab dirimu bisa mengalami penyakit ini kembali, "
"Terimakasih bu, apa pun alasan ibu, aku tidak terlalu memperdulikan nya, yang terpenting ibu sudah mendukung ku sekarang"
Jawab Wulan mulai tersenyum senang
"iya, ibu akan membantu mu untuk mendapatkan Ikram kembali, apa pun cara nya, kamu harus bisa kembali dengan nya Wulan, jangan sampai wanita lain memiliki Ikram yang sudah kaya saat ini, "
"Iya, aku juga tidak mau itu terjadi bu, lalu apa yang harus aku lakukan buk, agar mas Ikram mau menerima ku lagi? "
Tanya Wulan yang mulai mendengar kan ucapan Ibu Ningsih
"Sayang, yang pertama kamu lakukan adalah kamu harus mau berobat kembali, turuti kata dokter agar kami bisa sembuh, tapi jika di depan Ikram nanti, kita harus tetap bersandiwara se akan akan kamu tidak mau menjalankan perobatan, agar dia akan lebih memperhatikan mu dan semakin dekat dengan mu nak"
"Iya, ibu benar, aku harus sehat, tapi didepan mas Ikram, aku harus tetap sakit, dengan begitu dia akan selalu ada untuk ku"
"Ya sudah, sekarang minum obat kamu ini Wulan, ibu yakin besok pasti Ikram akan datang menjenguk mu"
"Baik ibu"
Dengan semangat Wulan langsung meminum obat yang diberikan oleh dokter, sedangkan ibu Ningsih mulai merasa senang Karena putri nya mulai mau menuruti nya kembali
"Bagus putri ku, sebaik baik nya kamu, tetap saja darah ku sudah mengalir di tubuhku, jadi walau kau memberontak tetap saja kau akan tetap menuruti apa kata ibu mu ini, dan untuk mu Ikram, sebenarnya aku masih sangat membenci mu, tapi karena kau sudah kaya sekarang, sepertinya aku bisa jika harus berpura-pura menyukai mu, dan apa pun cara nya, aku akan membuat mu agar bisa menjadi menantu ku kembali.. "
Ucap ibu Ningsih di dalam hati, sungguh sebenarnya rasa benci yang terlalu dalam dengan seseorang tidak akan mudah menghilang begitu saja, dan Ibu Ningsih akan memulai peran nya dengan mulai bersandiwara..
*****
Pagi pun menyapa, Saat ini Ikram sudah siap dengan setelah jas nya, hari ini dia mempunyai pertemuan penting dengan para klien nya, setelah selesai berbenah Ikram pun langsung keluar dari kamar
Ikram berjalan menuju ke arah ruang makan, saat tiba disana, Ikram meneliti ke arah atas meja makan yang sudah penuh dengan makanan lezat,
" Pagi ayah..!! "
__ADS_1
Sapa Cinta yang sudah siap dengan seragam. sekolah milik nya
Ikram yang melihat Cinta pun langsung menggendong Cinta dan mengajak nya duduk di kursi makan,
"Pagi juga sayang ayah"
Tak lama, datang lah ibu Aisyah yang baru keluar dari kamar Cinta,
"Pagi buk, bagaimana keadaan ibu, apa. masih sakit buk? " tanya Ikram khawatir
"Tidak nak, kan sudah ibu katakan jika ibu sudah sembuh dengan total, apa sekarang ibu sudah boleh berjalan? "
"Besok ya buk, seperti kata dokter, aku tidak mau jika masa pemulihan ibu menjadi kurang sempurna"
"Baiklah, ibu akan menuruti apa kata mu"
Tak lama Kemudian, datang pembantu paruh waktu yang bekerja dirumah Ikram, dari dalam dapur, Ikram mulai bertanya tentang makanan sudah terhidang dengan sangat mewah
"Bik Ani? " panggil Ikram
"Iya den Ikram, apa aden menginginkan sesuatu? " tanya Bik Ani
"Tidak, aku hanya ingin bertanya, kenapa bibik masak makanan semewah ini, bukan kah sedang tidak ada acara apa apa dirumah ini? tanya Ikram penasaran
"Apa....... Sinta....?????"
"Sejak kapan Sinta bisa masak bik? " tanya Ikram terkejut
"Sejak 2 seminggu yang lalu"
Teriak Sinta menimpali, dia datang dari arah dapur dengan membawa 6 potong ayam crispy persis seperti ala ala restoran.
"Tara..........., ayam crispy ala chef Sinta udah jadi, ini adalah menu terkahir yang aku buat, ayo cepetan di coba! "
Ucap Sinta dengan semangat, Ikram yang mendengar perintah Sinta pun mulai mengeryitkan kening nya...
"'Cinta mau mama, Cinta coba sekarang ya"
Ucap Cinta sambil mengambil Ayam crispy tersebut dan memakan nya..
__ADS_1
Kresss...........
Mereka ber tiga mulai menatap wajah Cinta dengan bertanya tanya
"Bagaimana rasa nya nak? apa itu layak untuk dimakan? " tanya Ikram mulai menggoda Sinta
"Enak ayah, Cinta sukak" jawab Cinta sambil mengunyah ayam crispy yang sudah masuk kedalam mulut nya..
"Hah..., akhirnya calon istriku bisa masak juga" ucap Ikram bersyukur
"Pasti dong, kan aku berusaha selalu, ayo cicipi yang lain nya, selamat makan.. "
Ucap Sinta semangat, akhirnya kerja keras nya selama seminggu terbayar sudah, seluruh keluarga nya menyukai masakan Sinta dan memakan nya dengan lahap..
*****
Saat ini, Ikram dan Sinta sudah dalam perjalanan menuju ke kantor Sinta, di dalam perjalanan Sinta membahas tentang orang tua nya yang akan kembali ke indonesia, karena penyakit pak Bagas yang timbul. karena terkena racun, sudah berhasil di sembuhkan..
"Jadi seminggu lagi orang tua kamu sudah sampai di sini sayang? " tanya Ikram
"Iya, dan aku akan segera pindah dari rumah kamu sayang, "
"Huh...., sepi ya jadinya,seperti nya setelah orangtua mu tiba di Indonesia, aku akan datang untuk berkunjung bersama ibu dan Cinta.. "
"Benarkah" wah aku sangat senang mendengar nya, "
Cittttttt..... .........
Tiba tiba Ikram menghentikan mobil nya, membuat Sinta muali bertanya tanya
"Kenapa berhenti..? " tanya Sinta penasaran
Ikram tidak menjawab pertanyaan Sinta dan dia langsung mengubah duduk nya ke arah samping dan mulai menggenggam kedua tangan Sinta
"Sinta... " maaf jika aku belum bisa memberikan mu hal yang romantis seperti yang kamu inginkan, tapi kedepan nya aku pasti akan usahakan,saat ini aku ingin menanyakan hal penting ini kembali, "apakah kamu sudah siap jika aku mengajak mu untuk menikah dalam waktu dekat ini"? "
Tanya Ikram membuat Sinta merasa bahagia
"Iya, aku mau Ikram" jawab Sinta yakin
__ADS_1
"Terimakasih sayang, jika begitu aku akan segera melamar mu setelah orang tua mu tiba di indonesia"
Ucap Ikram langsung mencium kedua tangan Sinta...