
Setelah kepulangan Wulan yang meminta izin untuk kembali lagi kerumah kontrakannya, dengan alasan ingin menyelesaikan urusan nya dengan Ikram, saat ini ibu Ningsih dan bapak Adam sudah di tempat kan oleh Indra di komplek perumahan elit yang ada di jakarta.
Mereka yang baru memasuki rumah itu pun, mulai terpana melihat indah dan mewah nya rumah tersebut, Indra sengaja menempatkan mereka di rumah yang sangat mewah, karena dia tidak akan mengizinkan jika orang tua Wulan pulang kembali ke kampung sebelum dia berhasil untuk menikahi Wulan..
Indra bertekad akan mempercepat perceraian Wulan dan akan terus mendesak orang tua nya jika saja sewaktu-waktu Wulan berubah fikiran, karena dia sudah menyusun semua rencana dengan sangat matang, dan kali ini Indra berambisi harus mendapatkan Wulan dengan cara apa pun.
"Wahh..... bagus sekali rumah ini nak, sangat indah dan mewah" ucap Ibu Ningsih tersenyum senang
"Iya.., ini sengaja aku belikan untuk Wulan bu, jadi setelah dia bercerai dari pria miskin itu, Wulan akan tinggal disini sambil menunggu masa idah nya selesai, maka dari itu, ibu dan bapak harus tetap berada di sini,, jangan pulang sebelum aku menikahi Wulan. " jawab Indra tegas
"Iya... pasti nak?, ibu janji akan selalu mendampingi Wulan sampai kalian menikah " jawab ibu senang
"Bagus jika begitu.., aku merasa tenang sekarang buk " kata Indra tersenyum
"ya.., kau sangat baik dan kaya,ibu yakin Wulan akan bahagia jika bersama mu, dan dia pasti akan sembuh dari penyakit nya itu "
"Ibu benar.., aku janji akan membahagiakan Wulan dan menyembuhkan penyakit nya, setelah menikah nanti, aku akan menyewa dokter khusus untuk Wulan, bahkan aku berencana untuk membuat ruangan perobatan dia di rumah ini saja, agar ibu dan Wulan tidak bersusah payah untuk kerumah sakit lagi." ucap Indra sombong
"Wah....., apa kau sangat kaya nak Indra..?, ibu sangat setuju dengan niat mu itu nak..." ucap Ibu senang
"Baiklah jika ibu setuju, aku akan melakukan nya, sekarang aku harus pergi, karena sudah banyak pekerjaan yang menanti ku bu. "
"Iya hati hati ya nak Indra " ucap Ibu Ningsih tersenyum
"Mari pak Adam."
"Iya nak, hati hati di jalan " ucap pak Adam
Setelah kepergian Indra, pak Adam pun mulai mengingatkan istri nya itu, yang menurutnya sudah sangat kelewatan batas..
"Buk..., bapak mohon, jaga sikap ibuk, jangan terlalu mendukung Indra buk, ingat anak kita itu masih sah istri Ikram, dia belum bercerai buk, sangat berdosa jika kita memaksa Wulan untuk bercerai dari suami nya itu " ucap bapak Adam kesal
Dan ibu Ningsih yang mendengar perkataan suami nya itu pun, langsung menatap pak. Adam dengan tajam
__ADS_1
"Jangan menceramahi ku pak..! , aku tahu apa yang benar dan salah, yang aku lakukan ini sudah sangat tepat untuk kehidupan anak ku kedepan nya.., jadi jangan pernah melarang Wulan untuk bercerai, karena sampai kapan pun, aku tidak akan mengizinkan Wulan untuk kembali kepada pria miskin itu lagi.., apa kau mau jika anak kita meninggal, iya..? " tanya ibu teriak
"Bukan begitu maksud bapak buk "
"Cukup pak.., jangan banyak membantah, ini semua gara gara kamu, yang mengakibatkan anak ku sakit kembali,, jika saja Wulan tidak melarang ku untuk melabrak Ikram dan membongkar penyakit nya itu, aku pasti sudah memaki maki diri nya saat ini.. aku sangat membenci nya, apa bapak tidak mengerti juga! " kata ibu Ningsih marah dan langsung pergi meninggalkan pak Adam,
Setelah itu ibu Ningsih langsung masuk kedalam kamar yang sudah di siapkan untuk mereka ber dua,dia merasa marah dan lelah berdebat terus menerus dengan suami nya itu, dan dia memutuskan untuk pergi...
Sedangkan pak Adam, saat ini dia sedang merenungi perkataan istri nya tadi, awal nya pak Adam mendukung jika Wulan harus bercerai dengan Ikram, tapi setelah dia mengetahui jika Wulan mempunyai anak yang masih kecil dengan Ikram, dia pun mulai tidak tega jika harus memisahkan anak itu dengan orang tua nya..
****
Tidak terasa, malam pun sudah datang menyapa, dan tepat pukul 21.00 malam, saat ini Wulan sedang berdiri di depan cermin dengan mengenakan baju daster berkengsi, sepanjang paha yang sangat pas di tubuh nya yang kecil, ramping, memancarkan kecantikan dan membuat nya terlihat sangat sexy,
"Sempurna" ucap Wulan berkata sendiri sambil tersenyum
Setelah melihat anak nya Cinta yang masih tertidur lelap, Wulan pun mulai membuka sedikit pintu kamar guna mengintip suami nya yang sedang fokus menonton TV.. dan tak lama kemudian, Wulan pun mulai berjalan pelan menuju keluar kamar.
Wulan berniat akan menghabiskan malam terakhir bersama suami yang di cintai nya itu, biarlah ini menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan, untuk nya dan Ikram, sebelum dia benar-benar melukai dan meninggalkan suami nya untuk selama nya..,
Ikram yang mendengar panggilan dari istri nya itu pun, langsung menoleh ke arah Wulan
Degg.........
"Dek..., kamu... " tanya Ikram berdiri
"Cup... "
Tampa aba aba, Wulan langsung mencium bibir suami nya dengan sangat mesra, dia mulai meluapkan rasa cinta nya kepada suami nya untuk yang terkahir kali, dan Ikram yang mulai terbawa dengan permainan istri nya itu pun, mulai membalas dengan tak kalah semangat.
Dia menyesap dan menikmati bibir Wulan dengan sangat rakus, bagai pasir tersiram hujan, itulah yang Ikram lakukan, tidak memberi celah untuk Wulan mundur dan berhenti,
Sampai akhir nya Ikram mulai menjelajahi yang ada pada istri nya yang membuat nya sangat tergoda
__ADS_1
"Ah... mas..." desah Wulan menikmati
"Aku mulai pemanasan sayang " ucap Ikram dengan suara berat
Ikram pun mulai melucuti pakaian Wulan satu persatu, dan dia mulai menikmati, hamparan gunung yang sudah sangat menantang itu, dengan di iringi suara lembut dari mulut Wulan yang membuat nya semakin bersemangat..
"Ayo mas..., "
"Baiklah sayang.., kita akan melakukan nya disini " ucap Wulan tak sabar
Dan Ikram pun langsung membaring kan tubuh istri nya itu, dan kembali memberi rangsangan yang membuat Wulan terus mengeluarkan suara..
Dia benar benar melakukan nya dengan sangat lembut dan penuh cinta, membuat Wulan semakin terbakar dengan pemanasan yang Ikram berikan,
"Sekarang sayang... " ucap Ikram dengan wajah penuh gairah
"Lakukan mas...," jawab Wulan pasrah
Dan permainan panas pun mulai berlangsung dengan sangat bergairah, Ikram benar benar gagah dan kuat, membuat Wulan merasa bagai terbang ke awan, dan mereka melakukan nya dengan berbagai macam gaya, sampai merasa puas barulah permainan itu berakhir.....
"Huh..huh..." suara nafas yang saling bersautan, setelah menyelesaikan permainan yang sangat luar biasa
"Terimakasih sayang " ucap Ikram mencium seluruh wajah Wulan
"Iya mas.. " jawab Wulan tersenyum
"Apa tubuh mu merasa sakit?" tanya Ikram khawatir
"Tidak..., aku sangat menyukai permainan mu mas..",
"Benarkah sayang.., jika begitu sering-sering lah kita melakukan olahraga seperti ini, itu akan membuat mu semakin sehat sayang.." ucap Ikram menatap wajah Wulan sambil tersenyum
"Iya mas... " jawab Wulan langsung memeluk tubuh Ikram
__ADS_1
Dan mereka pun saling berpelukan di atas tikar usang itu, dengan bertumpu dengan bantal kepala serta memakai selimut, mereka memilih berbaring di atas lantai beralaskan tikar..
"Aku akan selalu mengingat ini semua mas.. " ucap Wulan di dalam hati sambil meneteskan air mata nya... ðŸ˜ðŸ˜